NovelToon NovelToon
Lily

Lily

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:574
Nilai: 5
Nama Author: Lili Pinarsih

Tuan!, kau masih saja ya setampan dulu, suara itu menyapa dengan senyum lembut .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Pinarsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Satoshi Katagiri berdiri di tengah ruang kendali kediaman sementara keluarga Katagiri di Jepang. Wajahnya tampak dingin, tetapi sorot matanya menyimpan kemarahan yang sulit dikendalikan. Di atas meja panjang di hadapannya, beberapa ponsel terus berdering, sementara layar komputer menampilkan laporan awal mengenai serangan yang menewaskan para penjaga dan menculik Lily.

Gelang milik Lily masih berada dalam genggamannya.

Benda kecil itu ditemukan di dekat terowongan rahasia, menjadi satu-satunya barang milik perempuan tersebut yang berhasil ia bawa kembali. Satoshi telah memeriksanya berkali-kali, seolah-olah dengan melakukan itu ia dapat memastikan bahwa Lily masih hidup.

Namun, kenyataan tidak berubah.

Lily menghilang.

Dan ia tidak mengetahui siapa yang membawanya pergi.

“Hubungkan aku dengan seluruh kepala keamanan Katagiri di Amerika,” perintahnya.

Seorang pria berjas hitam yang berdiri di dekat meja segera membungkuk.

“Baik, Tuan.”

“Bukan hanya kepala keamanan. Aku ingin seluruh unit investigasi, tim pelacak, ahli forensik digital, dan orang-orang yang memiliki jaringan intelijen di Jepang dikerahkan. Periksa setiap kendaraan yang melintasi jalur keluar dari kawasan hutan sejak pagi tadi. Telusuri rekaman kamera lalu lintas, pelabuhan, bandara, serta jalur pribadi yang mungkin digunakan para penculik.”

“Dimengerti.”

Satoshi menatap layar besar di hadapannya.

“Dan satu hal lagi. Jangan batasi penyelidikan pada Jepang. Aku ingin seluruh cabang Katagiri di dunia ikut membantu. Periksa jaringan kriminal yang memiliki kemampuan melakukan serangan sebesar ini. Cari tahu siapa yang berani menyentuh kediaman keluarga Katagiri dan membawa pergi istriku.”

Kata terakhir itu membuat beberapa orang di ruangan tersebut saling melirik.

Istriku.

Selama 3 tahun ini, mereka tidak pernah mendengar Satoshi menyebut Lily dengan sebutan tersebut di hadapan orang lain. Bahkan sebagian besar bawahannya tidak mengetahui bahwa lelaki yang memimpin kerajaan bisnis Katagiri itu telah menikah.

Satoshi sendiri tidak pernah mengizinkan siapa pun membicarakan kehidupan pribadinya.

Ia tidak pernah mengunggah foto pernikahan, tidak pernah menghadiri acara publik bersama Lily, dan tidak pernah memperkenalkan perempuan itu kepada rekan bisnisnya sebagai istri. Cincin pernikahannya bahkan telah ia lepaskan sejak malam pertama pernikahan mereka.

Bagi dunia, Satoshi Katagiri adalah seorang pengusaha muda yang tidak tersentuh skandal, pewaris kekayaan luar biasa, dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perekonomian global.

Tidak seorang pun menyangka bahwa di balik citra sempurna tersebut, ia memiliki seorang istri yang selama tiga tahun diperlakukannya dengan buruk.

Kini, perempuan yang selama ini ia sembunyikan dari dunia telah menghilang.

Dan Satoshi tidak lagi berniat menyembunyikan apa pun.

“Bawa semua laporan yang sudah dikumpulkan ke sini,” katanya. “Aku ingin mengetahui siapa yang mengatur serangan itu sebelum malam tiba.”

“Bagaimana jika pihak yang bertanggung jawab memiliki hubungan dengan organisasi kriminal besar, Tuan?”

Satoshi mengangkat wajah.

“Kalau mereka memiliki kekuasaan, gunakan kekuasaan kita. Kalau mereka memiliki uang, gunakan sumber daya kita. Jika mereka bersembunyi di balik jaringan yang tidak dapat disentuh oleh hukum biasa, temukan jalan lain untuk menjangkau mereka.”

Ia berhenti sejenak.

“Namun, dengarkan baik-baik. Aku menginginkan Lily kembali dalam keadaan hidup. Jangan mengambil tindakan yang dapat membahayakannya.”

