Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mabuk Obsesi
Aluza kembali lagi bekerja di cafe Cemara setelah tiga hari lamanya ia tidak masuk kerja. Seketika Rayhan dan Mirah yang tadinya fokus pada pekerjaan mereka masing-masing lalu mereka menghentikan aktivitas mereka dan lebih memilih menghampiri Aluza yang baru saja masuk ke dalam Cafe.
"Hai Aluza! Kamu akhirnya kamu datang juga, kita udah rindu banget sama kamu," ucap Mirah dengan senyum ramah.
Rayhan juga menyusul dari belakang kasir, wajahnya tampak lega. "Kabar kamu gimana sih?tiga hari kemarin kamu nggak masuk dan juga nggak ngirim pesan apa-apa. Bahkan kami mengira kamu tidak masuk itu karena kamu marah sama kita karena tidak bisa memberi kamu bantuan untuk tempat tinggal sementara"
Aluza terkejut mendengar kata-kata Rayhan, kemudian segera menggelengkan kepalanya dengan tatapan penuh rasa minta maaf.
"Enggak begitu teman-teman... aku nggak pernah marah sama kalian kok,"
“Terus selama 3 hari itu kamu tinggal di mana..?"Tanya Mira.
“Aku..Aku balik kampung.."Ucap Aluza berbohong pasalnya selama 3 hari itu Aluza tinggal di rumah Bara, dan Hari kedua dan Hari ketiga Aluza tinggal di apartemen Bara.“Jadi di kampung aku tu susah sekali untuk mendapat sinyal, maka dari itu aku tidak masuk kerja dulu”
“Oh begitu... memangnya kampung kamu di mana Aluza...?"Tanya Rayhan penasaran.
“Kalau aku sebutkan kalian tidak akan tau, soalnya kampung ku itu ada di pelosok."
Rayhan dan Mirah hanya mengangguk saja meskipun ALuza tak menceritakan secara detail di mana letak kampung nya.“Tapi kamu tau tidak selama kamu tidak masuk kerja Mas Reza cari kamu terus loh, dia bahkan setelah habis melakukan jadwal penerbangan dia selalu mampir ke sini untuk cari kamu. Tapi kamu nya gak ada kabar bikin mas Reza khawatir"
Aluza menunduk dalam, ia merasa tak enak hati dengan Reza. Terlebih Bara meminta nya untuk berhenti saja dari cafe Reza dan kembali lagi bekerja di bandara tapi bukan sebagai Ob tapi sebagai supervisor.
****************
Bara memandangi foto profil ALuza yang tertera di ponselnya.Ia perlahan tersenyum sambil membelai wajah di balik layar ponsel.“Cantik sekali yah dia".Kemudian Bara menggelengkan kepalanya sendiri.“Ayolah Bara apa yang sedang kamu pikirkan, aku tidak mungkin kan jatuh cinta pada ALuza"
Sambil menghela napas pelan, Bara menutup layar ponselnya dan meletakkannya di atas meja tunggu Pilot kerja. Matanya kemudian menatap jendela ruangan itu yang menghadap ke jalan raya, tapi pikirannya masih tetap terfokus pada wajah Aluza dan juga pada malam yang itu.
Sebuah malam yang tak akan pernah Bara lupakan, yang mana malam itu untuk yang pertama kalinya Bara melakukan Bersama seorang wanita yaitu ALuza tapi di sisi lain ia masih teramat bersalah pada diri nya sendiri karena tak bisa lepas kontrol karena kecantikan Aluza seperti menghipnotis dirinya.
Sejak kejadian waktu itu Bara tak lagi bertemu dengan Aluza karena jadwal penerbangan nya yang bagitu padat tapi kemungkinan malam ini ia akan menemui Aluza di apartemen nya.Kemudian ia menyalakan ponselnya kembali dan menelpon seseorang.
Pintu ruangan tempat tunggu pilot terbuka dengan lebar menampilkan sosok Diva yang berjalan ke arahnya sambil sempoyongan.“Bara...rupanya kamu di sini sayang...aku sangat rindu kamu..kenapa kamu jahat sekali sama aku..padahal aku cinta sama kamu.."
“Di-Diva...
Diva mulai menghampiri nya seperti nya Diva dalam pengaruh alkohol.“Diva bisa-bisanya kamu minum saat masih jam kerja penerbangan...!"
"Aku begini karena kamu Bara.."ucap Diva sambil menundukkan pandangannya, langkahnya sedikit goyah saat ingin mendekap Bara lalu duduk di pangkuan Bara.
Bara tidak dapat menghindar saat tubuh Diva berada di atas pangkuan nya. “Diva apa yang kamu lakukan tolong menyingkir lah.."Teriak Bara.
"Jangan begitu serius dong sayang..." Diva tertawa lagi dengan nada melengking, lalu mencoba mengalungkan kedua tangan nya di leher Bara. "Aku cuma sedih aja karena kamu selalu sibuk dan jarang waktu buat aku. Padahal kita kan sudah bertunangan, tapi kamu malah lebih memilih wanita itu dari pada aku..!"
“Diva tapi aku sama sekali tidak suka kamu..jadi aku mohon kamu tolong lupakan aku.."
“Tidak bisa! aku tidak akan pernah bisa melupakan kamu Bara... karena aku sangat tulus...hiks hiks hiks..."
“Tapi terlalu obsesi bukan cinta Diva!"Bara mengeraskan rahangnya dan berusaha menyuruh Diva untuk menjauh dari pangkuan nya. Bara sangat takut ada yang melihat Dia dan Diva dalam keadaan seperti Ini.
Diva yang masih mabuk, tersenyum miring. lalu memajukan bibirnya pada bibir Bara.“Dengan begini kamu akan menjadi milik ku sepenuhnya Bara!"
"JANGAN!" Bara segera menoleh ke samping dengan cepat, membuat bibir Diva hanya menyentuh pipinya saja.
"Diva kamu sedang tidak bisa berpikir jernih karena mabuk!" ucap Bara dengan nada yang semakin tegas."Obsesi bukanlah cinta yang sehat. Kita memang dekat tapi aku tidak cinta kamu!"
Tiba-tiba saja pintu ruangan pilot terbuka kembali oleh seseorang.“Bara..Diva apa yang sedang kalian lakukan!"