NovelToon NovelToon
Tuhan,Izinkan Aku Berdosa

Tuhan,Izinkan Aku Berdosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: ulva k

Aku Laila, santriwati hafizah yang dianggap calon ustadzah. Malam itu, tangan yang biasa memegang tasbih merobek kerudungku di ruang khusus pondok. Aku lapor, aku malah diusir dan dibilang fitnah kyai.

Aku kabur ke Seruyan, melepas hijabku, dan menyamar jadi cewek nakal demi satu tujuan: membongkar topeng Kyai Rahman, sugar daddy berkedok agama yang sudah menghancurkan banyak santriwati.

"Tuhan, izinkan aku berdosa sekali saja, untuk membuka dosa orang suci."


Dengan HP jadul dan nyali yang tersisa, ia masuk ke dalam lingkarannya. Ia merekam, mengumpulkan bukti transfer, chat mesum berkedok dalil, dan daftar korban lain yang jumlahnya belasan.

Tujuannya cuma satu: naik ke panggung pengajian akbar yang dihadiri ribuan orang, dan memutar semua kebusukan itu di depan mata sang kyai.

Mampukah seorang santriwati yang sudah dilepas hijabnya mengalahkan seorang kyai yang dianggap wali?

Atau justru Laila yang akan hancur untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episod 7: MIE REBUS DINGIN DAN 4 NAMA BERDARAH

Azan subuh masih menggema di Seruyan. Jam 04.50 pagi.

Di kos pink pudar, aku dan Mami Asih belum tidur. Mangkok mie rebus sisa semalam sudah dingin, minyaknya menggumpal. Tapi kami tidak peduli.

Di HP Samsung retak Mami, ada 3 file. Itu senjata kami malam ini.

Video 1: 2 menit 18 detik. Ustadz Mahmud merayu Alia pakai koko putih.

Video 2: 3 menit 11 detik. Ustadz Mahmud telepon istrinya, bohong lagi itikaf di masjid padahal di hotel pakai handuk.

Foto 3: Pantulan chat WA Kyai Rahman di cermin kamar 203: "Hati-hati, itu mantan santri saya. Jangan sampai dia bawa bukti."

ditambah lagi ada 23 foto bukti korban pelecehan kyai Rahman.

Mami menatapku. Matanya merah karena tidak tidur, tapi menyala.

"Alia, kalau kita sebar sekarang, yang jatuh cuma Ustadz Mahmud. Kyai Rahman masih aman karna kita harus cari bukti bukti lain yang lebih kuat lagi untuk menghancurkan mereka.kalau kita gegabah Dia akan bilang itu fitnah. Anak hafizah nya yang nangis. Kita tidak mau itu."

"Lalu kita apakan video ini, Mi?" tanyaku. Tanktop hitamku masih kupakai, bau keringat dan parfum oud Ustadz Mahmud masih nempel.

Mami tersenyum. Senyum yang bikin bulu kudukku berdiri. Senyum pemburu.

"Kita peras dia. Kita paksa dia muntahkan semua teman munafiknya. Kita pakai video istrinya sebagai kunci."

Mami langsung ketik WA ke Ustadz Mahmud. Nomornya Mami dapat dari resepsionis Hotel Melati yang tadi malam Mami sogok 200 ribu.

Mami ketik:

Ustadz Mahmud, ini Mami Asih. Kafe Mawar.

saya punya beberapa vidio yang akan menghancurkan reputasi kamu,Tapi tenang!

Saya tidak akan sebar kalau Ustadz mau kerja sama. Saya cuma mau tau nama teman Ustadz yang sama seperti Ustadz. Yang pakai sorban putih siang, malam pesan LC di hotel. Tulis di kertas, foto, kirim ke saya jam 6 pagi ini. Kalau jam 6 lewat 1 menit tidak ada, video aib Ustadz

saya akan sebar keseluruh sosial media saya termasuk ke pondok Al-Hidayah biar semua orang tau kelakuan bejat seorang ustat dan kyai yang munafik berkedok agama itu !!

Kirim.

Centang dua biru. Langsung dibaca jam 04.52 pagi. Berarti Ustadz Mahmud belum tidur juga. Dia ketar-ketir.

Mengetik... berhenti. Mengetik... berhenti. Lama.

Jam 04.59. Satu menit sebelum batas.

Foto masuk.

Foto kertas sobekan dari buku tulis. Tulisan tangan gemetar, kena air, mungkin kena air wudhu atau air mata.

beberapa nama masuk

Aku dan Mami baca di lantai kos itu, dengan cahaya HP satu-satunya.

Kyai Rahman - Ponpes Al-Hidayah Sukamandang

Ustadz Mahmud - Masjid Besar Seruyan

H. Suryadi - Kepala Dinas Pendidikan Kuala Pembuang - Suka kamar 303 Hotel Melati

Kyai Abdullah - Wakil Pimpinan Al-Hidayah - Yang bikin surat gila Laila

sebenarnya banyak orang munafik yang sok suci itu ,tapi salah satunya ada ke 4 orang tersebut yang berhubungan dengan ponpes Al-Hidayah.

Tangan ku gemetar paling keras pas lihat nomor 4.

Kyai Abdullah. Yang tanda tangan surat keterangan gila aku. Yang bikin aku diusir se-kecamatan.

"Mi..." suaraku hilang. "

Mami peluk aku erat. Pelukan yang bikin tanktop hitam ku basah oleh air mata ku sendiri.

Mami ambil lipstik merah nya. Lipstik murah yang sudah hampir habis, yang dia pakai buat narik tamu di Kafe Mawar dulu.

Mami tulis ke 4 nama itu di dinding kos pink pudar kami. Besar-besar. Pakai lipstik merah. Seperti tulisan darah.

Satu-satu. Dari Kyai Rahman sampai kyai Abdullah.

Dinding pink pudar itu sekarang jadi dinding dendam.

Aku berdiri. Ambil kerudung hijau robek ku yang masih ku simpan di tas kecil. Kerudung yang dirobek di ndalem Pondok Al-Hidayah malam itu.

Aku bakar pakai korek api. Di atas mangkok mie dingin sisa semalam.

Api kecil. Bau kain terbakar.

Asapnya naik. Di asap itu, aku lihat Laila terakhir kali. Laila pakai gamis hijau, hafal Al-Baqarah, nunggu ibu telepon jam 6 pagi.

Lalu asap hilang. Yang tersisa di cermin kos itu cuma Alia. Tanktop hitam, rambut cat coklat ujung, bibir merah, dan mata yang tidak takut dosa lagi.

"Mami, besok target siapa?" tanyaku, suara ku bukan suara Laila lagi.

Mami tunjuk nama nomor 3 di dinding lipstik merah.

"H. Suryadi. Kepala Dinas Pendidikan Kuala Pembuang. Dia yang tanda tangan beasiswa pondok kamu dulu, kan? Dia juga yang kenal ibu mu. Dia langganan kamar 303 Hotel Melati. Besok dia check-in lagi. Resepsionis sudah kasih info ke Mami."

Darah ku berhenti. H. Suryadi. Orang yang ibu ku bilang "orang baik, yang bantu Laila dapat beasiswa tahfidz."

Ternyata...

Dunia memang sempit untuk orang munafik.

Malam ini Alia tidak bongkar aib siapa-siapa.

Malam ini Alia cuma bakar kerudung hijaunya dan tulis 4 nama pakai lipstik merah di dinding.

Tapi mulai besok, 4 nama itu akan ketar-ketir setiap dengar nama ALIA dipanggil di Hotel Melati.

1
Garrel
semngat laila💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!