NovelToon NovelToon
Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Nikah Kontrak
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Dalam dunia bisnis yang kejam, Alara Davina—seorang desainer berbakat—terjebak dalam pernikahan kontrak dengan Nathan Erlangga, CEO dingin yang menyimpan luka masa lalu. Yang Alara tidak tahu, wanita yang selama ini ia anggap sahabat—Kiara Anjani—adalah cinta pertama Nathan yang kembali untuk merebut segalanya.

Ketika pengkhianatan datang dari orang terdekat, air mata menjadi teman, dan hati yang rapuh harus memilih. Bertahan dalam cinta yang menyakitkan, atau pergi dengan luka yang tak pernah sembuh.

*Cinta sejati bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang bertahan hingga akhir.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naura Dihina di Depan Keluarga

Undangan datang tiga hari setelah pertengkaran Nathan dan Naura. Pertemuan keluarga besar Erlangga di mansion Richard.

Naura ga pengen dateng, tapi Richard personally dateng ke mansion Nathan buat ngajak Naura.

"Naura, kamu harus datang, ini penting, keluarga pengen ketemu kamu." Richard bilang dengan nada yang ga bisa ditolak.

Jadi Sabtu sore itu Naura bersiap dengan dress biru navy yang longgar, nutupin perut yang mulai sedikit membesar di minggu kesepuluh kehamilannya.

Makeup tipis buat nutupin mata bengkak hasil nangis berhari hari.

Nathan jemput Naura dengan mobil, sepanjang perjalanan mereka ga ngomong sama sekali, Nathan fokus nyetir, Naura ngeliatin jendela sambil mengelus perutnya pelan.

Sampe di mansion Richard, udah banyak mobil terparkir. Keluarga besar udah pada dateng, Naura turun dari mobil dengan kaki gemetar, entah kenapa ada feeling ga enak di perut.

Nathan jalan duluan, ga nunggu Naura, Naura ngikutin dari belakang dengan jarak beberapa meter.

Di ruang keluarga besar, semua orang udah duduk. Paman Hendri, Bibi Sarah, sepupu sepupu Nathan, total ada lima belas orang.

Mereka semua noleh pas Naura masuk, tatapan mata mereka bikin Naura merasa seperti terdakwa yang lagi masuk ruang pengadilan.

"Naura, sini duduk," Richard nunjuk sofa kosong di samping Nathan.

Naura duduk dengan punggung kaku, tangan dilipat di pangkuan.

"Baik, sekarang semua udah lengkap." Paman Hendri berdiri, dia yang mimpin pertemuan ini. "Kita kumpul hari ini karena ada issue serius yang harus kita bahas."

Issue serius, Naura makin nervous.

"Nathan," Paman Hendri menatap Nathan. "Kami dengar Naura hamil, itu kabar baik, tapi kami juga dengar kamu ragu tentang bayi itu."

Oh tidak.

Naura langsung panik. Nathan cerita ke keluarga tentang keraguannya?

"Iya Paman," Nathan berdiri juga. "Aku ragu karena ada beberapa hal yang mencurigakan."

"Mencurigakan gimana?" Bibi Sarah bertanya dengan nada yang udah menghakimi.

Nathan menatap Naura dengan tatapan dingin. "Naura dan asisten aku, Layvin, terlalu deket akhir akhir ini."

WHAT.

Naura langsung berdiri. "Nathan apa yang kamu omongin?!"

"Duduk Naura." Paman Hendri bilang tegas. "Biar Nathan selesai dulu."

Naura duduk lagi dengan tangan gemetar keras.

"Layvin sering ke rumah, sering bantuin Naura, bahkan waktu Naura sakit, Layvin yang bawa ke rumah sakit, bukan aku." Nathan terus ngomong. "Dan aku mulai mikir, gimana kalau bayi yang Naura kandung itu bukan anak aku, tapi anak Layvin?"

GUBRAK.

Tuduhan itu kayak petir yang sambar Naura di siang bolong.

"NATHAN!" Naura berdiri lagi, air matanya langsung jatuh. "Gimana kamu bisa ngomong kayak gitu?!"

"Karena fakta nya kamu emang deket sama dia!" Nathan juga naikin suaranya. "Kamu lebih percaya dia dari pada aku! kamu lebih nyaman sama dia, dari pada sama suami kamu sendiri!"

