NovelToon NovelToon
Wanita Lain Di Hati, Suamiku!

Wanita Lain Di Hati, Suamiku!

Status: tamat
Genre:Tamat / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa
Popularitas:149.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ocean Na Vinli

Wanita adalah makhluk paling rumit di dunia. Sangking rumitnya, pikiran, bahkan perkataannya bisa berubah seiring waktu.

Pada ulang tahun pernikahan pertama, Sandra melontarkan candaan ringan, mengatakan bila tak kunjung memiliki anak akan meminta Bastian menikah lagi.

Bastian tak menanggapi candaan Sandra sama sekali, hingga pada akhirnya di tahun ke sepuluh pernikahan. Hal yang tak diinginkan Sandra lantas terjadi. Ternyata, secara diam-diam Bastian menikah siri dengan sekretaris pribadinya bernama Laura dan sekarang tengah berbadan dua.

Apa yang akan dilakukan Sandra? Apa dia akan pergi atau memilih bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Kebiasaan Aneh Chester

Sandra langsung membalikkan badan. Dengan pupil mata melebar sedikit, ia mulai memberi komentar.

"Jangan gila! Apa kau lupa kita hanya menikah kontrak saja! Tidak ada kontak fisik sama sekali!" protes Sandra dengan napas memburu.

Sebab Chester melupakan isi kontrak pernikahan mereka kemarin. Kendati demikian, saat mendengar perkataan Chester tadi, jantungnya bergejolak aneh. Sandra mulai keheranan dengan reaksi organ dalamnya itu sekarang.

Chester justru terkekeh pelan. "Oke, rileks Baby, aku cuma bercanda kok, ya sudah kau mandilah, aku sebentar lagi mau turun ke bawah, ada urusan."

"Bercandamu berlebihan! Pergi sana!" Sandra cepat-cepat memutus kontak mata lalu menghubungi seseorang, untuk melepas atribut di kepala dan tubuhnya karena dia ingin membersihkan diri.

Selagi Sandra sedang berbicara. Chester memutuskan pergi ke toilet hendak menggantikan pakaian casual. Tak sampai lima menit, Chester pun bergegas turun ke lantai satu, meninggalkan Sandra bersama dua orang wanita sedang melepas atribut yang menempel di tubuh pengantin wanita tersebut.

"Aku pikir kau sudah pulang Na," kata Chester, ketika sudah sampai di lobi hotel.

Nana menyengir kuda. "Belum dong, katanya Bapak mau ngomong sama saya. Ada apa Pak? Serius amat nih kayaknya."

Tadi, saat acara baru saja selesai. Chester menghampiri Nana dan meminta agar Nana jangan pulang dulu, ada yang mau dibicarakan terkait Sandra. Nana pun langsung mengiyakan.

Chester tak segera menjawab. Ekspresi wajahnya berubah jadi lebih serius sekarang.

"Na, bisa kau ceritakan bagaimana kehidupan Sandra, um maksudku, latar belakang keluarga Sandra, apakah harmonis atau bagaimana? Aku merasa aneh mengapa Sandra tidak memanggil ibu mertuaku dengan sebutan Mama atau Ibu?" tanya Chester tampak penasaran.

Karena saat pesta berlangsung, Sandra tidak pernah menyapa Mala, terkesan sangat cuek. Terlebih ketika proses sungkeman tadi, Sandra tak memanggil Mala dengan sapaan yang hangat, seperti ibu atau pun mama. Chester sempat mencari latar belakang keluarga Sandra, tetapi seperti ada yang sengaja dihilangkan.

Sebelum menjawab Nana menarik napas panjang kemudian mulai menceritakan apa yang terjadi pada Sandra selama ini dengan begitu jelas. Dari perselingkuhan Agung, luka batin Sandra, bagaimana perlakuan Agung dan Mala terhadap Sandra, hingga kepergian Ayu beberapa tahun yang lalu, dan sampai saat ini keberadaannya belum juga diketahui.

Mendengar hal itu, kuping Chester mendadak panas. "Kurang ajar, ada ya orang tua seperti Pak Agung, dia tidak pantas disebut sebagai seorang Papa! Kasihan bayi kecilku itu," ungkap Chester.

