NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Hendra duduk bersandar di tiang beton jembatan dengan tatapan mata kosong menerobos kegelapan malam yang pekat.

Ia teringat kembali pada masa lalu ketika ia masih memiliki segalanya dan memperlakukan Bima seperti pesuruh.

"Dulu... Bima selalu duduk di sudut ruangan itu tanpa pernah mengeluh sedikit pun," batin Hendra menyesal.

"Dan aku justru menendangnya keluar rumah saat dia paling membutuhkan seorang ayah..." lanjutnya dalam hati penuh kepedihan.

Air mata penyesalan yang sudah kering kini kembali menetes perlahan membasahi pipinya yang kotor berdebu.

Namun air mata penyesalan itu sama sekali tidak bernilai apa-apa lagi di hadapan takdir kejam yang mereka ciptakan sendiri.

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah namun tidak membawa kehangatan apa pun bagi tubuh Hendra yang melemah.

Hendra sudah tidak mampu lagi bangkit berdiri dari posisinya bersandar di tiang jembatan beton.

"Pa... bangun, jangan pura-pura tidur di situ!" gerutu Kevin menendang pelan kaki ayah tirinya.

Hendra tidak merespons sedikit pun, tubuhnya terkulai lemas dengan mata setengah terbuka menatap tanah berdebu.

Rina yang melihat hal itu langsung mendekat dan meraba leher suaminya dengan tangan gemetar ketakutan.

"Kevin... sepertinya detak jantung ayahmu sudah berhenti..." ucap Rina dengan suara bergetar pucat pasi.

Mendengar ucapan ibunya, Kevin membelalakkan mata kaget tidak percaya melihat kenyataan tersebut.

"Maksud Mama... ayah sudah mati?!" teriak Kevin histeris di bawah kolong jembatan yang sunyi senyap.

Kematian Hendra terjadi begitu saja tanpa ada isak tangis penyesalan yang tulus dari orang terdekatnya.

Mereka berdua hanya panik memikirkan bagaimana cara mengurus mayat Hendra tanpa uang sepeser pun di saku.

Berita kematian mantan direktur utama yang tragis di kolong jembatan itu akhirnya sampai juga ke telinga Bima.

Rian melaporkan kabar tersebut langsung di ruang kerja direktur utama dengan ekspresi wajah serius.

"Tuan Bima, Hendra dilaporkan meninggal dunia pagi tadi karena serangan jantung dan kelaparan di bawah jembatan," lapor Rian.

Bima yang sedang menandatangani dokumen penting menghentikan sejenak gerakan tangan pulpennya di atas kertas.

Ia terdiam selama beberapa detik sambil menatap keluar jendela kaca tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Apakah pihak keluarga meminta bantuan untuk pemakamannya?" tanya Bima dengan suara datar dan tenang.

"Rina dan Kevin kabur meninggalkan jenazahnya karena takut ditagih biaya pengurusan mayat oleh warga sekitar," jawab Rian.

Bima menghela napas panjang lalu meletakkan pulpennya di atas meja kerja yang tersusun sangat rapi.

"Tolong urus pemakamannya secara layak di pemakaman umum, jangan biarkan jenazahnya terlantar begitu saja," perintah Bima tenang.

"Baik, Tuan Bima, saya akan segera laksanakan tugas itu sekarang juga," jawab Rian patuh lalu pamit keluar ruangan.

Bima kembali menyandarkan punggungnya di kursi kulit mewah sambil menatap langit mendung di luar jendela besar.

"Akhirnya semua drama masa lalu ini benar-benar telah berakhir," batin Bima penuh kelegaan yang mendalam.

Hukuman terberat di dunia sudah dibayar lunas oleh orang yang pernah menghancurkan kebahagiaan keluarganya.

Kini saatnya Bima melangkah maju menatap masa depan cerah tanpa ada bayang-bayang kelam masa lalu lagi.

Proses pemakaman sederhana itu dilaksanakan keesokan harinya di pemakaman umum pinggiran kota yang tenang.

