bekerja di sebuah perusahaan besar tentunya sebuah keinginan setiap orang. bekerja dengan nyaman, lingkungan kerja yang baik dan mempunyai atasan yang baik juga.
tapi siapa sangka, salah satu sorangan karyawan malah jadi incaran Atasannya sendiri.
apakah karyawan tersebut akan menghindar dari atasan nya tersebut atau malah merasa senang karena di dekati dan disukai oleh Atasannya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman Dua Puluh Lima
***
Dihari kedua Laudya sakit, ia masih berdiam diri di dalam kamar. bahkan dari kemarin belum sempat keluar kamar selain saat ia pergi berobat, setelah itu tidak keluar-keluar lagi.
Laudya baru selesai sarapan dan meminum Obat, ia juga mendapatkan info dari Ibu nya. dimana selama Laudya sakit Bu Mayang tidak akan menerima Orderan.
Bu Mayang baru saja pamit untuk mencuci Pakaian dan beres-beres rumah, Laudya di larang untuk tidur karena masih pagi.
“Kok ga ada, katanya mau kesini lagi.” Gumam Laudya.
Laudya menggelengkan kepalanya, “Kenapa jadi berharap gini sih. Mungkin Mas Maxim lagi banyak urusan.”
Dari tadi perasaan kurang nyaman dan selalu tertuju kepada Maxim, entah kenapa ia sangat berharap kalau Maxim akan kembali datang.
Dan ternyata sampai sekarang sudah jam setengah delapan pagi, belum ada tanda-tanda Maxim datang. Bahkan sekedar mengirim pesan pun tidak.
Baru kali ini Laudya terus memeriksa Hp nya, biasanya ia sangat cuek dengan benda pipih itu.
Laudya kembali menaruh Hp nya di atas nakas, kemudian ia mengambil Laptop nya hanya untuk melihat-lihat judul Drama Mana yang belum sempat ia tonton.
“Ternyata banyak drama baru, seperti nya yang Zombie dulu deh di tonton nya.”
Laudya mengklik Drama tersebut, walaupun badannya kurang sehat dan masih agak Deman. Tapi bukan berarti ia juga jadi tidak bertenaga untuk melihat Drama.
Sudah di kasih tahu bukan, kalau Laudya ini orang nya memang beda sama orang-orang yang lagi sakit.
Bisanya orang yang lagi sakit itu lumayan tidak ada Mood mau melakukan apapun, kalau Laudya tidak seperti itu.
Laudya memang tubuhnya lemas dan tidak bertenaga, tapi bukan berarti ia juga malas gerak.
Mungkin kalau saja Ibu nya membebaskan nya, Sudah pasti ia akan banyak gerak. Seperti ikut bantu beres-beres rumah atau tetap berangkat bekerja, sayangnya Bu Mayang melarang Laudya melakukan banyak pekerjaan. Dan memintanya untuk tetap diam di dalam kamar.
.
Sementara di tempat berbeda, Hari ini Maxim sangat kesal kepada Nanda. dimana saat Ia sedang bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Laudya, Nanda malah menghubungi dan mengatakan kalau ada masalah di Medan.
Katanya ada sedikit masalah di proyek yang berada di Medan, mau tidak mau Maxim harus berangkat ke sana.
Apalagi masalah tersebut ada kaitan nya sama orang-orang yang bekerja di tempat Proyek nya.
Maxim mendapatkan kabar telah terjadi kecelakaan di tempat Proyek. jadi Maxim harus datang ke sana secara langsung, bukan hanya untuk melihat keadaan para pekerja nya saja, tapi Maxim juga ingin melihat langsung ke tempat Proyek.
Karena takutnya ada sedikit kecurangan dalam memilih bahan material yang di gunakan.
Maxim dan Nanda baru sampai di Medan pada jam Delapan waktu setempat, Sampai di sana mereka langsung pergi ke rumah sakit dimana para pekerja nya di rawat.
Dari Bandara ke Rumah sakit tentunya membutuhkan waktu cukup lama, Kata Supir yang mengantarkan Mereka. katanya butuh waktu sekitar Dua jam bahkan bisa lebih.
Belum nanti kalau sudah dari rumah sakit, mereka akan pergi ke tempat Proyek. mungkin kalau dari sana tidak akan lama, Maxim berharap tidak sampai satu jam.
“Pak, kita nanti akan menginap atau langsung kembali ke Jakarta?” Tanya Nanda.
Mereka masih berada didalam mobil menuju rumah sakit.
