Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merindukan ibu
“Hollaaaa spadaaaaa” teriak seorang gadis cantik begitu nyaring memasuki mansion rey
Gadis itu bukan lain adalah sasya, melihat sahabatnya datang tentu saja adinda begitu senang
“Syaa.?”
“Eehhh my lovely honey gimana latihan beladirinya capek gak?” Tanya sasya kepo
Rey berdecak kesal, kenapa sepupunya itu cepat sekali mendengar berita??! sudah seperti seorang reporter saja karena bisa tau jika adinda sedang belajar ilmu beladiri hari ini
“Tau dari mana kamu?” Ucapnya sedikit ketus
“Santai aja kali babang ganteng reykendra!! gak usah ngegas.. aku taunya dari adinda tadi pagi kebetulan aku sedang nelpon dan melihat sahabatku ini belajar silat,.. tapi ngomong-ngomong kamu ribet amat sih rey, kan tinggal utus beberapa pengawal buat jagain adinda beres.. jadi gak usah buat sahabatku ini kecapekan!” ucapnya tidak terima jika sang sahabat begitu tersiksa dengan belajar ilmu beladiri
“Kamu anak manja tau apa tentang perlindungan untuk diri sendiri disaat mendesak,,” ucap rey penuh sindiran membuat sasya mendengus kesal
“Adindaaa,,, liht tuhh rey mulutnya pedas sekali kayak cabe rawit” rengek sasya kearah adinda
Adinda hanya memeluk tubuh sasya dan menenangkan gadis itu ia tahu betul sifat manja sasya yang selalu mengadu padanya saat bertengkar dengan rey
“Jauh-jauh gak kamu dari istri aku!!” Ucap rey menarik sasya dari pelukan adinda
“Gak adinda itu milik aku bang reyyy” ucapnya mengeratkan pelukannya pada adinda
Sedangkan Adinda tertawa karena diperebutkan oleh kedua sahabatnya itu
“Udah-udah kapan kita makannya kalau kayak gini terus!!” ucap adinda menengahi adinda mengambilkan piring untuk suaminya lalu sahabatnya
Dengan telaten ia mengurus kedua orang yang menemaninya saat mereka kuliah dibelanda dulu
“Din hari ini temani aku kemall ya?” Ucap sasya membuat rey melotot kearah sepupunya itu
“Kamu ngapain ngajak istri orang lebih baik pergi bersama cowok kamu itu!” Kesalnya membuat sasya menatap rey dengan tatapan permusuhan
“Eehh bang semenjak menikah kamu itu menjadi orang yang sangat cerewet ya?? Perasaan dulu kamu itu pendiam banget dehh jarang ngomong apalagi protes” ucap sasya jengah kearah rey
Adinda tidak ada habisnya tertawa mendengar perdebatan receh kedua sepupu itu
“Iya nanti aku temanin sya, kalau gitu aku mau mandi dulu ya lalu siap-siap kamu tunggu aku disini sama mas rey sebentar” mendengar adinda mau mengantarnya membuat gadis itu mengulurkan lidahnya kearah rey
Kesal tentu saja rey sangat kesal bahkan mereka melanjutkan perdebatan dimeja makan setelah kepergian adinda
Adinda menaiki anak tangga dan saat itu kebetulan jika ia berpapasan dengan lida, lida mempercepat langkahnya dan mendekat kearah adinda yang menaiki anak tangga dengan senyuman dibibir gadis itu
Brruuuuggghhhh
“Aaaaaahhhhhhhhhhh” teriaknya dan terjatuh dari anak tangga
Adinda begitu terkejut, lida jatuh dari atas anak tangga karena bertabrakan dengannya
“Tolonggg siapa saja toloongg seseorang terjatuh!!” Panik gadis itu karena melihat darah segar kini keluar dari pelipis lida
Mendengar teriakan adinda membuat 2 orang yang bukan lain rey dan sasya berlari kearah gadis itu dengan perasaan khawatirnya
Rey memeriksa keadaan adinda yang saat ini begitu terkejut dengan tangan yang bergetar
