NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32:Ikatan Suci di Atas Janji Setia

Hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh negeri akhirnya tiba. Pagi itu, langit Jakarta menyorotkan pendar keemasan yang hangat dan jernih, seolah alam ikut menyambut perayaan paling sakral bagi keluarga Aristha.

​Katedral megah di pusat kota telah disulap menjadi lorong keabadian. Wangi harum ribuan tangkai bunga mawar putih segar, baby’s breath, dan melati menguar lembut memenuhi udara. Lampu-lampu kristal gantungan memancarkan pendar cahaya syahdu yang memantul indah di atas karpet beludru putih yang membentang lurus menuju altar utama.

​Ratusan tamu undangan terhormat—terdiri dari jajaran pejabat tinggi negara, pengusaha mancanegara, hingga rekan-rekan terdekat—duduk rapi dengan raut wajah penuh haru dan hormat.

​Di depan altar, Reynand Aristha berdiri tegap. Pria itu tampak sangat tampan dan gagah luar biasa dalam balutan tuxedo kustom hitam berkerah satin buatan perancang busana ternama Italia. Garis rahangnya yang kokoh menegang pelan, sementara sepasang mata hitam pekatnya terkunci lurus ke arah pintu utama katedral. Aura dingin yang dulu menyelimutinya kini telah sepenuhnya luntur, berganti menjadi pendar ketegasan, rasa cemas, dan kerinduan mendalam.

​Dentang! Dentang!

​Lonceng katedral bergema indah membelah keheningan, disusul alunan lembut musik organik pernikahan.

​Pintu kayu raksasa katedral perlahan terbuka lebar.

​Napas Reynand seketika tercekat. Seluruh hadirin menahan napas seraya memutar tubuh mereka ke belakang.

​Aira Anindita melangkah masuk dengan sangat anggun. Gaun pengantin haute couture berwarna putih bersih bertabur kristal swarovski membalut tubuh indahnya secara sempurna. Ekor gaunnya yang panjang menyapu lembut karpet putih, dipadukan dengan veil Renda halus yang menjuntai menutup wajah bahagianya. Di leher jenjangnya, kalung berlian emerald warisan keluarga Aristha berkilau memesona.

​Di samping Aira, sang wali berjalan mendampingi dengan raut bangga dan mata berkaca-kaca. Setiap langkah kaki Aira terasa begitu berharga, seolah memutar kembali seluruh rekam jejak perjuangan, kepahitan, hingga keteguhannya berdiri di samping Reynand.

​Saat Aira tiba di depan altar, Reynand melangkah maju satu jengkal. Pria itu mengulurkan tangannya yang hangat.

​Aira meletakkan jemari lentiknya di atas telapak tangan Reynand. Sentuhan hangat itu seketika menyalurkan getaran emosional yang amat kuat di antara mereka berdua. Reynand membimbing Aira menaiki anak tangga altar dengan sangat hati-hati, seolah membawa permata paling berharga di muka bumi.

​"Kamu sungguh bidadari terindah dalam hidupku, Aira," bisik Reynand lirih dengan suara bariton yang sarat akan haru saat ia menyibak pelan veil pengantin Aira.

​Aira mengulas senyum tulus yang amat memikat, dengan binar air mata bahagia di sudut matanya. "Dan kamu adalah takdir terindahku, Reynand."

​Di hadapan penghulu, para saksi, Nyonya Rosalinda yang mengusap air matanya di barisan depan, serta seluruh hadirin, prosesi pengucapan janji suci pun dimulai.

​Dengan suara mantap, tegas, dan berwibawa yang menggetarkan seluruh sudut katedral, Reynand mengikrarkan ijab kabulnya tanpa keraguan sedikit pun:

​"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aira Anindita binti... dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."

​"Saksi? Sah!"

​"SAH!"

​Sorak kebahagiaan dan bisik doa mengudara. Nyonya Rosalinda tak sanggup lagi menahan tangis bahagianya, memeluk erat kerabat di sampingnya.

​Reynand kemudian meraih jemari Aira, menyematkan cincin pernikahan berlian murni di jari manis istrinya. Aira pun mencium punggung tangan Reynand penuh rasa bakti dan cinta sejati, lalu menyematkan cincin yang sama di jari manis Reynand.

​Reynand memegang kedua bahu Aira, mendekatkan wajahnya, lalu mendaratkan kecupan hangat dan dalam di kening Aira dalam waktu yang lama. Kecupan yang menyimbolkan perlindungan abadi, rasa syukur, dan cinta yang tak terbagi. Saat mata mereka kembali bertemu, Reynand memagut bibir Aira lembut, disambut riuh tepuk tangan meriah yang memenuhi seluruh penjuru katedral.

​Segala badai, intrik bisnis, dan ancaman musuh telah resmi tenggelam. Di bawah naungan takdir dan janji suci, Aira Anindita kini telah resmi menyandang gelar sebagai Nyonya Reynand Aristha.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!