NovelToon NovelToon
Kadus Idaman

Kadus Idaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Harem / Romansa pedesaan
Popularitas:99.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Di usianya yang sudah 26 tahun, Arya masih betah menganggur. Cita-citanya bekerja di kantor besar bahkan menjadi CEO, tidak menjadi kenyataan. Bukan itu saja, tiga kali pula pria itu gagal mendaftar sebagai CPNS.

Ketika di kampungnya diadakan pemilihan Kepala Dusun baru, dengan penuh percaya diri, Arya mencalonkan diri. Tidak disangka, pria itu terpilih secara aklamasi.

Kehidupan Arya berubah drastis semenjak menjabat sebagai Kadus. Pria itu kerap dibuat pusing dengan ulah warganya sendiri yang terkadang membuatnya darah tinggi sampai turun bero.

Selain pusing mengurus warga, Arya juga dibuat pusing ketika harus memilih tiga wanita muda yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya.

Ada Arini, dokter muda yang menjadi alasan Arya menjadi Kadus. Lalu ada Azizah, gadis manis dan Solehah anak Haji Somad. Terakhir ada Arum, janda beranak satu yang cantik dan seksi.

Yang mau follow akun sosmed ku
IG : Ichageul956
FB : Khairunnisa (Ichageul)
TikTok : Ichageul21

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musyawarah

“Eh Bu dokter, tumben ke sini. Ada apa?”

Sebisa mungkin Arya bersikap biasa ketika bertanya pada Airin, padahal mulutnya sudah gatal ingin melontarkan gombalan. Tapi dia harus menahan diri karena ada Azizah di antara mereka.

“Tadi habis menjenguk Bu Isah.”

“Bu Isah sakit apa?”

“Asam lambungnya naik. Jadi tadi mampir dulu ke sana buat ngecek keadaannya sekalian kasih obat.”

“Alhamdulillah desa kita punya dokter yang baik, bertanggung jawab dan cantik,” puji Tono.

Hanya senyuman yang diberikan Airin. Matanya kemudian melihat pada gadis cantik berhijab yang berdiri tidak jauh dari Arya. Sadar akan arah pandang dokter cantik itu, Arya pun langsung memperkenalkan.

“Oh ya, kenalkan ini Azizah, anaknya Pak Haji Somad.”

Baik Airin maupun Azizah langsung mengulurkan tangan sambil menyebutkan nama masing-masing.

“Oh ya, Pak Kadus. Dua hari lagi mau ada acara donor darah di balai desa. Apa bisa minta bantu sosialisasikan pada warga kampung. Siapa tahu ada yang mau jadi pendonor.”

“Siap, nanti saya umumkan pada warga.”

“Jam berapa acaranya?” tanya Azizah.

“Mulai jam sembilan.”

“Aku mau daftar jadi pendonor.”

“Oh boleh banget.”

“Perlu bantuan, ngga? Aku kebetulan belum ada kesibukan. Kalau butuh bantuan, aku bisa bantu.”

“Boleh banget. Aku memang perlu teman buat acara itu. Memang sih ada Ibu-ibu PKK yang membantu. Tapi kalau ada teman seumuran, aku senang banget.”

Keduanya tiba-tiba langsung menjadi akrab. Mereka langsung terlibat percakapan seru. Bahkan keberadaan Arya sudah dipedulikan lagi oleh keduanya.

Sambil menikmati makanan yang tadi dibawakan oleh Azizah, Arya terus memperhatikan dua gadis cantik yang sedang asik mengobrol.

Masya Allah akurnya. Ya Allah, apa ini jawaban dari doa-doa hamba? Akhirnya Engkau mengirimkan dua bidadari untuk hamba. Kalau boleh, biarkan hamba memberi tulang rusuk hamba pada keduanya.

“Pak kadus, nanti malam mau ada acara apa?” tanya Tono membuyarkan lamunan Arya.

“Adalah, Pak. Nanti aja saya teranginnya biar sekalian. Ngga usah ngomong dua kali,” jawab Arya keki karena Tono baru saja membuyarkan khayalannya.

“Dokter Airin cantik juga ya, ngga kalah cantik dari Neng Iza,” timpal Dadi.

“Iya, Pak. Bidadari-bidadari surga.”

“Pak Kadus kalau disuruh milih, mau pilih yang mana?”

“Kalau bisa dua-duanya, kenapa harus milih, Pak?”

