NovelToon NovelToon
PELAKOR UNTUK MADU-KU

PELAKOR UNTUK MADU-KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Menyembunyikan Identitas / Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Almira Abimanyu, di hari ia mengetahui kehamilannya, Gilang, suaminya justru membawa Lila, istri kedua yang juga tengah hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Umpan telah dimakan

.

Mobil yang dikendarai Gilang akhirnya tiba di depan rumah kontrakan Rini. Hujan masih belum berhenti, membasahi jalanan dan menciptakan genangan di sana-sini. Gilang mengamati keadaan sekitar, kontrakan itu tampak sederhana, namun bersih dan terawat.

"Terima kasih sudah mengantar saya, Pak," ucap Rini sambil menatap wajah Gilang.

"Sama-sama," balas Gilang, senyumnya tulus. "Aku sama sekali tidak keberatan mengantarmu," ucapnya. “Malah senang,” lanjutnya yang hanya ia ucapkan dalam hati.

Rini mengangguk pelan seolah hatinya tersentuh. "Bapak benar-benar baik," ucapnya. “Oh iya, jaket Bapak akan saya kembalikan setelah dicuci," ucapnya. "Tidak etis rasanya kalau saya mengembalikan jaket yang bekas tubuh saya. Saya takut Bapak merasa jijik."

Gilang tersenyum mendengar ucapan Rini. "Padahal sebenarnya saya tidak mempermasalahkan itu," ucapnya.

"Kalau begitu, saya turun dulu ya, Pak," ucap Rini lalu bersiap membuka pintu mobil. "Terima kasih sekali lagi."

"Rin..." panggil Gilang tiba-tiba, menahan pundak gadis itu yang baru saja membalikkan badan dan memegang handle mobil.

Rini menoleh, menatap Gilang dengan tatapan bingung. "Iya, Pak?"

"Jika ada masalah apapun, jangan ragu menghubungi saya," ucap Gilang melancarkan serangan.

Rini mengerutkan keningnya, seolah sama sekali tidak mengerti maksud Gilang. Padahal memang itu yang ia harapkan. "Maksud Bapak?"

"Mungkin kamu membutuhkan bantuan biaya untuk adikmu sekolah," jelas Gilang. "Aku tidak keberatan membantu."

Mata Rini berbinar mendengar tawaran Gilang. "Benarkah?" tanyanya penuh harap.

"Tentu saja," jawab Gilang sambil mengangguk dan tersenyum meyakinkan.

"Ya ampun, terima kasih banyak, Pak," ucap Rini. Kemudian serta merta mendekat ke arah Gilang dan memeluknya dengan erat.

Gilang terkejut dengan tindakan Rini yang tiba-tiba. Dadanya berdebar kencang merasakan tubuh Rini yang lembut memeluknya. Harum aroma rambut Rini menusuk hidungnya, membawa aroma yang menenangkan dan membuatnya memejamkan mata sejenak. Jiwa buayanya meronta.

"Sama-sama," ucap Gilang membalas pelukan Rini dengan lembut.

Tiba-tiba, Rini melepaskan pelukannya, seolah-olah dirinya baru tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan. Wajahnya memerah berpura-pura malu.

"Maaf, Pak," ucap Rini dengan nada gugup. "Sa saya refleks. Saya benar-benar minta maaf. Sa saya tidak sengaja melakukannya."

Rini menundukkan wajahnya, seolah merasa bersalah dan takut Gilang akan marah atau menganggapnya tidak sopan.

Gilang tersenyum melihat tingkah Rini yang gugup dan malu-malu. Ia merasa gemas dengan gadis itu.

"Tidak apa-apa, Rin," ucap Gilang lembut. "Aku mengerti."

Gilang mengulurkan tangannya dan mengangkat dagu Rini, membuat gadis itu menatapnya.

"Jangan merasa bersalah," ucap Gilang dengan tatapan lembut. "Aku senang kok kamu memelukku."

“Maksud Bapak?" Rini menatap Gilang pura-pura tidak paham.

Gilang terdiam sejenak, mencoba berpikir mencari alasan. Tidak mungkin tiba-tiba melancarkan serangan. "Maksud saya anggap saja saya ini kakakmu sendiri. Jadi saya tidak akan segan membantu kamu.”

"Terima kasih, Pak," ucap Rini terlihat tulus. Padahal dalam hatinya dia mengumpat. “Dasar buaya buntung!”

Gilang tersenyum, lalu mengusap pipi Rini dengan lembut. "Sudah malam," ucapnya. "Sebaiknya kamu segera masuk. Sudah waktunya kamu istirahat, kamu pasti lelah karena bekerja seharian."

Rini mengangguk, masih membiarkan tangan itu berada di pipinya meskipun sebenarnya ia merasa jijik. Tangannya bergerak membuka pintu. Sebelum keluar, ia menatap Gilang sekali lagi dan tersenyum manis.

"Terima kasih, Pak. Selamat malam," ucapnya.

"Selamat malam, Rin," balas Gilang.

Rini keluar dari mobil dan berlari menuju kontrakan. Gilang mengamati Rini sampai gadis itu masuk ke dalam rumah. Setelah itu, ia menghela napas panjang dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil.