Pria berjas hitam itu mengangguk.

“Dimengerti, Tuan Katagiri.”

Satoshi menatapnya tajam.

“Dan siapa pun yang menghalangi pencarian ini harus diperiksa. Aku tidak peduli seberapa tinggi kedudukannya.”

Perintah segera disebarkan.

Dalam hitungan menit, jaringan Katagiri di berbagai negara mulai bergerak. Para penyelidik di Amerika diminta meninggalkan pekerjaan mereka sebelumnya dan terbang menuju Jepang. Tim keamanan dari beberapa cabang perusahaan mengirimkan personel tambahan, sementara para analis mulai memetakan kemungkinan jalur pelarian para penculik.

Pencarian itu bukan lagi sekadar urusan pribadi seorang suami.

Pencarian tersebut telah berubah menjadi operasi besar yang melibatkan salah satu jaringan bisnis dan keamanan paling berpengaruh di dunia.

Akan tetapi, Satoshi memahami bahwa kekuasaan tidak menjamin keberhasilan.

Musuhnya telah mengetahui lokasi persembunyian Lily, membunuh para penjaga, dan mengatur penculikan dengan ketelitian yang menunjukkan bahwa mereka bukan kelompok amatir.

Mereka telah mempelajari kebiasaan keluarga Katagiri.

Mereka juga mengetahui bahwa Satoshi akan berusaha mencari Lily.

Pertanyaan terbesarnya adalah: apakah penculikan tersebut memang untuk merampas semua aset Lily dan warisan yang diwariskan ataukah ada tujuan lain yang jauh lebih berbahaya?

Satoshi belum menemukan jawabannya.

Namun, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan berhenti sampai menemukan Lily.

---

Pukul dua siang waktu Jepang, sebuah berita mendadak muncul di berbagai saluran televisi.

Pembawa berita yang mengenakan setelan biru tua menatap kamera dengan ekspresi serius. Di belakangnya, layar besar menampilkan foto Satoshi Katagiri yang sedang menghadiri sebuah pertemuan bisnis internasional.

“Berita terbaru dari dunia bisnis internasional. Satoshi Katagiri, pengusaha yang selama ini dikenal sangat tertutup mengenai kehidupan pribadinya, ternyata telah menikah. Informasi tersebut terungkap setelah sumber internal keluarga Katagiri mengonfirmasi adanya operasi pencarian besar-besaran terhadap seorang perempuan yang disebut sebagai istrinya.”

Pembawa berita itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Perempuan tersebut dikabarkan menghilang di Jepang. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkapnya ataupun alasan mengapa keberadaannya dirahasiakan selama bertahun-tahun.”

Layar televisi kemudian menampilkan foto Satoshi dari berbagai acara resmi.

Berita itu segera menyebar ke berbagai media internasional.

Satoshi Katagiri telah menikah.

Kalimat sederhana tersebut mengguncang dunia hiburan, bisnis, dan keuangan. Selama bertahun-tahun, kehidupan pribadi Satoshi menjadi bahan spekulasi media. Ia pernah dikaitkan dengan sejumlah perempuan dari keluarga kaya, tetapi tidak pernah mengonfirmasi satu pun hubungan tersebut.

Tidak ada foto pernikahan.

Tidak ada pengumuman pertunangan.

Tidak ada cincin yang terlihat di jarinya selama menghadiri pertemuan publik.

Bahkan beberapa orang yang pernah bekerja langsung dengannya mengaku tidak mengetahui bahwa ia memiliki seorang istri.

Kini, semua pertanyaan itu muncul secara bersamaan.

Siapa perempuan yang berhasil menikahi Satoshi Katagiri?

Mengapa ia disembunyikan?

Apakah pernikahan tersebut merupakan perjodohan bisnis?

Dan mengapa Satoshi mengerahkan begitu banyak sumber daya hanya untuk mencari seorang perempuan yang identitasnya bahkan belum diumumkan?

Dalam waktu singkat, nama Satoshi menjadi topik utama di berbagai platform berita.

Di Amerika, sejumlah wartawan mendatangi kantor pusat Katagiri Group. Di Jepang, kamera media berjejer di depan gedung perusahaan keluarga Katagiri. Para analis bisnis bahkan mulai berspekulasi bahwa hilangnya istri Satoshi mungkin berkaitan dengan perebutan kekuasaan di balik kerajaan bisnisnya.

