Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kampus
Pagi hari yang begitu sangat cerah. 2 hari setelah Reina balik dari Jakarta, ini adalah hari pertama dia masuk ke kampus lagi untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Begitupun dengan Dea, Wiwi dan Lala.
Hari ini adalah hari dimana mereka akan melakukan ujian tutup. Reina yang sudah terbangun sejak tadi kini telah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Ia mengenakan pakaian rapi dengan kemeja putih, rok hitam dan memakai jas warna hitam. Hari ini adalah ujian tutup untuk Reina, Dea dan Wiwi serta Lala, hanya saja jam ujian yang berbeda.
Reina menuruni anak tangga satu persatu. dari meja makan sudah terlihat Seila dan Roby menantinya dengan senyum bahagia pagi ini. Ini adalah hari yang paling berharga untuk Reina. Tinggal selangkah lagi ia akan lulus. Reina meletakkan ranselnya di kursi tetap disampingnya itu.
Seila mengambilkan makanan untuk Roby begitu pun untuk Reina. Hari ini mereka hanya sarapan ber tiga. Reina akan berangkat kampus dengan diantara oleh ayahnya.
"Kamu harus makan banyak ya sayang, biar ujiannya lancar. jangan lupa berdoa" ucap Seila menambahkan nasi di piring Reina.
"Pasti Ma,, Doain ya semoga ujiannya Reina berjalan lancar tanpa ada kendala" ucap Reina.
"Aamiin," ucap Roby sambil menyelesaikan sarapannya.
Roby mengambil tas dan jas yang ia gantungkan di kursi tadi. Disusul dengan Reina yang memakai ranselnya itu.
"Ma Reina berangkat" sambil mencium tangan Seila.
"Hati-hati, semangat" ucap Seila memberi semangat dengan raut wajah yang cerah.
Reina dan Roby pun berangkat bersama. Sementara Seila kembali ke dapur untuk mengerjakan tugasnya sehari-hari. Ia mencuci piring bekas sarapan tadi. Ia juga berencana untuk membuat acara syukuran untuk ujian tutup putrinya itu. Namun ini hanya acara kecil, mereka hanya akan mengundang ketiga sahabat Reina untuk makan bersama malam nanti.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Reina sudah sampai di kampus. Ia disambut oleh ketiga sahabat itu. Mereka segera bergegas naik ke ruang kelas untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian tutupnya.
Di dalam kelas sudah disiapkan proyektor untuk menunjang berlangsung ujian mereka. Reina sudah bersiap-siap. Dea, Wiwi dan Lala kini menunggu diluar. Di ruang kelas hanya ada Reina dan dua orang dosen pembimbing serta 2 orang dosen penguji.
Reina memaparkan semua hasil penelitiannya mulai dari awal hingga akhir. Tanya jawab pun kini mulai berlangsung. 45 menit berlalu, Reina masih saja belum keluar. Dea yang penasaran menunggu begitu lama pun berpikir untuk mengintip dari celah pintu.
"Dea, kamu mau dimarahin sama dosen. Ngapain ngintip-ngintip gitu?" tegur Wiwi.
"Nanti di marahin baru tahu rasa lu" sambung Lala.
"Gue penasaran, sudah mau 1 jam Reina belum keluar juga. Apa jangan-jangan ia dieksekusi sama penguji lagi. Aahhh aku jadi takut ujian setelah ini" ucap Dea mengedipkan bahunya.
CEKLEKK
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Dea yang mengintip pun dibuat kaget.
"Astaghfirullah, Reina" ucapnya sambil mengelus dada.
"Gimana gimana Reina, apa semuanya berjalan lancar?" Tanya Wiwi.
"Alhamdulillah sudah selesai hanya ada sedikit revisian saja. Katanya setelah direvisi bisa langsung di Jilin dan tinggal tunggu jadwal wisuda deh" jelas Reina menaikkan sebelah alisnya
"Waaa,,,loh sudah aman Reina. Kini sisa kita bertiga" ucap Lala sambil merangkul Dea dan Wiwi.
Mereka pun berjalan menuruni tangga jurusannya. Ia ingin mengisi kampung tengah terlebih dahulu sebelum menemani Dea dan Wiwi untuk ujian tutup. Dea dan Wiwi kini ujian bersamaan dalam satu ruangan karena kebetulan pembimbing dan penguji mereka sama.
Mereka duduk di kursi kantin dan memesan beberapa makanan dan minuman. Kini yang mereka di traktir oleh Reina.
"Kalian pesan apa saja, biar aku yang bayar" ucap Reina.
"seriusan Reina?" ucap Lala tak percaya.
"Iya serius, ayo cepat pesan sebelum aku berubah pikiran" Reina senyum-senyum.