“Euuhhh.. Pak Kadus mah kelamaan jomblo, makanya ngayal mulu.”

“Jangan maruk, Pak Kadus. Saya aja yang udah punya satu, ngga berani nambah. Walau saya mau.”

“Lah Pak Tono mah tidak termasuk golongan mampu beristri dua. Kasih makan istri satu aja susah, gimana mau kasih makan dua istri? Lagian mereka juga ngga mau dijadiin istri kedua Pak Tono.”

“Emangnya mereka mau sama Pak Kadus?” sewot Tono.

“Eh sudah-sudah. Ngapain ributin pepesan kosong? Tuh mereka juga udah pergi.”

“Hah?”

Arya sontak melihat pada Azizah dan Airin. Benar saja, keduanya sudah menjauh dari mushola sambil asik mengobrol. Pria itu hanya mendengus kesal. Gara-gara Pak Tono, dua bidadarinya pergi begitu saja.

***

Selepas isya, semua warga kampung Sukawangi sudah berkumpul di mushola. Yang datang hanya perwakilan Bapak-bapaknya saja.

Arya sengaja mengumpulkan mereka untuk membicarakan program rutin yang akan dia lakukan mulai hari Minggu ini. Pak Haji Somad, Pak Basri dan Abah Brama juga tetap bertahan di mushola. Ingin mendengarkan apa yang akan disampaikan Kadus muda tersebut.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

“Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

“Terima kasih buat Bapak-Bapak yang sudah menyempatkan waktu berkumpul pada malam ini. tujuan saya mengumpulkan Bapak-Bapak, karena ada dua hal yang ingin saya bicarakan.”

Sebelum melanjutkan ucapannya, Arya lebih dulu mengambil map yang sedari tadi dipegang Maman. Di dalam map tersebut tercantum rencana program yang akan dilaksanakan.

“Saya lihat daerah kampung kita ini kurang bersih. Ada sampah di beberapa tempat, juga banyak rumput liar tumbuh di pinggir jalan. Selain itu, ada drainase yang tidak jalan, akibatnya saat hujan lebat kemarin, air menggenangi jalan. Karenanya saya mau menjalankan kembali program kerja bakti. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengurus kampung ini. Dan saya juga tidak bisa mengurus kampung tanpa bantuan warga semua. Jadi, mulai hari Minggu ini, saya harap semua warga bisa ikut kegiatan kerja bakti. Kita bersihkan kampung kita, kita tata kampung kita, supaya cantik dan nyaman. Bagaimana menurut Bapak-Bapak?”

“Saya setuju, Pak Kadus. Memang kampung kita ini kesannya kumuh. Kalau dikerjakan bersama, pasti akan terasa ringan.”

“Saya juga setuju.”

Hampir semua menyetujui usulan untuk kerja bakti. Tentu saja Arya sangat senang, semua warganya tidak sulit diajak kerjasama.

Saat Arya akan membicarakan hal lain, tiba-tiba ada salah satu warga ada yang mengangkat tangannya.

“Maaf Pak Kadus, hari Minggu ini saya ngga bisa ikut kerja bakti. Saya kebetulan masuk shift pagi.”

“Ngga apa-apa kalau memang harus kerja. Tapi kalau bisa, Bapak menyumbang makanan saja untuk warga yang bekerja?”

“Boleh, Pak.”

“Buat warga yang sakit atau yang sudah tua, saya tidak memaksa untuk ikut. Tapi kalau berkenan, bisa ikut menyumbang makanan atau minuman untuk warga yang kerja bakti.”

“Siap.”

“Baiklah, untuk masalah kedua, ada yang mau saya kenalkan. Punten Pak Wawan, bisa duduk di dekat saya?”

Wawan segera bangun dari duduknya lalu berpindah ke samping Arya. Kadus Sukawangi itu langsung menerangkan siapa Wawan. Pria itu juga menceritakan masalah yang dialami Wawan dan istrinya serta keinginan mereka tinggal di kampung ini.

“Kalau Pak Wawan mau tinggal di kampung ini, silakan saja.”

“Ya, Pak Wawan memang akan tinggal di sini. Alhamdulillah Pak Basri bersedia meminjamkan tanah yang ada di samping mushola untuk ditinggali oleh Pak Wawan dan istri. Tapi ngga mungkin kan Pak Wawan tinggal di tanah kosong. Nah, saya berencana membantu Pak Wawan membangun rumah. Apa Bapak-Bapak bersedia membantu atau punya ide, rumah seperti apa yang bisa kita bangun buat Pak Wawan?”

