NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangga

Pagi di kediaman Uchiha selalu diawali dengan aura kemewahan yang tenang namun mengintimidasi. Barisan mobil mewah berjejer rapi di garasi bawah tanah—mulai dari Range Rover Sentinel lapis baja, Maybach, hingga Ferrari merah milik Sasuke. Meskipun ketiga bersaudara Uchiha memegang kendali perusahaan legal klan tanpa mengotori tangan mereka dengan darah, kekayaan raksasa yang mendukung imperium itu murni ditopang oleh tangan dingin Yakuza di balik layar. Dan penguasa bayangan itu tidak lain adalah Hatake Kakashi.

​Yoona melangkah turun dari tangga kayu utama dengan gaya khasnya yang effortless dan classy bak Jennie Blackpink. Perpaduan crop tweed jacket hitam, celana high-waisted yang membentuk siluet tubuhnya secara sempurna, kacamata hitam Gentle Monster, dan tas Chanel edisi terbatas membuat penampilannya memancarkan aura old money yang tak tersentuh.

​"Kamu nggak berangkat bareng Sasuke?" tanya Kakashi sambil membukakan pintu penumpang belakang Maybach hitam beralur matte.

​"Nggak sudi," jawab Yoona singkat, memutar bolanya di balik kacamata hitam. "Mobil dia baunya kayak toko parfum pasar kaget. Lagipula aku males lihat tingkah konyolnya."

​Kakashi terkekeh halus. Sebelum Yoona masuk, tangannya yang terbalut sarung kulit merapikan sehelai rambut Yoona dengan gerakan yang sangat lembut—sisi hangat yang cuma ada saat mereka berdua. "Baiklah, Nona Muda. Kita lewat jalur belakang kampus seperti biasa."

​Beberapa meter dari gerbang utama kampus, Yoona turun di area yang cukup sepi agar tidak memancing perhatian. Namun, baru saja dia melangkah beberapa meter, deru mesin Ferrari merah membara meraung di area parkir VIP. Sasuke keluar dari mobil sport itu dengan gaya tengil, mengibaskan rambut dan langsung dikerumuni mahasiswa lain yang mengaguminya. Yoona hanya mendengkus dingin, berjalan melewati kerumunan itu seolah Sasuke hanyalah angin lalu. Mereka bertindak sepenuhnya seperti dua asing yang tidak saling kenal.

​"Nana! My princess!"

​Suara melengking bersemangat itu memecah ketenangan Yoona. Tachibana Lisa—satu-satunya sahabat terdekat Yoona—berlari kecil menghampirinya dengan senyum lebar. Berbeda dengan Yoona yang sedingin benua Antartika, Lisa adalah sosok yang sangat ceria, ekspresif, dan selalu menjadi garda terdepan untuk melindungi Yoona dari cowok-cowok kotor kampus.

​"Gila, outfit kamu hari ini makin gila cantiknya! Jennie Blackpink aja kalah ini mah," puji Lisa heboh sambil merangkul lengan Yoona. Matanya lalu melirik ke arah kerumunan Sasuke. "Tuh si Sasuke Uchiha mulai tebar pesona pagi-pagi. Jijik banget gue lihat cewek-cewek yang ngantre di sekitar dia. Mending jauh-jauh deh kita dari tebar racun si playboy kadal itu."

​Yoona cuma mengulas senyum tipis. "Sangat setuju. Ayo masuk kelas."

...----------------...

​Sementara di sudut lain kota, beberapa menit setelah mengantar Yoona, aura lembut pada diri Kakashi menguap tanpa sisa.

​Maybach hitam itu berhenti di sebuah gudang kontainer tua dekat pelabuhan—wilayah kekuasaan bawah tanah Uchiha. Kakashi melangkah masuk dengan setelan jas serba hitam, melepas sarung tangan kulitnya, dan menggantinya dengan pasangan baru. Di tengah ruangan yang remang, seorang mata-mata dari klan rival sudah terikat di kursi dengan wajah babak belur. Mata-mata itu mencoba menyusup ke jalur logistik perusahaan legal yang dipimpin Itachi.

​"Aku nggak punya banyak waktu," ucap Kakashi, suaranya membeku, jauh lebih dingin dari tatapan Yoona di kampus. "Adikku—maksudku, Nona Muda Yoona—ada kelas sampai jam dua siang. Kalau kalian mengganggu fokusku hari ini, aku pastikan keluarga kalian di kampung halaman tidak akan pernah tidur nyenyak lagi."