“Mass,,, dia jatuh mass aku… aku tidak sengaja menabraknya” ucapnya dengan panik
Rey memanggil 2 orang pelayan pria untuk mengangkat tubuh gadis yang saat ini sedang meringis kesakitan,
Bahkan rey menyuruh kedua anak buahnya untuk membawa gadis itu langsung kerumah sakit
“Sesttt sudah sayang tenang.. ini bukan salah kamu” rey mencoba menenangkan adinda yang masih menangis dipelukannya
Sasya hanya diam ia mengamati gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
“Rey aku ikut kerumah sakit untuk menjaga gadis itu titip adinda sebentar” ucap sasya dan tentu saja dianguki oleh reykendra
“Mas aku mau ikut iuga” adinda begitu merasa bersalah gadis itu ingin ikut bersama sasya untuk melihat keadaan pelayan yang bermana lida itu
“Tidak sayang kamu istirahat dulu, mas yakin dia baik-baik saja apalagi ada sasya disana” ucapnya meyakinkan istrinya
Adinda hanya mengangguk patuh. Gadis itu pergi kemarnya dan dituntun oleh rey,,. Rey dengan setia mengelus lembut gadis itu dalam pelukannya
Rey sangat tahu jika adinda saat ini merasa sangat bersalah, apalagi melihat banyak darah yang keluar dari kening pelayan itu membuat tubuh adinda bergetar hebat
Adinda mengingat kembali dimana sang ibu masih kritis diruang UGD dan ada banyak bekas darah yang sudah mengering pada tubuh sang ibu membuat adinda merasa down
“Mas,,, aku kangen sama ibuk” keluh gadis itu memegang erat pinggang suaminya. Rey merasa iba, ia memang tau jika ibu adinda meninggal karena kecelakaam saat ingin berkunjung keapartemen adinda
Selama ini ibu adinda tinggal dikampung dan tidak mau jika harus tinggal bersama sang putri, meskipun adinda sudah berkali-kali menjemput ibunya dikampung
Tapi sang ibu selalu menolak karena alasan ingin tetap tinggal dirumah peninggalan suaminya.. adinda yang harus bekerja dan mengurus usahanya tidak bisa jika ikut tinggal dikampung karena jaraknya yang jauh
“Iya mas tau. Besok kita berkunjung kemakam ibu”
ucapnya dan diangguki oleh adinda
****
“Bagaimana keadaan gadis itu dir?” Tanya sasya kepada sahabatnya yang dirga gintara
“Pasien hanya mengalami luka ringan, sebentar lagi juga siuman kok sya.. apa dia pelayan dimansion rey?” Tanya dirga kearah sasya
Sasya mengangguk sebagai jawaban membuat dirga menaikan satu alisanya cukup penasaran karena seorang model papan atas yang kekayaannya gak main-main kini suka rela mengantar seoarang pelayan kerumah sakit
“Aku hanya ingin memastikan sesuatu” ucapnya berlalu pergi meninggalkan dirga yang masih kebingungan
Sasya masuk kedalam ruangan rawat dimana lida berada, gadis itu kini duduk disamping lida yang sudah mulai membuka matanya
“Aaaawwww sssstt sekut sekali” ucapnya memegang kepalanya yang terasa nyeri
“No..na sasya” kagetnya karena sasya sudah ada dihadapanya. Lida melihat sekeliling dan ternyata hanya ada mereka berdua disana
“Nama kamu lida??” Tanya sasya dengan melipatkan tangannya didada
“I..iiya nona” ucapnya berbata sasya tersenyum sinis kearah gadis yang saat ini meras gemetaran itu
“Aku bukan orang bodoh yang tidak tau apa rencamu lida,, tapi ingat satu hal apa yang aku katakan hari ini… jauhi sahabatku dan jangan pernah sekali-kali mencoba untuk menyakitinya kembali.. karena kalau tidak aku tidak yakin akan membiarkanmu hidup tenang” jelasnya panjang lebar membuat lida diam mematung
Happy reading💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan