NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.

Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan

Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Di Repotkan

Vina tersenyum kecut saat ia melihat kehadiran Aluza yang saat ini tangannya masih di genggam oleh Keyla.

Kakek menyapa Aluza sebelum wanita itu Duduk di kursi di antara Bara dan juga kakek.“Ayo Duduk sini, duduk dekat kakek.

Aluza tersenyum ramah dan melepaskan tangan Keyla dengan lembut sebelum berjalan menuju kursi yang ditunjuk kakek."Terima kasih banyak, Kakek," ujarnya dengan suara lembut saat duduk perlahan.

Kakek tersenyum hangat"Senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Aluza.

Pak Bayu mengangkat gelas tehnya sebagai tanda sapaan, wajahnya terpancarkan senyum yang hangat. "Selamat pagi, Aluza. Senang bertemu denganmu ya," ucapnya dengan nada ramah. "Keyla bilang kamu adalah orang yang waktu itu telah menolong nya. Kita sudah bertemu untuk kedua kalinya kan, tapi kali ini saya sudah sangat yakin jika kamu itu gadis yang baik.

Sementara itu, Vina masih tetap menyeringai dengan tatapan yang tidak terlalu ramah, sambil mengaduk-aduk teh di cangkirnya. Bara yang melihat ini segera memberikan tatapan pada mamanya. lalu ke Aluza dan mengambilkan sebuah piring.

“Kamu harus makan yang banyak yah sayang, kamu jangan perduli kan orang lain yang tidak suka kamu. intinya kamu fokus makan saja,"Ujarnya sambil mengambil mengambil 2 centong nasi goreng ke atas piring Aluza.

Aluza sedikit tersentak dengan sapaan "sayang" dari Bara,rupanya pria ini masih saja berakting di depan keluarga nya lagi padahal Aluza takut jika keluarga nya mengetahui jika Bara dan ALuza hanya Berpura-pura pacaran.

Sepiring nasi goreng dengan toping telur dadar dan sosis goreng di letakkan di hadapan Aluza.“Ayo makan nanti bilang saja kalau mau tambah,"titah Bara.

“Tidak Bara,ini sudah cukup!"

“Nanti habis makan kamu jadi kan mau pulang ke kontrakan kamu lagi!"Celetuk Vina.

“Maa apa-apaan sih, kontrakan kak Aluza itu masih terendam banjir. lagian tak masalah juga kalau kak ALuza tinggal sama kita kan sebentar lagi di bakalan Nikah sama kak Bara...

“Uhuuk..uhuuk..uhuuk....

Aluza seketika terbatuk, dan dengan cepat Bara segera memberikan Aluza segelas air minum.“Kamu baik-baik saja kan, sayang?” Bara melihat Aluza dengan wajah khawatir sambil menepuk perlahan punggungnya.

Aluza mengangguk pelan, masih sedikit kesusahan bernapas. “A-aku baik saja makasih, Bara."

Kemudian Vina melanjutkan kalimatnya lagi.“Ya ampun Bara, memang nya kamu serius mau menikahi wanita ini.Dia kan hanya seorang OB”Sindir Vina lagi.

Keyla terus membela Aluza.“Ma kak ALuza itu tidak lagi bekerja sebagai Ob sekarang kan kak ALuza bekerja di barista.."

“Diam kamu Keyla! dari tadi orang tua lagi ngomong jawab terus!"

Pak Bayu meletakkan sendok kembali ke atas piring dengan suara yang cukup terdengar, membuat semua orang langsung terdiam. Wajahnya tampak tegas namun tidak marah.

"ma, tolong jangan membuat keributan!" ucap Pak Bayu dengan suara yang rendah namun berwibawa. "Kamu sudah terlalu jauh dengan kata-katamu itu ma. lagian apa salahnya jika Bara bahagia dengan pilihan nya."

“Iya Vina, semua orang di sini sangat suka dengan ALuza, hanya kamu sendiri saja yang berbeda"Sambung Kakek.

Aluza menunduk dalam, matanya menatap lantai dengan penuh rasa bersalah. Tangannya terlipat rapat di pangkuannya, menggenggam ujung celananya hingga kusut.'Keluarga ini menjadi ribut pasti karena kehadiran aku,'pikirnya dengan hati yang hancur. 'Kalau saja aku tidak pernah menyetujui permintaan Bara untuk berpura-pura, semua ini tidak akan terjadi'

“Oh iya Bara, sepertinya aku harus kembali ke kontrakan sekarang. soalnya aku mau pindah dari kontrakan lama, dan barang-barang ku masih ada di dalam sana."Seruh ALuza memecah bela suara riuh antara Bara dan juga keluaga nya.

Seketika semua berhenti berdebat ketika melihat Aluza mulai berdiri.“Baiklah aku akan antarkan kamu ke sana yah,"Sahut Bara.

