Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.
45 menit ber lalu. Buru buru Liam mengumpul kan kertas ujian yang dia kerjakan dengan mata tertutup saking mudah nya untuk seorang yang bernama Liam Steven Bouven.
Dia berjalan dengan cool dan ter lihat sangat tampan
"Ini bu, saya ijin pulang permisi" ucap Liam sembari mencium punggung tangan Sarah. Dia sangat buru buru ingin keluar dari area sekolah. Dan mencari Naura. Liam merasa kan ada firasat buruk yang akan menimpa istri nya. Karena ikatan batin mereka berdua sangat lah kuat. Apalagi Liam yang sudah menghubungi mamah nya. Dan seperti biasa meminta bantuan mamah nya untuk mencari informasi keberadaan istri nya.
"Apa?" Ucap Sarah dengan nada kaget. Naura yang dapat predikat murid terpintar untuk matematika saja membutuh kan kan waktu selama 1 jam. Lah ini malah ada yang lebih pintar dari Naura.
"Iya Bu ini udah selesai. Kalau gak percaya coba ibu periksa!" Ucap Liam sopan. Dai sebenar nya sendang menahan jengkel. Karena dia yang buru buru ingin mencari keberadaan istri nya. Tapi melihat wajah heran Bu sarah. Membuat Liam akhir nya mengalah dengan menyerah kan lembar jawaban nya. Agar segera di periksa oleh Bu Sarah.
Sarah terlihat heran. Melihat jawaban Liam yang semua nya benar tidak ada salah nya. Dari 50 soal pilihan ganda 10 esai. Semua nya benar.
Padahal kan ini pelajaran matematika. Sangat sulit jika hanya mengerjakan dalam waktu 45 menit.
"Jawaban kamu semua nya benar Liam" ucap Bu Sarah dengan wajah kagum akan kepintaran Liam.
Membuat para murid di kelas Liam saat ini juga menatap kagum akan sosok tampan dan pintar di depan nya.
"Ya sudah Bu, kalau begitu saya permisi. Saya mau cari Naura" ucap Liam buru buru keluar kelas.
"Duh, kok malah dekat sama Naura. Gumam Sarah dengan nada sedikit kecewa.
Liam yang sudah keluar kelas buru buru mengambil hp yang ada di tas. Dia berlari menuju ke parkiran untuk menuju ke alamat dimana Naura sekarang berada.
Liam menyetir mobil Porsche dengan gelisah. Dia melihat sekelebatan Naura yang sedang tenggelam di air. Dia Naura terlihat kesulitan untuk naik ke permukaan. Liam bisa menebak jika Naura tidak bisa berenang.
Tapi sayang. Bogor ke Jakarta sedang di Landa kemacetan. Karena ada kecelakaan truk di depan mobil Liam.
"Sial!" Ucap Liam sembari memukul keras stir nya.
"Aku mohon Naura sayang. Bertahan aku segera datang menyelamatkan mu' ucap Liam penuh harap. Seperti pangeran yang akan menyelamatkan sang putri.
*****
***
Di sebuah rumah yang lumayan mewah. Vivi dengan gusar mengetuk pintu ruang kerja suami nya.
Tok tok tok
Tok tok tok
Ceklek.
"Ada apa?" Ucap Adam dingin dengan sorot mata tajam menghunus ke arah istri nya.
"Kenapa Daddy biarin Cherly berangkat sekolah, bukan kah Cherly mengamuk. Aku takut di sekolah dia akan menyakiti yang lain. Karena emosi dia belum stabil" ucap Vivi dengan bibir ber getar. Menahan takut ke pada suami yang selalu kasar kepada nya jika mereka hanya berdua. Tapi di sisi lain Vivi berusaha memberanikan diri. Untuk menghadap suami nya. Karena takut akan kegilaan putri nya malah merugikan orang lain.
"Biar kan saja. Bukan kah dia sudah meminum obat nya! Dia pasti bisa mengendalikan emosi nya" ucap Adam dingin. Lalu menarik kasar istri nya untuk masuk ke dalam ruang kerja nya.
