NovelToon NovelToon
Di Antara Sepasang Kembar

Di Antara Sepasang Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni
Popularitas:366
Nilai: 5
Nama Author: HniHndyni

Cinta, sebuah anugerah yang tak selalu mudah didapatkan. Apalagi ketika harus memilih di antara dua hati yang begitu dekat, dua jiwa yang begitu mirip. Kisah mengharukan tentang cinta, pengorbanan, dan pencarian jati diri di tengah pusaran emosi yang membingungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HniHndyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah

Keesokan harinya, Anya mencari Kanaya. Ia melihat Kanaya duduk sendirian di taman kampus, wajahnya terlihat murung. Anya menghampiri Kanaya dengan hati-hati.

"Ka Kanaya," sapa Anya, suaranya lembut.

Kanaya menoleh, tatapannya dingin. "Ada apa?"

"Aku... aku ingin bicara," kata Anya, suaranya sedikit gemetar.

"Bicara apa lagi? Kau dan Migo sudah berhasil menghancurkan kepercayaan Kakak," kata Kanaya, suaranya penuh amarah.

"Ka Kanaya, aku bersumpah aku tidak berselingkuh dengan Migo!" bantah Anya, matanya berkaca-kaca. "Itu semua fitnah Damar!"

"Fitnah?" Kanaya menatap Anya dengan penuh curiga. "Lalu, bagaimana bisa foto-foto itu ada?"

Anya menjelaskan semuanya, tentang foto-foto editan dan rencana licik Damar. Ia menceritakan bagaimana Damar selalu berusaha untuk menghancurkan hubungan Migo dan Kanaya. Ia juga menjelaskan betapa ia merasa sedih dan kecewa karena Kanaya tidak mempercayainya.

Kanaya terdiam, merenungkan penjelasan Anya. Ia menyadari bahwa Anya memang selalu bersikap jujur dan baik padanya. Ia mulai ragu dengan kebenaran gosip yang telah ia dengar. Namun, luka hatinya masih terasa perih.

"Aku... aku tidak tahu harus percaya siapa," kata Kanaya, suaranya lirih.

Anya memeluk Kanaya. "Ka Kanaya, aku mohon percayalah padaku. Aku tidak akan pernah menyakitimu."

Kanaya membalas pelukan Anya, air matanya mengalir deras. Ia merasa sangat sedih dan menyesal karena telah salah paham dengan Anya. Ia menyadari bahwa ia telah terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan telah menyakiti hati adiknya sendiri. Ia harus memperbaiki hubungannya dengan Anya dan meminta maaf atas kesalahpahaman ini.Ia juga harus menghadapi Damar dan menghentikan rencana jahatnya.

Anya yang memang sedang merasa mual, tiba-tiba memegangi perutnya. Wajahnya pucat pasi. Kanaya, yang masih merasa ragu dan galau, langsung panik melihat kondisi Anya.

"Anya, kamu kenapa?" tanya Kanaya, suaranya dipenuhi kekhawatiran.

Sebelum Anya bisa menjawab, Damar muncul. Ia tersenyum sinis, mendekati Anya dan Kanaya.

"Kelihatannya ada yang sedang mual-mual ya?" kata Damar, suaranya bernada mengejek. "Mungkin karena sedang mengandung?"

Kanaya langsung menatap Anya dengan tatapan curiga. Perkataan Damar langsung menusuk hatinya. Ia teringat kembali foto-foto editan Migo dan Anya, dan kini, kondisi Anya yang sedang mual.

"Anya... apakah kamu...?" tanya Kanaya, suaranya bergetar.

Anya mencoba menjelaskan, "Ka Kanaya, aku tidak..."

Damar memotong pembicaraan Anya. "Jangan bohong lagi, Anya. Kau sedang mengandung anak Migo, bukan begitu?"

Kanaya menatap Anya dengan air mata berlinang. Ia merasa sangat sakit hati dan kecewa. Perkataan Damar, dikombinasikan dengan kondisi Anya yang sedang mual, membuatnya sulit untuk tidak percaya.

"Aku... aku tidak percaya padamu lagi, Anya," kata Kanaya, lalu berlari meninggalkan Anya dan Damar.

Anya merasa sangat terpukul. Damar telah berhasil menghancurkan hubungannya dengan Kanaya. Ia merasa sangat sedih dan kecewa. Ia harus segera membersihkan namanya dan membuktikan bahwa ia tidak berselingkuh dengan Migo. Ia harus menemukan cara untuk meyakinkan Kanaya dan memperbaiki hubungan mereka. Namun, ia juga harus berhati-hati, karena Damar masih mengincarnya dan berusaha untuk menghancurkan hidupnya.Situasi ini semakin rumit dan menegangkan.

Tamparan Anya mendarat dengan keras di pipi Damar. Suara tamparan itu menggema di tempat yang relatif sepi. Damar memegang pipinya yang terasa panas, meringis kesakitan. Untuk pertama kalinya, ia terlihat terkejut dan tidak berdaya.

"Keterlaluan kamu, Damar! Berhenti memfitnahku seperti itu!" bentak Anya, suaranya bergetar menahan amarah. Matanya berkaca-kaca, tetapi tatapannya tajam dan penuh kemarahan.

1
Jiwa Samudera
Karyanya lumayan bagus
HniHndyni: THANKYOu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!