Dea, Wiwi dan Lala pun segerah memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.
Tidak butuh waktu lama, pesanan mereka pun tiba. Kini mereka mulai menyantap dengan lahap makanan dan minuman yang mereka pesan.
"Reina, apa Kevin akan datang sebentar untuk memberi kamu ucapan selamat?" tanya Dea tiba-tiba.
Reina menghela nafas panjang.
"Sepertinya tidak, dia selalu sibuk dengan urusannya" ucap Reina lesu.
"Gimana si tuh Kevin" desus Lala.
Wiwi tak peduli dengan pembicaraan ketiga sahabatnya itu, ia hanya sibuk menikmati makanannya toh dapat makanan gratis, kapan lagi.
Setelah selesai, mereka kembali keruang kelas untuk menemani Dea dan Wiwi. Kini giliran mereka berdua. Ujian pun sedang berlangsung Reina dan Lala kini menunggu mereka diluar ruangan. Ujian mereka membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sembari menunggu, Reina mengambil ponselnya dan menelpon Kevin.
"Hallo Vin!"
"Iya sayang, kenapa? Ujiannya sudah selesai?"
"Sudah. Kamu nggak kesini?" tanya Reina dengan nada penuh harap.
"Maaf ya sayang, Kevin sibuk banget di kantor akhir-akhir ini" jelas Kevin.
Reina terdiam sejenak ia mendengar suara seperti di rumah sakit.
Tit tit tit
"Kamu dimana Vin?" tanya Reina.
"Aku di kantor kok sayang, kenapa?"
"Tapi kok ada suara seperti di rumah sakit. Kamu sakit?" ucap Reina panik.
"Nggak, Kevin sehat-sehat aja kok. Kamu pasti salah dengan. Oiya aku tutup telponnya ya sayang, masih ada yang harus aku kerjain" jelas Kevin.
"Iya" jawab Reina singkat dan menaruh kembali ponselnya itu.
Reina kini duduk di samping Lala sambil menyandarkan tubuhnya.
"Kenapa Reina?, Kevin datang kan?" tanya Lala.
Reina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sudahlah, nggak usah dipikirin. Mungkin ia sedang sibuk" Lala menenangkan sahabatnya itu.
1 jam 30 menit pun berlalu. Akhirnya Dea dan Wiwi sudah selesai. Kini giliran Lala. Ia bersiap-siap terlebih dahulu. Semoga kali ini dia juga bisa ujian dengan lancar seperti ketiga temannya itu.
Lala pun memasuki ruang kelas. Ketiga temannya pun kembali mengunggu di luar. Ujian tutup Lala pun mulai berlangsung. Ia menjelaskan dengan sangat lancar dan memaparkan materinya secara terperinci. Satu persatu pertanyaan pun ia jawab sesuai dengan pengalamannya selama menjalani KKN. tidak butuh waktu lama, akhirnya Lala juga sudah selesai. Keempat sahabat itu kini sudah melewati tahap itu. Mereka hanya tinggal menunggu jadwal wisuda hanya keluar sembari memperbaiki kembali skripsinya.
Tidak lupa mereka mengabadikan momen yang sangat berharga ini. Sebuah spanduk berukuran besar bertuliskan ucapan selamat. Di spanduk itu juga terpajang foto mereka ber empat. Reina yang berbalik untuk membuka selotip yang menutupi gelarnya itu pun dibuat kaget. Ia mendapat surprise dari seseorang. Namun surprise ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum Reina ujian tutup. Dea, Wiwi dan Lala pun mengetahui, Namun ia tidak memberi tahu Reina. Namanya juga surprise kan nggak asik kalau orangnya tahu.
Reina berbalik dan mendapati sosok pria bertubuh tinggi dengan segenggam bucket bunga mawar merah besar dan satu pria lagi bertubuh tinggi juga dengan rambut kecoklatan membawa bucket uang seratus ribu ditangannya. Ia memberikan bucket itu kepada Reina.
Mata Reina berbinar, ketiga sahabatnya itu berteriak bahagia.
Reina langsung memeluk Bara. Abangnya sengaja tidak memberi tahu kalau ia akan datang hari ini. Disusul Devan yang memberikan Reina bucket bunga mawar besar itu. Kelihatan sangat romantis.
"Makasih, Bang. Makasih Dev" ucap Reina dengan mata yang berkaca-kaca, hatinya begitu bahagia. Meskipun orang yang ia nantikan tidak datang akan tetapi ada sosok pria yang masih peduli dengannya yaitu Abangnya dan Devan mantan kekasihnya.
_
_
_
Heppy Reading gaesss🥰🤗🤗