NovelToon NovelToon
Azzura

Azzura

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Rani

Dialah Azzura. Wanita yang gagal dalam pernikahannya. Dia ditalak setelah kata sah yang diucapkan oleh para saksi. Wanita yang menyandang status istri belum genap satu menit saja. Bahkan, harus kehilangan nyawa sang ayah karena tuduhan kejam yang suaminya lontarkan.

Namun, dia tidak pernah bersedia untuk menyerah. Kegagalan itu ia jadikan sebagai senjata terbesar untuk bangkit agar bisa membalaskan rasa sakit hatinya pada orang-orang yang sudah menyakiti dia.

Bagaimana kisah Azzura selanjutnya? Akankah mantan suami akan menyesali kata talak yang telah ia ucap? Mungkinkah Azzura mampu membalas rasa sakitnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Bab 33

"Lho, kok gitu jawabannya."

"Lalu?"

"Ya harusnya, agak dikit ada yang ... gimana gitu lho. Aku udah berusaha keras ini."

"Apaan sih?"

Keduanya malah bicara panjang lebar, tapi tidak ada artinya. Namun, karena obrolan itu mereka terlihat sangat dekat. Dekat seperti orang yang sudah saling kenal sejak lama. Bahkan, keduanya malah membahas ulang prihal masalah apa yang baru saja membuat Lula menangis sekarang.

"Jadi, kamu menangis karena cowok ya?"

"Iya. Semua pria itu sama saja, tahu gak? semuanya gak punya hati. Benar kata mbak Zura, para lelaki tidak boleh didekati. Cinta tak boleh dimiliki dalan hati. Karena cinta itu menyakitkan."

"Eh ... kok ngomongnya malah gitu sih? Salah itu, nona. Ganti lagi kata-katanya. Karena tidak semua cowok yang begitu, tahu? Lalu, cinta itu bikin bahagia. Membuat hidup penuh warna. Dan-- "

"Sst! Diam deh. Emang situ pernah jatuh cinta sebelumnya, hm? Jika pernah, pasti belum pernah ngerasa yang namanya patah hati, bukan? Karena yang pernah ngerasa pasti ngomongnya akan beda dari yang baru saja kamu katakan."

"Pernah tidak?"

Adya terdiam sesaat sambil menatap wajah Lula. Lalu, gelengan pelan ia perlihatkan.

"Ya. Aku memang belum pernah merasakan apa yang namanya jatuh cinta. Tapi -- "

"Kalau belum pernah, tolong jangan ngomong. Jadinya ngga enak banget kalo harus ngebahas hal yang belum pernah dirasain tapi malah seolah sudah pernah merasakan. Rasanya, hambar."

Adya langsung menarik napas dalam-dalam, kemudian membuangnya secara kasar.

"Iya tahu, nona. Tapi jangan bilang semua cowok itu sama saja juga dong. Karena ngga semua lho yang bersikap begitu. Buktinya saja, aku."

"Hei! Kamu aja belum pernah jatuh cinta tuh. Gimana bisa ngaku ngga sama kek pria-pria yang lainnya?"

"Emang gak sama kok."

Lagi-lagi, Adya dan Lula malah berdebat bebas. Mereka kembali memperdebatkan hal yang sama sekali tidak penting untuk mereka bahas. Perdebatan demi perdebatan akhirnya menyingung soal kehidupan Zura yang tiba-tiba membuat Adya langsung terdiam sambil memasang wajah sangat serius.

"Kalau boleh aku tahu, kamu ... kenal nona Zura sudah seberapa lama, Lula?"

Pertanyaan dengan wajah serius itu membuat membuat Lula juga langsung memasang wajah serius yang sama dengan Adya. Satu alisnya ia naikkan karena pertanyaan yang baru saja Adya lontarkan.

"Hampir tiga tahun. Kenapa?"

"Tidak ada. Aku hanya ingin tahu saja."

"Ternyata, nona Zura meninggalkan tanah air sejak kejadian itu."

"Ya. Kejadian yang sangat menyakitkan hati mbak Zura. Tuan muda mu itu benar-benar tidak punya hati, tidak punya perasaan, tidak punya pikiran. Dan tidak lama lagi, mungkin tidak punya nyawa."

"Astaga! Apa yang kamu katakan? Bibir mu itu sungguh sangat tipis sekali saat mengutuk orang ternyata ya?"

"Biar saja. Habisnya, tuan muda mu itu memang sangat amat jahat. Masa dia tega menceraikan mbak Zura di depan semua saksi dari pernikahan mereka. Benar-benar manusia yang tidak punya hati dia itu. Huh!"

