"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"
"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."
Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.
Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..
"WANI TEKO WANI MATI!"
[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.18. Jadi aku putuskan untuk merubah Diriku. [RUKMINI]
Beberapa hari setelah nya..
Beberapa hari setelah Rukmini sehat, dia kembali menjalani ritual seperti biasanya. Dia kembali di kepuli asap, dan kembali memakan jeroan mentah yang wa Minten sediakan.
"Nduk, sudah waktunya." Ucap wa Minten, Rukmini bingung.
"Waktu nya apa, mbok?" Tanya Rukmini.
"Sudah waktunya koe ketemu sama pangeran kita." Ucap wa Minten, Rukmini makin bingung.
"Pangeran apa? Simbok lagi bahas apa?" Tanya Rukmini, wa Minten tersenyum.
"Sejak hari koe berserah dan ndak memberontak lagi, junjungan kita memilih koe, nduk. Koe akan di per istri sama beliau." Ucap wa Minten, sungguh.. Rukmini tidak tahu kemana arah pembicaraan wa Minten.
"Nduk, malam iki.. Akan datang pangeran ganteng, iki bukan tamu mu nduk, tapi calon suami mu dari bangsa jin." Ucap wa Minten, Rukmini terkejut.
"Calon suamiku?! Mbok, aku ndak ngerti maksud nya apa." Ucap Rukmini.
"Wes, pokok nya nanti malam calon suamimu akan datang. Dia ganteng nduk, koe layani dia yo. Mbok jamin, koe ndak bakal kekurangan apapun." Ucap wa Minten, Rukmini manggut - manggut saja.
Dan malam harinya.. Ketika Rukmini tidur, dia seperti bermimpi bertemu dengan seorang pria yang wajah nya sangat tampan. Tubuh nya tinggi, kekar, kulit nya putih, dan rambut nya sedikit gondrong, seperti gambaran - gambaran cosplayer negara tirai bambu.
Di dalam mimpi itu Rukmini melakukan persetubuhan dengan pria tampan itu, lalu pria tampan itu berkata sebelum menghilang..
"Kamu istriku sekarang, den ayu." Ucap nya, Dan Rukmini terbangun.
Saat Rukmini terbangun, hari sudah pagi. Seluruh tubuh nya lemas seolah dia sungguh baru melakukan itu semalaman. Dan hari itu juga Rukmini seolah menjadi orang yang berbeda, aura nya lain..
Penampilan nya ikut berubah, entah kenapa Rukmini yang biasa terlihat polos itu mengganti gaya berpakaian nya yang semula rok dan kaos polos menjadi kebaya. Dia meminta ibunya membeli kebaya - kebaya baru dan kain - kain jarik baru untuk merubah penampilan nya.
Bukan sembarangan, Rukmini bahkan menggelung rambut panjang nya dan tidak lagi di urai, dia menentang perintah ibunya dengan menggelung rambut nya. Rukmini terlihat makin menawan dengan tubuh indah yang menggoda di balut kebaya dan kain jarik, bak sinden.
"Pendosa toh? Sekalian saja kalo begitu." Gumam Rukmini menatap dirinya di pantulan kaca.
"Dari pada nangis setiap hari, percuma. Ndak ada yang berubah, lebih baik nikmati saja. Mulai hari iki, Rukmini yang polos iku sudah mati." Gumam Rukmini, dia bahkan memakai lipstik merah menyala.
"Ibu, biar aku beri tahu se bajingan apa suamimu iku." Gumam Rukmini, dia teringat dengan ke bejatan ayah nya.
Perubahan Rukmini yang tidak tanggung - tanggung itu membuat penggemar nya semakin banyak, bahkan ada yang datang dari luar kota hanya untuk mencari Rukmini yang terkenal dengan kecantikan dan keindahan tubuh nya.
Dan ya.. kali ini Rukmini benar - benar berubah, dia tidak lagi memasang wajah sedih dan polos nya, tatapan nya menjadi dingin dan menantang, Rukmini menikmati peran nya.
"Ayo toh mas, sekali lagi." Ucap Rukmini, dia menuangkan minuman keras.
Kini di rumah Rukmini bahkan terang - terangan menyediakan minuman keras, banyak tamu - tamu yang datang ke rumah Rukmini, ada yang hanya minta di temani minum, ada juga yang lanjut ke kamar.
"Mini, sekarang koe makin menggoda. Aduh, aku betah di sini sama koe, jadi bojoku ae yuk." Ucap salah satu tamu Rukmini, Rukmini tersenyum mendengar itu.
Kata - kata yang keluar dari mulut pria tadi sudah Rukmini tunggu selama dua tahun, tapi baru kali ini dia dengar. Jika saja Rukmini yang polos yang mendengar, pasti dia akan setuju agar lepas dari rumah nerakan ya, Tapi sayang nya Rukmini hari ini sudah bukan Rukmini yang dulu.