Sorot matanya mendadak sendu kala membayangkan bagaimana perasaan Sandra selama ini. Terluka dan tidak ada yang dijadikan tempat untuk bersandar dan bercerita. Pantas saja kemarin Sandra menangis ketika berpelukan dengan neneknya di rumah.

"Iya Pak! Jahat kan? Saya saja sempat mikir Bu Sandra bukan anak Pak Agung loh, eh nyatanya mereka punya hubungan darah, sudah Bapak sekarang bahagiain Bu Sandra dan jangan sakitin dia! Kalau Bapak macam-macam saya tendang burung Bapak!" Nana yang menjelaskan, ikut kesal juga jadinya. Kini dia tatap Chester dengan sangat tajam, apabila lelaki bermata cokelat di hadapannya ini menyakiti Sandra.

Chester spontan melirik ke bawah sana sekilas sambil memundurkan langkah kaki sebanyak satu kali.

"Eh! Ini aset pentingku loh Na, iya kau tenang saja, aku akan membahagiakan Sandra, sekarang aku minta tolong padamu untuk mencari keberadaan ibu kandung Sandra, aku merasa ada yang tidak beres di sini, tidak mungkin ada seorang ibu kandung menelantarkan anaknya sendiri," kata Chester kemudian.

Nana menghela napas kasar sejenak. "Sebenarnya ya Pak, dulu Bu Sandra pernah suruh saya cari Bu Ayu, tapi nggak ada titik temunya Pak. Jadinya pencarian terpaksa saya hentikan atas permintaan Bu Sandra sendiri. Tapi, diam-diam saya tetap nyari keberadaan Bu Ayu kok Pak, meskipun berakhir sia-sia. Saya sempat mikir kalau Bu Ayu dibunuh sama Pak Agung dengan Bu Mala kayak di film-film itu loh, terus mayatnya dikubur di rumah mereka, terus, terus—"

"Nana! Simpan pemikiran anehmu itu! Tidak, aku yakin Bu Ayu masih hidup, sekarang kau cari dia lagi! Anak buahku akan membantumu melakukan pencarian," sela Chester.

Nana mengangguk pelan. "Iya Pak, sekalian saya mau cari siapa yang kirim pesan sama Bu Sandra kalau Pak Bastian bawa Laura ke penthouse mereka. Soalnya Bu Sandra mau kasi hadiah sama orang itu," jelasnya singkat sambil melihat Chester mengambil cepat amplop cokelat di saku celana.

"Hm, iya carilah juga! Ini, ambillah, sebagai hadiah agar kau semangat mencari ibu kandung Sandra." Chester menyerahkan benda berisi uang itu kepada Nana.

Nana tak langsung mengambil, menatap heran amplop tersebut di tangan Chester sejenak.

"Serius Pak ini untuk saya? Tanpa dibayar pun saya akan tetap cari kok Pak."

"Ish, aku tidak suka penolakan, ayo cepat ambil, tanganku pegal ini."

Dengan kikuk Nana mengambil amplop, matanya langsung melebar kala menengok isi di dalamnya. Yang ternyata lembaran mata uang dolar bukan rupiah.

"Banyak amat ini Pak! Nggak berani, ini penyogokan sih namanya!" ucap Nana sambil cepat-cepat menyimpan amplop dalam tas jinjingnya.

"Tapi ya nggak apa-apa sih, lumayan bisa beli seblak sama Mbak Lita nanti," sambung Nana lagi sambil menyengir kuda.

Chester mengerlingkan mata ke atas sejenak. Nana pun pamit undur diri dan bergegas keluar dari hotel.

Selepas itu Chester kembali ke kamar. Kini ruangan terlihat sepi, hanya dia dan suara gemercik air di balik kamar mandi.

"Ah sudahlah, aku mau nonton sebentar,"ucap Chester sambil melirik ke pintu kamar mandi sekilas. Di mana Sandra masih membersihkan diri.

Tak berselang lama. Masih menggenakan handuk, Sandra perlahan membuka pintu. Dia mengira Chester belum ada di ruangan.

