NovelToon NovelToon
Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Duda / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Bulan madu Dan Kehamilan

Setelah Rizal dan Siska si selingkuhan masuk penjara karena kasus teror bangkai tikus dan pelemparan batu, hidup Una dan Pak Arya akhirnya benar-benar tenang dan damai tanpa gangguan lagi. Tidak ada lagi surat ancaman, tidak ada lagi batu yang dilempar ke jendela. Rumah mewah mereka dijaga ketat oleh 4 satpam dan 2 polisi yang berjaga 24 jam bergantian.

Kandungan Una kini sudah masuk 4 bulan. Perutnya sudah mulai terlihat membuncit dengan jelas seperti buah melon kecil. Kata dokter, bayinya sehat, detak jantungnya kuat, dan jenis kelaminnya kemungkinan perempuan. Una sangat bahagia mendengarnya. Ia selalu mengelus perutnya sambil tersenyum.

"Mas Arya, kata dokter anak kita perempuan. Kita kasih nama siapa ya Mas?" tanya Una suatu malam sambil berbaring di dada bidang Pak Arya.

Pak Arya tersenyum dan mencium kening Una. "Kalau perempuan, kita kasih nama Aisyah Mahendra. Aisyah yang cantik seperti ibunya, pintar seperti ayahnya."

Una mengangguk bahagia sampai menangis haru. "Namanya cantik sekali Mas. Terima kasih."

Untuk merayakan 1 bulan pernikahan dan juga untuk menghilangkan trauma Una akibat teror mantan suaminya, Pak Arya memutuskan untuk mengajak Una bulan madu ke Bali. Ini adalah bulan madu pertama Una seumur hidupnya. Dulu saat menikah dengan Rizal, ia tidak pernah diajak kemana-mana, bahkan ke pantai dekat rumah saja tidak pernah.

"Sayang, besok kita berangkat ke Bali selama 5 hari. Aku sudah pesan villa private pool yang paling mewah di Ubud. Hanya kita berdua saja, tidak ada satpam, tidak ada pelayan, hanya kita bertiga dengan calon bayi kita. Kamu mau kan?" kata Pak Arya suatu pagi saat sarapan.

Una terkejut dan hampir tersedak roti. "Bali, Mas? Naik pesawat? Aku belum pernah naik pesawat seumur hidupku Mas. Apa tidak mahal?"

Pak Arya tertawa gemas melihat kepolosan istrinya. "Untuk istriku tercinta, tidak ada kata mahal. Semua yang terbaik untuk kamu dan calon anak kita. Kamu hanya perlu cantik dan bahagia."

Keesokan harinya, mereka berangkat ke bandara dengan mobil Alphard. Una memakai dress hamil cantik berwarna biru muda dan kacamata hitam pemberian Pak Arya. Di bandara, banyak orang yang melihat mereka karena mereka terlihat seperti artis. Pak Arya yang tinggi, gagah, tampan, dan Una yang cantik natural meski hamil.

Di dalam pesawat business class, Una sangat takut dan memegang tangan Pak Arya erat sekali saat pesawat lepas landas. "Mas, takut Mas, rasanya seperti naik ayunan tinggi sekali."

Pak Arya memeluknya dan menenangkannya. "Tenang sayang, ada Mas di sini. Pejamkan matamu, bayangkan kita sedang terbang menuju surga kita."

Sesampainya di Bali, Una takjub melihat villa mereka. Villa itu sangat besar, ada kolam renang pribadi yang airnya hangat, pemandangan sawah hijau yang luas, dan kamar yang dihias dengan bunga-bunga.

Hari pertama, Pak Arya mengajak Una ke pantai Sanur. Una bermain air di pinggir pantai sambil tertawa lepas untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan menderita. Ia menulis nama "AISYAH" di pasir pantai.

"Mas, lihat, aku tulis nama anak kita di pantai Bali. Semoga dia sehat terus ya," kata Una sambil tertawa.