​Tanpa sedikit pun ragu atau rasa iba, Kakashi menarik pistol bersilencer dari balik jasnya. Dua tembakan tanpa suara merobohkan pria itu seketika. Bagi Kakashi, tidak boleh ada satu pun ancaman yang menyentuh imperium Uchiha maupun mengusik kehidupan tenang Yoona.

​Di balik kutukan reinkarnasi dan takdir yang belum mereka pahami sepenuhnya, Kakashi adalah perisai paling berdarah yang siap membantai siapa saja demi menjaga senyuman sang putri Uchiha.

...----------------...

Atmosfer lorong fakultas bisnis yang biasanya tenang mendadak riuh setiap kali dua ikon kampus itu melangkah berdampingan. Di sebelah Yoona, ada Lisa—putri tunggal dari keluarga konglomerat kolega utama perusahaan klan Uchiha. Tampil tak kalah high-fashion dengan gaya edgy-chic, Lisa adalah satu-satunya orang di luar garis darah Uchiha yang tahu seluruh rahasia Yoona. Mulai dari silsilah Yakuza yang menakutkan, posisi Yoona sebagai putri tersembunyi, sampai status Kakashi—Lisa tahu semuanya dan sama sekali tidak gentar. Bagi Lisa, Yoona bukan sosok berbahaya, melainkan sahabat tempatnya berbagi gosip dan kemuakan.

"Itu kembaran ketiakmu berulah lagi, Na," gumam Lisa sambil menyenggol lengan Yoona dengan siku, melirik ke arah area terbuka kantin.

Yoona menghentikan langkahnya sejenak. Matanya melirik dingin ke arah Sasuke yang sedang duduk dikelilingi tiga cewek berbeda. Sasuke tertawa lepas sambil merangkul salah satu gadis, sementara jemarinya mengocok kunci mobil sport dengan santai. Rasa mual langsung mengaduk perut Yoona. Tabiat playboy Sasuke yang hobi gonta-ganti cewek bagaikan baju bekas benar-benar bikin Yoona muak sampai ke tulang. Semua keluarga di rumah tahu tabiat buruk Sasuke ini, tapi melihatnya langsung di kampus tetap saja menguji kesabaran Yoona.

Dan celakanya, Sasuke sadar betul kalau Yoona sedang melirik ke arahnya.

Dengan cengiran konyol yang paling dibenci Yoona, Sasuke tiba-tiba berdiri, meninggalkan cewek-ceweknya begitu saja, dan melangkah lebar menghampiri Yoona dan Lisa. Sasuke paham aturan 'pura-pura asing' di antara mereka, tapi mengganggu Yoona adalah hobi nomor satu yang paling memuaskan baginya—terutama karena dia tahu caranya memancing emosi Yoona.

"Halo, Nona-nona cantik," panggil Sasuke dengan suara sok manis, sengaja menghentikan langkah tepat di depan Yoona. "Buku catatan mata kuliah tadi ketinggalan, boleh pinjam punyamu nggak?"

Dalam hitungan detik, puluhan pasang mata cewek-cewek penggemar Sasuke di sepanjang koridor langsung menancapkan tatapan membunuh ke arah Yoona. Bisikan-bisikan iri dan amarah mulai menjalar di antara fans fanatik Sasuke yang geram melihat idola mereka memburu perhatian cewek 'dingin' itu.

Yoona menyilangkan tangannya di dada, tatapannya menyapu Sasuke dari atas ke bawah dengan aura Antartika yang sanggup membekukan napas. "Gunakan otakmu, Sasuke. Jangan cuma dipakai buat menampung cewek-cewek tidak jelas."

Lisa di samping Yoona cuma terkekeh pelan sambil merotasikan matanya, sama sekali tidak takut pada aura tegang Sasuke. "Percuma ditanggapi, Na. Orang kayak gini kalau digigit anjing, anjingnya yang kena infeksi."

Cengiran Sasuke makin lebar melihat raut wajah Yoona yang makin membeku. Misi utamanya sukses besar: bikin Yoona jadi sasaran tatapan dengki seluruh cewek kampus. "Sinis amat, Nona Alexander. Awas nanti naksir," goda Sasuke sambil sok akrab menepuk bahu Yoona sebelum melangkah pergi sambil bersiul santai kembali ke komplotannya.

Yoona mengibaskan bekas tepukan Sasuke di jasnya dengan wajah jijik setengah mati. Berbeda jauh dari Sasuke yang kekanak-kanakan dan membuat risih, pikiran Yoona secara alami terlempar pada sosok Kakashi—pria dewasa yang selalu memperlakukannya dengan rasa hormat, kehangatan yang tenang, dan perlindungan tanpa syarat di balik bayangan.