“Tidak Bara, aku sendirian saja. Kamu kan harus kerj__”

“Itu gampang Aluza, aku akan suruh orang lain untuk menggantikan jadwal penerbangan ku"

“Tidak usah repot-repot mengganti jadwal kerja kamu, Bara. Aku benar-benar bisa sendiri kok,” tegas Aluza dia merasa perlu segera pergi dari situasi yang semakin membuatnya terbebani.

Tapi Bara sudah mulai mengambil jaketnya dari sofa. “Sudah pasti aku akan mengantar kamu. Apalagi kontrakanmu baru saja terendam banjir, belum tentu kondisinya aman sekarang. Minimal aku bisa bantu bawa barang-barangmu juga kan?”

papa Bara segera menambahkan, “Betul Aluza biarkan Bara mengantarkan. Kalau ada yang perlu dibantu untuk pindah, bilang aja ya. Bisa saja kita suruh beberapa orang membantu kamu.bila perlu kamu suruh saja Aluza tinggal di apartemen kita yang satunya"

Aluza menggeleng pelan dengan senyum paksa. “Tidak usah om,saya sudah sudah cukup merepotkan keluarga om dan tante sampai sekarang. Aku bisa mengatasinya sendiri.”

“Sudahlah ka Aluza, lagian aku seneng sekali kalau kak Aluza tinggal di sini sama kita semua. tapi tinggal di apartemen kita itu juga lebih baik kok"Sambung Keyla.

Aluza tak punya pilihan lain selain mengangguk. Dia mengucapkan terima kasih dan pamit pada semua orang sebelum mengikuti Bara keluar rumah.

...----------------...

Saat mereka berada di dalam mobil dan mulai menjauh dari rumah, suasana awalnya sangat sepi. Aluza duduk di kursi sebelah kanan, menatap jalanan dengan wajah penuh pikiran. Bara fokus mengemudi, tapi sesekali ia melirik Aluza di samping nya.

Setelah beberapa menit, Aluza akhirnya membuka mulut dengan suara pelan. "Bara aku tidak bisa terus seperti ini."

Bara sedikit mengerem pelan dan melihatnya dengan tatapan penuh perhatian sebelum kembali fokus ke jalan. "Apa yang kamu maksud, Aluza?"

"Keluarga kamu begitu baik padaku... bahkan menawarkan aku untuk tinggal di apartemen kamu. Tapi semakin mereka menerima aku dengan hangat, semakin berat rasanya menyembunyikan kebenaran dari mereka," ucapnya sambil menekan bibirnya agar tidak bergetar. "Aku sudah memutuskan, Bara. Kita harus segera memberitahu mereka bahwa kita hanya berpura-pura pacaran. Aku tidak bisa lagi membuat mereka mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi."

Bara terdiam sejenak, kedua tangannya masih menggenggam setir dengan erat. Kemudian dia menghela napas panjang. "Aku tahu aku juga sudah berpikir tentang hal yang sama.Tapi aku khawatir bagaimana mereka akan bereaksi jika tau kebohongan ini.

"Aku tahu itu akan menyakitkan hati mereka," sambung Aluza dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Tapi lebih baik memberitahu mereka sekarang dari pada membuat mereka kecewa lebih besar nanti, bukan"

Aluza mendengar dering ponselnya yang tiba-tiba berbunyi. Dia cepat-cepat mengambilnya dari tas dan melihat nama yang muncul di layarReza.

"Reza...

Aluza mengangguk pelan sambil menatap ponsel sebelum mengangkat panggilan dari Reza.“Dia kenal kamu, katanya kamu adalah sepupu nya." kemudian Aluza menjawab panggilan dari Reza di dalam mobil Bara.

"Halo mas Reza?"

“Mas.."Bara merasa geli sendiri ketika Aluza menyerukan panggilan "Mas" saat menerima telepon dari Reza, seorang sepupu yang menyebalkan baginya.

"Aluza! Akhirnya kamu mau menjawab teleponku juga ya!" suara Reza terdengar cukup keras dari ujung ponsel. "kamu ada di mana? Aku sudah mencari kamu dari beberapa hari yang lalu."

"Maaf mas Reza, aku baik-baik saja kok"

“Aluza kenapa kamu tidak menelpon aku jika kamu sedang dalam kesulitan.."

“Maaf mas Reza, sebenarnya aku tidak ingin terlalu banyak merepotkan mas Reza yang sudah terlalu baik sama aku"

 

“Hey ayolah Aluza, kamu sama sekali tak merepotkan aku. Tapi sekarang kamu tinggal sama siapa apa kamu tinggal di tempat teman mu itu Diana"

“Kamu tenang saja Reza, Aluza semalam aman bersama ku!"Sahut Bara tiba-tiba yang membuat Reza di ujung telepon sana seketika terdiam.

“Bara...kau kah itu..?"

1
anggita
mampir ng👍like sana iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Elzaluza2549: terima kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!