Benar, tidak ada siapa pun di ruangan. Kendati demikian, mengapa televisi menyala sekarang? Sandra mulai mengerutkan dahi sedikit. Padahal tadi dia ingat bila tidak menghidupkan benda persegi panjang itu.

Sandra tak mau ambil pusing. Kemudian melangkah dengan pelan menuju televisi hendak mematikan benda tersebut.

"Argh! Chester apa yang kau lakukan?! Tutup burungmu itu!" Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti di tengah-tengah ruangan, kala melihat Chester keluar dari walk in closet dalam keadaan telanjang bulat.

Sandra mulai takut dan sangat panik. Lantas cepat-cepat menutup mata hendak keluar dari kamar. Sementara Chester tampak santai-santai saja.

'Astagfirullah! Tidak mungkin itu burung Chester! Besar sekali!' teriak Sandra di dalam hati. Sebab burung Chester berukuran XL, tidak, tidak, lebih besar dari itu, triple XL. XXXL.

Belum berdiri saja ukurannya sudah sebesar itu, bagaimana kalau berdiri. Sandra tidak dapat membayangkan bila benda pusaka milik Chester masuk ke inti tubuhnya.

Sandra menggeleng cepat, mengusir pikiran mesumnya itu. Dengan mata terpejam, dia berusaha menggerakkan kaki menuju pintu kamar mandi atau pintu utama ruangan, hendak keluar, takut akan diterkam Chester. Siapa tahu saja Chester akan melakukan hal nekat. Sandra sama sekali tidak bisa membaca isi pikiran Chester. Berbeda dengan Bastian, masih bisa terbaca. Sementara Chester sangat agresif dan gerakannya tidak terduga.

"Kenapa aku harus menutup burungku San? Ini kan di kamar, burungku gerah tahu," ucap Chester sambil mengerutkan dahi sedikit.

"Apa kau sudah gila!? Tutup burungmu Chester! Kau benar-benar sudah gila!" Sandra makin panik, baru ingat pesan Juwita. Jika Chester memiliki satu kebiasaan aneh jika sudah berada di dalam kamar. Mertuanya itu meminta dia memaklumi kebiasaan aneh Chester. Sandra mengiyakan saja. Walaupun tidak tahu kebiasaan Chester apa. Dia sudah berusaha bertanya, tapi Juwita malah tersenyum kecil dan tidak menjawab pertanyaannya sama sekali.

"Tidak mau! Kau mau ke mana?" kata Chester, berusaha mendekati Sandra.

Sekarang, kepanikan Sandra bertambah berkali-kali lipat. Sandra enggan menjawab, memilih melangkah ke sana kemari, berusaha menggapai dinding agar mengetahui di mana letak pintu utama.

'Nah, dapat!' batin Sandra, setelah berhasil menemukan gagang pintu. Sandra cepat-cepat membuka mata. Akan tetapi, kemunculan Chester di belakangnya tiba-tiba membuat Sandra terlonjak.

"Kau mau ke mana Baby? Mau kubantu bukakan pintu?" tanya Chester sambil memeluk Sandra dari belakang, dengan senyum penuh arti mengembang di bibir sekarang.

"Chester! Enyah kau dari belakangku!" pekik Sandra lagi berusaha memutar gagang pintu. Tetapi, pintu mendadak tidak bisa dibuka.

"Tidak mau. Berhentilah bergerak San, nanti ada yang hidup." Chester mengendus pelan aroma tubuh Sandra di pundak istrinya itu sekilas.

"Chester!" Di titik ini Sandra sudah ingin menangis. Bagaiamana tidak, dia dapat merasakan burung Chester menempel di belakang sekarang, bergoyang ke kanan dan ke kiri, seperti gantungan kunci.

"Tolong aku!" teriak Sandra berusaha mengedor-edor pintu kamar dari dalam.

Sementara itu di luar pintu. Dua pria yang bertugas menjadi housekeeping saling lempar pandang sejenak saat melihat pintu bergerak-gerak. Ruangan di hotel berbintang lima ini kedap suara, jadi, teriakan Sandra tidak akan bisa terdengar oleh manusia di luar.