"Karena kamu ga pernah ada buat aku!" Naura berteriak sambil nangis. "Layvin bantuin aku karena dia orang baik, bukan karena ada hubungan apa apa!"

"Kamu yakin cuma bantuin?" Nathan melangkah lebih deket. "Atau ada yang lebih dari itu?"

"GAK ADA!" Naura nangis makin keras. "Aku gak pernah selingkuh, aku gak pernah khianati kamu! Bayi ini anak kamu Nathan! cuma kamu!"

"Aku gak percaya." Nathan bilang dingin.

Keluarga Erlangga mulai berbisik.

"Aku udah curiga dari awal." Bibi Sarah ngomong ke yang lain tapi cukup keras buat Naura denger. "Dia terlalu polos, pasti ada yang disembunyiin."

"Memalukan." salah satu sepupu Nathan ikut komen. "Nikah belum lama udah selingkuh."

"Kasian Nathan, dimanfaatin sama wanita seperti dia."

Setiap bisikan kayak pisau yang nusuk Naura berkali kali.

"BERHENTI!" Naura berteriak. "Kalian gak tau apa-apa! kalian gak tau gimana aku hidup di rumah ini! sendirian! ditinggalin suami yang lebih pilih mantan pacarnya!"

Hening sebentar.

"Mahira?" Paman Hendri menyebutkan nama itu. "Kamu selingkuh sama Layvin karena Nathan selingkuh sama Mahira?"

"AKU GAK SELINGKUH!" Naura frustasi. "Aku cuma bilang, Nathan yang lebih dulu gak setia, dia yang tidur sama Mahira. Dan dia yang pulang malem, dengan bau parfum wanita lain, dan sekarang dia tuduh aku?!"

Nathan mengepalkan tangan. "Aku sama Mahira beda, aku cinta sama dia. Sementara kamu dan Layvin."

"AKU DAN LAYVIN GAK ADA APA-APA!" Naura nangis sambil teriak. "Berapa kali aku harus bilang?! Layvin cuma temen, cuma orang baik yang bantuin aku, waktu kamu sibuk sama Mahira!"

Richard akhirnya berdiri. "Nathan, ini kelewatan, kamu gak bisa tuduh Naura tanpa bukti."

"Aku punya bukti." Nathan ngeluarin ponselnya.

Naura berhenti napas.

Bukti apa?

Nathan nunjukin foto di ponselnya ke semua orang. Foto Naura dan Layvin di taman mansion, Layvin lagi pegang tangan Naura, mereka berdua lagi ngobrol serius.

Itu foto waktu Layvin bilang, Naura harus hati-hati sama Mahira. Tapi di foto itu keliatan seperti mereka lagi intimate.

"Ini foto tiga minggu lalu, aku dapet dari seseorang." Nathan bilang.

Pasti Mahira yang fotoin dan kirim ke Nathan.

"Itu cuma lagi ngobrol." Naura mencoba jelasin tapi suaranya lemah.

"Ngobrol sambil pegangan tangan?" Bibi Sarah nyinyir. "Ngobrol apa yang perlu pegangan tangan?"

"Dia lagi jelasin sesuatu yang penting," Naura gak bisa jelasin lebih, karena dia gak bisa bilang Layvin lagi warning dia tentang Mahira.

"Sesuatu yang penting sampai harus pegangan tangan, intimate banget." salah satu sepupu Nathan ikut nyinyir.

Naura ngerasa dunia runtuh, gak ada yang percaya sama dia. Semua orang udah judge dia sebagai wanita yang selingkuh.

"Aku udah putuskan," Nathan bilang dengan nada final. "Aku akan test DNA bayi itu pas lahir nanti, kalau emang anak aku, aku akan tanggung jawab, kalau bukan."

Nathan ga nerusin tapi semua orang tau maksudnya, kalau bukan, Nathan akan usir Naura.

"Nathan kamu ga bisa gini," Richard mencoba.

"Aku bisa Yah, ini hak aku, aku ga mau tanggung jawab anak orang lain." Nathan menatap Naura dengan tatapan penuh kebencian. "Dan selama test DNA belum keluar, aku ga mau liat kamu deket deket sama Layvin lagi, aku akan pecat dia besok."