Pak Arya memotretnya dengan kamera mahal. "Cantik sekali istriku. Kamu seperti bidadari pantai."

Malam harinya, mereka makan malam romantis di tepi pantai dengan lilin-lilin kecil. Una makan ikan bakar dengan sangat lahap karena ibu hamil memang mudah lapar.

Hari kedua, mereka pergi ke Ubud Monkey Forest. Una awalnya takut dengan monyet, tapi Pak Arya melindunginya. Mereka tertawa bersama melihat tingkah lucu monyet.

Hari ketiga, adalah hari yang paling berkesan. Pak Arya mengajak Una spa khusus untuk ibu hamil. Tubuh Una yang pegal-pegal karena hamil 4 bulan dipijat dengan lembut oleh terapis wanita profesional. Una sampai ketiduran karena sangat nyaman.

"Gimana sayang, enak spa nya?" tanya Pak Arya setelah selesai.

"Enak banget Mas, baru pertama kali seumur hidup aku di spa. Terima kasih ya Mas, kamu suami terbaik di dunia," jawab Una dengan mata berkaca-kaca bahagia.

Di hari terakhir bulan madu, Pak Arya memberikan kejutan lagi. Ia mengeluarkan kotak kecil lagi, tapi kali ini bukan cincin, melainkan gelang emas putih bertuliskan nama "AISYAH" dengan berlian kecil di sekelilingnya.

"Ini untuk calon putri kita. Nanti kalau dia lahir, kita pakaikan gelang ini. Dan ini untuk kamu," Pak Arya memakaikan kalung berlian yang sangat indah ke leher Una.

Una menangis haru dan memeluk Pak Arya erat di tepi kolam renang villa. "Mas, kenapa kamu sangat baik sama aku? Aku cuma janda miskin hamil yang dulu diusir, tapi kamu beri aku segalanya."

Pak Arya menghapus air mata Una. "Karena kamu pantas mendapatkan segalanya, sayang. Kamu wanita kuat, tulus, dan sabar. Tuhan mengirim kamu untuk aku jaga. Aku janji akan menjaga kamu dan Aisyah sampai akhir hayatku."

Bulan madu 5 hari di Bali berakhir dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Una pulang ke Jakarta dengan perut yang semakin besar, hati yang semakin bahagia, dan cinta yang semakin besar untuk suaminya.

Di dalam pesawat pulang, Una bersandar di bahu Pak Arya sambil mengelus perutnya yang membuncit. "Mas, Aisyah nendang-nendang di perutku. Sepertinya dia senang habis liburan di Bali."

Pak Arya meletakkan tangannya di perut Una dan merasakan tendangan halus bayinya. Matanya berkaca-kaca bahagia untuk pertama kalinya merasakan menjadi seorang ayah.

"Hai Aisyah sayang, ini ayah. Ayah sayang kamu dan ibu. Cepat besar ya di perut ibu, ayah sudah tidak sabar bertemu kamu," bisik Pak Arya ke perut Una.

Penumpang di sebelah mereka tersenyum melihat kemesraan mereka. Una dan Pak Arya adalah contoh pasangan yang sempurna,

1
Moon Rabbit
mampus lahhh kalian wkwk
Una Lam: mampuskaann! 🤣mampus emng mantan! mkasih udah setia baca kak , jngan lupa like biar mantan ny makin menyesal!!
total 1 replies
Moon Rabbit
kebetulan Una sangat kebetulan sekali
Una Lam: aaa makasih bnyak kak moon rabbit 😭❤ jadi makin semngat nulis nya denger ini! mksih udah setia baca karya aku ya kak , sehat-sehat terus! Bab 7 lagi aku siapin, Doain una Ama arya Happy ending ya! 🙏🏼
total 3 replies
Moon Rabbit
tiba-tiba banget jatuh cinta 😭
Una Lam: nah kan! arya Emang ngak bisa bohong kalau udah tatapan ny gtu 😭 makasih udah baper bareng una ya kak! jngan lupa like ny ya! biar una ama arya makin lengket!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!