NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Rahasia Darah Sang Ibu

Udara di dalam gubuk tua itu berbau kayu pinus yang terbakar dan ramuan herbal pahit. Di luar, badai salju menderu, menutupi jejak apa pun yang mungkin ditinggalkan oleh Xiao Yuan dan Yun’er. Suara kayu yang berderak di perapian menjadi satu-satunya melodi di tengah kesunyian Pegunungan Salju Abadi.

Xiao Yuan perlahan membuka matanya. Rasa sakit di punggungnya sudah mereda, berganti dengan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh aliran darahnya. Ia mencoba duduk, namun kepalanya masih terasa berputar.

"Jangan dipaksa, Nak. Kau baru saja melewati masa kritis di mana jiwamu hampir ditelan oleh bayangan nagamu sendiri," suara serak kakek tua itu terdengar dari sudut ruangan.

Xiao Yuan menoleh dengan waspada. Tangannya secara refleks mencari hulu pedangnya, namun ia menyadari pedang hitamnya bersandar di dinding, seolah-olah telah dijinakkan. Di samping tempat tidurnya, Yun’er tertidur lelap dengan kepala bersandar di tepi ranjang. Wajah gadis itu tampak sangat pucat, pertanda ia telah menghabiskan banyak energi untuk menenangkan Xiao Yuan tadi malam.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Xiao Yuan dengan nada dingin. "Bagaimana kau tahu tentang jiwaku?"

Kakek itu, yang sedang mengaduk kuali kecil berisi cairan berwarna perak, berhenti sejenak. Ia melepaskan tudungnya, menampakkan wajah yang penuh kerutan namun memiliki mata yang sangat tajam mata seorang pelayan setia yang telah melihat banyak tragedi.

"Namaku Gu. Tapi dulu, ibumu memanggilku Paman Gu," ucap sang kakek pelan.

Mendengar kata 'ibu', jantung Xiao Yuan berdegup kencang. Selama ini, ingatan tentang ibunya sangatlah kabur. Ayahnya, pemimpin klan Xiao yang sekarang entah di mana, selalu mengatakan bahwa ibunya meninggal saat melahirkannya. Namun, Xiao Yuan selalu merasa ada sesuatu yang disembunyikan darinya.

"Ibuku... kau mengenalnya?" suara Xiao Yuan bergetar, sebuah emosi yang jarang ia tunjukkan.

Kakek Gu berjalan mendekat, membawa secangkir teh herbal. "Ibumu, permaisuri Ye Ling, bukan berasal dari benua ini. Dia adalah putri dari Klan Naga Langit di Alam Atas. Dia turun ke dunia rendah ini bukan karena keinginan, melainkan untuk melindungimu."

Xiao Yuan tertegun. Alam Atas? Tempat yang hanya ada dalam legenda para kultivator tingkat tinggi?

"Kenapa dia harus melindungiku di sini?"

Kakek Gu menarik napas panjang, matanya menerawang ke masa lalu. "Karena kau lahir dengan Sumsum Naga Suci yang murni. Di Alam Atas, kekuatan itu dianggap sebagai berkah sekaligus kutukan. Ada ramalan bahwa seorang anak dengan darah naga murni akan meruntuhkan tatanan langit yang korup. Ibumu tahu bahwa jika kau tetap di sana, kau akan dibunuh atau dijadikan budak oleh para penguasa langit."

Kakek Gu kemudian merogoh saku pakaiannya dan mengeluarkan sebuah liontin perak berbentuk naga yang melingkar. Ia memberikan liontin itu kepada Xiao Yuan.

"Ibumu tidak meninggal, Xiao Yuan. Dia ditangkap dan dibawa kembali ke Alam Atas untuk menjalani hukuman karena telah melahirkan 'anak terlarang'. Dia meninggalkanmu di klan Xiao dengan harapan kau bisa tumbuh sebagai manusia biasa. Namun, takdir berkata lain. Kau adalah seekor naga, dan naga tidak akan pernah bisa disembunyikan di dalam kandang ayam."

Xiao Yuan menggenggam liontin itu erat-erat. Rasa dingin dari logam perak itu seolah menyalurkan sisa-sisa kasih sayang ibunya yang belum pernah ia rasakan. Kebencian di hatinya yang tadinya hanya tertuju pada Sekte Awan Langit, kini mulai merambah ke langit yang lebih tinggi.

"Jadi... semua penderitaanku, pengkhianatan Ling’er, dan pencurian sumsumku... apakah itu juga bagian dari rencana mereka?" desis Xiao Yuan.

