NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami, Di Kejar Brondong!

Dikhianati Suami, Di Kejar Brondong!

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pelakor / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Duda
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maufy Izha

Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?

Selamat membaca, semoga terhibur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukan Tujuan Baru

Sementara itu, Nurmala kini mulai aktif melakukan kegiatan sosial Flying Doctor, yang diadakan oleh Dinas kesehatan yang bekerja sama dengan ikatan dokter Indonesia dan juga berbagai rumah sakit negeri maupun swasta.

Kali ini, Nurmala dan 2 dokter lain yang salah satunya adalah Dewangga, bertugas membuka pelayanan kesehatan di desa Barusel yang letaknya dekat dengan kaki gunung Patuha.

Lokasinya terpencil dan berkabut, dan tentu saja sangat dingin. Namun semua itu justru membuat Nurma bersemangat, apalagi warga desanya yang terbilang ramah serta polos.

Desanya juga sangat indah dengan perkebunan teh yang terbentang luas. Meski terpencil, sebenarnya akses jalannya tidak terlalu sulit.

Sudah ada fasilitas kesehatan disini, jadi Nurmala, dokter Hastari serta dokter Dewangga hanya perlu membuka pelayanan kesehatan gratis selama 3 hari, yang mencakup pemeriksaan kesehatan serta pemberian vitamin gratis untuk Ibu hamil dan balita, serta pembagian makanan sehat untuk Lansia, Ibu hamil, serta anak-anak.

Pelayanan kesehatan gratis itu berjalan dengan lancar, hingga tiba malam terakhir Nurmala, dokter Hastari dan dokter Dewangga berada di sana.

Meski dari kecil tumbuh di Bandung, jujur saja ini pertama kalinya Nurmala datang ke desa ini. Dan rasanya sangat mengesankan melakukan kegiatan seperti ini. Nurmala merasa seperti menemukan tujuan hidup yang baru. Yaitu mempersembahkan ilmu dan keahliannya untuk masyarakat luas.

Saat ini, Nurma, Hastari dan Dewangga tinggal di rumah milik anak kepala desa yang sudah lama tidak di tempati karena anak beliau berada di kota.

Rumahnya sederhana, tapi sangat nyaman dan bersih.

Saat ini, Nurma sedang duduk di teras samping, menikmati pemandangan malam yang tenang dan damai.

"Kak Nurma, mau teh atau kopi?"

"Eh? dokter Dewangga? Dokter Hastari mana?"

"Dokter Hastari udah masuk kamar, dingin katanya"

"Oh.. Kamu sendiri nggak masuk ke kamar?"

"Enggak ah, soalnya ada yang mau begadang lagi, jadi kasihan kalo nggak di temenin"

"Apa? Maksudnya, Aku? Hahaha, iya nih, Aku betah banget loh disini"

"Hmmm, padahal masih banyak tempat lain yang sama indahnya, dan belum Kita kunjungi. Itu sebabnya Aku juga suka dinas keluar kota bahkan pulau untuk ikut kegiatan seperti ini"

"Begitu ya, tapi kasihan dong Ergi sering di tinggal"

"Kalau masih sekitaran Jawa Barat, Aku nggak bawa Ergi, kan cuma 3 harian. Tapi kalau keluar pulau, biasanya Ergi Aku bawa"

"Oh ya?" Tanya Nurmala sedikit terkejut, ternyata Dewangga adalah Ayah yang baik dan sangat bertanggung jawab.

Nurmala menyeruput kopi yang di berikan oleh Dewangga, kembali terhanyut dalam suasana tenang desa itu. Tanpa Ia sadari, Pria di sampingnya juga terhanyut dalam kekaguman melalui pemandangan yang disajikan oleh Nurmala.

Seorang wanita yang tampak lembut tapi memiliki tekad dan prinsip yang kuat. Wanita yang tetap berdiri kokoh meski telah menginjak duri-duri tajam ayng membuatnya berdarah di setiap langkahnya.

Dulu Dewangga mengaguminya sebagai seorang senior panutan. Lalu, rasa kagum apa yang di rasakan olehnya?

"Pak Dokter! Bu Dokter! Tolong Ibu Saya Dok!!!"

Suara teriakan seorang anak perempuan membuyarkan lamunan keduanya.