"Kuat amat tuh laki nyiksa istrinya," celetuk salah satu pria.

Pria satunya justru terkekeh pelan, terlebih setelah membaca isi kertas yang menempel di depan pintu kamar bertuliskan. 'Jangan diganggu! Burung kakaktua sedang membuat bayi!' tertanda Cataleya.

"Ya namanya juga pengantin baru, aku dengar-dengar sih lakinya setengah bule, mungkin pakai gaya baling-baling bambu, gimana nggak kuat tuh, udah yuk ke bawah," ucapnya sambil sesekali mengeluarkan tawa.

Kedua pria itu kembali tertawa pelan lalu berjalan kembali menyusuri koridor hotel.

Sementara itu di dalam kamar.

Sandra kembali menjerit,"Tolong!!!"

1
Uthie
Bagusss... sukkaaa koq 👍😘🤩🤩

sukses selalu yaa Thor 😘😍😍🤗🤗
Nana: Alhamdulilah kalau suka 🥰 terima kasih sdh mampir Kak
total 1 replies
Uthie
Yaaa ampun... si Chester niiii yaaa 🤣🤣🤣🤣
Yuli Yulianti
akhir nya Sandra punya anak banyak ..terimakasih thor atas karya yg bagus
Nana: Terima kasih juga sudah mampir Kak 🥰
total 1 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
lupaa.. agung mala ini siapa ya thor
Nana: Bapak sama mama tirinya Sandra Kak
total 1 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
duh double rek .. gak sekalian secara aja toh San jd aman pintu bawahnya 😄
N Wage
lahiran kembar 4 secara nnormal?
hebat!!!
Nana: yang pertama saja lahir normal kak, selanjutnya op cesar 😁 btw terima kasih sudah mampir Kak 🥰
total 1 replies
Ma Em
Terima kasih juga thor karena sdh membuat karya yg bagus dan semoga thor selalu sehat , panjang umur dan sukses dgn karya2nya
Nana: Amin, doa baiknya kembali ke Kakak, terima kasih sudah mampir :)
total 1 replies
Warung Sembako
👍👍👍
Lina Ing
jackpot tuh langsung 4 eh si bapak pingsan
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uthie
yeayyyyy...buah kesabaran dan hasil dikatain sama mantan mertua dulu 😜🤗🤗🤗
Ma Em
Alhamdulillah Sandra dan Chester akan punya anak kembar pasti bu Halimah dan Bastian tambah menyesal tuh apalagi sekarang Bastian sdh kena HIV/AIDS dan bu Halimah yg sering menghina Sandra mandul buktinya sekarang Sandra dgn Chester hamil
Warung Sembako
satu persatu dh dapat bagiannya, tinggal si mak lampir sang mantan mertua yg msh otw jatah karmanya
sutiasih kasih
wkwkwkkkkk... ktularan laura tuh....
mkanya sdh dpt istri baik2.... mlah mungut istri jalang....
haduehjj bastian.... bodoh amat sih km....
untuk bu halimah.... selamat.... mantu kesayanganmu... yg dlu km banggakn... justru mnebar pnyakit mematikan untuk anakmu🤣🤣🤣
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Uthie
Ciihhh... sok-sokan sihhh 😝😏
Desmeri epy Epy
lanjut thor
cinta semu
masuk jebakan 😂🤣😂🤣Laura memang g ada otak ,,itu kantor bukan kamar mandi ... ngapain buka baju ...emang dah bawa shampo,sabun sm handuk apa😁🤔😜😁
sutiasih kasih
huffff trnyata ibu dan ank... sm2 g ada otak.... mo menang sndiri...
di kira sandra itu tak punya hati... dgn seenaknya kalian ingin sandra kmbali....
jgn lupakn pnghinaanmu dlu trhdp sandra y bu halimah.... bhkn km merendahkn sandra... yg justru perempuan baik2...
cinta semu
baguslah Laura bikin masalah melulu...toh Bastian & Laura sama2 biang masalah 😂🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!