“Langsung balik, saya mau urusannya harus di selesaikan hari ini juga.” Jawab Maxim agak sedikit ketus.
Harus di ingat, Maxim masih kesal kepada Asisten Pribadi nya itu. Nanda mendengar jawaban ketus dari bos nya itu hanya bisa terkekeh.
Bahkan kalau di ingat-ingat lagi, Nanda rasanya ingin tertawa saat mendengar Maxim terus mengomelinya.
Dari masih saat di Telepon sampai di Bandara, Maxim terus mengatakan kalau ia pagi ini harus ke rumah Laudya. Tapi Nanda malah mengacaukan nya.
Baru kali ini Nanda melihat Maxim banyak bicara, sudah seperti ibu-ibu yang sedang mengomeli Anaknya yang melakukan kesalahan.
“Bapak sudah membuat janji kepada Laudya kalau bapak mau ke sana lagi tidak?” Tanya Nanda.
“Kasih tahu, kenapa memangnya?” Tanya Maxim.
“Kalau menurut saya, lebih baik sekarang Bapak Telepon Atau kirim pesan. takutnya laudya sedang menunggu kedatangan Bapak.” Saran Nanda.
“Gitu ya?”
“Ya iya, kalau sampai benar Laudya sedang menunggu. Takutnya nanti dia gak akan percaya lagi kalau bapak membuat janji lagi sama dia.” Jawab Nanda.
Maxim mengeluarkan Ponselnya berada di dalam saku celana nya. Ia mulai mengetikan pesan kepada Laudya, kalau menghubungi nya takut Laudya sedang Tidur.
Maxim : “Lau, Mas mau minta Maaf sama kamu karena untuk hari ini Mas tidak bisa menjenguk kamu lagi. soalnya sekarang Mas lagi di Medan, ada sedikit masalah di tempat Proyek. Nanti kalau sudah selesai, Mas baru akan ke tempat kamu lagi.”
Maxim tidak berharap pesan nya langsung di balas, ia lebih berharap Laudya membaca nya . walaupun bukan sekarang.
*
Laudya baru menyelesaikan Nonton nya pada Jam sebelas siang, ternyata tidak kerasa ia sudah nonton selama itu.
Mungkin kalau bukan Bu Mayang yang masuk ke dalam Kamarnya untuk memberikan nya Makan siang, sudah pasti sampai Sekarang Laudya masih nonton Drama.
Laudya mulai menyantap makan siangnya dengan di suapi oleh Ibu nya, padahal Laudya sudah menolak dan mengatakan kalau ia bisa sendiri.
Tapi ibunya tetap kekeh ingin menyuapi, kapan lagi coba Bu Mayang memanjakan Putrinya itu.
“Nak Maxim gak kesini lagi, kemarin bilangnya mau kesini. Tapi kok gak ada.” Ucap Bu Mayang.
“Lagi sibuk mungkin, jadi gak sempat kesini lagi.” Balas Laudya.
Bu Mayang ngangguk-ngangguk kepala, “Ibu senang, ternyata orang tuanya Nak Maxim baik apalagi Mamanya, Ibu sekarang gak khawatir lagi kalau tiba-tiba Nak Maxim ngajak kamu menikah.” Ucap Bu Mayang.v
“Memangnya waktu Tante Arumi kesini, beliau bilang apa saja ke Ibu?” Tanya Laudya.
“Banyak, dan salah satunya itu. Beliau bilang kalau keluarga nya sangat setuju Maxim memiliki hubungan serius sama Kamu, bahkan Bu Arumi bilang ingin cepat-cepat kalian menikah.” Jawab Bu Mayang.
Ibu mana yang langsung setuju saat tahu kalau keluarga dari pasangan Putrinya itu sangat baik, dan sangat menerima Putrinya di tengah-tengah keluarga besar mereka.
Dari awalnya juga Bu Mayang sudah setuju kalau Laudya dengan Maxim, tapi yang membuatnya takut itu saat melihat perbedaan mereka cukup berbeda sangat jauh.
Dan ternyata apa yang di takutkan nya itu tidak terjadi, Putrinya di terima baik oleh keluarga Maxim.
“Sudah habis, Nanti beberapa menit baru boleh tiduran. Kalau minum Obat nya lagi nanti di jam tiga sore.” Ucap Bu Laudya.
Laudya mengiyakan, sebenarnya ia sudah sangat ngantuk tapi harus di tahan dulu. baru selesai makan jangan dulu langsung tidur.