NovelToon NovelToon
Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:102.5k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Follow;
FB~Lina Zascia Amandia
IG~Deyulia2022
WA~ 089520229628

Seharusnya Syapala sangat bahagia di hari kelulusan Sarjananya hari itu. Namun, ia justru dikejutkan dengan kabar pertunangan sang kekasih dengan perempuan lain.

Hancur luluh hati Syapala. Disaat hatinya sedang hancur, seorang pria dewasa menawarkan cinta tanpa syarat. Apakah Syapala justru menerima cinta itu dengan alasan, ingin membalaskan dendam terhadap mantan kekasih?

Ikuti terus kisahnya dan mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Permintaan Dalam Rencana Arkala

     Laga meraba pipinya yang perih dan panas akibat tamparan keras Arkala. Dia tidak menduga kalau kejadian itu bakal dipergoki sang abang.

     "Gila Bang Kala, dia menampar pipiku sangat keras," gumamnya sembari berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.

    Tiba di lantai atas, mata Erlaga tertuju pada kamar yang ditempati Kala dan Pala. Ia penasaran dengan apa yang terjadi setelah kejadian di bawah tadi. Apakah ada pertengkaran atau hal lain yang membuatnya kembali mengetahui fakta sebenarnya.

     Kaki Laga sudah berada di depan kamar Arkala. Telinganya ia tempelkan di dinding pintu, mencoba mendengarkan apa yang sedang terjadi di dalam.

     Namun, sudah kurang lebih sepuluh menit Laga berada di depan kamar Kala, sepertinya tidak ada pertengkaran atau obrolan apa-apa di dalam. Laga kemudian melangkah dan menjauh dari depan kamar itu.

     "Sepertinya mereka marah dan diam-diaman," tebaknya sambil lalu.

     Sementara di dalam kamar Kala. Pria tampan itu duduk termenung di sofa yang sudah beberapa hari ini menjadi tempat tidurnya setelah menikahi Pala.

     Kepalanya menunduk menatap lantai, sementara Syapala masih berada di dalam kamar mandi. Kala menyesali kenapa Syapala harus bertemu dengan Erlaga tadi di ruang tamu? Seandainya dia memaksa mengantar atau mengikuti Syapala ke dapur, mungkin saja ia tidak akan melihat pemandangan yang membuat mata dan hatinya terluka.

     Ya, Kala terluka. Karena sejujurnya dia memang mencintai Syapala sejak pandangan pertama di Taman Cinta. Dan dia berjanji akan membuat Syapala mencintainya setulus hati.

     "Akan aku pastikan kata NAJISmu jadi LIKE IS. Lihat saja nanti, Dik. Sekarang aku harus bersabar, untuk mendapatkan hati dan cintamu," tekadnya kuat.

     "Kretttt."

     Suara pintu kamar mandi sedikit kasar perlahan terbuka. Syapala muncul di sana. Wajahnya terlihat basah, ia membasuh mukanya yang tadi pucat saat ketahuan Kala tengah berpelukan dengan Laga.

     Cahaya lampu terang dari lampu utama kamar, jelas memperlihatkan wajah lembab Syapala. Syapala sekilas menoleh ke arah Arkala. Dia merasa serba salah. Walau tidak ada cinta dalam dirinya untuk Kala, akan tetapi kejadian tadi membuatnya merasa bersalah, padahal itu bukan kemauannya.

     "Aku tahu, kalian masih belum bisa saling melepaskan. Tapi, harusnya kalian sadar diri dan tahu status masing-masing. Meskipun pernikahan ini tanpa inta, setidaknya kamu bisa menjaga diri dan sikap, bahwa ada hati yang harus kamu jaga," ceramahnya menusuk hati Syapala.

     Syapala menatap sekilas Arkala lalu mengalihkan tatap ke arah lain. Dia merasa Arkala sedang menudingnya tidak bisa menempatkan diri dengan status barunya ini. Syapala tidak terima begitu saja dengan tudingan Arkala.

     "Kejadian tadi sungguh di luar kendali saya, Abang. Kenapa Abang menuduh saya tidak bisa menempatkan diri dan posisi sebagai istri? Bahkan saya tidak tahu bakal bertemu dengan Erlaga tadi," ujarnya membalas. Hatinya panas menyala-nyala bagai api yang sedang membakar jiwa.

    Kala berdiri, lalu mendekati Syapala. Dengan tenang dia meraih tangan kanan Syapala lalu menarik tubuhnya lebih dekat.