Namun, tidak satu pun dari mereka mengetahui kebenaran yang sebenarnya.

Mereka tidak mengetahui bahwa Lily bukan sekadar istri seorang pengusaha kaya.

Mereka juga tidak mengetahui bahwa perempuan itu memiliki identitas lain yang selama bertahun-tahun disembunyikan dari dunia.

Yahiko Nariku.

Nama tersebut masih tersimpan dalam berkas rahasia yang hanya dapat diakses oleh segelintir orang.

Dan seseorang telah menculiknya karena alasan yang jauh lebih rumit daripada sekadar uang.

---

Di dalam kediaman Gento, layar televisi yang terpasang di ruang keluarga menampilkan siaran berita yang sama.

Gento duduk di sofa kulit berwarna hitam dengan satu kaki disilangkan. Di tangannya terdapat gelas berisi minuman, sementara beberapa dokumen tergeletak di meja.

Ia semula tidak terlalu memperhatikan siaran tersebut. Namun, ketika mendengar nama Satoshi Katagiri disebut berulang kali, ia mengangkat wajah.

Senyum perlahan muncul di bibirnya.

“Jadi, akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu kepada dunia, Satoshi Katagiri.”

Di layar, pembawa berita sedang menjelaskan bahwa seluruh cabang perusahaan Katagiri telah diminta membantu pencarian perempuan yang diduga merupakan istri Satoshi.

Gento tertawa kecil.

Tawa itu terdengar dingin dan penuh ejekan.

“Selama tiga tahun kau menyembunyikan keberadaannya. Kau bahkan tidak pernah mengenakan cincin pernikahan di hadapan publik. Sekarang, setelah perempuan itu menghilang, kau mengerahkan seluruh kekuatanmu hanya untuk menemukannya.”

Ia menyesap minumannya.

“Menarik sekali.”

Mike yang baru memasuki ruangan berhenti ketika mendengar perkataan tersebut. Ia melirik televisi, kemudian memandang Gento.

“Berita tentang Satoshi Katagiri sudah menyebar ke berbagai negara. Tim keamanan mereka mulai bergerak menuju Jepang.”

Gento mengangkat bahu.

“Biarkan saja.”

“Ini bukan masalah kecil. Jika seluruh jaringan Katagiri ikut campur, pencarian mereka bisa menjangkau tempat-tempat yang sebelumnya aman bagi kita.”

Gento meletakkan gelasnya di atas meja.

“Apakah kau menganggapku begitu ceroboh sampai tidak memikirkan kemungkinan itu?”

Mike tidak langsung menjawab.

Ia mengenal Gento dengan cukup baik untuk mengetahui bahwa lelaki itu selalu menyiapkan beberapa rencana sekaligus. Namun, penculikan Lily telah mengubah cara Gento mengambil keputusan. Ada kalanya ia bertindak bukan berdasarkan pertimbangan yang matang, melainkan karena dorongan emosional yang tidak ingin diakuinya.

“Bukan itu maksudku,” jawab Mike. “Aku hanya ingin mengingatkan bahwa Satoshi tidak akan menyerah dengan mudah. Jika ia mengetahui bahwa Lily berada di sini, ia mungkin akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya kembali.”

Gento tertawa sinis.

“Kalau begitu, biarkan dia mencoba.”

Ia menunjuk layar televisi yang kini menampilkan foto Satoshi dengan latar belakang gedung pencakar langit.

“Lihatlah dia. Semua orang menganggapnya sebagai lelaki yang tidak pernah kehilangan kendali. Seorang pengusaha yang mampu menggerakkan pasar, mengendalikan perusahaan besar, dan membuat para pemimpin dunia memperhitungkan pendapatnya.”

Gento memiringkan kepala.

“Namun, sekarang dia bahkan tidak mampu menjaga istrinya sendiri.”

Mike mengerutkan kening.

“Jangan meremehkannya.”

“Aku tidak meremehkannya. Aku justru ingin melihat seberapa jauh dia akan bertindak ketika menyadari bahwa kekayaannya tidak dapat membeli semua yang diinginkannya.”

Gento bangkit dari sofa dan berjalan mendekati televisi.

“Coba saja cari keberadaan istrimu, Satoshi Katagiri.”

Ia tersenyum sinis.