Untuk sesaat belum ada tanggapan. Hanya terdengar suara kasak-kusuk saja. Beberapa warga berkelompok membicarakan apa yang baru saja disampaikan Arya.

“Maaf Pak Kadus. Tanah Bapak saya kan ditanami bambu. Nah pas kemarin hujan besar ditambah angin kencang, banyak pohon bambunya yang roboh. Kalau mau digunakan untuk membangun rumah, mangga.”

“Alhamdulillah, bagaimana Pak Wawan?”

“Alhamdulillah, terima kasih.”

“Sebenarnya saya berencana membuatkan rumah sederhana dari bilik bambu, kaya rumah di kampung KDM yang di Sukabumi atau Purwakarta.”

“Ya itu bagus, Pak Kadus.”

“Coba dikalkulasi saja biayanya berapa. Pasti ada material yang harus dibeli. Nanti kita cari solusinya sama-sama. apa kita buka donasi buat pembangunan rumah Pak Wawan,” Pak Haji Somad memberikan usulannya.

“Abah setuju dengan usulan Pak Haji. Dikalkulasi aja dulu kebutuhannya berapa.”

“Siap. Dan buat yang ngga bisa kasih donasi berupa uang, bisa kasih dalam bentuk lain, misalnya tenaga.”

“Tenang aja, Pak Kadus. Soal itu kita bisa gotong-royong.”

“Baiklah. Jadi nanti saya kalkulasi dulu berapa dananya, baru kita mulai bekerja. Soal bambunya, bisa tolong langsung dibawa saja ke sini.”

“Biar saya saja yang bawa,” sela Wawan tak enak hati yang banyak menerima kebaikan dari warga kampung ini.

“Boleh, Pak. Nanti saya bantu bawa.”

“Yang terakhir, Bapak-bapak. Lusa mau ada kegiatan donor darah. Buat yang mau donor darah, bisa datang ke balai desa. Mulainya jam sembilan.”

“Ada bayarannya ngga Pak Kadus kalau donor darah?” celetuk salah satu warga.

“Ada. Bayarannya roti, telur rebus sama susu.”

“Yee.. kirain uang.”

“Ya Allah, Bapak. Donor itu tindakan mulia. Sama saja Bapak itu menyumbang dalam bentu lain untuk sesama. Bayarannya pasti lebih, dan bukan saya yang bakal kasih, tapi Allah SWT.”

Abah Brama mengernyitkan keningnya. Ternyata sang anak bisa juga melontarkan kata-kata bijak seperti ini.

Nih anak, kalau ngomong di depan warga kaya yang iya. Giliran di rumah bikin emosi terus, gumam Abah Brama.

Diam-diam Arya melirik pada Haji Somad. Dapat dia bisa lihat cara pandang pria itu sedikit berbeda. Seperti ada kekaguman dibalik sorot matanya. Tentu saja Arya harus sering menonjolkan kelebihan dirinya, agar Haji Somad mau memberikan Azizah padanya.

“Pak Kadus!! Pak Kadus!!”

Dari arah luar muncul seorang anak. Sambil berlari dia memasuki mushola.

“Ada apa, Dan?”

“Pak, tolongin emak, Pak.”

***

Si Arya lagi jadi Transformers, Bah😂

1
Munas Tuti
yaaa jangan gitu ceu othor masa cerita barunya mau tampil apl lain...aku kan males buka apl baru lg, btw Arya ada kemajuan yaa gak cuma bisa ngegombal, tp ternyata programnya mulai menampakkan hsl...sumangat pak Kadus Arya, jangan kasih kendor💪
anonim
Bambang akhirnya memilih damai dan minta maaf telah memukul Arya. Rupanya Bambang takut kalau Arya melapor pak Dedi tentang tambang ilegalnya. Arya
tahu itu.

Bu Dedeh tak melupakan hadiah titipan cubit untuk Bambang dari Ceu Romlah 😄.

Emak-emak segera pergi setelah Bu Dedeh melaksanakan amanah dari Ceu Romlah.
anonim
Bambang tetap ngotot mau lapor ke polisi.

Arya tidak mau kalah, mau lapor ke polisi atas pemukulan dirinya oleh Bambang. Juga mau melaporkan tambang ilegal milik Bambang.