Adya terdiam. Kemarahan Lula itu memang sangat wajar juga. Bagaimana tidak? Angga bersikap sesuka hati tanpa berpikir ulang. Masa iya belum genap satu menit menikah sudah memilih langsung menceraikan orang yang baru ia nikahi. Memang benar dia tidak punya hati.

Namun, Adya cukup tahu bagaimana posisi tuan mudanya. Seperti apa perasaan Angga waktu itu dan apa penyebabnya. Karena itu, rasa marah untuk Angga tidak mungkin dia timbulkan dalam hatinya.

"Anu, Lula. Bagaimana jika apa yang terlihat itu tidak sama dengan apa yang terjadi? Maksudku, bagaimana kalau kita tidak tahu seperti apa posisi mereka yang berlawanan dengan kita. Contohnya, posisi tuan mudaku saat itu. Tidak ada yang tahu, bukan?"

Tatapan tajam Lula berikan setelah mendengar perkataan Adya barusan. Mendadak ia merasa kesal saat mendengar ucapan yang berbentuk pembelaan meski tidak secara langsung terucap itu.

"Apaan sih kamu? Mau bela tuan muda mu itu? Ish! Membela yang berbuat salah. Sungguh tidak punya hati."

"Tapi, wajar sih kamu bela. Karena dia adalah bos kamu. Bos yang ngasi kamu kerjaan."

"Tapi tolong juga pertimbangkan suasana jika ingin membela. Jangan jadi orang jahat hanya karena ingin membela orang terdekat kita."

Adya langsung mendengus kasar. Baru juga ingin membuat pandangan yang berbeda pada Lula, eh ... wanita itu malah langsung ngerocos tanpa memberikan dirinya celah untuk menyangkal.

"Nona Lula .... Tolong dong berikan aku sedikit kesempatan untuk bicara. Niat aku murni bukan untuk membela. Tapi, hanya berusaha memberikan pandangan yang berbeda. Karena sebenarnya, apa yang terjadi pada pernikahan tuan muda dan nona Zura itu adalah sebuah kesalahan. Salah paham yang diakibatkan oleh seseorang yang berhati jahat."

"Dan yang berhati jahat itu tak lain adalah, tuan muda mu sendiri. Tega banget jadi orang. Gak punya hati dan perasaan."

"Yaelah .... "

"Ya udah deh, jangan bahas soal tuan muda atau nona Zura lagi. Gak tahu apa kalau aku baru aja patah hati. Orang yang patah hati malah diajak ngebahas soal orang lain yang bernasib sama. Kan ngga enak," kata Lula dengan wajah kesal.

Keduanya kembali membahas hal-hal ringan dari sebuah hubungan. Cukup baik kedekatan mereka sekarang. Meski terus tercipta perdebatan jika mengutarakan pendapat, tapi keduanya cukup terlihat sangat akrab saat ini.

Di sisi lain, Zura di temui oleh salah satu pengawal saat dia terlihat sedang duduk sendirian di dalam ruangan utama. Pengawal itu sudah mengawasi Zura sejak tadi hanya untuk menyampaikan titipan dari Angga.

"Maaf, nona. Saya ganggu waktu nona sekarang."

"Ya. Gak papa. Ada masalah apa memangnya?"

"Pria tadi memberikan saya sebuah cincin berlian. Katanya, ini titipan yang kakeknya ingin sampaikan pada nona."

Tatapan mata Zura terfokus pada cincin yang masih berada di tangan si pengawal. Berat tangannya untuk menerima. Namun, wajah kakek Angga langsung terbayang di ingatan. Senyum pria tua itu membuatnya merasa sangat sedih.

Zura menerima cincin tersebut dengan mata yang berkaca-kaca. Ingatan Zura kembali berkelana ke masa lalu. Cincin itu membuat pikirannya langsung mundur ke saat di mana ia sedang bersama kakek Angga.

Saat itu, kunjungan Zura pada waktu sore atas undangan si kakek. Setelah mengobrol sebentar, kakek Angga langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil dalam saku bajunya.

"Zu. Lihatlah cincin kawin ini. Ini cincin kawin model jadul yang sampai saat ini masih terlihat sangat cantik lagi, bukan?"

"Iya, kek. Cincinnya masih sangat cantik. Beneran model jadul itu?"

"Iyalah. Ini cincin nikahan kakek sama nenek zaman dulu lho, nak. Sebenarnya kakek wasiatkan pada papanya Angga. Tapi, papanya Angga menolak untuk menerima. Katanya, dia tidak ingin merusak kenangan kakek."

