Sequel Pernikahan Rahasia Anak SMA
*
*
Luna, seorang security cantik yang berhasil menggaet hati seorang putra dari CEO Perusahaan besar ternama Melviano Ar Rayyan.
Ray anak dari bos Luna, tempat dimana Ia berkerja. Ray sangat tergila-gila dengan sosok Luna, namun siapa sangka, Luna adalah anak dari wanita yang paling di benci oleh Ray.
Siapakah sebenarnya Luna? Security cewek yang berhasil membuat Ray tergila-gila?
Ikuti kisah mereka yang mengandung cinta, emosi dan airmata 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu adalah calon istriku
Luna duduk di samping Ray yang tengah mengendarai mobil mewahnya, sesekali Luna melirik wajah Ray yang terlihat cool malam ini, terbesit dalam hatinya memuji ketampanan putra Shesa tersebut.
"Dia memang tampan, meskipun suka ngeselin, tapi sebenarnya dia baik, ahh...Luna kenapa kamu jadi memuji dia, pria ini sudah membuat mu repot, belum lagi ulahnya yang membuat kamu terpaksa menikah dengan nya." gumam Luna sembari menundukkan wajahnya.
"Aku mau menanyakan sesuatu kepadamu?" tiba-tiba saja Luna membuka suara.
"Hm...apa?" jawab Ray
"Apa kamu suka dengan pernikahan kita nanti?" pertanyaan Luna membuat Ray tertawa. Luna justru terkejut kenapa Ray malah menertawakannya.
"Hei...aku tanya, kok malah ketawa...dasar aneh" rutuk Luna sembari memanyunkan bibirnya.
"Kalau aku suka, kamu mau apa, dan kalau aku tidak suka kamu juga mau apa?" tanya Ray balik.
"Ya...kalau kamu tidak suka dengan pernikahan kita nanti, lebih baik aku pergi saja dan aku tidak akan muncul lagi dihadapan mu" jawab Luna polos.
"Kalau aku suka?" tanya Ray spontan.
"Hah..." Luna tidak bisa menjawab pertanyaan Ray.
"Katakan, kalau aku suka dengan pernikahan kita nanti, apa yang kamu lakukan, apa kamu akan tetap pergi?" tanya Ray sembari memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti?" tanya Luna.
"Aku ingin mendengar Jawaban darimu, karena aku juga tidak ingin menikahi seorang gadis Karena terpaksa, kalau kamu tidak suka, aku akan membiarkanmu pergi" ucap Ray sembari menatap arah depan dengan pemandangan lampu kota yang tampak kelap kelip.
Mendengar ucapan Ray, entah kenapa Luna sangat tidak rela, ia merasa tidak bisa menjauhi pernikahan ini. Dengan wajah yang tertunduk Luna membalas pertanyaan Ray yang menohok itu.
"Kalau kau suka, maka aku tidak akan lari dari pernikahan kita, seperti dirimu, aku tidak mau memaksa mu untuk menikah denganku, kamu bisa memilih untuk pergi dariku, jika kamu merasa pernikahan ini hanya keterpaksaan" ungkap Luna yang membuat Ray tersenyum.
"Itu tandanya, kamu mau menikah dengan ku?" pertanyaan Ray kali ini benar-benar membuat Luna gemetar setengah mati. Bibirnya kelu saat ingin menjawab pertanyaan Ray.
Luna membuang pandangannya kearah jendela di sampingnya, Ia benar-benar malu tak bisa berkata apa-apa, jari jemarinya terasa dingin karena rasa gugup itu menyerang tiba-tiba.
Tiba-tiba saja tangan Ray meraih tangan Luna dan membawanya dalam genggaman, dan sontak membuat Luna menengok pada pria yang mulai meluluhkan hatinya itu.
"Hei...apa yang kamu lakukan?" tanya Luna sembari menatap tajam bola mata Ray yang berbinar.
"Tanganmu begitu dingin, kau gugup!" ucap pria tampan itu sembari mendekatkan tangan Luna pada wajahnya yang terkena silau lampu jalanan. Dengan tatapan yang begitu dalam, Ray mulai mencium dengan lembut tangan Luna.
Luna tidak percaya, Ray mencium tangannya, Luna tidak berkedip sama sekali, saat bibir itu menyentuh lembut tangannya yang tengah bergetar.
"A_apa yang kamu lakukan?" Luna semakin dibuat merinding saat Ray mulai mendekati bibirnya yang basah.
Ray semakin mendekat, Luna tidak kuasa berbuat banyak, seolah hatinya telah lumpuh oleh sentuhan Ray yang membuatnya tak bisa bergerak, tak jauh beda dari sang ayah, Ray mampu membawa wanitanya masuk kedalam jerat asmara.
Luna memejamkan matanya saat deru nafas Ray berhembus sangat dekat dan terasa hangat pada wajah Luna.