"JANGAN!" Naura berteriak. "Layvin gak salah apa-apa! jangan libatkan dia!"

"Kalau dia gak salah apa-apa, kenapa kamu bela dia sekuat ini?" Nathan bertanya dengan nada menuduh.

Naura gak bisa jawab, apapun yang dia bilang sekarang akan diputer balik jadi bukti dia bersalah.

"Aku gak kuat," Naura berbisik sambil megang dadanya yang sesak. "Aku ga bisa di sini."

Naura berbalik dan lari keluar dari ruangan.

"NAURA!" Richard berteriak tapi Naura ga berhenti.

Naura lari keluar mansion dengan air mata bercucuran, kakinya ga stabil karena sepatu hak yang dia pake, tapi dia ga peduli.

Dia harus keluar. Harus jauh dari tatapan menghakimi itu. Harus jauh dari Nathan yang menuduhnya tanpa bukti.

Naura lari ke jalan raya di depan mansion, gak liat ada mobil yang lagi ngebut dari kanan.

"NYONYA!" suara Layvin dari belakang.

Layvin tiba tiba muncul, dia lagi parkir mobilnya di depan mansion pas liat Naura lari keluar dengan ga hati hati.

Dia langsung lari, narik Naura dari jalan raya sesaat sebelum mobil yang ngebut itu nabrak Naura.

CKIIITTT

Mobil ngerem mendadak, nyaris nabrak mereka, tapi Layvin udah narik Naura ke pinggir jalan. Mereka berdua jatuh ke trotoar, Layvin masih meluk Naura erat buat lindungin.

"Nyonya! Nyonya ga apa apa?!" Layvin panik ngecek Naura.

Naura nangis keras di pelukan Layvin "Layvin, mereka bilang aku selingkuh, dan bilang kalo bayi ini bukan anak Nathan. Aku gak tahan Layvin."

Layvin memeluk Naura lebih erat, tangannya ngelus punggung Naura lembut. "Tenangin diri Nyonya."

Yang mereka ga tau, ada seseorang yang motret moment itu dari jauh. Foto Layvin yang meluk Naura erat di pinggir jalan.

Foto yang dari angle tertentu keliatan sangat intimate. Foto yang akan jadi senjata mematikan di tangan Mahira.

***

Di dalam mansion, Nathan ngeliat dari jendela. Ngeliat Layvin meluk Naura di pinggir jalan. Rahangnya mengeras

"Lihat." dia bilang ke keluarganya. "Lihat sendiri gimana mereka."

Paman Hendri ikut liat, ngangguk ngangguk. "Terlalu deket buat asisten dan majikan."

"Aku akan pecat Layvin besok." Nathan bilang final. "Dan aku akan pastikan dia gak pernah deket Naura lagi."

Richard menatap Nathan dengan pandangan kecewa. "Kamu salah Nathan, kamu salah besar."

"Aku gak salah, aku cuma jaga yang jadi hak aku."

"Naura istri kamu, dia hamil anak kamu. Dan kamu malah tuduh dia selingkuh tanpa bukti yang kuat!" Richard naikin suaranya. "Kamu tau gak Nathan, Naura itu wanita baik, terlalu baik buat kamu, dia bertahan di pernikahan yang menyiksa ini demi perusahaan, demi karyawan, demi wasiat ibu kamu, dan ini balasan kamu?!"

"Ayah gak ngerti."

"AKU NGERTI!" Richard berteriak, pertama kalinya dia bentak Nathan di depan keluarga. "Aku ngerti kamu masih cinta sama Mahira! aku ngerti kamu nikah sama Naura cuma terpaksa! tapi itu bukan alasan kamu sakiti dia kayak gini!"

Nathan diem.

Richard napas berat. "Kalau kamu terus kayak gini, kamu akan nyesel Nathan, kamu akan nyesel pas udah terlambat, pas Naura udah pergi, pas kamu sadar yang kamu tuduh itu bohong semua."

Richard keluar dari ruangan, ninggalin Nathan yang berdiri di jendela dengan pikiran kacau.

Di luar, Layvin udah bantuin Naura berdiri.

"Nyonya harus balik ke dalam." Layvin bilang lembut.

"Aku gak mau, aku gak kuat Layvin." Naura masih nangis.