Dewangga dan Nurma langsung berdiri dan tergesa-gesa menghampiri anak yang tengah berdiri gemetar seraya menggedor-gedor pintu dengan panik.

"Ada apa nak? Kenapa Kamu sampai teriak-teriak?"

"Ibu Saya dok, Ibu Saya..."

"Tenang dulu nak, tenang... Ibu Kamu kenapa?"

"Ibu Saya lagi masak, tiba-tiba Ibu jatuh terus nggak bangun-bangun sampai sekarang"

"Ok, Jadi Ibu Kamu pingsan? Baru saja atau dari tadi?" Tanya Nurmala, sementara, Dewangga sudah meluncur ke kamar sejak tadi untuk mengambil alat-alatnya,

"Saya nggak tahu, pas Saya masuk ke dapur, Ibu udah tiduran di lantai, Saya bangunin tapi Ibu diem aja"

"Ok sekarang Kita ke rumah Kamu ya, Kamu yang tenang, Insya Allah ibu Kamu baik-baik saja, Ok? Udah siap dokter Dewangga?"

"Udah, Ayok..."

Dewangga langsung masuk ke dalam mobil dinas yang terparkir di depan tempat tinggal Mereka, Hastari juga ikut bersama Dewangga dan Nurmala, sembari membawa obat-obatan.

Sesampainya di rumah anak itu,

Ternyata rumahnya sangat sederhana, bahkan bisa di katakan kurang layak huni.

Tapi, saat ini, hal itu tidaklah penting. Karena keselamatan Ibu dari anak yang masih gemetaran ini adalah yang utama.

"Nama Kamu siapa?"

"Isti"

"Isti, tenang ya, Ibu Kamu lagi di periksa"

Ucap Nurmala. Mereka sudah menemukan Ibu dari Isti. Wanita itu pingsan di dapur.

Dewangga meminta Nurmala yang memeriksanya. Nurmala pun menyetujuinya.

Nurma memeriksa Ibunda Isti dengan seksama mulai dari denyut nadi, sampai denyut jantung.

Setelah memastikannya melalui hasil pemeriksaannya serta ciri fisiknya, Nurmala pun bertindak dengan cepat seraya berkata,

"Ibu Isti mengalami serangan jantung, Kita harus segera memanggil ambulance"

Ucapnya, Dewangga pun langsung menghubungi ambulance. Sementara Hastari dan Nurmala bekerjasama memberikan pertolongan darurat pada Ibu Isti.

Mulai dari mengubah posisi Ibu Isti menjadi terbaring kemudian meletakkan kaki di posisi yang lebih tinggi. Melonggarkan pakaiannya. Dan melakukan kompresi dada (RJP) karena Pernapasan Ibu Isti hampir tidak ada.

Namun Mereka berdua tidak bisa lagi bernapas lega karena lokasi rumah sakit terdekat cukup jauh, ambulance mungkin akan datang terlambat, Jika seperti itu, kemungkinan untuk pasien bisa selamat semakin mengecil.

Akhirnya Dewangga memutuskan untuk membawa Ibu Isti ke rumah sakit dengan menggunakan mobil dinas.

Dewangga kemudian meminta bantuan dari beberapa warga desa yang ternyata mulai berkerumun di depan rumah Ibu Isti untuk membawa Ibu Isti masuk kedalam mobil dinas.

Setelah memastikan posisi pasien aman dan nyaman. Dewangga langsung masuk dan duduk di kursi kemudi. Hastari memangku Isti, sementara Nurmala mendampingi Ibu Isti sekaligus mengecek kondisi pasien secara berkala.

Situasinya ternyata lebih menegangkan dari yang dikira, Meskipun kondisi Ibu Isti sudah lebih stabil daripada saat pertama kali di temukan.

detak jantungnya ada, walaupun sangat lemah. Tapi setidaknya harapan untuk bisa di selamatkan masih tinggi.

Nurmala tiba-tiba membayangkan, bagaimana jika saat ini tidak ada kegiatan flying doctor ini? pada siapa Isti akan meminta tolong? Apakah Ibu Isti akan bisa mendapatkan pertolongan secepat ini?

Memikirkan itu, Nurmala tiba-tiba merinding. Ternyata hal seperti ini yang dinamakan takdir dan Kuasa Allah SWT.

Semoga Ibu Isti bisa tiba rumah sakit tepat waktu dan bisa di selamatkan.

