NovelToon NovelToon
Taktik Cantik Sang Tunangan

Taktik Cantik Sang Tunangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Romantis
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Fiora Gabriela adalah definisi nyata dari kesempurnaan. Sebagai putri tunggal dari dinasti bisnis raksasa, kecantikan dan kekuasaannya adalah mutlak. Namun, ada satu hal yang belum bisa ia taklukkan: hati Galang Dirgantara, pria dingin yang menjadi tunangannya demi aliansi bisnis keluarga mereka.
Bagi Galang, Fiora hanyalah wanita arogan yang terbiasa mendapatkan apa pun dengan uang. Ia menutup hati rapat-rapat, sampai akhirnya ia bertemu dengan Mira—seorang gadis dari kalangan bawah dengan hidup penuh kemalangan. Sosok Mira yang rapuh membangkitkan sisi protektif Galang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Galang mulai berpaling, membiarkan rasa iba itu tumbuh menjadi cinta yang mengancam status Fiora.
Namun, Galang lupa satu hal. Fiora Gabriela bukanlah wanita yang akan menyerah begitu saja dan menangis dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Umpan Matang dan Debu yang Lancang"

"Hari ini aku tidak akan minta terlalu banyak. Sekarang mandilah," ucap Galang sambil menjauhkan tubuhnya, memberikan ruang bagi Fiora untuk bernapas lega meskipun jantungnya masih berpacu kencang.

Galang berdiri di sisi ranjang, merapikan kembali bathrobe-nya yang sedikit berantakan, lalu menatap Fiora dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kalau kau memang ingin sekali melihatku menolongnya, ayo. Ikut denganku sekarang."

Fiora tertegun sejenak. Kalimat Galang barusan terdengar seperti tantangan terbuka. Galang seolah ingin menunjukkan secara langsung bagaimana ia akan menangani "debu" itu di depan mata kepala Fiora sendiri pada pagi ini.

"Kau mengajakku ikut menemuinya?" tanya Fiora memastikan, matanya menyipit penuh selidik.

"Tentu. Bukankah kau tidak suka milikmu disentuh orang lain? Jadi, pastikan kau ada di sana untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi," jawab Galang dengan suara bariton yang tenang namun tegas.

Fiora segera bangkit dari kasur, rasa cemasnya kini berganti menjadi semangat untuk memenangkan persaingan. "Oke, Galang. Kalau itu maumu, aku akan ikut. Aku akan pastikan si Mira itu tahu siapa pemilik sah pria ini," batin Fiora penuh tekad.

"Oke, beri aku sepuluh menit untuk mandi dan bersiap. Jangan coba-coba pergi duluan, Galang!" seru Fiora sambil berlari menuju kamar mandi, tidak ingin kehilangan sedetik pun momen untuk menunjukkan dominasinya di depan Mira.

Galang hanya menyeringai puas melihat punggung Fiora yang menghilang ke balik pintu kamar mandi. "Gadis itu," gumamnya pelan. Fiora benar-benar mudah diprediksi, sangat termakan umpan yang ia lemparkan. Ia tahu Fiora tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk menunjukkan dominasinya di depan Mira.

Saat Fiora sedang mandi, ponsel Galang kembali bergetar. Sebuah pesan masuk dari Ayahnya, Om Dirga.

Ayah (Om Dirga): Nanti siang bawa Fiora ke rumah. Katamu tadi malam ingatannya sudah pulih? Ayah dan Bundamu ingin tahu ceritanya langsung. Jangan mbulet lagi.

Galang membaca pesan itu sambil tersenyum geli. Ayahnya pasti sudah mendengar kabar dari Mama Fiora. Galang melirik pintu kamar mandi. Rencananya mulai berjalan mulus. Fiora tidak hanya akan berhadapan dengan Mira hari ini, tapi juga harus menghadapi interogasi keluarga besar.

"Selesai mandi, kamu tidak hanya akan bertemu 'debu'mu, tapi juga harus mempertanggungjawabkan semua dramamu di depan keluarga, Fio," batin Galang sambil memasang kemejanya dengan tenang pada pagi ini. Pertunjukan ini baru saja dimulai, dan kali ini, Fiora benar-benar menjadi pusat perhatian di semua lini.

Setelah urusan di hotel selesai, mobil Galang meluncur membelah jalanan Jakarta pada pagi itu. Di kursi penumpang, Fiora tampak jauh lebih diam dari biasanya. Wajahnya sesekali memerah saat matanya tidak sengaja berserobok dengan Galang yang sedang menyetir dengan satu tangan.

'Ihhhh ya ampun! Kenapa gue jadi selemah ini sih? Inget kejadian tadi pagi di hotel aja bikin jantung gue mau copot!' batin Fiora merutuki dirinya sendiri. Ia mencoba mengatur napas, memperbaiki lipstiknya lewat cermin kecil, dan kembali memasang topeng "Ratu Drama Berkelas". Ia tidak boleh terlihat kacau di depan Mira.

Tak lama, mereka sampai di sebuah lokasi taman pinggir jalan yang cukup ramai. Di sana, beberapa petugas keamanan kantor Galang sudah berjaga. Galang menghentikan mobilnya tepat di depan sosok Mira yang terduduk lemas di bangku taman.

Mira tampak menangis tersedu-sedu, bahunya berguncang hebat seolah nyawanya benar-benar terancam. Begitu pintu mobil Galang terbuka, Mira mendongak dengan mata sembab yang penuh air mata. Tanpa aba-aba, Mira langsung berlari dan menghambur memeluk Galang dengan sangat erat.

"Pak... saya takut! Saya takut sekali! Tolong saya, Pak!" isak Mira pecah di dada bidang Galang. Tangannya mencengkeram kemeja Galang seolah-olah pria itu adalah satu-satunya pelindung di dunia ini.

Fiora yang baru saja turun dari mobil langsung membeku di tempat. Matanya melotot tajam melihat pemandangan di depannya. Rasa gugup dan "bunga-bunga" di hatinya akibat perlakuan Galang tadi pagi seketika menguap, berganti dengan api cemburu yang membara.

"Wah, bener-bener ya ini debu jalanan! Berani banget peluk-peluk tunangan gue di depan umum!" batin Fiora geram.

Fiora melangkah mendekat dengan anggun namun penuh intimidasi. Ia sengaja berdehem keras untuk memecah suasana. "Aduh, Mira... ini di pinggir jalan, bukan lokasi syuting sinetron 'Gadis Malang'. Lagipula, Paman—eh, Galang sudah ada di sini, jadi berhenti menangis berlebihan. Kamu bikin tim keamanan kantor malu karena dikira tidak bisa kerja," sindir Fiora dengan suara pedasnya yang khas.

Mira tersentak, pelukannya sedikit melonggar namun ia masih enggan menjauh dari Galang. Ia menatap Fiora dengan tatapan sedih yang dibuat-buat, mencoba mencari pembelaan dari Galang.

Galang sendiri hanya berdiri tegak, tangannya tidak membalas pelukan Mira, namun ia juga tidak langsung mendorongnya. Matanya justru melirik ke arah Fiora, seolah ingin melihat bagaimana "Ratu"-nya akan menangani situasi ini sebelum ia membawa Fiora ke "sidang keluarga" siang nanti.

1
No Nong
thorr lanjuttt
falea sezi
karena mc nya tegas gk menye aq ksih hadiah
Nur Sabrina Rasmah: makasih 🙏😍
total 1 replies
falea sezi
nah gini donk tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!