"Si kampret itu beneran butuh disentil sama Kakashi," bisik Lisa sambil merangkul lengan Yoona, mengajak sahabatnya lanjut berjalan menuju ruang kuliah. "Biar kapok sengaja numpang tenar dan nimpalin fans-fans gilanya ke kamu."

...----------------...

Kehadiran tiga cewek itu di lorong parkiran langsung memotong jalan Yoona dan Lisa. Sakura—si ketua geng fans fanatik Sasuke—berdiri paling depan sambil menyilangkan tangan di dada, memandang Yoona dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan yang amat sangat tajam. Di belakangnya, Ino dan Rena menyunggingkan senyum sengak yang sama.

"Heh, Yoona Alexander!" tegur Sakura dengan suara melengking, sengaja bikin beberapa mahasiswa di sekitar situ menoleh. "Mumpung lagi sepi, gue mau ngasih tahu lu ya. Nggak usah sok jual mahal dan sok cantik di depan Sasuke! Lu tuh bukan siapa-siapa di kampus ini, cuma cewek sok misterius yang gatel pengen nyari perhatian!"

Yoona hanya berdiri diam di tempatnya. Wajah cantiknya benar-benar tanpa ekspresi—dingin bagaikan benua Antartika. Sesuai perintah tegas ayahnya demi keselamatan nyawanya dari musuh Yakuza, identitas Yoona sebagai anak perempuan klan Uchiha dan pemilik asli universitas ini tertutup rapat-rapat tanpa celah. Tidak ada satu pun orang di kampus ini yang boleh tahu silsilah darahnya, termasuk cewek-cewek gila di depannya. Yoona sengaja membiarkan dirinya dihina, membiarkan orang-orang menganggapnya hanya mahasiswi biasa.

Melihat Yoona cuma diam menatapnya datar, Sakura makin merasa di atas angin. Dia melangkah maju satu pijakan, menunjuk dada Yoona dengan muka sombong. "Nggak usah belagu lu! Lu tahu nggak, keluarga gue itu salah satu donatur terbesar di universitas ini! Sekali gue ngomong ke pihak rektorat, gue bisa bikin lu ditendang out dari kampus ini dalam semalam! Paham lu?"

Di samping Yoona, muka Lisa sudah merah padam. Tubuhnya sampai gemetaran karena harus menahan tawa campur nahan berak setengah mati. Perut Lisa mendadak mulas menahan tawa yang hampir meledak dengerin ocehan Sakura. Di dalam hatinya, Lisa cuma bisa menjerit gila: Bisa-bisanya remahan rengginang kayak lu pamer uang donasi di depan cewek yang keluarganya punya seluruh gedung, tanah, dan saham tunggal kampus ini! Ya Tuhan, tahan hamba-Mu ini supaya kagak ngakak di depan mukanya!

Yoona cuma menurunkan sedikit kacamata hitamnya, menatap Sakura tanpa berkedip selama tiga detik penuh, lalu menaikkan kacamatanya kembali. Dia bahkan tidak berniat mengeluarkan satu patah kata pun untuk membalas, benar-benar menganggap Sakura seperti debu yang lewat.

Tak lama kemudian, sebuah Range Rover hitam pekat berhenti mulus di tepi trotoar. Kakashi turun dengan setelan jas hitamnya yang rapi, melangkah mendekat tanpa sebaris kata pun demi menjaga kerapatan identitas Yoona. Dia hanya membukakan pintu penumpang belakang secara profesional ala pengawal pribadi.

Yoona melangkah santai masuk ke dalam mobil, meninggalkan Sakura yang merasa menang karena berpikir Yoona takut dan mati kutu denger ancamannya. Lisa menyusul masuk, dan begitu pintu mobil kedap suara itu tertutup rapat...

"BWAHAHAHAHA ANJIR! NA, GUE NGGAK KUAT!" Lisa langsung meledak tertawa sampai berguling di jok belakang, memegangi perutnya yang mulas. "Peeerut gue sakit banget, Na! Nahan tawa denger dia pamer 'donatur terbesar'! Dia nggak tahu lu kalau mau bisa beli rumah dia bareng silsilah keluarganya sekalian!"

Yoona cuma menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk, menyunggingkan senyum tipis melihat sahabatnya yang hampir kehabisan napas. Di spion depan, mata Kakashi melirik singkat ke arah Yoona dengan tatapan hangat yang selalu siap melindunginya dari balik bayangan.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!