Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.
Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?
Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Ceni Ke Tiongkok
Ceni yg saat ini masih berada di Indonesia karena sedang mengelola Restoran dan perusahaan mendiang sang sahabat yg sudah Satu tahun ini ia kelola, hidup nya terasa hampa, tak ada lagi canda tawa sahabat terbaik nya, walaupun kini ia tinggal di rumah milik sahabat nya akan tetapi hal itu masih tak bisa mengobati rasa rindu yg membuncah, tidur pun hanya ditemani pigura foto mereka berdua kala saat itu sedang menikmati camping ala ala di pegunungan, sebab sang sahabat yg sangat menyukai pegunungan itu.
Mengapa ia tinggal di rumah sahabat nya,?
Jawaban nya ialah karena mendiang sang sahabat adalah anak yatim piatu setelah kematian kedua orang tua nya akibat kecelakaan, tak ada ahli waris maupun sanak keluarga yg dapat mewarisi kekayaan milik mendiang sahabat nya itu, sedangkan banyak karyawan serta pelayan yg bergantung pada mendiang sang sahabat, pengacara keluarga sahabat nya pun memberikan hak waris pada nya karena hanya Ceni lah yg dekat dengan mendiang sahabat nya itu.
"Ara Aku rindu." Gumam Ceni sambil menatap manik mata sahabat nya lewat figura foto yg ia cetak sebesar mungkin.
"Kenapa kau pergi tanpa mengajak ku hah, apa kau tidak sayang pada ku.?" Ucap nya lagi sambil mengelus foto tersebut.
Ceni pun akhirnya tertidur sambil memeluk foto kecil lain nya di dekapan nya.
.
Keesokan hari nya, pagi-pagi sekali tiba-tiba pelayan pribadi sang kakek menelepon dari Tiongkok, bahwa kakek nya sedang sakit keras mungkin hidup nya tak lama lagi.
Dengan tergesa-gesa Ceni pun berkemas untuk pulang ke Tiongkok dimana tempat tinggal kakek nya berdiri.
Sebelum kepergiannya ke Tiongkok, Ceni pun sempat berpesan pada kepala pelayan untuk menjaga kediaman sahabat nya dengan baik dan memberikan tanggung jawab semua nya pada kepala pelayan kepercayaan keluarga sahabat nya yg sudah bekerja dan mengabdi sangat lama itu, dan Kepala pelayan itu kebetulan sangat dapat di percaya.
Hari itu juga Ceni pun pergi ke negara dimana kakek nya berasal.
Wen Ceni itulah nama nya yg di ambil dari marga sang kakek, kedua orang tua Ceni sudah lama tiada ketika ia baru menginjak usia 2 tahun, kedua orang tua Ceni tiada akibat serangan para musuh sang kakek, mereka yg lengah dan tanpa persiapan apa pun seketika meregang nyawa karena tembakan beruntun yg di layang kan oleh pihak lawan.
Sang kakek yg melihat anak dan menantu satu-satunya tewas di tangan musuh pun tanpa ampun membalas kematian kedua nya karena sudah menyebabkan cucu satu-satunya menjadi yatim piatu di usia yg sangat kecil.
Papa nya Ceni walaupun terlahir dari keluarga mafia, tapi ia sama sekali tidak berniat mengikuti jejak sang ayah menjadi ketua mafia, justru ia hanya ingin menjadi orang yg biasa saja, hidup damai tanpa bayang-bayang peperangan, tanpa ada nya musuh sehingga nanti keluarga nya bisa hidup tenang, itulah impian ayah nya Ceni, tapi setelah Ceni lahir yg saat itu baru berusia 2 tahun, bahkan takdir berkata lain, ternyata kediaman sang kakek sudah di kepung musuh dan secara kebetulan kedua orang tua Ceni pun akan memeriksa perusahaan yg ada di negara itu, tapi siapa sangka, bahkan kedua nya menjadi korban kebrutalan itu.
Beruntung Ceni saat itu di titipkan pada kakek dan nenek nya, saat itu nenek Ceni masih hidup dan sehat.
