NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos

"Pak Aldi..." seru Aruna, Luna, dan Ayra secara bersamaan.

Bahkan mereka pun langsung berdiri dan menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat. Mereka sama sekali tak melihat kedatangan Aldi sehingga tidak menyambutnya. Aldi merupakan pemilik sekaligus CEO di perusahaan tempat Aruna, Luna, dan Ayra mengais rejeki. Laki-laki single berusia 35 tahun itu begitu pintar dan ambisius dalam mengejar sesuatu juga peluang. Saat Aruna keluar dari perusahaannya, Aldi sempat bingung dan stress. Alhasil dia meminta manager keuangan dari perusahaan cabang untuk pindah ke pusat sampai sekarang.

Aldi mengetahui Aruna sedang mencari pekerjaan dari temannya. Ternyata Aruna memasukkan lamaran di perusahaan temannya. Aldi pun langsung saja meminta temannya itu untuk tidak mengambil Aruna sebagai karyawan. Pasalnya dia yang akan meminta Aruna untuk kembali ke perusahaannya. Karena jabatan manager keuangan sudah terisi, dia punya ide untuk menjadikan Aruna sebagai asistennya. Terbukti baru dua hari menjadi asistennya, Aruna sangat cekatan dalam bekerja.

"Kalian santai saja. Saya hanya lewat, istirahat dan makan saja tidak apa-apa. Lagi pula pintu depan perusahaan ini juga pasti ditutup kalau jam istirahat," ucap Aldi sambil terkekeh pelan melihat raut wajah tegang dari ketiganya karena tak menyapanya. Perusahaan itu memang menerapkan bahwa saat jam istirahat, pintu utama akan langsung ditutup sehingga tidak ada tamu yang datang.

"Terimakasih, Pak." ucap Aruna sambil tertawa canggung. Bukan itu yang Aruna khawatirkan.

"Oh ya... Untuk daftar karyawan yang kurang berkompeten, besok lagi saja laporannya. Hari ini kamu ikut saya ke restorant. Ada client dari Prancis yang akan bekerjasama dengan kita. Maaf kalau terkesan dadakan karena client hanya punya waktu hari ini saja. Besok beliau harus segera kembali ke Prancis karena ada keluarganya yang tiba-tiba sakit," ucap Aldi menjelaskan tentang client mereka dari luar negeri kepada Aruna.

"Baik, Pak. Saya akan siapkan setelah selesai makan," ucap Aruna dengan cepat.

"Baik, Aruna. Saya duluan ke ruangan," pamit Aldi yang kemudian pergi dari meja resepsionis.

Ketiganya menghela nafasnya lega saat Aldi pergi. Yang mereka khawatirkan adalah Aldi mendengar ketiganya yang tengah bergosip. Apalagi mereka tadi bergosip tentang karyawan yang akan dipecat. Khawatirnya nanti Aruna malah dipikir akan memihak seseorang. Namun Aruna berpikir positif bahwa Aldi tidak akan menuduhnya macam-macam.

"Pak Aldi itu kan baik dan pikirannya positif, dia kayanya nggak akan mikir yang aneh-aneh. Lagi pula tadi kan aku hanya membahas tentang profesional," ucap Aruna dengan yakin.

"Kamu sih ngajakin kita bergosip, Aruna." ucap Luna menyalahkan Aruna.

"Kalian duluan ya yang tanya sama aku. Kan aku hanya menjawab," ucap Aruna tak terima jika disalahkan.

"Jangan saling menyalahkan. Ayo lanjutkan makannya, sebentar lagi istirahat selesai." ucap Ayra melerai perdebatan keduanya.

Mereka pun segera saja melanjutkan makan dengan cepat. Gara-gara kedatangan Aldi, mereka jadi harus buru-buru menyelesaikan makannya. Setelah selesai makan, Aruna segera kembali ke meja kerjanya. Dia menyiapkan berkas kerjasama yang seharusnya baru besok disiapkan. Pasalnya rencana bertemu dengan client, seharusnya dijadwalkan besok. Ternyata malah harus hari ini disiapkan secepat mungkin karena client ada urusan mendadak.

"Untung sudah aku pisahkan untuk pertemuan client esok hari. Jadi nggak pusing carinya," gumam Aruna sambil menghela nafasnya pelan.

"Aruna, apa sudah siap semuanya?" tanya Aldi yang tiba-tiba sudah berada di hadapan Aruna.

"Sudah, Pak." jawab Aruna sambil menghela nafasnya pelan. Dia terkejut mendengar suara dari Aldi.

"Ayo kita berangkat," Keduanya pun segera meninggalkan perusahaan untuk bertemu dengan client. Pemandangan keduanya yang berjalan berdampingan sambil membicarakan pekerjaan, terlihat aneh di mata Kafka dan Silvy.

"Itu Aruna nggak godain Pak Aldi kan, Mas? Kok kaya dekat sekali," tanya Silvy sambil membawa kardus berisi barang-barangnya.

Silvy memang belum meninggalkan perusahaan karena harus membereskan barang-barangnya. Kafka yang mengetahui kekasihnya dipecat pun ingin marah pada Aruna. Namun dia tersadar karena mendengar alasan Aruna memecat Silvy. Perempuan itu tidak bekerja dan hanya makan gaji buta.