Vivi Ter lihat sangat takut. Takut kan di gauli suami yang selalu main kasar kepada nya.
Adam terus mencium leher dan wajah Vivi. Tanpa ada satu jengkel kulit pun yang terlewat.
"Tapi mas, Cherly sama sekali belum meminum obat nya" ucap Vivi dengan menunjuk kan obat Cherly yang ada di tangan nya. Dan itu masih utuh. Karena orang kaya seperti mereka. Dokter sudah membungkus kan dan sudah menjadwal kan obat itu akan di minum kapan. Jadi pagi bungkus nya sendiri. Siang sendiri dan malam sendiri. Dengan tercetak tanggal dan waktu di setiap bungkus.
Dan yang di tunjukan oleh Vivi ke pada Adam adalah bungkus obat Cherly yang harus nya tanggal dan waktu di minum pagi tadi.
"Biar kan saja, nanti dengan uang langsung kita beres kan kalau Cherly buat onar. Lagian dia sedang ikut lomba di gedung bunga bintang" Ucap Adam sembari menyingkap rok mini yang di gunakan istri nya. Dengan penuh nafsu mencium semua yang tertutup rok.
Ini adalah pakaian wajib yang di gunakan Vivi saat di rumah. Fantasi Adam sungguh gila.
"Tapi mas, kemarin Cherly sudah melenyap kan 2 nyawa. Aku harus menyusul nya sekarang juga" ucap Vivi dengan tubuh bersiap siap untuk ber diri.
Plak plak plak
Adam memukul wajah istri nya sebanyak 3 kali tamparan.
"Kamu berani menolak ku, SAAT AKU INGIN HAH" ucap Adam dengan seringai dan langsung melepas sabuk yang dari kenakan.
Adam sangat benci pembangkang dan orang yang tidak nurut dengan nya.
Dia melepas kasar pakaian yang ada di tubuh istri nya. Lalu mencabik tubuh istri nya yang tanpa sehelai benang dengan sabuk yang ada di tangan nya.
Merah, darah , lebam. Sungguh mengenaskan tubuh Vivi yang sekarang terkapar di lantai.
Adam setelah melakukan nya ibadah wajib suami istri. Malah mendorong kasar tubuh istri nya ke lantai.
Tanpa rasa kasihan Adam memakai baju nya dan meninggal kan tubuh Vivi yang mengenaskan di lantai.
"Hiks hiks hiks. Kapan kamu menghargai ku mas" ucap bibi parau di tengah tangis nya. Dia berusaha berdiri walau pun itu sulit.
***
Naura pun masuk ke kelas yang untuk lomba matematika.
Sedang kan Gilang ke kelas untuk lomba kimia. Sedangkan vince lomba biologi. Jadi mereka ber tiga ber pisah ya guys. Kalau Aron sama Ronald jangan di tanya pisah atau nggak. Kan mereka ber dua atlet renang. Ya pasti lomba renang masak di kelas. Ya di kolam renang Lah.
Ruangan yang ada di gedung itu sungguh lebih besar dari pada ruang kelas Naura yang ada di SMA Nusa Bangsa.
Lomba pun di mulai saat beberapa guru dan pengawas membagikan soal untuk lomba yang di adakan.
Naura dengan semangat 45 buru buru ingin mengerjakan soal yang ada di depan nya.
Naura tersenyum miring saat dengan mudah nya dia mengerjakan soal soal itu. Bahkan dengan mata ter tutup.
Waktu yang di berikan oleh pengawas untuk mengerjakan soal matematika adalah 3 jam. Tapi Naura bisa mengerjakan semua soal hanya dalam waktu 2 jam saja.
Membuat Naura bisa keluar ruangan dengan ber nafas lega.
Dia jadi teringat akan suami nya.
"Liam saat ini mikirin aku gak sih? sebenar nya 4 hari pernikahan kita. Dia mulai suka atau cinta sama aku gak sih?" Gumam Naura ber tanya pada diri sendiri.