Sejak kejadian itulah, bahkan Ceni yg baru memasuki usia sekolah pun sudah kakek nya ajarkan berbagai teknik beladiri, menggunakan senjata, membuat obat maupun racun.
Sang kakek tidak ingin cucu satu-satunya kembali menjadi korban seperti anak dan menantu nya di masa lalu.
Kakek Ceni yg bernama Wen Chen gao itu sudah mulai sakit-sakitan semenjak sang istri tiada 10 tahun lalu, di karenakan rasa cinta dan sayang yg mendalam membuat sang kakek tidak dapat menahan kesedihannya sehingga membuat tubuh nya melemah dan kakek mengalami serangan jantung, sejak saat itulah sang kakek lebih sering mengurung diri di kamar dan hanya selalu memandangi foto mendiang sang istri seperti yg di lakukan Ceni, yg sangat merindukan sahabat terbaik nya itu.
Ceni hanya sesekali menjenguk sang kakek karena dirinya sangat begitu sibuk mengurus beberapa bisnis keluarga nya dan sahabat nya apalagi saat ini ia adalah ketua mafia yg baru yg saat ini menggantikan kakek nya memimpin.
Tanggung jawab yg sangat besar di pundak Ceni itulah yg menyebabkan ia jarang bertemu dengan kakek nya apalagi dia adalah garis keturunan terakhir keluarga Wen milik kakek nya.
.
Setelah menempuh perjalanan yg melelahkan, Ceni pun akhirnya tiba di kediaman Wen di mana kakek nya tinggal yg hanya di temani sang pelayan pribadi kepercayaan keluarga Wen itu.
Dengan langkah lebar nya, Ceni pun menemui kakek nya di kamar utama kediaman Wen.
"Kakek." Ucap Ceni setengah berteriak.
"Ceni cucu ku." Ucap kakek Wen Chen gao dengan nada lirih nyaris tak terdengar.
Ceni pun menghambur ke pelukan sang kakek yg sudah sedari kecil merawat nya itu.
"Kakek apakah kakek baik-baik saja.?" Ucap Ceni dengan mata yg berkaca-kaca.
Kakek Wen Chen gao hanya dapat tersenyum sambil membelai lembut rambut Ceni dengan tangan yg bergetar lemah.
"Ceni, kakek menyayangi mu, sampai kapan pun akan seperti itu, maafkan kakek karena tidak bisa menemani mu lebih lama lagi uhuk uhuk." Ucap lirih kakek sambil terbatuk-batuk.
"Kakek harus menemani ku kek, hanya kakek yg aku punya, kakek harus sehat, kita berobat yuk, Ceni akan memanggil dokter terbaik di dunia ini untuk kakek." Ucap Ceni berusaha menenangkan hati nya yg entah kenapa merasa kegelisahan dan ketakutan mendalam akan di tinggal oleh orang terkasih.
Kakek Wen Chen gao hanya menggeleng pelan sambil berusaha tersenyum.
Lalu kakek pun mengeluarkan satu kotak persegi empat yg hanya berukuran 10×10 cm.
"Ini untuk Ceni, jaga lah dengan baik, kakek hanya berharap kamu bahagia dan tetap tersenyum walaupun tak di zaman ini." Ucap lirih kakek.
"Maksud kakek apa tak di zaman ini.?" Ucap Ceni.
Sang kakek hanya tersenyum sambil menatap wajah cucu nya.
"Pergi lah ke perpustakaan di ruang itu, kau akan menemukan jawaban nya nak, uhuk uhuk uhuk." Ucap lirih kakek sambil terbatuk-batuk.
Kakek Wen Chen gao pun seketika mengalami Sesak nafas.
"Kakek, kakek kenapa kek, kakek jangan membuat ku takut hiks hiks, kakek, paman tolong kakek paman." Ucap Ceni mengguncang lengan kakek nya lalu menatap pelayan pribadi kakek nya.
Pelayan pribadi sang kakek pun langsung menelepon dokter pribadi kediaman Wen agar dapat memeriksa keadaan tuan besar kediaman Wen.
Bersambung.
jadi ga sabar.....
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