"Jangan...jangan mendekat...Ray pliiis...aku tidak bisa seperti ini" gumam Luna dengan nafas yang mulai naik turun. Ray semakin terus mendekati bibir yang ranum itu.
Tiba-tiba saja ponsel Ray berdering. Dan tentu saja itu membuat Ray menghentikan aksinya Sementara Luna membuang wajahnya karena merasa sangat malu.
"Oh God...apa yang sudah aku lakukan, ihhh...bodoh bodoh" rutuk Luna pada dirinya sendiri.
Ray mendengus kesal, hampir saja ia menjangkau bibir manis Luna, tiba-tiba saja bunyi ponsel membuat nya gagal untuk mencium gadis pujaannya itu.
Ray mengambil ponselnya dari saku, dilihatnya sang Mama sedang melakukan panggilan.
"Mama..."
"Iya Ma..."
"Ray...kalian di mana? Mama sudah sampai di hotel, tapi Mama belum melihat kalian berdua"
"Iya maaf Ma, sebentar lagi kita sampai"
"Ya sudah jangan lama-lama, Mama tunggu!"
"Iya Mama..."
Ray menutup ponselnya kembali, kemudian Ia melihat Luna yang tampak malu dan berpaling pandangan darinya. Ray tersenyum dan segera Ray melajukan mobilnya.
"Kita berangkat, Mama sudah menunggu kita" ucap Ray sambil menyetir mobilnya.
"Kamu sih, pake berhenti segala, bu Shesa pasti sangat khawatir" balas Luna.
"Maafkan aku!" ucap Ray dengan nada lemah.
"Untuk apa?" tanya Luna sembari menatap wajah Ray yang kali ini membuatnya benar-benar gugup.
"Aku sudah berani menyentuh tanganmu" jawab Ray.
Luna tersenyum malu, sebenarnya dia sangat suka cara Ray memperlakukannya, begitu lembut dan sangat mesra.
"Tidak apa" ucap Luna pelan.
Dan akhirnya kedua insan itu diliputi rasa bahagia, perasaan itu tak bisa mereka hindari, entah kenapa Ray dan Luna merasakan hal yang aneh pada diri mereka, seolah ada ketertarikan satu sama lain, yang membuat keduanya hanyut dalam suasana.
Luna tersenyum sembari mengarahkan wajahnya pada jendela disampingnya, sementara Ray juga ikut tersenyum bahagia sembari menatap jalanan yang terasa seperti jalan harapan untuk mereka mempersatukan rasa itu lewat ikatan sakral pernikahan.
Ray melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, berharap ia tidak sampai terlalu cepat di hotel tempat Mamanya yang sedang menunggu.
Setelah beberapa menit akhirnya Ray dan Luna tiba di hotel mewah itu, Ray memarkirkan mobilnya dan segera turun. Kemudian dengan cepat Ray berlari ke arah pintu depan samping mobil dimana Luna duduk disana, berharap Luna belum turun duluan sebelum ia sendiri yang membukakan pintu mobil untuk gadis itu.
Luna beranjak turun dari mobil Ray, tiba-tiba saja pintu mobil sudah terbuka, Luna melihat Ray yang sudah berdiri dengan mengulurkan tangannya kepada Luna.
"Apa maksudnya?" tanya Luna saat tangan Ray yang sudah siap menyambut tangannya.
"Apa kamu tidak mau turun?" tanya Ray balik.
Luna terpaksa menyambut tangan Ray yang sudah siap membawanya kembali ke dalam genggaman Ray.
Kini Luna sudah turun dari mobil, tampak Ray menggandeng tangan Luna bak pasangan romantis, sehingga membuat orang-orang sekitarnya terlihat memperhatikan mereka berdua.
Ray tidak memperdulikan orang-orang sekitar, Ray merasa punya tangung jawab kepada sang Mama untuk membawa Luna dengan selamat.
"Hei...lepasin tanganku, kita tidak usah lebay seperti ini, lagipula aku bukan siapa-siapa kamu" ucap Luna yang merasa risih dengan orang-orang sekitarnya yang memandang mereka seperti pasangan kekasih.
"Kata siapa kamu bukan siapa-siapaku, kamu adalah calon istriku, sebaiknya kamu diam saja, dan ikuti saja apa yang aku lakukan" jawaban Ray membuat Luna terdiam sekaligus senang.
"Ya Tuhan, apakah arti semua ini? apakah pria ini benar-benar jodoh yang Engkau kirimkan untukku?" gumam Luna sembari meyakinkan dirinya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
...Kuyy...ayok beb jangan lupa terus dukung kisah Ray dan Luna, dijamin semakin hari pasti membuat kalian semakin baper 😊...
...Tetap setia dengan like komen hadiah dan vote kalian ya😁🙏...
bayangkan cerita awal sendiri si lunabuat para preman bonyok
eh begitu brrhadapan dgn Rey jadi melempem
yang dulu kena hasut ibu siska
kipas sayang kipas 🤣😂🤣