Bahkan karyawan yang lain juga kesal karena Silvy mengalihkan pekerjaannya pada mereka. Jadi wajar saja kalau masalah itu ketahuan Aruna dan dia langsung memecat Silvy. Sekarang malah Kafka melihat Aruna yang bersama Aldi dan sangat akrab, membuat dia kepanasan. Apalagi Aldi jauh berada di atasnya.

"Jangan mikir aneh-aneh. Mereka murni bekerja makanya harus akrab. Lagian sebelum aku menikah dengan Aruna, mereka sudah saling mengenal. Jangan buat aku dalam masalah. Aku yakin setelah ini pasti aku dalam pantauan Aruna dan Pak Aldi. Kalau sampai aku bermasalah dan dipecat, hidupku akan berantakan." ucap Kafka yang saat ini langsung mengomeli Silvy.

"Kok kamu jadi belain Aruna sih, Mas? Aku dipecat gara-gara dia lho," omel Silvy pada Kafka.

"Ini semua gara-gara kamu sendiri yang tidak benar dalam bekerja kok malah nyalahin oranglain," ucap Kafka yang langsung meletakkan tas milik Silvy di atas kardus yang dibawa perempuan itu.

"Bawa aja sendiri tas dan barang-barangmu itu," lanjutnya yang kemudian pergi ke ruangannya.

Mas...

Mas Kafka...

Hiihhh...

Berisik. Jam kerja ini, bikin keributan aja.

Sialan kalian semua,

***

Aldi berjabat tangan dengan clientnya dari Prancis setelah kerjasama disepakati. Karena clientnya buru-buru, akhirnya dia segera kembali ke hotel. Aldi tersenyum puas melihat kontrak kerjasama yang ada di tangannya. Keberhasilan ini bukan hanya dari andilnya saja, melainkan Aruna juga. Pasalnya Aruna yang mempresentasikan pokok kerjasama dan menjawab pertanyaan dengan baik. Bahkan dia tadi malah hanya melihat saja, sedangkan Aruna yang bekerja meyakinkan client.

"Aruna, terimakasih atas semuanya. Kamu sangat luar biasa dalam presentasi. Padahal kamu mungkin baru mempelajarinya sekilas,"

"Ini mah kalau saya tinggal ke luar negeri dan ada meeting, perusahaan akan tetap aman. Ada kamu," ucap Aldi sambil terkekeh pelan.

"Pak Aldi terlalu tinggi memuji saya. Tadi saya juga hanya membaca dari proposal yang Bapak buat. Jadi sebenarnya sudah jelas ada di proposal," ucap Aruna dengan merendahkan dirinya.

"Enggak, ini beneran karena kamu kok. Pokoknya saya terimakasih sekali sama kamu, Aruna. Bonusmu akan cair hari ini juga. Tenang saja, ini di luar gaji bulananmu bulan depan." ucap Aldi dengan yakin.

Bagaimana tidak bahagia, kontrak kerjasama bernilai puluhan milyar berhasil didapatkan. Padahal teman-temannya pernah mengajukan kerjasama dengan perusahaan ini tapi ditolak. Ada pula sampai dicaci karena proposal ada yang salah. Sedangkan ini, walaupun proposal belum sempurna tapi Aruna bisa menjelaskan secara detail.

"Terimakasih banyak, Pak." ucap Aruna dengan mata berkaca-kaca.

Ibu... Ibu...

Eh...

1
PengGeng EN SifHa
Bau² temen duka bahagia bersama ini si cerrybell
Siti Nurjanah
nahhhh diapa apakah itu gavin?
E F
😄😄
lanjutttt😍💪
Dokkan Battle
Bacot tua bangka gendut gembrot
Siti Nurjanah
semoga gavin
E F
tq thor🙏😍
gavin ya thor😄💪
Muft Smoker
kak elii makasih buat up ny ,,

plong banget si kafka udh pergiii ,, akhirnya ny dy mikir juga buat cari kerjaa ,, kalo gx d usiiir pastii msh jd pengangguran truss Dy ,, 😂😂
Umi Rahmawati
semangat yaaa authorrrr, banyak yang menanti up muuu😍🙏
Penulis Eli: terimakasih kak 🙏😬
total 1 replies
Muft Smoker
tetangga kepo bertebaran dmna2 yx ,, gx d novel ,, gx d dunia nyata ,, 🥱🥱🥱🥱🥱
E F
?????
Muft Smoker
emnk dasar si kafka bisa ny gaya doank ,, tp gx bisa ap2 ,, kerja juga klo bukan Aruna Dy gx bakal bisa kerja dn dapet posisi enk ,,
aku
baru disini dah mertua dan menantu se'server 🤣🤣 plus cucu nya 🤣🤣
Muft Smoker
kompak ny mereka kn ,,
emnk tuh si kafka harus d ruqyah dluu ,,
trus d retur aj Nasya bpa mu tu ,,
tuker tambah ma yg baru🤭😉
aku
ngakak bgt 🤣🤣🤣
Muft Smoker
udh Silvy bobo dstu aj ,, gratis ini gx prlu bayar ,, tinggal nikmatin aj Silvy🤭
Muft Smoker
feeling seorang Ibu gx prnh salah
Quen air
firasat ibu selalu👍👍👍👍👍👍
sunaryati jarum
Tampar saja mulut Kafka, nyuri uangmu dari mana?
sunaryati jarum
Makin bersinar karirmu ,Aruna.Jangan lupa bersyukur agar berkah dan awet
E F
lanjuttt thor🙏😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!