Candy seorang gadis lulusan SMK harus terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang CEO muda, Ezza. Lambat laun tanpa disadari cinta mereka perlahan tumbuh sampai lahirlah putra mereka Daffin.
Tetapi restu dari Ibu Ezza tak kunjung didapat sampai ahirnya Candy dijebak ibu mertuanya dan Ezza mempercayai hal itu. Karena merasa sakit hati, Ezza pun menyetujui calon yang dipilihkan ibunya untuk menggantikan posisi Candy sebagai istrinya.
Delima hadir menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ezza, tetapi ia hanya mengincar harta Ezza. Saat Ezza terjebak rekan bisnis hingga masuk penjara, Delima menjauh.
Saat itulah cinta mereka diuji. Candy yang berjuang demi keluarga besar Hadi Wijaya saat Ezza dipenjara. Ia pun yang memperjuangkan Ezza sampai ahirnya ia bisa keluar dari penjara.
Dengan segala ketulusan cinta Candy akankah mampu mengembalikan kasih sayang dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JERAT IBLIS
Happy reading all😘
.
.
Setelah keadaannya sedikit membaik, Candy sudah diperbolehkan pulang. Untung saja dokter Richard adalah dokter spesialis kandungan. Sehingga memudahkannya saat menangani kondisi Candy.
Spesifikasinya dalam menganalisa pasien patut diacungi jempol, apalagi ia termasuk salah satu dokter muda yang patut direkomendasikan dalam bidangnya.
"Sudah bersiap untuk pulang?" tanya dokter Richard yang baru sampai di ruang inap Candy.
"Hmm, udah lumayan dokter."
"Oh iya, tadi Tuan Hadi telepon, nanyain kamu, tapi aku minta maaf padamu karena telah lancang menjawabnya sesuai versiku."
"Gak apa-apa dokter, memangnya beliau bertanya apa dok?"
"Tadi beliau bertanya padaku, kenapa sampai jam segini kamu belum pulang, lalu tanpa meminta ijin dariku, aku menjelaskan semuanya pada beliau."
"Oh iya, gak apa-apa dok, terimakasih sebelumnya. Sepertinya telepon saya mati dok, baterainya low bat dari tadi."
"Ya sudah kalau begitu, mari saya bantu berdiri."
Dokter Richard siap memapah dan membantu Candy berdiri. Tetapi tangan Candy menepis tangan dokter Richard yang hampir menyentuh tubuhnya.
"Maaf dok, bolehkah saya minta tolong untuk mengambilkan sebuah kursi roda saja."
Meski sedikit kecewa, tetapi dokter Richard tetap berlaku lembut pada Candy. Bahkan ia semakin menunjukkan perhatiannya.
"Oh, iya, sebentar biar saya ambilkan."
Penolakan yang diberikan Candy memang terlihat terang-terangan, tetapi ia tetap sabar. Ia juga tau batasan untuk dirinya. Apalagi Candy masih berstatus istri sah Ezza. Ia pun tak mau bertindak gegabah.
Sesaat kemudian dokter Richard sudah kembali membawa sebuah kursi roda untuk Candy. Lalu ia pun membantu memapah Candy untuk bisa duduk diatasnya.
"Terimakasih dokter."
"Sama-sama."
Lalu ia pun mendorong kursi roda tersebut sampai di tempat parkir. Lalu setelahnya ia membantu Candy untuk masuk ke dalam mobil.
Kecanggungan kembali mereka ia rasakan ketika berada di dalam mobil. Hingga ahirnya demi mengusir kecanggungan itu, dokter Richard memutar mp3 nya di dalam mobil.
Kebetulan atau apalah, ternyata lagu yang ia putar mengisyaratkan keinginan hatinya yang tak pernah bisa ia ucapkan. Lagu dari musisi Yovie dan Nuno yang berjudul Janji suci menemani keheningan di dalam mobil itu.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Dengarkanlah, wanita pujaanku...
...Malam ini akan kusampaikan...
...Hasrat suci kepadamu, dewiku...
...Dengarkanlah kesungguhan ini...
...Aku ingin mempersuntingmu...
...'Tuk yang pertama dan terakhir...
...Jangan kau tolak dan buatku hancur...
...Ku tak akan mengulang 'tuk meminta...
...Satu keyakinan hatiku ini...
...Akulah yang terbaik untukmu...
...Dengarkanlah, wanita impianku...
...Malam ini akan kusampaikan...
...Janji suci, satu untuk selamanya...
...Dengarkanlah kesungguhan ini...
...Aku ingin mempersuntingmu...
...'Tuk yang pertama dan terakhir...
...Jangan kau tolak dan buatku hancur...
...Ku tak akan mengulang 'tuk meminta...
...Satu keyakinan hatiku ini...
...Akulah yang terbaik untukmu...
...⚜⚜⚜...
.
.