“Kerahkan seluruh anak buahmu. Gunakan semua uangmu. Hubungi semua orang yang pernah berutang budi kepadamu. Aku ingin melihat bagaimana seorang lelaki yang terbiasa mendapatkan segala sesuatu akan menghadapi kenyataan bahwa kali ini, ia tidak memiliki kendali.”

Mike memperhatikan wajah Gento.

“Apakah Anda berniat meminta tebusan?”

Gento menoleh, seolah pertanyaan itu menggelikan.

“Tebusan?”

Ia tertawa pendek.

“Untuk apa aku membutuhkan uangnya? Kekayaanku sendiri sudah cukup untuk membiayai apa pun yang kuinginkan.”

Mike terdiam.

“Dia telah membuat Yahiko menderita selama 3 tahun,” lanjut Gento. “Dia memperlakukannya seperti seseorang yang tidak memiliki pilihan. Dia mengira status sebagai suami memberinya hak untuk mengendalikan kehidupan perempuan itu.”

Tatapan Gento berubah tajam.

“Sekarang, untuk pertama kalinya, dia akan mengetahui bagaimana rasanya kehilangan kendali atas seseorang yang ingin dipertahankannya.”

Mike menghela napas.

“Jangan menyamakan tindakan Anda dengan keadilan. Anda juga telah merampas kebebasan Yahiko, anda tidak perlu beralibi bilang saja kalau anda terobsesi pada Yahiko.”

Gento tidak menjawab selama beberapa detik.

Kemudian, ia memalingkan wajah.

“Aku tidak membutuhkan ceramahmu.”

“Kalau begitu, setidaknya jangan sampai obsesimu merusak rencana yang sudah kita bangun selama bertahun-tahun.”

Mike mengambil salah satu dokumen di atas meja.

“Ada hal lain yang perlu Anda ketahui. Tim kita menemukan aktivitas mencurigakan di beberapa jalur komunikasi lama. Seseorang tampaknya berusaha mengakses informasi mengenai lokasi ini.”

Gento langsung menoleh.

“Dari pihak Katagiri?”

“Belum dapat dipastikan. Jejaknya sengaja disamarkan. Namun, pola aksesnya tidak sama dengan penyelidikan yang dilakukan tim Satoshi.”

Wajah Gento mengeras.

“Apakah mereka berhasil mendapatkan informasi tentang Lily?”

“Sejauh ini belum ada bukti bahwa mereka mengetahui lokasi kita.”

Gento terdiam sejenak sebelum memberikan perintah.

“Periksa semua jalur komunikasi. Ganti kode akses dan batasi informasi mengenai keberadaan Yahiko hanya kepada orang-orang yang benar-benar dapat dipercaya.”

Mike mengangguk.

“Baik.”

“Dan cari tahu siapa yang mencoba masuk ke jaringan kita. Aku tidak ingin ada pihak ketiga yang ikut campur sebelum aku menyelesaikan urusanku dengan keluarga Yahiko.”

Mike hendak meninggalkan ruangan ketika Gento memanggilnya kembali.

“Mike.”

Pria berkacamata itu berhenti.

“Pastikan Yahiko mendapatkan makanan dan perawatan yang layak. Jangan biarkan penjaga menyentuhnya atau mengancamnya tanpa izinku.”

Mike menatapnya dengan ekspresi sulit diartikan.

“Perintah itu tidak mengubah kenyataan bahwa Anda masih menahannya di sini.”

“Aku tahu.”

“Kalau begitu, mengapa tidak membebaskannya?”

Gento menatap Mike lama.

Karena ia takut Lily akan pergi.

Karena sebagian dirinya ingin mendengar Lily memanggil namanya tanpa kebencian.

Namun, tidak satu pun dari alasan tersebut keluar dari mulutnya.

“Pergilah, Mike.”

Mike akhirnya meninggalkan ruangan.

Gento kembali memandang televisi. Berita tentang pencarian Lily masih berlangsung, sementara gambar Satoshi terus muncul di layar.

Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa penculikan tersebut telah menarik perhatian yang jauh lebih besar daripada perkiraannya.

Namun, alih-alih merasa khawatir, ia justru merasakan dorongan aneh untuk melihat seberapa jauh Satoshi akan melangkah.

Ia ingin melihatnya kehilangan ketenangan.

Dan, jauh di dalam hatinya, ia ingin Lily mengetahui bahwa suaminya yang selama ini menyakitinya kini bersedia mengguncang dunia demi menemukannya.

