Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jelata Pribumi
Malam harinya, Elle mengobati bekas luka bakar di tangannya. Lukanya melepuh berisi cairan di dalamnya. Ia mengobati dengan salep luka bakar dan meniupnya.
Selepas mengobati tangannya, Elle duduk meringkuk di atas tempat tidurnya. Didalam kesendiriannya, Elle mengingat kedua orang tuanya yang tak bercerai secara hukum, namun bercerai secara batin. Setiap hari mereka bertengkar, ayahnya suka mabuk-mabukan dan tidak bekerja, sementara ibunya bekerja menjadi SPG rokok dan punya banyak pacar hidung belang.
Setiap malam ayahnya selalu mengasah pisau selepas bertengkar dengan ibunya. Dan ancamannya selalu ingin membunuh ibu dan juga Elle. Di satu sisi, Elle benar-benar butuh perlindungan di rumah itu, ia takut sekali setiap kali tidur. Ia takut mereka akan di bunuh saat tidur, karena ayahnya selalu terjaga dan beberapa kali masuk ke kamarnya di tengah malam.
Ayahnya juga selalu memukul Elle jika ibunya ketahuan membawa pacar kerumah. Sampai benar-benar babak belur, bahkan Elle pernah sampai tak sadarkan diri dan dibiarkan di rumah sampai terbangun sendiri. Ia hampir mati tapi tak di bawa ke rumah sakit.
Elle selalu kabur dan lari dari rumah, bukan karena dia membangkang, tapi dia benar-benar takut. Dia takut dengan rumah yang seharusnya membuatnya merasa nyaman dan tenang berada di sana. Rumah itu bagaikan neraka, benar-benar lebih menyeramkan ketimbang A.K School dan segala kegilaan di dalamnya.
Elle menatap lirih, teringat dengan perkataan Chelsie sore tadi. Bukan karena ia ingin Eighar berubah, tapi.. ia benar-benar memahami dan mengerti perasaan Eighar sebagai pengidap NPD. Eighar butuh seseorang yang mengerti dan mendengarkannya. Elle pun butuh hal demikian, tapi ia tak pernah mendapatkannya dari siapapun. Dan Elle, tak mau Eighar merasakan apa yang ia rasakan.
Tidak didengarkan, tidak diperdulikan padahal sedang berjuang menghadapi mental sendiri itu benar-benar menyakitkan baginya. Tidak ada yang mengerti masalah itu, kecuali orang-orang yang pernah mengalaminya sendiri.
Untuk malam ini, Elle kembali tak bisa tidur. Ia meminum obat penenang dan obat tidur yang selalu menemaninya setiap malam, karena tanpa itu.. ia akan sangat ketakutan saat memejamkan mata, meskipun seharusnya ia tau, tak ada ayah dan juga ibunya ditempat ini. Tapi traumanya, ia rasakan seumur hidup.
Elle beranjak dan keluar kamar. Seperti biasa, berjalan-jalan di luar akan membuatnya lelah dan mengantuk nantinya. Saat Elle keluar, ia terkesiap kala melihat ada sesuatu di depan pintu kamarnya. Sebuah bungkusan yang membuat dahinya mengernyit.
Elle melihat sekeliling, sepi dan tidak ada tanda-tanda orang. Dengan hati-hati, Elle memeriksa bungkusan tersebut dengan kaki, takut kalau ada yang memberinya tikus busuk atau bangkai untuk membuatnya takut.
Saat ia mengecek isi di dalamnya, Elle terdiam. Ia mengambil bungkusan tersebut dengan tangannya. Di dalam bungkusan tersebut ada sebotol jus dengan gambar buah ceri, minyak esensial lavender, kacang almond dan juga buah pisang. Elle kebingungan melihatnya. Setelah mengobrak-abrik isi di dalamnya, Elle menemukan sepucuk surat dengan tulisan.. "Kamu punya gangguan susah tidur karena masa lalu yang buruk? Gak apa-apa, sekarang kamu jauh dari mereka. Kamu aman. Kamu sendirian, gak akan ada yang masuk kamarmu sambil membawa pisau yang berkilau. Gak akan ada yang masuk ke rumahmu membawa pacar dan mengerang kencang setiap malam. Kamu aman, dan lupakan itu semua. Kamu hebat dan harus bahagia. Berhenti minum obat dan mengulang kenangan yang menyakitkanmu berulang-ulang. Kamu baik dan cantik, jadi jangan menangis. Ada jus ceri, katanya bagus untuk tidur nyenyak. Esensial oil juga aromanya bikin tenang dan rileks. Isi perutmu, makan pisang dan kacang-kacangan katanya bisa bikin tidur nyenyak. Selamat tidur Elle, semoga mimpi yang indah."
Tangan Elle bergetar ketika membaca isi tulisannya. Ia tersenyum, lalu tertawa tersengal-sengal. Beberapa detik kemudian ia meringis, menggigit bibir bawahnya sendiri. Elle terdiam cukup lama, dengan hati yang berkecamuk dan berantakan. Tangannya dingin dan tubuhnya bergetar hebat. Elle mengangkat kepalanya ke atas dan...
Tes.. tes...