Candy yang memang menyukai lagu itu pun ikut bernyanyi karena memang lagu itu mempunyai sebuah kenangan indah bersama suaminya. Sesekali ekor mata dokter Richard memandang Candy yang masih asik bersenandung. Impian dokter pun melambung tinggi dan membayangkan hal yang indah-indah bersama Candy.
Sementara itu Candy semakin larut dalam pikirannya.
>>FLASH BACK ON
Dulu di awal perkenalan dengan Ezza, lagu itu secara tak sengaja berputar ketika ia sedang berada di dalam kamarnya. Sebelumnya, Candy memang menyukai saat-saat dimana ia memutar radio untuk menemani rasa lelahnya ketika sepulang kerja.
Kebetulan lagu itu sedang populer di masa-nya hingga hampir setiap hari diputar di radio. Membuat semburat merah itu selalu muncul di kedua pipinya ketika mengingat perlakuan lembut Ezza kepadanya.
Ezza memang cinta pertama Candy. Karena sedari masa sekolah, Candy tidak pernah tertarik dengan laki-laki dan hanya fokus pada studinya saja. Bahkan untuk berdekatan dengan lelaki saja ia tak berani. Padahal fisik dan wajah Candy sangat cantik meski tanpa polesan make-up. Hal itu juga merupakan sebuah keuntungan besar bagi Ezza, karena masuk di waktu yang tepat.
Kelembutan dan kasih sayang pada Candy mampu meluluhkan keraguannya pada suaminya itu. Hanya saja, entah kenapa ibu mertuanya tak pernah menganggapnya ada dan tak kunjung memberikan restu padanya.
>>FLASH BACK OFF
Candy pun mengusap wajahnya. Hal itu tak luput dari perhatian dokter Richard.
"Candy, kamu kenapa?"
"Eh, gak apa-apa kok dokter."
Tanpa diminta, dokter pun memberikan satu lembar tissu untuk Candy. Ia pun menerima pemberian dokter dengan malu-malu.
"Terimakasih dokter."
"Sama-sama."
.
.
Sementara itu di gubuk Ki Parto. Seperti biasanya, asisten-nya sudah memberikan makanan dan minuman untuk Delima. Beruntungnya sebelum ia masuk ke gubuk itu, ia telah menyihir Delima agar wanita itu tidak bertanya hal apapun padanya atau bahkan untuk menghindari kemarahan Delima.
Memang sejak ia disekap di gubuk itu, terkadang Delima suka berteriak sama seperti orang kesurupan. Mungkin itu efek dari kehamilannya bersama setan. Oleh karena itu, tanpa ia meminta ijin pun, Ki Parto akan tetap menyetujuinya.
TAP ... TAP ... TAP ...
"Permisi ..."
"Masuk ..."
"Ini makan siangnya."
"Terimakasih kak ..."
"Sama-sama mbak."
Tanpa mau bersinggungan lebih lama, ia pun segera pergi dari gubuk itu. Sedangkan Delima sudah memakan makanan yang diantarkan ke tempatnya tadi dengan sangat lahap.
Persis kayak orang yang tidak diberi makan selama seminggu. Entah kenapa meski sehari-harinya ia tidak melakukan kegiatan berarti, tetapi rasa lapar luar biasa selalu ia rasakan hampir setiap waktu.
Sementara itu di gubuk Ki Parto.
"Bagaimana, apa ia memakannya?"
"Iya kik, ia memakannya dengan sangat lahap."
"Beruntungnya dia tidak rewel."
"Iya kik, maaf saya permisi."
"Hmm ..."
Lalu sesaat kemudian asistennya itu pun pergi meninggalkannya sendirian.
.
.
"Hmm, kenapa makanan ini lezat sekali, ah aku jadi ingin nambah," ucap Delima dengan mulut yang masih ada sisa nasinya.
Sedangkan tangannya sudah penuh dengan buliran nasi bersama opor ayam cemani.
Ki Parto sengaja membuat Delima tinggal bersamanya sampai ia terpenuhi hasratnya untuk bisa mempunyai seorang keturunan. Ki Parto berbohong kalau bilang ia tidak tertarik pada kemolekan tubuh Delima.
Tubuh yang mulus dengan beberapa bagian tubuhnya yang padat dan berisi itu sangat menggoda iman Ki Parto selama bertapa. Hingga iblis jahat membisikkan hal itu padanya.
"Bertumbuklah dengan wanita yang sedang berada di gubukmu, hingga kau mendapatkan keturunan darinya. Maka setelah kau dapatkan keturunan itu, aku berjanji akan melipat gandakan kekuatanmu, ha ... ha ... ha ..."
Lalu bisikan itu segera menghilang. Hingga ahirnya setelah selesai melakukan pertapaan ia pun segera mengeksekusi Delima. Mata hati Ki Parto sudah menjadi buta. Bahkan ia pun sudah menjadi budak setan, tetapi nyatanya untuk kembali ke jalan yang benar saja sudah sangat lelah.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
Sambil nunggu novel saya up, boleh mampir di karya teman saya yuk
salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏🙏