seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terjadilah
Sambil menunggu bram yang sedang membuat susu,sekar melihat ke seluruh ruangan kamar milik bram yang tampak rapi dan sedap di pandang,bau nya pun harum,
" bagaimana bisa dia melakukan semua ini sendirian,rumah yang bersih,kamar yang bersih semua bersih dan ia sendiri yang membersihkan nya" gumam sekar merasa kagum dengan bram,beberapa menit berlalu bram akhirnya kembali ke kamar membawa dua gelas susu hangat,ia meletakan nya di meja di dekat perapian,
" dua susu hangat sudah jadi" ujar bram tersenyum kepada sekar,
" wahhh,,,terima kasih banyak" ujar sekar,tampak riang gembira
bram pun duduk di kursi bersebelahan dengan sekar,
" ah,,,hujan nya semakin deras saja,apakah kamu tidak kedinginan memakai daster itu?" tanya bram sambil memandangi sekar,sekar yang menatap api perapian pun menoleh dan berkata;
" sedikit,ngomong-ngomong kamu membelikan pakaian yang bagus untuk ku dan semuanya pas," ujar sekar kepada bram,bram pun tersenyum dan berkata,
" benarkah,padahal aku hanya mengira-ngira saja" terang bram sambil tersenyum,
" begitukah,tapi itu aneh,karena kita baru saja bertemu"jawab sekar,bram hanya tersenyum melihat sekara berkata seperti itu,
" hahaha,mungkin itu hanya kebetulan saja," balas bram sedikit tertawa,sekar pun terdiam sejenak lalu berkata;
" ,, hujan-hujan begini,aku jadi teringat orang tua ku"ujar sekar sambil memandang e arah perapian,bram pun tertegun lalu menjawab ;
" mengapa kamu tiba-tiba bilang seperti itu sekar,apakah kamu rindu mereka?" ujar bram kepada sekar,
"gimana ya,aku jarang berada jauh dari mereka,dan ketika aku berada jauh dari mereka,rasanya tidak enak " balas sekar kepada bram,
" artinya kamu memang rindu mereka,mengapa kamu tak mencari pekerjaan yang dekat dari rumah mu saja,agar tak jauh dari orang tuamu" balas bram,
" bagaimana aku bisa mendapat uang dengan cepat kalau aku tetap bekerja di sana,sedangkan di sana bayaran nya cuma sedikit" tutur sekar,
" benar juga,tapi ini mungkin dapat mengganggu konsentrasimu saat bekerja nanti" balas bram,
" aku akan berusaha untuk membiasakan diri" balas sekar,di sela-sela obrolan mereka,terlihat kilatan cahaya menerobos masuk melalui kaca jendela kamar bram,sontak hal tersebut membuat sekar terkejut dan reflek menutup kedua telinga nya,dan petir pun menggelegar di atas awan,melihat sekar yang merasa takut,bram pun segera menutup gorden di kamarnya,
Setelah itu bram kembali duduk di sebelah sekar,
" boleh kah aku berbicara sesuatu padamu"ujar sekar pada bram seolah ingin membicarakan sesuatu yang penting kepada bram,bram pun menoleh ke arah sekar sembari memandangi wajahnya
"tentu saja,kenapa tidak?" balas bram dengan senang hati siap mendengarkan sekar,
" sebenarnya,tak hanya orang tua ku yang akan di usir jika aku tidak segera membayar hutang"terang sekar kepada bram,bram hanya mendengarkan sembari memandang dalam ke arah sekar,
" aku diancam akan di ceraikan oleh suamiku,jika aku tidak segera memberi uang padanya" ujar sekar lagi dengan mata yang mulai berkaca-kaca,ternyata ada hal yang baru saja di ungkap oleh sekar,bram tampak tak heran dengan apa yang dikatakan sekar,karena bram sendiri sudah mengira bahwa ada suatu yang tidak beres dengan rumah tangga sekar,
" apa kamu mencintainya sekar?" tanya bram kepada sekar,
" aku membencinya,namun jauh di dalam lubuk hatiku berkata bahwa aku masih mencintai nya"balas sekar dengan deraian air mata yang mengalir membasahi pipi,bram merasa bingung dengan apa yang terjadi,ia melihat sekar seperti orang yang di buat sengsara oleh suaminya namun sekar masih juga mencintai suaminya tersebut,
