NovelToon NovelToon
Sahabatku Istri Muda Papaku

Sahabatku Istri Muda Papaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: dheandra

Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.

Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.


SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epidode:32

Perjalanan menuju Apartemen Moza.

"Pak lebih cepat lagi ya" perintah Morena.

"Baik, Non" Si pengemudi mempercepat ke cepetnya. tidak makan waktu lama sampai di tempat tujuan. Moren keluar dari mobil melangkah kan kaki menuju lobby utama Apartemen.

Morena mengirim pesan teks.

Ting ting ting

"Moza gue sudah di lobby"

"Apa.! Terkejut membaca pesan masuk.

"Ada apa kamu dik?." tanya Angga penasaran.

Moza, melempar batal kursi ke wajah Angga lalu berlari-lari keluar.

Memencet tombol lift.

Ting.

Lift terbuka Moza masuk ke dalam Lift.

"Moren?" Moza menghamburkan pelukannya.

"Pak, pulang saja nanti jemput lagi" Teriak Morena.

Moza menggandeng Moren masuk ke dalam lift menuju kamar nya.

"Halo.., kakak kenalin ini sahabat ku nama nya Morena.

Angga mengulur kan tangan nya.

Di sambut Morena mengungkap kan tangan di dadanya. dikira Angga Moren menolak jabatan tangannya dan terjadi lah salah paham.

Awal pertemuan Morena dan Angga sangat tidak mengesankan kebaikan.

"Hai..., disini ada saya, tega sekali aku di cuekin." Sindir Angga.

"Ya sudah Morena kita ke kamar saja disini ada nyamuk yang menyebalkan"

"Apaan? menyebalkan" Angga kesal berlalu pergi meninggalkan Moza dan Morena.

"Sudah, Beb, tidak usah di pikirkan dia emang seperti itu."

Angga merasa kesal dan cemburu melihat ke keakraban Moza dan Morena. ia merasa di abaikan oleh Moza kedatanganya. Angga pun pergi menemui Merly di sebuah Restoran.

Pukul 8 malam. Moza dan Morena siap-siap Pergi mencari suasana malam ke tempat makan yang banyak di kunjungi.

Tiba di Restoran mewah terdapat Angga sedang makan malam bersama teman Wanita nya berambut pirang nampak cantik.

Moza menarik tangan Morena dengan cepat.

"Ada apa Moza pelan-pelan dong" Kata Morena yang tiba-tiba Moza menarik tangannya dengan paksa.

"Dor..!, Yeh makan sendiri saja tidak ajak-ajak."

"Wie is zij" Wanita cantik itu menggunakan bahasa Belanda siapa dia?."

"Hij is Mijan broer" jawab Angga dia adikku.

Disambut hangat oleh teman wanita Angga.

Moza menarik kursi dan untuk Morena dan duduk berdampingan.

"Je bent mooi met de hijab" kamu cantik sekali menggunakan hijab" Ucap Merly Memuji Morena.

Makan malam pun berlangsung sunyi tak ada suara hanya lantunan musik yang terdengar.

Disini Elsa selalu berdebat dengan Hendrik dia selalu salah di mata Elsa. perubahan sikap Elsa mulai terlihat mungkin Elsa stres memikirkan salah satu orang suruhannya yang tertangkap di tambah Hendrik sehabis cek ke dokter luka tersiram air panas tak kunjung sembuh dokter memvonis jika Hendrik terkena Gula disitu Elsa terlihat sangat panik.

"Ambil saja sendiri.!" Sahut Elsa ketus.

"Kalau aku bisa jalan tidak usah meminta bantuan kamu Elsa?" jawab Hendrik.

Elsa duduk santai sambil memainkan ponsel nya sesekali Elsa membalas pesan dari Angga.

Prang...!" bunyi gelas jatuh.

Elsa bangkit dari duduk nya.

"Apa-apaan sih mas..ambil gelas minum saja tidak bisa!"

Hendrik pun meneteskan air mata nya merasa tidak di hargai oleh Elsa.