Gento tidak menyadari bahwa keinginannya untuk mengendalikan kehidupan Lily telah membuatnya semakin menyerupai lelaki yang ia benci.

---

Sementara itu, di sebuah kamar yang terletak beberapa lantai di atas ruang kendali, Lily duduk di dekat jendela dengan kedua tangan terlipat di pangkuan.

Ia tidak mengetahui bahwa dirinya telah menjadi bagian dari pemberitaan internasional. Ia juga tidak mengetahui bahwa Satoshi telah mengerahkan seluruh jaringan Katagiri untuk mencarinya.

Yang ia ketahui hanyalah bahwa dirinya masih berada di bawah pengawasan Gento dan belum diizinkan bertemu dengan ayahnya.

Ia mencoba menyusun rencana berdasarkan sedikit informasi yang dimilikinya.

Ia tidak dapat melarikan diri tanpa mengetahui letak pintu keluar, jumlah penjaga, dan keadaan ayahnya. Ia juga tidak boleh mempercayai semua yang dikatakan Gento sebelum menemukan bukti.

Jika Gento memang saudara tirinya, mengapa keberadaannya tidak pernah diketahui selama bertahun-tahun?

Mengapa ayahnya tidak memberitahunya dan mengapa ibunya bungkam.

lalu mengapa dia tega membunuh ibunya sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus berputar di benaknya.

Tiba-tiba, terdengar pintu terbuka.

Lily berdiri.

Gento muncul dengan dua penjaga di belakangnya. Ia mengenakan kemeja hitam dengan lengan tergulung, sementara wajahnya tampak lebih serius daripada sebelumnya.

“Kudengar kau ingin menemuiku.”

Lily menatapnya tanpa mundur.

“Saya ingin melihat ayah saya.”

Gento menyilangkan tangan di depan dada.

“Apakah kau bersedia berbicara denganku terlebih dahulu?”

“Saya bersedia mendengarkan penjelasan Anda. Namun, saya tidak akan mempercayai semua perkataan Anda begitu saja.”

Gento mengangkat alis.

“Setidaknya kau mulai belajar bersikap realistis.”

“Saya tidak ingin berdebat. Saya hanya ingin memastikan ayah saya masih hidup dan mengetahui keadaannya.”

Gento memperhatikan wajah Lily. Perempuan itu masih tampak lelah, tetapi sorot matanya tidak lagi menunjukkan kepanikan seperti ketika pertama kali terbangun di kamar tersebut.

Ia mulai menyadari bahwa rasa takut tidak membuat Lily mudah dikendalikan.

“Baik,” katanya akhirnya. “Aku akan membawamu menemuinya.”

Mata Lily membesar.

“Sekarang?”

“Namun, ada syaratnya. Kau tidak boleh mencoba melarikan diri. Kau juga tidak boleh menyentuh penjaga atau melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirimu sendiri.”

Lily mengerutkan kening.

“Saya tidak pernah berniat menyakiti siapa pun.”

“Bagus. Kalau begitu, kita tidak akan memiliki masalah.”

Gento memberi isyarat kepada kedua penjaga agar menunggu di luar.

Sebelum melangkah menuju pintu, Lily menatapnya sekali lagi.

“Gento."

Lelaki itu berhenti.

Kemudian, ia membuka pintu.

Lily mengikutinya keluar kamar.

Ia belum mempercayai Gento. Ia juga belum mengetahui apakah pertemuan tersebut akan memberinya jawaban atau justru membuka luka yang lebih besar.

Namun, ia tidak akan membiarkan ketakutan menentukan langkahnya.

Di tempat lain, Satoshi sedang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menemukannya.

Di dalam kediaman itu, Gento sedang menyiapkan pertemuan yang mungkin mengubah arah dendamnya.

Dan jauh di bawah mereka, Suzuki Yahiko menunggu dengan tubuh terluka, tanpa mengetahui bahwa putrinya sedang berjalan menuju ruangan tempat dirinya ditahan.

1
⌓̈⃝𓆩ImAntifragile𓆪દᵕ̈૩
aku mampir, semangat upnya. tulisannya seruuu😍
mampir juga yuk kak ke new sc akuu😁
Lili Pinarsih: mkasih ya 🥰 aku jugaa udah mampir kok dicerita kamu😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!