"Aish. Tentu saja itu hanya alasan dari anakku. Karena mungkin, dia sudah tahu kalau jalan hidup dari pernikahannya dengan mama Angga akan berakhir jadi buruk seperti ini," ucap si kakek lagi dengan raut wajah yang sangat sedih.

1
umi istilatun
👍
Mamah Dini11
makasih Thor ceritanya bagus keren sehat slalu Thor semangat di tunggu cerita berikutnya , 🙏💪👍👍
Rani: makasih banyak buat kamu yg udah mau baca karya aku. 😍😍😍😍
total 1 replies
Mamah Dini11
tdk sia2 pengorbananmu anggara selamat untuk kalian berdua semoga samawa angga jaga berlianmu baik2.
Mamah Dini11
sembuhkan traumamu zura itu penting berobatlah biar hilang trauma itu
Mamah Dini11
akhirnya apa yg angga mau kesampean juga, maaf zura senyum zura telah angga dapatkan, sekarang semangat untuk sembuh angga kmu sudah dapatkan semuanya dari zura,ayo cepet sembuh
Mamah Dini11
gercep banget Thor ,, makasih cerita nya keren gk bertele tele
Mamah Dini11
itu baru iyan, satu lagi tuh buat si tania samakan kayak iyan Thor biar mereka sadar diri
Mamah Dini11
Naah makan tuh ke jahatanmu iyan tania, bentar lgi karma akan jemput kalian
Mamah Dini11
mama macam apa itu, jahat banget
Mamah Dini11
ayo adya cari tau kejadian nya seperti apa, ko malahan kmu diam ayo tanya zura awal mula kejadian, dgn itu kmu bakalan tau penyebabnya gerak cepat adya.
Mamah Dini11
semoga pelaku nya cepat terbongkar dn dapat karmanya
Mamah Dini11
bagus angga gerak cepat, si tania sedang mengawasimu ingin menjalankan aksinya, ayo angga harus bisa melawan si tania dn saudara Tirimu si iyan gagalkan semua rencananya , mereka berdua orang 2 licik, kalau bisa balas dgn cara elegan.
Mamah Dini11
b ternyata oh ternyata si iyan itu bukan orang baik, aduuuhhh zura kmu salah berteman sm si iyan hati hati kmu.
Mamah Dini11
angga kmu itu ngeyel bingit udh biarkan aja, maunya zura kan kmu jgn ganggu hidupnya lgi fi coba doong siapa tau dgn sikapmu begitu zura juga gk terlalu jutek angga, semoga zura juga secepatnya tau prilaku si iya tulus apa enggak sm kmu atau hanya sekedar manas2in si angga atau sikap manis nya sm kmu zura ada maksud tertentu di blk itu
Mamah Dini11
paman tdi sebut rumah paman waktu ngusir angga, lupa ya paman itu rumah mana hani, ya mungkin kalau nanti udh resmi paman menikah dgn mana hani bisa juga itu jadi rumah paman, baru sebut rumah paman.
Mamah Dini11
angga kmu udh bisa bicara sm zura udh bisa meluapkan isi hatimu, sekarang lbh baik kmu pergi dgn baik2 daripada nanti di usir secara paksa ayo angga jaga sopan santunmu, mungkin itu lbh baik untuk sekarang, luka yg kau torehkan terlalu dlm buat zura, pergilah tenangkan hatidn pikiranmu, jgn memaksakan diri jgn mengejar yg gk mau di kejar paham kmu angga, tata hidupmu lbh baik lagi kalau emang msh berjodoh pasti tdk akan ke mana, tpi kalau tdk jgn paksakan angga ngerti kmu,
Mamah Dini11
paling si iyan Andika cowok yg merasa dirinya ganteng pdahal biasa aja he he kayak tau wajahnya di kira 2 aja Thor maaf 🙏
Mamah Dini11
iya si adya buat si lula aja Thor biar mereka berjodoh jabatan nya juga hampir sm cocok tuh!!
Mamah Dini11
kasian juga kmu angga, moga aja lain waktu atau lain kali kmu di beri kesempatan ke dua sm juta untuk sekedar minta permohonan maafmu dn untuk yg lainnya hanya author yg tau, sabar ya angga emang itu ke salahanmu yg patal tpiii bekerja keraslah dgn tulus mungkin akan berubah manis akhirnya, semangat.
Mamah Dini11
dasar perempuan gila, itu hasil kerja kerasmu tania sekarang kmu memanen nya nikmati saja perempuan licik, kalau bisa bertobatlah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!