Bagaimana jadinya jika seorang pria biasa yang tidak mempunya pengalaman tentang cinta di pertemukan dengan seorang gadis yang manja dan keras kepala?
Ikuti keseruan rumah tangga Wilson dan Tisya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Di tempat lain, Wilson sedang menuju ke rumah Nara, tapi ia melihat Nara terlihat cemas dan mondar-mandir di depan rumahnya. Wilson segera memarkirkan motornya begitu saja dan menghampiri Nara.
"Nara, ada apa?"
"Tisya, kak! Tisya!"
"Tisya kenapa?"
"Tisya dalam bahaya!"
"Maksudnya apa sih? Bicara yang jelas!" Wilson semakin cemas saja di buatnya.
"Bapak marah besar, dia menuduh Tisya yang sudah menyembunyikan berkas miliknya!"
"Sekarang Tisya nya di mana?" saat ini Wilson sudah terlihat khawatir sekaligus marah, ia takut jika Tisya sampai sudah di apa-apa kan.
"Nggak tahu, pas aku ke kamar ternyata Tisya udah nggak ada!"
"Bapak kamu?"
"Nyariin Tisya! Kalau sampai Tisya ketemu sudah pasti akan ada masalah besar nantinya!"
Wilson tidak pikir panjang, ia segera berlari dan menaiki lagi motornya, memutarnya dengan cepat dan melakukannya.
Nara menatap nanar pada kepergian Wilson.
"Semua orang begitu mengkhawatirkan Tisya, kenapa tidak ada yang mempedulikan aku seperti mereka mempedulikan Tisya! Aku juga ingin hidup layaknya anak gadis lainnya, dengan pilihan Nara sendiri!" Ia merasakan kepiluan dalam dirinya sendiri.
Ada sedikit rasa lega karena setidaknya ada dua orang yang siap melindungi Tisya dari kekejaman bapaknya, tapi ada rasa miris untuk dirinya sendiri karena nyatanya tidak ada yang peduli dengannya melebihi peduli.merwja terhadap Tisya.
Wilson mencari Tisya di rumahnya dan ternyata ia tidak menemukannya di sana,
"Buk, Tisya tadi ke sini nggak?"
"Nggak ada orang ke sini!"
"Buk, nanti kalau Tisya ke sini, sembunyikan dari pak lurah ya buk!"
"Kenapa emangnya, anak itu bikin masalah apa?"
"Bukan Tisya buk, tapi Wilson! Jadi Wilson mohon, ada cucu ibuk yang harus ibuk lindungi di rahim Tisya!"
"Jadi maksudnya anak itu hamil?" ibu Wilson begitu terkejut, ia sampai terduduk di buatnya. Sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit ia menatap Wilson,
"Harus bagaimana sekarang Wil?"
"Biarkan menjadi urusan Wilson buk, jadi tiga sibu cuma satu sekarang! Kalau Tisya ke sini tolong sembunyikan dari pak lurah!"
Setalah tidak menemukan istri ya di rumah, kemudian ia mencoba mengelilingi kampung tapi berusaha keras untuk tidak menampakkan diri di depan pak lurah. Selagi Tisya tidak bersama pak lurah, ia harus mencari Tisya terlebih dulu.
Hingga motornya harus terhenti karena sebuah mobil yang menghadang jalannya. Ia merasa seperti mengenali mobil itu, tapi ia tidak yakin karena menurutnya tidak mungkin hingga seseorang keluar dari dalam mobil. Sepertinya seorang sopir, ia membukakan pintu bagian penumpang dan seseorang yang begitu ia kenal keluar dari dalam mobil itu.
"Tuan dokter!" Wilson sampai menjatuhkan motornya begitu saja dan menghampiri dokter Frans.
"Tuan, anda di sini?"
Dokter Frans tampak melepas kaca mata hitamnya dan sopir kembali mengambil sebuah tas kecil yang berisi pakaian.
"Lainnya kamu bawa ke rumah itu!"
"Baik tuan!"
"Pergilah!" setelah memberi hormat, sopir itu pun segera pergi dengan membawa serta mobilnya.
"Tuan dokter, anda kenapa ke sini?" Wilson sampai mencari-cari sesuatu di belakang pria itu. Sungguh ia Tidka menduga pria itu akan datang ke kampung halamannya.
"Menurutmu aku bawa tasku dan kita kembali ke rumahmu!" dokter Frans melempar tasnya ke arah Wilson dan segera menuju ke motor Wilson yang tergeletak begitu saja, sedangkan Wilson masih terdiam di tempatnya dengan penuh kebingungan.
Mati aku ...., kalau sampai tuan dokter tahu adiknya dalam bahaya karena aku, di gantung aku!
"Hei tetap mau di situ atau pulang?" saat Wilson menoleh ke belakang ternyata dokter Frans sudah siap di atas motor dan siap mengendarainya.
Wilson segera berlari mendekat, "Tuan, biar aku yang mengendarainya, tuan di belakang saja!"
"Kamu pikir aku nggak bisa naik motor?!"
"Bukan seperti itu!"
"Naiklah!"
"Ba_baik tuan!"
Wilson tidak mampu mengelak lagi, ia pun terpaksa duduk di belakang dengan dokter Frans yang mengendarai motornya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...