"Kelinci kecil itu, kira-kira bagaimana rasanya?" gumam Gilang pada dirinya sendiri.

Tidak ada rasa bersalah pada Almira maupun Lila. Yang ada hanya rasa penasaran, ingin segera mencicipi buah yang ranum.

Gilang menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan kontrakan Rini. Namun, pikirannya tetap tertinggal pada gadis itu. Ia tidak bisa berhenti memikirkannya. Tubuh mungil, kulit mulus, wajah polos, aroma harum pe°rawan. Tiba-tiba saja membuat celananya terasa sesak.

"Shit...!" umpatnya kesal.

.

Rini tersenyum menyeringai setelah mobil Gilang menghilang dari pandangan. Wajah lugu dan polos yang baru saja ia tunjukkan sirna, digantikan ekspresi penuh perhitungan. Ia meraih ponsel dari dalam tas nya, mengetik pesan singkat dengan gerakan cepat dan cekatan.

"Rencana pertama berhasil,"

Jemari lentiknya menekan tombol kirim, lalu ia menyeringai puas.

*

Di tempat lain

Almira merebahkan diri di ranjang, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Ia merasa lelah dan bosan dengan semua drama ini. Namun, ia harus tetap kuat dan fokus pada tujuannya.

Tiba-tiba, ponselnya berdering, menandakan ada pesan masuk. Almira meraih ponselnya dan membuka pesan itu. Senyumnya merekah saat membaca pesan dari Rini.

"Rencana pertama berhasil,"

Almira tertawa pelan, merasa lega karena rencananya berjalan dengan lancar. Gilang sudah masuk dalam jebakan. Sekarang, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menjatuhkan pria itu sepenuhnya ke dalam perangkapnya.

"Bagus, Mbak Rini," gumam Almira pada dirinya sendiri. "Saya tidak akan melupakan jasa Mbak Rini."

Almira mematikan lampu kamarnya dan memejamkan mata. Tidur dengan tenang. Pintu kamar sudah dikunci, tidak ada kemungkinan Gilang bisa masuk. Karena dia sudah merasa enggan dan jijik bersentuhan dengan pria itu, yang telah membagi tubuh dan hatinya dengan wanita lain.

1
Cindy
lanjut
Ma Em
Dasar para benalu yg tdk tau diri sdh ditampung dikasih tempat untuk tidur dikasih makan eh malah mau menguasai .
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
salahmu dewe to
Anbu Hasna
G heran Gilang begitu, toh emaknya aja serakah
Nar Sih
jgn mimpi bisa ngerebut rmh alamira ya gilang sama ibu mertua julid ,yg ada kalian dulu yg di lempar keluar🤣
juwita
si lila goblok si Gilang kan hasil. ngerebut jd gmn skrg rasanya enak g? klo si Gilang di rebut mbk Rini? sakit kan nah itu jg yg di rasakan amira
dewi rofiqoh
Lanjuut
ora
Serakah banget kau Gilang ...
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apa mmng bgtu ya yg NB org g pnya akan serakah..soale ngalamin jg😂 yg berjuang biar bs pnya rmh siapa eh mlh pgn bkn yg pnya pergi dr rmh sndiri...seumur hdp sm ibunya boro2 rmh sepeda dan motor aja g bs punya glrn stlh nkh bs pnya rmh kndraan roda 2 dan 4 yg semua jls krn hsl nya istri ngaku2😬 kl mau cerai yg angkat kaki istri😂 pdhl kl hdp sm ibunya smpe bau tua g bkl pnya rmh sndiri
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: langka...kl jiwa nya orang kaya santai aja kl mghdpi org2 norak sprti b rosidah dan adik ipar numpang tp belagu boto2 matur nuwun pura2 baik kek🤭 apalagi kl itu rmh mer3ka sndiri mkn menjadi
total 3 replies
Nie
Wah mba Rini jago akting nih tapi awas ya mba jgn sampe jatuh cinta ma Gilang ya 🤭
Irma
bukan bodoh lagi itu mah mira
astr.id_est 🌻
sokorrrr 🤣
Nar Sih
rencana yg bnr,,mantap mira dan good job buat mbk rini👍
Nar Sih
bnr kata almira ,si gilang emang suami yg bodoh😂
Nar Sih
dasar laki,,buaya tetep aja buaya
mery harwati
Aq bakal keplok² klo ternyata anak yang dikandung Lila bukan anak kandung Gilang & Rini berhasil menyingkirkan Lila plus Gilang dan keluarganya harus minggat dari rumah Mira yang sudah diberikan pada Rini sebagai rasa terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
itu
Hary Nengsih
cepet slsaikan sebelum ketahuan hamil
Irma
belum tau aja sii Gilang

semangat thor
Irma
mampus maaf thor baru nongol diriku paket data aku baru ke isi di tambah baru lahiran maafkan diriku ini yaa thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp kak. makasih sudah kembali hadir.
selamat atas kelahiran amanah dari Allah. semoga kelak menjadi anak yg berbakti , Sholeh/Sholeha. Aamiin 🤲🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!