"Pesan tiket pesawat besok kita kembali ke jakarta." kata Hendrik.

Terhentak Elsa mendengar kembali ke jakarta.

"Mas...Mas nanti saja ya aku masih ingin disini."

"Aku harus kembali ke jakarta. kalau kamu mau disini silahkan aku harus kembali agar ada yang merawat ku di sana"

"Ok..ok..ok.., Mas tenang dulu ya aku janji aku akan merawat Mas." Seketika luluh dengan ucapan Elsa.

"Aku tidak mau masuk penjara sial!, ternyata waktu itu pernikahan Susi dengan si Pengusaha kaya raya itu bukan pernikahan Morena.

"Kenapa bukan aku sih dengan pengusaha raya itu, kenapa harus nenek-nenek Peut itu!" gumam nya Elsa dalam hatinya.

"ok aku kan batal kan kepulangan kita tapi akan aku cari tau ada apa Elsa begitu ketakutan kembali ke jakarta." Gerutu Hendrik dalam hati.

Di Restoran Morena bangun dari duduk ia menyenggol meja gelas yang berisi air itu menyiram gaun yang di kenakan teman wanita nya Angga.

"Auw...!" Teriak Merly.

"Punya mata nggak sih!" Bentak Angga para pengunjung pun menengok ke arah ke gaduhan.

Morena yang baru pertama kali merasakan bentakan membuat mata Morena berkaca-kaca.

"Kakak apa-apaan sih?! tidak usah sampai bentak seperti itu Morena pun tidak sengaja."

"Bawa teman mu keluar dari ruangan ini!, kaka tidak undang kalian" Ucap Angga sambil menunjuk tangannya ke arah pintu keluar.

Moza pun menarik tangan Morena keluar ruangan.

"Maafkan kakak ku ya Mor dia emang seperti itu jika sedang tidak baik mood nya sebenar nya kak Angga itu baik sekali entah kenapa hari ini dia sangat buas seperti harimau.

Morena pun berlinang air matanya. Moza mengusap-usap punggung Morena.

"Jangan menangis lagi"

"Aku pamit pulang ya Moza,"

"Ya sudah aku hantar ya sampai tempat rumah Papa kamu,"

Morena menganggukkan kepalan Moza mengantar Morena sampai tujuan sampai depan gerbang Moza menghentikan Mobil nya.

"Moza masuk dulu yuk atau kamu mau bermalam disini."

"Nanti saja ya aku masih ada urusan" kata Moza.

"Baik lah aku turun ya."

Moza pun kembali ke tempat Apartemen nya.

Moza duduk di ruang tamu menunggu Angga pulang.

Celek

Morena menyalakan lampu ruangan.

"Kamu belum tidur?" Tanya Angga sambil melangkah ke kamar nya.

"Tunggu kak!"

"Ada apa. Kakak ngantuk mau tidur."

Angga sudah tau Moza pasti marah dengan Angga ia segera menutup pintu kamar nya Moza menerobos masuk ke dalam kamar Angga.

"Kakak seharusnya tidak memperlakukannya seperti itu dengan Morena jauh-jauh dari indonesia hanya ingin menemui ku harus nya kakak lebih menghormati sedikit"

Angga sedang berbaring menutup telinganya dengan batal. Karena tidak di hiraukan Moza keluar kamar Membanting pintu.

Jebret.!.

Jujur kakak marah dengan teman mu kamu tidak pernah keluar makan malam tiba-tiba kamu mendadak liar semenjak kedatangan teman mu!. batin Angga.

Angga belum mengenal siapa Morena kebencian Angga semakin menjadi dengan Morena.

Pada suatu ketika Morena kembali datang ke tempat Moza, hingga larut malam Moza minta Angga mengantar Morena pulang.

"Menyusahkan sekali kau!"

"Ya sudah kak tidak usah di antar biar Aku pulang naik taksi."

"Bagus lah kalau begitu jadi tidak usah repot-repot aku mengantar mu!"

