Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 19 - SATU TAHUN DALAM SATU MALAM
Di ruang terdalam Reruntuhan Dewa & Iblis, udara seolah membeku. Fragmen Waktu melayang di depan dada Xiao Nan, berputar perlahan dan memancarkan riak cahaya biru yang mendistorsi ruang di sekitarnya. Di bawah bimbingan Finn, Xiao Nan telah menciptakan medan waktu di mana satu jam di luar setara dengan satu bulan di dalam.
Xiao Nan duduk bersila di tengah tumpukan Batu Energi Gelap dan Jantung Batu Iblis. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi gurat ketegangan.
"Mulai," bisik Xiao Nan.
Seketika, energi dari Fragmen Waktu meledak. Xiao Nan merasa jiwanya ditarik ke dalam pusaran tanpa akhir. Di dalam medan ini, ia mulai mengalirkan Sutra Bayangan Naga ke seluruh sel tubuhnya. Mengingat fakta bahwa ia memiliki Darah Dewa dari ibunya, Xiao Nan tidak lagi hanya sekadar berlatih; ia sedang membangkitkan garis keturunan yang selama ini disegel paksa oleh Keluarga Xiao.
'Bulan Pertama: Xiao Nan fokus pada pembersihan sisa-sisa racun dan energi kotor dari akar yang dicabut. Ia membiarkan energi hitam melahap sel-sel yang rusak dan menggantinya dengan struktur baru yang lebih padat.
'Bulan Keenam: Tubuh Xiao Nan mulai mengeluarkan keringat berwarna hitam pekat yang berbau amis—limbah dari sumsum tulangnya. Suara detak jantungnya kini terdengar seperti dentuman drum perang, bergema di seluruh ruangan. Berkat memori Qing Zhao, ia memahami bahwa untuk mengalahkan ranah Pembentukan Tulang, ia tidak bisa hanya mengandalkan Qi; ia butuh kepadatan fisik yang melampaui besi.
'Bulan Kesebelas: Terjadi perubahan drastis. Di dalam kegelapan, seekor naga hitam kecil yang terbuat dari energi murni mulai melilit tulang belakang Xiao Nan.
KRAK! KRAK!
Suara tulang yang patah dan menyambung kembali terdengar mengerikan. Xiao Nan tidak mengerang. Sebagai mantan bos mafia yang pernah bertahan hidup dari luka tembak tanpa bius, rasa sakit ini hanyalah bahan bakar. Tulangnya kini tidak lagi berwarna putih, melainkan hitam berkilat dengan guratan emas tipis ciri khas Tulang Naga Surgawi.
[Status: Ranah Pembentukan Qi tingkat atas... Terobosan Dua Ranah... Ranah Pembentukan Tulang Tingkat Rendah!]
Saat mata Xiao Nan terbuka di bulan kedua belas, ledakan energi hitam menghancurkan semua batu energi di sekitarnya. Meski secara fisik ia baru bermeditasi selama beberapa jam di dunia luar, tatapan matanya kini membawa beban pengalaman tempur selama satu tahun penuh. Ia berdiri, merasakan kekuatannya. "Xiao Ying, Patriark... saat kita bertemu lagi, kalian akan menyadari bahwa kalian tidak mencabut akar dari seorang sampah, melainkan membangunkan iblis."
Xiao Nan keluar dari ruang meditasi dengan jubah baru berwarna hitam legam yang diberikan oleh Yue Niang. Penampilannya kini lebih dewasa, auranya jauh lebih tajam dan berbahaya.
"Bos! Kau berhasil!" Finn terbang mendekat, merasa takjub dengan tekanan energi yang dipancarkan Xiao Nan. "Ayo berangkat," ujar Xiao Nan tanpa basa-basi. "Tujuan kita, Kota Terbuang Sepuluh Ribu Ras."
Perjalanan menuju Kota Terbuang memakan waktu dua hari melalui jalur tikus yang hanya diketahui oleh para penyelundup. Xiao Ruoxi, yang kondisinya sudah jauh lebih baik berkat pengobatan Finn, mengikuti di belakang bersama Yue Niang.
Saat mereka tiba di puncak bukit terakhir, pemandangan kota tersebut terbentang di depan mata. Kota Terbuang bukanlah kota biasa, itu adalah megastruktur yang dibangun di atas reruntuhan raksasa, dikelilingi oleh tembok tinggi yang terbuat dari logam hitam.
Di gerbang kota, berbagai ras terlihat berlalu lalang, Kurcaci yang membawa peti senjata, manusia-manusia liar dengan luka parah, hingga beberapa anggota ras Binatang yang memiliki tubuh setengah manusia.
"Ini adalah tempat di mana hukum tidak berlaku, dan hanya emas atau kekuatan yang bicara," Yue Niang menjelaskan sambil mengenakan kerudung untuk menutupi wajahnya. "Pelelangan Gerhana Hitam akan dimulai malam ini di Menara Tanpa Nama."
Xiao Nan menatap gerbang kota dengan seringai tipis. Ia meraba kantong penyimpanannya yang berisi barang-barang rampasan dari Sekte Arwah Gelap dan para Kurcaci. "Di kota ini, aku tidak akan menjadi Xiao Nan dari keluarga Xiao," ucapnya pelan. "Panggil aku Lord Shadow. Hari ini, kita tidak hanya akan membeli barang... kita akan mulai menanam benih ketakutan di pasar gelap ini."
Saat mereka melangkah masuk ke dalam gerbang, aroma alkohol, logam, dan darah menyambut mereka. Bagi Xiao Nan, ini adalah aroma rumah. Ini adalah dunia bawah tanah yang ia kuasai, dan ia tahu persis bagaimana cara memainkannya.
Di kejauhan, ia melihat kereta kencana mewah dengan simbol Keluarga Xiao baru saja memasuki area parkir khusus bangsawan. Tampaknya, Xiao Han dan beberapa pengikutnya juga hadir untuk pelelangan ini.
"Target pertama sudah terlihat," bisik Xiao Nan. "Mari kita lihat seberapa besar nyali mereka saat harta yang mereka incar jatuh ke tangan orang asing."