     Posisi mereka kini dekat persis seperti tadi di bawah bersama Laga. Kemudian tangan kanan Kala meraih pinggang Pala. Mereka berdiri berhadapan saling menatap, seperti layaknya pasangan yang saling mencintai.

     Syapala terkejut, dadanya berdegup sangat kencang. Lalu matanya yang sempat menatap, kini redup dan ia alihkan ke bawah bersamaan kepalanya menunduk, berusaha menghindari tatapan mata Arkala.

     "Tatap abang, kita suami istri yang sepatutnya bisa saling tatap tanpa merasa kaku," ujarnya meminta. Tapi Pala tidak mengikutinya, dia diam terpaku. Gemuruh di dalam dadanya sulit diartikan, apakah gemuruh getaran rasa atau gemuruh kebencian. Arkala sungguh tidak bisa menebaknya.

     "Kita lakukan apa yang sepatutnya suami istri lakukan. Abang meminta dengan amat sangat," ujarnya seraya meraih wajah Syapala yang merunduk.

     Syapala menggeleng cepat, dia mengatakan dengan gelengannya bahwa dia belum siap.

     "Kenapa?"

     Arkala menatap kecewa.

     "Saya belum siap. Tolong, Abang mengerti perasaan saya. Bukankah pernikahan ini terjadi atas kesepakatan lalu di sampingnya ada sebuah perjanjian, yaitu tidak ada kewajiban saya untuk melakukan kontak fisik apapun dengan Abang? Abang tentu ingat dengan itu?" singgung Syapala mengingatkan kembali perjanjian lisan yang pernah mereka setujui.

     Kala tertawa kecil lalu melepaskan tangannya di wajah Syapala.

     "Perjanjian lisan yang sama sekali tidak ada kekuatan hukumnya. Malah Adik akan berdosa jika menolaknya. Ingat dosa!" tekannya seraya melepaskan Syapala lalu ia menjauh dan kembali menuju sofa.

     Syapala tertegun dengan kalimat terakhir yang Kala ucapkan barusan. Tandas dan penuh penekanan. Yakni, dia akan berdosa karena sudah menolaknya.

     Syapala kemudian menaiki ranjang dengan membawa hati yang bimbang.

     "Entah sampai kapan keadaan ini akan berakhir atau berubah?" bisiknya dalam hati. Tidak lama dari itu lamat-lamat Syapala tertidur, deru napasnya terdengar belum stabil.

     "Dia masih teguh dengan pendiriannya. Entah sampai kapan dia akan mencintaiku," gumam Arkala sedih.

     "Lebih baik aku lakukan saja rencanaku untuk membuat Laga cemburu dan benar-benar sakit hati lalu bisa melupakan Syapala. Bukankah dia mempunya tunangan, lalu kenapa masih harus mengejar Pala?"

     Ide itu kembali muncul, dan dalam waktu dekat sebelum sang adik benar-benar diberangkatkan Satgas, Kala harus meyakinkan bahwa antara dirinya dan Syapala saling mencintai dan menyatu.

**

     Pada malam selanjutnya, sebuah rencana itu telah disusun serapi mungkin. Arkala akan melibatkan Syapala, akan tetapi tidak memberitahukannya dulu.

     Jam sembilan malam setelah kedua orang tuanya memasuki kamar, Kala sengaja menahan Syapala untuk tetap berada di ruang tengah. Suara TV menjadi musik pengiring kehadiran mereka.

     "Di sinilah dulu sebentar, abang merencanakan sesuatu."

     Syapala tersentak, dia bingung dan penasaran apa yang direncanakan Arkala.

     "Apa yang Abang rencanakan?" tanyanya masih bingung.

     "Adik tentu tahu Laga mengetahui kalau pernikahan kita hanya kesepakatan?"

     "Iya, lalu?" Syapala penasaran.

     "Ikuti rencana abang. Kita buat Laga cemburu dan meyakini kalau kita saling mencintai. Hanya dengan cara begitu, dia akan percaya," ujar Kala masih belum jelas apa maksudnya.

     "De~dengan cara seperti apa maksud Abang?" Syapala semakin penasaran.

     "Kita tunggu Laga pulang, sebentar lagi dia datang. Pada saat dia masuk pintu, kita akan menjalankan rencana itu."

     Pala termenung, hatinya mendadak was-was dengan rencana yang masih terselubung Arkala.