Air matanya berjatuhan. Baru kali ini ia mendapatkan hal semanis ini seumur hidupnya. Hal yang sudah lama ia harapkan terjadi, dan ini terjadi bahkan ketika ia sudah lupa pernah berharap.
Elle meremas kertas tersebut dan meletakkan di depan mulutnya yang banjir air mata. Siapa... siapa yang mengirim ini?? Dan siapa, yang mengetahui rahasia keluarganya, yang bahkan Leon sendiri tak mengetahuinya.
Elle menangis tanpa suara, dan hanya bisa menitikan air mata dengan mulut yang menganga dan wajah yang memerah. Ia tampak gila, tapi sungguh.. ia sedang bahagia. Benar-benar bahagia.
.......
.......
.......
Eighar mengenakan seragam hijau untuk hari pemeliharaan kesehatan di gedung UKS. Ia bersiap bertemu dengan dokter Melissa, dan berharap ada obat mujarab untuk mengembalikan ingatannya.
Ketika ia keluar dari dalam kamarnya, seperti biasa ia sudah di tunggu oleh Elle dan juga Leon. Tak seperti biasanya, wajah Elle begitu cerah dan sumringah. Ia tersenyum dan senyuman itu amat manis, dan baru kali itu Eighar melihatnya.
"Lah, Elle.. Cantik banget hari ini." ucap Eighar, membuat Leon mendengkus.
"Nah kan, gue bilang juga apa. Hari ini elu cantik Le, malah gue di gaplok karena gak percaya." gerutu Leon.
"Hahaha, berisik kalian berdua. Yuk buruan ke gedung UKS! Gue mau nimbang badan ah, kayaknya timbangan kali ini bagus deh!" ucap Elle dengan nada yang terdengar manis dan lembut.
Leon dan Eighar saling berpandangan. Mimpi apa Elle semalam, sehingga ia bisa sebahagia itu? Tapi, mereka tau Elle orangnya susah tidur, jadi tak mungkin ia senang karena hal itu.
Sesampainya di ruang UKS, Elle dan Leon harus berpisah karena dokter yang menangani mereka bertiga tidak sama. Eighar yang sudah tau dengan ruangan dokter Melissa langsung berjalan menuju ke sana.
Saat hampir sampai, Eighar melihat dokter Melissa buru-buru keluar dari kamarnya seperti hendak mengambil sesuatu.
"Dok.. dokter Melissa!!" sapa Eighar, namun dokter Melissa tak mendengar dan masuk ke ruangan lainnya dan menutup pintu.
Eighar mengendikan bahu, dan memilih menunggu dokter Melissa di depan pintu. Ia melihat beberapa orang juga ikut menunggu di depan ruangan dokter yang lain. Satu dokter memegang dua puluh orang murid, dan mereka masuk secara bergantian sebanyak lima orang.
Eighar yang sudah memahami itu pun mengintip ke ruangan dokter Melissa yang terbuka sedikit. Sepertinya belum ada orang yang masuk ke sana, berarti tak masalah kan jika ia harus masuk duluan?
Pintu pun ia dorong perlahan, dan ketika pintu hampir terbuka setengah Eighar terkesiap kala melihat ada seseorang di dalam sana. Eighar yang hendak masuk pun mengurungkan niatnya, ia menutup pintu itu kembali, namun memilih mengintip ke dalam dari luar.
Eighar penasaran, siapa yang ditangani dokter Melissa sehingga ia terlihat panik dan seburu-buru itu. Ketika ia mengintip melalui celah pintu, Eighar melihat seseorang itu sedang duduk memunggunginya. Ia melihat dengan seksama. Seorang lelaki berbadan putih, rambut hitam, dan...
Eighar mengernyit dan terkesiap, kala menyadari orang tersebut memiliki banyak bekas luka yang sudah sembuh. Parah!! Itu seperti bekas luka penyiksaan fisik. Melihatnya saja sudah membuat tubuh Eighar bergidik.
Eighar kembali meniliknya dengan seksama, dan bekas luka-luka yang saling menyilang tersebut membentuk sesuatu yang terukir sempurna.
Eighar mulai mengeja dan membacanya dengan cermat, bekas luka itu seperti luka bakar yang sengaja di buat, bukan seperti tato atau semacamnya. "Zom. Bie. Ri... Ri apa itu??" gumam Eighar, dan ketika ia sibuk membaca, tiba-tiba seseorang tersebut tersentak dan menolah ke belakang.
Eighar yang terkejut buru-buru menyembunyikan dirinya ke sisi dinding. Ia terengah karena kaget, lalu melirik ke arah pintu tersebut tanpa mengintipnya lagi.
"Itu.. Zeambi?? Tapi, kenapa dia punya bekas luka di tubuh??" gumam Eighar dalam hati. "Bekas luka ditubuh itu, apalagi di punggung.. kan, pertanda... dia seorang jelata pribumi. Bukannya Japi bilang, Zeam.. adalah keturunan bangsawan?? Bagaimana bisa, keturunan bangsawan, punya tanda budak di punggungnya?"
Bersambung...
aku gak nyangka deh mereka saling terhubung di masa kecil, jadi cerita ini semakin menarik, semakin banyak teka teki daaaaaaan semakin penasaran... lanjut thooooor 😍😍😍😍
sekolah militer juga bukan
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.
othor pernah chat sama meta jg ga? 😁