Moza sudah terlelap tidur. Morena meraih tas nya lalu pamit pulang dengan Angga.

"Kak sampaikan dengan Moza kalau sudah bangun saya sudah pulang.

"Hem."

Sambil menunggu taksi Morena berjalan menyelusuri jalan raya.

Tiba-tiba kepikiran Morena ia mengambil kunci lalu menyusul Morena.

"Kemana gadis itu! menyusahkan sekali sampai ujung jalan Mata Angga memutar ke sana kemari mencari Morena sepertinya dia" gerutu dalam hati Angga.

Cittt..! "

"Auw...!"

"Hai gadis bodoh cepat naik.

Morena menggelengkan kepalanya

"Tidak usah kak. Biar saya naik taksi saja.

Mendengar Morena menolak ajakannya Angga keluar dari Mobil. Menarik tangan Morena dengan paksa

"Cepat Masuk"

"Lepaskan sakit kak tanganku" Hiks..hiks..hiks. Morena menangis terisak-isak mendapat perlakuan buruk dari Angga.

Angga pria yang baik entah kenapa dia kasar dengan Morena. Morena pun tidak mengerti apa kesalahan nya sampai Angga membencinya.

"Kenapa kaka begitu membenciku salah ku apa kak?." Hiks...hiks..hiks.

"Salah mu? kamu datang di kehidupan adikku buat dia berubah menjadi melawan ku mengerti? kau hanya gadis pembawa sial!"

"Astagfirullah..! Hentikan ucapan mu kak!" Ucap Moren teriak.

Angga pikir Morena adalah Elsa yang yang merebut Papa sahabat nya. Moza menceritakan nya dengan Angga kalau salah satu sahabat nya merebut papa sahabat nya. hanya saja Angga tidak tau yang mana sahabat Moza.

"Kau pergi ke Amsterdam lari dari kenyataan?"

Morena pun merasa ia memang lari dari kenyataan itu pun karena tak ingin menghadiri pesta pernikahan ilham.

"Ya... Saya lari dari kenyataan. Puas.!"

"Sahabat ku istri muda papaku." Tertawa Angga

"Stop.., kak ini rumah ku!" Ucap Morena ketus.

"Wah..!, wah..!, pria kaya mana lagi yang kau rampas?" Morena tak pedulikan ucapan Angga. ia membanting pintu mobil nya lalu Morena lari ke arah gerbang rumah nya.

"Pak..buka..,!" teriak Morena.

Angga sudah tidak ada di tempat.

"Non.., kenapa?" tanya si pengawal Jerry dan kamal.

"Tidak apa-apa." jawab Morena.

"Ah...., Apa saya serendah itu di mata pria sombong itu."

Morena melempar semua yang ada di kamar,

Prang...!.

"Nona..Buka pintunya." Jerry terus mengetuk pintu kamar Morena.

Pukul 8 pagi Moza bangun dari tidur nya melihat tidak ada lagi Morena di samping nya

pikir Moza Morena ada di ruang tamu.

"Morena..."

"Cari siapa?" tanya angga yang sudah siap berangkat ke kantor.

"Morena kak, Kemana dia?" tanya Moza.

"Sudah pulang dari tadi malam, Kakak yang hantar sampai rumah cowok baru nya."

"Apa kakak bilang tadi? cowok baru?

"Ia cowok baru"

"Astaga..! Kakak jaga ucapan kakak!"

"Emang gitu adanya kan" Ucap Angga sambil memasang dasi nya.

"Dia bukan wanita seperti itu kak!" bentak Moza.

Apa mungkin kakak kira Morena Elsa sampai segitu membenci Morena, Astaga ini salah ku tidak menyebut nama saat aku bercerita dengan kakak" Moza menepuk dahi nya.

"Kakak berangkat dulu ya Angga mencium kening Moza. yang masih diam mematung entah dari mana harus menjelaskan ke Angga jika Morena bukan lah Elsa.

"Tunggu kak aku mau ngomong sebentar"

"Nanti saja kakak buru-buru ada meeting."

Maafin aku Morena ini hanya kesalahan pahaman aku pasti bisa meluruskan kesalahan pahaman ini." dalam hati Moza.

Satu bulan sudah Morena di Amsterdam Morena niat kembali ke indonesia. ia merasa tidak betah di tempat baru nya.

Setelah Moza meluruskan kesalahan pahaman ini Angga berniat meminta maaf dengan Morena dan sekarang dalam perjalanan rumah Morena.

Tin..tin..tin.

Penjaga datang menghampiri mobil Angga.

"Cari siapa pak?" tanya si penjaga.

"Saya Moza. Moren ada kan pak?"

"Wah.., Non Morena baru saja pergi ke bandara kembali ke indonesia.

"Apa? sudah kembali pak sejak kapan?"

"30 menit yang lalu Non"

"Ok.., terima kasih pak"

"Ayo kak, kita kejar Morena ke bandara dia pasti sedih banget sama ucapan kakak."

"Jangan buat kakak makin bersalah"

Tiba di Bandara Moza berlari-lari mencari Morena.

Setelah bertanya di sekitar nya pesawat pun baru saja terbang Angga mendekati Moza yang masih tersendat-senat nafas nya.

"Pesawat yang di tumpangi moren belum lama terbang"

"Terlambat kita kak?"

Angga menganggukkan kepala

Moza dan Angga pun terlihat lemas saat tidak bisa menemukan Morena.

...----------------...

Terima kasih,like dan Rate juga komen nya yang Readers.🙏🙏

1
Rahmawaty❣️
Hrusnya klo ada kejadian atau apa nyebutnya astghfirullohaladzim thor bukan masyaAllah
Rahmawaty❣️
Jujur aja moza..nanti moren malah marah lho sma kamu krna km mlah sembunyiin berita ini
Rahmawaty❣️
Susi mending km ceraikn saja dlu tuh suami mu biar enak nnti klo deket sma laki² lain . Nnti yg ada dirimu yg disangka selingkuh
Rahmawaty❣️
Tulisannya tolong diperbaiki thor🙏🏻
Rahmawaty❣️
Iya tp ga sma bokapnya sahabatmu juga astaga😪
Rahmawaty❣️
Ah ank perempuannya cantiknya kebangetan gitu mlah ga di anggap . Istri dan anknya sma² cantik
Firgi Septia
heran dengan karakter moren boleh baik tapi jangan terlalu makanya dia dimanfaatkan sama eks padahal sdh jahat sekali, moren terlalu naif dan bodoh kalau karakter begini mungkin TDK ada di dunia nyata hanya di novel saja
Rosdiana Diana
lanjuttt thoorr
Dyah Shinta
Di part ini dan beberapa part sebelumnya aku kurang setuju.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
Hera Heriwati Siregar
si miza kpn dpt jodoh thor..,trus kpn penyesalan angga muncul.
Hera Heriwati Siregar
semua berganti suami,,jdi nambah trus tokoh2 baru.
F. A.
astagfirullah elsa kmu buta dengan keadaan yg sekrg,uang berlimpah,kebutuhan tercukupi,tapi itu semua menyakitkan dua hati wanita gak mikir ap,udh jdi pelakor,papa tmn sendri itu weeh...🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀
Dini Az
selalu ad pelakor.. kasihan morenanya..
Dini Az
satu kata thoor..
apik ceritane..
HIATUS: terimakasih kak🙏
total 1 replies
Dini Az
Bagus ceritanya g bertele tele..
lanjuut thoor
ARIS SUSAN
mudah"an cintanya Alfin tulus ke moren
ARIS SUSAN
karma mulai berdatangan satu persatu
ARIS SUSAN
kn ngga, baru kerasa kn kau, nyesel y ninggalin moren
ARIS SUSAN
hmmb
pelakor mulai muncul
ARIS SUSAN
wah...
bakal ad yg jadian nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!