"Iyo toh mas? Sayange aku ndak mau mbojo, nanti ndak bisa liat mas - mas ganteng lagi." Ucap Rukmini, tangan nya menuangkan minuman.
"Aku juragan lho, dek. Koe nikah mbe aku ndak bakal kekurangan apapun." Ucap pria tadi, tangan pria itu merangkul pinggang Rukmini.
"Hihihi, tapi aku lebih seneng begini." Ucap Rukmini.
'Aku sudah gila.' Batin Rukmini.
Sejak ayah nya ikut menyentuh nya, dia sudah tidak berharap mendengar ucapan itu lagi. Kali ini dia benar - benar akan menikmati peran nya untuk membalas dendam..
"Kalo gitu biar aku jadi pelanggan tetapmu saja, sampe koe luluh mbe aku dek. Tiap wengi (malam) aku akan dateng kesini dek." Ucap pria tadi, Rukmini hanya manggut - manggut saja.
Padahal warga - warga sudah mulai resah karena keberadaan Rukmini, terutama istrinya Parto yang kini pelanggan nya lari pindah ke Rukmini. Banyak juga perempuan - perempuan yang bekerja serupa dengan Rukmini kehilangan tamu nya karena Rukmini.
Rukmini menjadi ancaman besar bagi sesama kupu - kupu malam. Dan istrinya Parto adalah orang yang paling tidak terima tamu nya pindah mencari Rukmini.
"Kurang ajar! Nek tamuku pindah aku ndak punya pemasukan!" Ucap nya, Risma namanya. Dia sedang mengintip di rumah Rukmini yang kedatangan beberapa tamu.
Risma adalah istrinya Parto, dia terjun menjadi perempuan seperti itu sejak Parto hilang. Risma bahkan sama seperti ibunya Rukmini yang menjual anak nya juga, ibu dan anak itu menjual diri. Beda nya tamu Rukmini datang ke rumah sementara istri nya parto dan anak nya harus mencari di tempat - tempat hiburan.
Jadi bisa di katakan sebenar nya bukan Rukmini satu - satunya kupu - kupu malam di desa. Hanya saja Rukmini yang paling terkenal karena kecantikan nya dan bentuk tubuh nya yang indah.
"Aku ndak terima! Aku musti kasih anak iku pelajaran!" Ucap nya, dia lalu pergi dari sana.
"Terimakasih yo, mas." Ucap Rukmini, dia tidak menunjukan wajah murung lagi setelah melayani tamu nya.
Rukmini sedang duduk hanya memakai baju tidur tipis dan seorang pria sedang duduk di depan nya sambil mengancing kemeja.
"Adek manis sekali, mas jadi ndak mau pergi. Sekarang sudah ndak nangis - nangis jadi makin enak." Ucap tamu Rukmini, Rukmini lalu terkekeh..
"Sekarang aku sudah dewasa, sudah lebih terbuka. Aku mau istirahat dulu, masih ada tamu di luar." Ucap Rukmini sambil mengusap paha pria itu.
"Berapa harga satu malam full supaya mas bisa sama kamu, dek?" Tanya pria itu, Rukmini tersenyum dan menggeleng.
"Mas tanya sama ibuku saja, dia yang pasang harga nya." Ucap Rukmini, pria itu lalu kembali maju hendak memeluk Rukmini.
"Wes toh, besok saja kesini lagi." Ucap Rukmini, akhir nya pria itu mengangguk karena pintu nya sudah di ketuk.
"Yo wes, mas pulang dulu yo manis." Ucap pria itu, dis mengecup tangan Rukmini dan lalu pergi.
Setelah pria itu pergi, masuk pria asing lagi tapi Rukmini lebih dulu bangun dari duduk nya untuk menyambut, dan membuat pria itu tak berkedip.
"Ayo mas.."
...\=\=\=\=\=...
Kabar tentang banyak nya perempuan yang menjual diri itu akhir nya sampai di desa sebelah paling ujung, dimana mereka merasa resah juga sampai di adakan rapat di balai desa.
"Yo wes toh, sejak dulu kan desa itu memang terkenal sama perempuan ndak bener nya." Ucap salah seorang ibu - ibu.
"Jauhi saja nek ndak mau bersinggungan. Biarkan saja mereka, kita ndak boleh pakai kekerasan. Toh warga sini ndak ada yang kena.." Ucap salah satu laki - laki.
"Yo gimana mau kena, warga sini kan kere - kere. Pokok nya, nek sampe perempuan yang namanya Rukmini iku sampe ngincer laki - laki desa iki, ndak ada ampun." Ucap seorang ibu - ibu..
"Bagus.. rupanya Rukmini bukan cuma musuhku, banyak yang benci dia juga. Rukmini.. Koe cilik - cilik sudah rebutan pamor mbe (sama) aku, saiki resakno (rasain) balesanku.." Gumam Risma, dia berdiri di bawah pohon pisang.
...BERSAMBUNG!...
menarik dan makin penasaran...🤔🤔