Nurma pun memandangi wajah kurus wanita yang kini terbaring di sampingnya kini. Teringat rumah wanita itu yang hampir roboh.

Bahkan dari wajahnya saja tergambar betapa berat hidup yang dijalani wanita ini.

Jadi, bukankah ujian rumah tangganya dengan Yusuf masih belum apa-apa? Setidaknya Allah masih memberikannya kemampuan secara finansial dan juga keahlian, juga keluarga serta sahabat yang mendukungnya.

Di luar sana, masih banyak orang yang lebih menderita darinya. Seperti Ibu Isti ini. Terlihat kesulitan, bahkan saat dimasukkan ke mobil, tidak ada satu orang pun yang mengaku sebagai keluarganya.

Tanpa sadar, air mata Nurma mengalir begitu saja. Ia malu karena beberapa waktu lalu mempertanyakan kenapa Allah memberikannya luka sedalam itu padanya, luka akibat pengkhianatan Yusuf. Sedangkan di depannya kini ada seorang wanita yang menanggung penderitaan sedemikian rupa sampai mengalami gagal jantung padahal bisa dibilang usianya masih sangat muda.

Nurma merasa Ia telah kufur terhadap nikmat-Nya.

Ampuni Hamba, Ya Rabb.... Nurmala membatin di iringi dengan air mata yang kian deras mengalir.

1
nuraeinieni
kasian juga anak2nya nurma,setidak2nya mereka butuh rangkulan dari orang tua,jgn biarkan mereka dgn kesalahannya,mereka masih kecil butuh bimbingan dan arahan serta jasih sayang dari orang tuanya.
nuraeinieni
kenapa juga ya anak2nya sampai kurang ngajar begitu sama mamanya
Maufy Izha: Anak itu itu ibarat mesin foto copy, mereka kan mengcopy/meniru tingkah laku dari orang di lingkungan terdekatnya, Jd kalau umur segitu udah kurang ajar sama emaknya sendiri ya berarti ada yang jadi contoh hehe
total 1 replies
nuraeinieni
iyalah suatu saat anak2 juga akan mencarimu nurmala
nuraeinieni
ini yusuf tipe laki2 pelit.
nuraeinieni
rasakan tuh yusuf,merawat anak dan mengurus rumah itu tdk gampang,kamu rasakan tuh bagaimana nurma mengatasi semua dgn mudah dan sabar,malah selingkuh
Srihariati
lanjut aku suka ceritanya
Dew666
💜💜💜💜
Allea
udah tau istrinya dibunuh tapi pembunuhnya dibiarkan berkeliaran tega kamu dewa ,istri kamu pasti ga tenang dialam sana demi nama baik mertua yg zolim kamu membiarkan semuanya seakan2 hal biasa😑
stela aza: bener bgt ,, aturan kasus istrinya meninggal di selidiki lagi kumpulkan bukti yg valid buat jeblosin si Anya itu ,, klw di biarkan Nnti bakal ada korban selanjutnya
total 2 replies
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Maufy Izha: Siapp kak... maacihhh....
total 1 replies
Zainab Ddi
iya dewa harus lindungi nurma dr orang2 yg íngin berbuat jahat padanya
stela aza
haduh udh lepas dr Yusuf ada aja yg bikin2 gara2 ,, mau hidup tenang j ada yg ganggu terus ,, mantan dan ponakan yg ganggu trs ketambahan orang baru yg g di kenal ,,, kapan si Nurma hidupnya damai tanpa pengganggu 🤦
Maufy Izha: Alur novel ini emang aku bikin berat kaya cerita Azizah, jadi pembaca harus menyiapkan kesabaran ekstra 😂😂😂🫰♥️
total 1 replies
nuraeinieni
ketemu berondong
nuraeinieni
aq mampir thor
Maufy Izha: Siappp, semoga suka ya, selamat membaca ♥️
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Maufy Izha: Siapp, makasih kak Zainab supportnyaa ♥️♥️
total 1 replies
Zainab Ddi
para pelakor bersatu dewa lindungi nurma
Anonymous
Kroco baru???
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸
Maufy Izha: yang kroco saat ini cuma Niken sama Ucup
total 6 replies
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
waduh ada pelakor baru nih lebih serem lg sakit jiwa Nurma hati2 musuhnya bertambah
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Maufy Izha: siap kak....♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!