NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Pilar Kesendirian

​Setelah insiden memuakkan dengan Ibu Ratna di depan gedung Artha Group, Senja tidak kembali ke kantor. Ia mematikan ponselnya, membiarkan puluhan panggilan dari Aditya tak terjawab.

Senja menghabiskan waktu di sebuah perpustakaan kota yang tenang, membiarkan kemarahannya mengendap menjadi sebuah rencana yang dingin dan terukur.

​Sore harinya, Senja mendatangi sebuah ruko kecil di pinggiran Jakarta Selatan yang dulu pernah ia beli secara diam-diam sebagai investasi dari sisa tabungannya. Ruko itu kosong, berdebu, tapi memiliki struktur yang kuat. Sama seperti dirinya saat ini.

​"Di sini... aku akan membangun semuanya dari nol lagi," bisik Senja pada dinding-dinding kosong itu.

​Keesokan harinya, Senja akhirnya masuk ke kantor Artha Group, tapi bukan untuk bekerja.

Senja membawa sebuah kotak karton besar dan sepucuk surat bermaterai.

​Aditya langsung menghadangnya di depan ruangan. Wajah pria itu tampak kuyu, tapi tetap saja ada kesan "pencitraan" dalam penampilannya.

"Senja, akhirnya kamu datang. Aku sudah bicara dengan dewan komisaris. Mereka setuju kamu kembali memimpin proyek Sky High, asalkan kamu mau membuat klarifikasi publik soal kejadian kemarin."

​Senja berhenti melangkah. Ia menatap Aditya dengan pandangan yang membuat pria itu bergidik. "Klarifikasi apa, Adit? Bahwa aku adalah korban pemerasan mantan suami dan mantan mertuaku sendiri? Bahwa aku harus meminta maaf karena mereka mempermalukanku di kantormu?"

​"Bukan begitu, maksudku... kita harus meredam suasana. Bisnis butuh ketenangan, Senja," dalih Aditya.

​S

enja meletakkan kotak kartonnya di atas meja kerja, lalu menyodorkan surat pengunduran dirinya. "Ini ketenangan yang kamu cari, Adit. Aku mengundurkan diri. Efektif hari ini."

​Aditya terbelalak. "Kamu gila? Kamu mau membuang kariermu di Artha Group hanya karena masalah ini? Di luar sana orang-orang sedang membicarakan kamu, Senja. Kamu butuh perlindungan namaku!"

​"Perlindungan kamu?" Senja tertawa pendek, tawa yang penuh penghinaan. "Saat aku bersimpuh di aspal menghadapi fitnah, kamu sibuk memikirkan lobi kantormu yang kotor. Kamu tidak melindungiku, Adit. Kamu hanya melindungi keuntunganmu. Aku bukan berlian di etalasemu yang bisa kamu simpan saat sedang berdebu."

​Senja mulai memasukkan barang-barongnya—penggaris arsiteknya, buku sketsanya, dan beberapa piagam penghargaan.

​"Jangan sombong, Senja. Kamu tidak akan bisa mendapatkan klien besar sendirian dengan nama yang sedang tercemar," ancam Aditya, suaranya mulai meninggi karena egonya terluka.

​"Kita lihat saja nanti," sahut Senja tenang. Ia mengangkat kotaknya, berjalan melewati Aditya tanpa menoleh lagi. Ia merasa seolah-olah beban seberat satu ton baru saja terangkat dari bahunya.

...----------------...

Senja tidak benar-benar pergi tanpa persiapan. Ia tahu bahwa dalang di balik kemunculan Ibu Ratna dan Doni di Jakarta bukan hanya Rangga, melainkan Hendra, mantan atasannya di Semarang yang punya dendam kesumat.

​Hendra adalah predator profesional. Ia ingin menghancurkan Senja agar ia bisa memenangkan tender proyek pemerintah yang sedang diperebutkan.

Tapi, Hendra lupa satu hal: Senja adalah arsitek yang teliti. Selama setahun bekerja di bawah Hendra dulu, Senja sempat mencatat beberapa ketidakberesan dalam laporan material bangunan yang dikerjakan Hendra.

​Malam itu, Senja mengundang seorang jurnalis investigasi senior ke ruko kecilnya.

​"Semua ada di sini," Senja menyerahkan sebuah flashdisk. "Data manipulasi baja dan semen pada proyek rumah susun yang dikerjakan Hendra Design Group dua tahun lalu.

Bangunan itu sekarang mulai retak, dan Hendra menyuap orang lapangan untuk menutupinya."

​Si jurnalis memeriksa data tersebut dan bersiul.

"Ini bom atom, Mbak Senja. Kalau ini naik, Hendra tidak cuma kehilangan izin praktek, tapi juga bisa masuk penjara."

​"Itu tujuannya," jawab Senja tegas.

​Hanya butuh waktu 24 jam. Berita tentang skandal material Hendra meledak di media nasional. Foto Hendra yang sedang digiring keluar dari kantornya oleh pihak kepolisian menjadi headline di mana-mana.

​Di dalam selnya, Rangga yang menonton berita itu dari televisi kecil di ruang umum penjara, mendadak lemas. Harapan satu-satunya, yaitu bantuan dana dari Hendra untuk menyewa pengacara, telah musnah.

Rangga menyadari bahwa ia telah memancing macan yang salah. Senja telah menghancurkan satu-satunya pelindung Rangga di luar sana.

​Sementara itu, Aditya mencoba menelepon Senja berulang kali setelah melihat keberanian Senja menjatuhkan Hendra. Ia sadar ia telah melakukan kesalahan besar dengan meremehkan Senja.

Tapi, Senja sudah mengganti nomor ponselnya.

​Senja berdiri di depan rukonya yang kini sudah terpasang papan nama kecil namun elegan: AMARA ARCHITECTS.

Ia mengambil napas dalam-dalam. Udara Jakarta yang penuh polusi terasa manis baginya hari ini.

Ia tidak butuh laki-laki munafik seperti Aditya, dan ia sudah benar-benar selesai dengan parasit seperti Rangga.

​"Mulai hari ini, aku yang menggambar garis hidupku sendiri," gumamnya.

1
Yayang Suami Risa
Rangga Axel itu mencintai Senja makanya mau melindungi Senja ngga kayak kamu yang cuma manfaatkan Senja
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
kuliah byr sndri doni🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
jangan ambil pusing senja
ksh pelajaran aja buat rangga
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ibu anak SMA aja parasit🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
udah ga ada hrpam sinta sembuh dari bucin
dh stadium akut😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
dlu sinta sibuk nasehati senja, skrng dia jilat ludah sndri 😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
semua habis sin
saking bucinnya ke mas dj dj
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
sinta dh dnger semua msh ga sadar😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
udah jelas bnget tpi egonya tinggi sisinta
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
sampah dipungut sin ga salah🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
tetap seamangat senja🤗
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
nyusahin bnget si rangga😆
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
enak bnr suruh bayarin uang kuliah
wkwk doni mulutnya minta disambelin🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
kan kan berulah lagi si serangga😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
jngn mau balikan senja😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
nah enak kan semua disita
wwk jdi gembel lg kamu😆
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
bagus kumpulin bukti" selingkuhan rangga buat bukti
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wow chatnya rangga smaa cwe lain😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wah udah mulai maen" si serangga ini
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
istri yang baik selalu doain suaminya eeh malah disuami asyik smaa yang lain astaga
kasian senja😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!