"sudah lah jangan menangis sekar,tenangkan dirimu" balas bram kepada sekar,mencoba untuk menenangkan sekar ,meski bram sendiri juga merasa geram,dan marah atas apa yang terjadi pada sekar,
" dia sangat mencintaiku dahulu,namun sekarang dia tak perduli padaku" ucap sekar lagi masih sesegukan,melihat itu bram pun berdiri lalu mendekati sekar yang menangis,ia berdiri di depan sekar lalu perlahan meraih tangan sekar,setelah itu perlahan menarik tangan dingin sekar agar sekar ikut berdiri,dan akhirnya mereka bertatap muka,mereka saling memandang satu sama lain,dan bram yang memegang kedua tangan sekar kini mulai melepaskan nya,bram pun memeluk tubuh sekar dengan erat,sambil berkata;
" tenang lah,semua pasti akan baik-baik saja sekar" bisik bram di dekat telinga sekar,sambil terus memeluk tubuhnya,sekar pun membalas pelukan tersebut dan langsung menangis sejadi-jadinya di pelukan bram,hal ini sudah dua kali terjadi dan kini pelukan mereka semakin intens,
beberapa menit mereka berpelukan,tiba-tiba sekar melepas pelukan nya,bram pun sama,ia juga melepas pelukannya dari tubuh sekar,namun semua itu belum berakhir,kini kedua tangan sekar mulai memegang leher bram lalu menariknya untuk mendekatkan wajah bram padanya,dan terjadilah sekar mencium mesra mulut bram,bram pun mengikuti permainan sekar dengan kembali memeluk tubuhnya,berawal dari sebuah pelukan kini keduanya mulai beradu lidah,bercengkrama mesra di depan perapian di temani derasnya hujan,
ciuman tersebut berlangsung beberapa saat dan setelah itu, bram melepas ciuman dan pelukan nya dari sekar sembari bertanya kepada sekar;
"apa yang kamu lakukan sekar? "tanya bram kepada sekar,sekar hanya diam dengan sorot mata yang sayu,ia kembali menarik bram dan kembali mencium bram dengan mesra,kali ini tak hanya berdiri saja di depan perapian,sekar yang masih melumat mulut bram mulai menarik tubuh bram ke dekat ranjang,sekar pun memeluk bram sangat erat lalu merobohkan dirinya bersama bram di atas ranjang dengan posisi sekar berada di atas tubuh bram,kini bukan lagi rasa sedih yang menyelimuti mereka,kini nafsu mulai muncul di keduanya,bram yang tak pernah mengalami kejadian ini menjadi gugup dan gemetar, baru pertama kali kejadian seperti ini dialami oleh bram,sekar masih mencium mesra bram,tak lama setelah itu sekar melucuti pakaian nya diatas tubuh bram,kini sekar tampak telanj*ng bulat duduk diatas tubuh bram,melihat sekar berbuat seperti itu bram merasa bingung sekaligus terkejut,baru pertama kali bram mendapat pemandangan seperti itu,
"sekar apa yang kamu lakukan,mengapa kamu melepaskan pakaian mu?" tanya bram dengan jantung yang berdegup kencang,namun sekar masih tak menjawab,ia memilih diam dan langsung mencoba untuk membuka baju yang bram kenakan,bram tak dapat berbuat banyak karena dirinya sendiri mulai bernafsu,bram pun melepas bajunya,sekar dibuat takjub setelah tahu apa yang ada dibalik baju bram,yaitu dada yang lebar dan besar,di imbangi dengan perut yang sispek seperti binaragawan,sekar pun menatap tajam wajah bram,lalu berkata
" puaskan aku om,aku sudah lama tak melakukan ini" ujar sekar seolah tak sabar dengan adegan berikutnya,
" sekar,apa yang kamu pikirkan,kamu itu istri orang," ujar bram kepada sekar,sekar pun menjawab bram sambil memeluk tubuhnya bram yang kekar itu;
" aku ingin melupakan semua itu,biarkan aku terbebas dari neraka yang di buat nya untuk ku, walau cuma sesaat" ujar sekar berbisik di telinga bram sembari memeluk tubuh bram.