"Tapi Nyonya harus, kalau Nyonya lari sekarang, mereka akan semakin yakin kalo Nyonya bersalah." Layvin ngelap air mata Naura dengan lembut. "Nyonya harus berdiri tegak, hadapi mereka, tunjukin kalau Nyonya ga salah apa-apa."

Naura menatap Layvin dengan mata bengkak. "Aku capek Layvin, aku capek bertahan sendirian."

"Nyonya ga sendirian." Layvin tersenyum sedih. "Aku ada, aku akan selalu ada buat Nyonya."

Kata kata Layvin bikin Naura nangis lagi, dia meluk Layvin sebentar sebelum melepas. Mereka ga tau foto pelukan kedua ini juga diambil.

Foto yang akan jadi paku terakhir di peti mati hubungan Nathan dan Naura. Dan di apartemen Mahira, dia ngeliatin foto foto yang baru aja dikirim sama fotografer bayarannya.

Foto Naura dan Layvin yang meluk di pinggir jalan.

Sempurna.

"Bagus," Mahira berbisik sambil senyum licik. "Sangat bagus, sekarang tinggal kirim ke Nathan dan biarkan dia meledak sendiri."

Mahira edit foto-foto itu biar keliatan lebih intimate, biar keliatan seperti Naura dan Layvin emang punya hubungan terlarang.

Terus dia kirim dari nomor anonim ke Nathan.

Dengan caption: "Istrimu dan Layvin, kamu masih ragu mereka selingkuh?"

Dan Mahira tertawa keras di apartemennya yang sepi, tertawa seseorang yang udah kehilangan kemanusiaan. Tertawa monster yang seneng ngeliat penderitaan orang lain.

Sementara Naura, berjalan balik ke mansion dengan kaki gemetar. Gak tau badai apa yang menunggunya. Gak tau fotonya yang meluk Layvin, bakal jadi bukti palsu yang menghancurkannya.

Gak tau sahabatnya sendiri, yang lagi nyusun semua ini. Naura cuma tau dia harus kuat, dan harus bertahan

Demi bayi di perutnya yang gak bersalah, meski dunia udah melawan dia. Meski semua orang udah menghakiminya, dan gak ada harapan lagi.

Naura harus bertahan, karena itu satu-satunya yang bisa dia lakuin.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Sumiyatun Martoyo
aassssw
Queen of Mafia: Apaan tuh?🤔
total 1 replies
Masitoh Masitoh
rsjin2 upnya thor
Queen of Mafia: iya, siap kak🙏🙏
total 1 replies
Alina Bams
ceweknya terlalu lemah thor dan mudah di bodohin
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Isma Nayla
kenapa sih naura gk pergi aja thor
ada laki2 lain yg perhatian dn menjaga,kenapa gk sm laki2 itu
lagian nathan jg selingkuh lbh baik naura pergi menjauh dari nathan.
Queen of Mafia: rintangan dikit kak/Shy/
total 1 replies
Isma Nayla
klu sdh tau suami kayak gtu,mendingan tinggalin sj.
daripd sakit hati tiap hari.
suami yg blm lepas dr masa lalunya gk akn percaya sm omongan istri sah nya.
buat apa tetap cinta dn bertahan.
pergi,cari kebahagiaanmu bersama anakmu sj
Fitri Yani
saraff memang Mahira
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Masitoh Masitoh
kasihan bumil terlalu rapuh masih bertahan
Masitoh Masitoh
semangat authorr💪💪
Queen of Mafia: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
sering sering up
Queen of Mafia: siap kak☺🙏
total 1 replies
Masitoh Masitoh
rajin up dong author..kelamaan nunggu
Queen of Mafia: hehe maaf ya kak☺
total 1 replies
Masitoh Masitoh
semoga Naura baik2 saja..pergi mulakan hidup baru..buat nathan menyesal
Queen of Mafia: jangan bertahan dengan laki2 seperti Nathan ya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
pergi jauh naura
Esma Sihombing
cerita kehidupan yg sangat menarik
Queen of Mafia: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
pergi aza Naura untuk menjaga kewarasan mu,dan bayi mu, buat Nathan menyesal
falea sezi
minta cerai aja dan pergi jauh biarkan penghianat bersatu nanti jg karma Tuhan yg berjalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!