     Jam di tangan hampir menuju angka 10 malam, Laga yang ditunggu baru saja terdengar pulang. Arkala bersiap dengan rencananya.

     "Lakukan ketika Adik melakukannya dengan Erlaga. Tentu Adik sudah pernah melakukannya bukan?" mohonnya dengan wajah yang penuh harap.

     Pala tidak menjawab, tentu saja ia pernah melakukannya sebatas berciuman dengan Erlaga. Tapi, kali ini dengan Arkala, abang dari seorang pria yang kini sedang dia benci dari pengkhianatan.

     Apakah Syapala mampu melakukannya?

     "Please," mohon Arkala lagi. Dan daun pintu ruang tamu sudah mulai terkuak.

     Gimana, apakah Syapala akan mengikuti permintaan Kala untuk memanasi Erlaga? Nantikan kisahnya di episode selanjutnya.

     Mau kalian apa coba? He he he....

1
Nar Sih
semoga niat mu dan rencana mu lancar ya arkala ,bisa dptkan hak mu sbagai suami yg sbnr nya semagatt arkala 💪semagat buat kak othor nya💪🥰
Ghiffari Zaka
semoga selamat dlm bertugas laga......
Ghiffari Zaka
lanjut Thor...AQ GK bs berkata2 lg😓😓😓
Ghiffari Zaka
rasain km Prita....lok hasil dr merebut itu GK akan bahagia....dan yg jls GK akan langgeng....
Ghiffari Zaka
paling tamunya si dokter ganjen itu🤭🤭🤭filing q sih iya,tp ya gak tau jg

.
Ghiffari Zaka
lok kala nya pasti iya iya aja,kan dia GK cinta,yg hrs tegas tu ya kala dong....
Ghiffari Zaka
laaaa tambah ada uler Keket yg GK punya muka ini,ingat woyyy km cowat loh,mosok GK ada etika,ah emboh lah Thor....sak karep mu.....😓😓😓
Ghiffari Zaka
terserah mu lah pala,AQ no komen,AQ dukung bang kala aja,nnt lok dia ud lelah sm sikap km ya AQ dukung cari yg lain,uhuyyyyyy,asyik ya kan bang🤭🤭🤭🤭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
apakah arkala berhasil?
Ghiffari Zaka
kelaut aja lah km pala...egois bngt ya....
ud bng cari yg lain yg GK kyk pala yg keras kepala itu😓😓😓
Ghiffari Zaka
eneg AQ lihat pala ni.....AQ sumpahin ya nnt kamu yg bucin akut sm kala,sabar bang kala,Allah pasti kabulkan doa q,eh author Deng maksdnya🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
nah kan mulai lagi keras kepalanya,dia ni keras kepala atau egois ya???
Ghiffari Zaka
hih awas ya pala,lok masih keras kepala tak tinggal lu ya....,ud di manis2 sin ttp getol aja GK bs terima😓😓
Ghiffari Zaka
waah hebat pala,beneran ikut dia🤭🤭🤭,la itu perasaan cemburu x.....syukur aja loh ada rasa gitu ..biar CPT cinta🤭🤭🤭
Aniza
lanjut lagi thooor
Ghiffari Zaka
GK Caya kakaynya AQ Thor...gak taunya cmn pala ni mau plng ke rumah ibunya tp nebeng,gak taunya nnt blng minta di turunkan di jalan....
ini yg bikin sakit thor
Aniza
semoga hubungan kalian baik2 aja
Aniza
thooor kok gitu sih,pala sendiri yg jauh sma satu tempat lagi ma laga,konflik jngan berat2 y thooor ngfak sanggup bacany,kala bkalan sedih ni dengar beritany,bisa2 kala bkalan berpikir pala ma laga clbk😁
Aniza
si laga mau pergi aku yg mewek😭😭😭😭 thooor,selamatin laga ya thooor daru kkb,laga juga butuh bahagia,sekama ini laga terlalu mudah diadu domba si dokter
dan suatu saat pala mau memaafkan laga thooor
Lina Zascia Amandia: Wkwkkw..... sedih juga ya...
total 1 replies
Aniza
mang kenyataan kek gitu thooor,kelakuan
pangkat ,jabatan sekolah pekerjaan blum tentu mencermin kan semua juga baik
thooor meski laga ngeselin,penghianat,bodoh jangan sampe laga gugur disaat satgas papua thooor,kasih juga lah laga jodoh thoor biar dirasakan si dokter prita sakit hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!