"Mungkin tidak secara langsung," jawab Kakek Gu. "Namun, aura nagamu menarik orang-orang serakah seperti lalat menarik bangkai. Sekte Awan Langit hanyalah bidak kecil. Musuh yang sebenarnya adalah mereka yang mengurung ibumu."

Tiba-tiba, Yun’er terbangun dengan napas terengah-engah. "Yuan! Mereka datang!"

Xiao Yuan langsung berdiri, meski tubuhnya masih sedikit limbung. Ia bisa merasakan aura tajam yang mendekat ke arah gubuk. Itu bukan aura dari Sekte Awan Langit; aura ini lebih dingin, lebih teratur, dan berbau kematian yang murni.

"Organisasi Kerangka Hitam," gumam Kakek Gu dengan wajah pucat. "Mereka adalah pemburu hadiah paling mematikan di wilayah ini. Seseorang telah membocorkan keberadaanmu."

"Tetua Zhao dari Sekte Awan Langit," Xiao Yuan mendesis. "Dia tidak bisa membunuhku sendiri, jadi dia menyewa anjing-anjing ini."

Xiao Yuan mengambil pedang hitamnya. Meskipun energinya belum pulih sepenuhnya, kemarahan yang baru saja dipicu oleh cerita tentang ibunya memberikan dorongan kekuatan baru.

"Kakek Gu, bawa Yun’er pergi melalui jalan rahasia di belakang gubuk," perintah Xiao Yuan.

"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu lagi!" seru Yun’er, matanya berkaca-kaca.

"Dengar, Yun’er," Xiao Yuan memegang bahu gadis itu, menatap langsung ke matanya. "Aku bukan lagi mangsa. Aku adalah pemburu. Jika kau tetap di sini, aku akan memiliki kelemahan. Pergilah dengan Kakek Gu, aku akan menyusul kalian di kaki gunung."

Dengan berat hati, Yun’er akhirnya mengangguk. Kakek Gu menarik tangan Yun’er menuju sebuah lemari kayu yang ternyata adalah pintu menuju terowongan bawah tanah.

Setelah mereka pergi, Xiao Yuan berdiri di tengah ruangan. Ia memadamkan perapian, membiarkan gubuk itu jatuh ke dalam kegelapan. Ia memejamkan matanya, merasakan kehadiran tujuh orang yang mengepung gubuknya dari segala penjuru. Semuanya berada di Ranah Inti Emas.

"Tujuh ekor anjing untuk satu naga," Xiao Yuan bergumam pelan. "Sepertinya kalian sangat meremehkanku."

BOOM!

Dinding gubuk hancur berkeping-keping karena serangan energi dari luar. Tujuh pria berpakaian hitam dengan topeng tengkorak masuk, senjata mereka bersinar dengan cahaya ungu yang beracun.

"Xiao Yuan, menyerahlah! Kepalamu bernilai sepuluh juta batu roh dan satu Pil Kenaikan Tingkat!" teriak pemimpin mereka.

Xiao Yuan membuka matanya. Kali ini, tidak ada keraguan atau kegilaan di sana. Yang ada hanyalah ketenangan yang mematikan. Ia menghunus Pedang Keruntuhan Abadi, dan seketika, seluruh salju yang masuk ke dalam gubuk itu membeku di udara, seolah-olah waktu telah berhenti.

"Kalian ingin kepalaku?" Xiao Yuan tersenyum tipis, sebuah senyum yang akan menjadi hal terakhir yang mereka lihat. "Silakan ambil... jika kalian sanggup melewati neraka yang aku bawa."

Xiao Yuan menghilang dalam kilatan cahaya hitam. Babak baru pembalasan dendamnya baru saja dimulai, dan kali ini, ia tidak hanya bertarung untuk dirinya sendiri, tapi untuk seorang ibu yang sedang menunggunya di balik awan tertinggi.

Xiao Yuan menggunakan teknik terlarang yang diajarkan oleh liontin ibunya dalam sekejap, membuat ketujuh pemburu itu membeku menjadi patung es hitam. Namun, serangan itu memicu sinyal yang sangat kuat hingga menembus batas alam. Di Alam Atas, seorang pria tua yang duduk di atas takhta emas membuka matanya. "Darah pemberontak itu... dia masih hidup?" perintah pun turun: Kirimkan 'Panglima Perang Langit' untuk memusnahkan Xiao Yuan sebelum ia sempat tumbuh lebih kuat.

Bersambung.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!