Tidak ada pelayat dari kalangan keluarga inti yang hadir mengantar kepergian Hendra ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Hanya ada beberapa petugas pemakaman umum dan Rian yang diutus langsung oleh Bima untuk mengawasi prosesi tersebut.

Bima sendiri memilih untuk tidak datang ke pemakaman itu karena ia merasa hubungan darah di antara mereka sudah terputus.

Ia berdiri di depan pusara makam mendiang ibunya sambil membawa sebucket bunga putih segar yang harum.

"Ibu, pria yang merusak hidupmu sudah pergi menyusul takdirnya," ucap Bima lirih di depan nisan sang ibu.

"Sekarang, aku bisa melanjutkan hidup dengan tenang dan menjaga semua warisan berharga yang ibu tinggalkan," lanjut Bima tersenyum tulus.

Angin berhembus lembut seolah memberikan restu dan ketenangan bagi jiwa pemuda yang kini telah membalas tuntas air mata ibunya.

Sementara itu, nasib Rina dan Kevin semakin mengenaskan setelah kematian kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab itu.

Mereka berdua terpaksa harus berpisah jalan karena tidak sanggup lagi bertahan hidup bersama di jalanan kota yang kejam.

Rina memutuskan untuk pulang kampung ke desa asalnya dengan menumpang truk barang secara diam-diam penuh rasa malu.

Ia tidak sanggup lagi menahan cemoohan dan tatapan jijik dari orang-orang kota yang mengenali wajahnya dari televisi.

Sedangkan Kevin memilih tetap tinggal di kota besar dengan menjadi pengamen jalanan di lampu merah perempatan jalan.

Anak manja yang dulunya terbiasa hidup mewah itu kini harus merasakan kerasnya bentakan preman jalanan setiap hari.

Setiap kali Kevin melihat mobil mewah berlalu-lalang di jalan raya, ia selalu teringat pada kamar mewahnya di masa lalu.

Namun semua penyesalan itu sudah terlambat karena roda waktu tidak akan pernah berputar kembali ke belakang.

Bima di sisi lain terus memimpin PT Cipta Sentosa mencapai puncak kejayaan tertinggi di tingkat internasional.

Perusahaan logistik warisan kakeknya itu kini menjelma menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia Tenggara.

Nama Bima dipuja-puja sebagai ikon pengusaha muda sukses yang inspiratif, cerdas, dan tidak kenal takut.

Meskipun ia sudah memiliki kekayaan yang melimpah ruah, Bima tetap mempertahankan sifat rendah hatinya yang tenang.

Ia tidak pernah menyombongkan harta kekayaannya kepada siapa pun, karena ia tahu betul bagaimana rasanya berada di titik nol.

Paviliun kecil tempat ia memulai kebangkitannya dulu tetap ia rawat dengan baik sebagai pengingat sejarah hidupnya.

Sesekali di akhir pekan, Bima suka menghabiskan waktu sorenya duduk di teras paviliun sambil membaca buku catatan lama ibunya.

Kotak kayu tua peninggalan sang ibu kini disimpan di brankas pribadi paling aman di lantai paling atas gedung perusahaannya.

Namun kenangan hangat tentang pelukan sang ibu semasa kecil tetap tersimpan abadi di dalam relung hatinya yang paling dalam.

Kehidupan baru yang damai, sukses, dan penuh makna kini sepenuhnya menjadi milik Bima seorang diri.

Kisah tentang anak tiri yang terlupakan kini berubah menjadi legenda sukses tentang kebangkitan seorang pemuda bermental baja.

Para pembaca di berbagai platform digital menyambut akhir dari arc pertama ini dengan ulasan pujian yang sangat luar biasa.

Mereka merasa puas melihat bagaimana penjahat mendapatkan balasan setimpal dan pahlawan meraih kemenangan mutlak yang adil.

Dan di ruangan kerjanya yang megah, Bima menutup laptop kerjanya sambil menatap senja sore kota dengan senyuman lebar.

Perjalanan hidupnya masih sangat panjang, namun babak tersulit dalam hidupnya telah berhasil ia lewati dengan sempurna.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!