Kebetulan Kades Wira datang. Ketika Arya bertanya, Kades Wira belum menjawab.

Brama yang bertanya, Kades Wira memutuskan mengatakan yang sejujurnya. Tidak peduli dengan intimidasi Bambang.

Brama menganggap masalah ini impas.

Bambang tidak mau, dia tetap mau melaporkan perbuatan mereka.

Arya juga tidak terima atas maunya Bambang.

Kedatangan Wira untuk memberitahu Arya kalau utusan Pak Dedi datang ingin bertemu Arya. Pak Dedi juga mau video call sama Arya.
anonim
Ternyata kalau emak-emak bersatu lebih unggul dari pada bapak-bapak.

Ceu Iroh lucu juga - duduk di atas perut salah satu centeng. Lasmini memang top banget menghajar para centeng.

Emak-emak lainnya mengepung Bambang, Dani, Munir, dan Agus yang diam-diam mau kabur.

Arya sangat mengkhawatirkan Ibunya.

Haji Somad yang baru datang dilaporin Bambang yang tidak terima atas pengeroyokan emak-emak. Bambang mau melaporkan ke polisi.

Lasmini tidak terima dengan apa yang dikatakan Bambang pada Haji Somad.

Haji Somad minta diceritakan yang sebenarnya terjadi. Ceu Edoh yang tampil jadi juru bicara - menceritakan masalah yang terjadi.

Bambang belum mau mengakui kesalahannya.

Arya menjelaskan pada Haji Somad kenapa Bambang marah dan memukul dirinya.

Dani bersaksi palsu - Bambang tidak mukul Arya, yang lainnya ikut jadi bersaksi palsu.

Haji Somad yakin kalau Arya tidak bohong
Safitri Agus
Aamiin 🤲, rejeki bisa datang dari mana saja, sehat terus ya Mak othor 😍
Safitri Agus
beratnya jadi saksi
Kas Mi
💪💪/Rose//Rose/
Hendra Yana
semangat
LANY SUSANA
wah pak bambang takut ni Arya lapor pak dedy tambang ilegal nya mknya suruh di beresin dulu seblm. kena sidak🤣🤣🤣
sum mia
emang syaratnya lolos 40 bab apa kak .... dan apa efeknya , jujur nanya .
tapi gemes juga sih sama noveltoon yang kayak ngadi-ngadi . terlalu banyak aturan dan tuntutan .
kasihan para penulis yang ingin mengembangkan bakatnya dan kadang nulis ceritanya bagus tapi harus berhenti di tengah bab/jalan . sungguh di sayangkan . please deh jangan terlalu ribet .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
♋잋하그울💞: Harusnya dari pembaca, yg ngga nabung bab, terus baca sampai akhir. Tapi kalau sekrng entah karena ada campur tangan sistem dan Edi juga. Mungkin novelku bukan selera mereka atau ngga bagus di mata mereka.

Kalau lolos pasti dapat uang, kalau ngga ya kerja bakti aja😅
total 1 replies
Nabila hasir
Aamiin
Mak Author
semoga Alloh buka rezeki Mak author sekeluarga lewat arah manapun yg dari atas turun.yg dari bawah keluar.yg dari samping datang rezeki Barokah
Aamiin
♋잋하그울💞: Aamiin🤲🏻
total 1 replies
Carlina Carlina
pihak novel toon lhat nya gmn sih,smua crita author karya" nya bagus lho🤔knp bisa g lolos yaa🤔😏
Dinar Keke
Aamiin yang kenceng. 🤲🤲🤲
echa_batara
ceritanya selalu menarik. jadi tiap hari saya cuma nunggu up date ceritanya ka Icha aja
echa_batara
bingung deh Thor sama noveltoon. penilaiannya itu seperti apa. padahal ceritanya bagus2 semua. tapi sering ngga masuk nominasi. tetap semangat berkarya ya Thor. kita selalu nungguin ceritanya kok 😍
❤️ mamah kanay ❤️
aamiin ya rabbal alamin....
insyaallah rejeki mah ga ketuker Mak..
semangat Mak dan terus berkarya 💪💪💪
Carlina Carlina
mantaaaappp dah emak,emak👍👍👍🥰🥰🥰😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Carlina Carlina
mantaaapp ga tuhhh emaakk"😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤗🤗🤗🤗
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aamiin Allahumma Aamiin🤲 makasih ya mak😘
Neni Rohaeni
aamiin🤲
tetap semangat dan sukses💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!