NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Licik

Derel sudah sampai dirumah dan melihat ada tiga mobil mewah terparkir lalu rumahnya ramai dengan suara tawa adiknya juga suara ibunya.

"Ibu?" Derel melihat Javier dan seseorang yang berdiri didekatnya setelah Derel masuk, Seam melihatnya lebih dulu dan langsung berdiri menyambutnya.

Javier menoleh dengan santainya sambil meletakkan cangkir keramiknya.

"Apa ini? Oh.. Derel ini Tuan Javier ia kolega ayahmu, kau tak memberi salam?"

"Ibu aku mau bicara empat mata dengan beliau, aku mohon ibu dan adik-adik pergi sebentar, maaf ya ibu hanya pembicaraan bisnis rahasia perusahaan." Sambil tersenyum berusaha menyakinkan ibunya yang merasa kalo ini aneh tapi, mungkin hanya perasaanya saja putranya tak mungkin membuat masalah pada orang besar seperti Javier, negara ini tak ada yang tak kenal siapa Ethan dan Kayla lalu Javier adalah putra kedua mereka, anak dari penantian dan kesabaran di pernikahan mereka setelah putri pertamanya lahir, Kanaya.

"Oh iyaa, Tuan saya akan kebelakang jika butuh sesuatu katakan pada Derel dan Derel akan menghubungi saya."

Anggukan yang pelan dan wajah ramahnya benar-benar tipuan yang halus.

"Tentu Nyonya Serman, aku akan mengingat perhatian anda yang baik."

Pergi ibunya dari hadapan Javier bersama adik-adiknya, kini Derel duduk di ruang tamu berhadapan dengan Javier.

Seam juga duduk diantara mereka di sofa yang hanya untuk satu orang.

"Langsung saja..." Menyalakan rokoknya dan Derel juga menghidupkan rokoknya. Tak lupa Derel juga menyalakan alat yang menyedot bau tak sedap dalam ruangan.

"Aku hanya di minta ayahku melakukannya kupikir hanya barang biasa bukan yang ayah bilang barusan," ucapnya lalu menghisap rokoknya lagi.

"Barusan kau bilang ?" Pertanyaan Javier sambil menjatuhkan abu rokok diatas asbak.

"Aku benar-benar tak mau berurusan dengan kalian terlalu parah, aku sudah katakan untuk ayahku bertanggung jawab beliau bilang semua salahku dan ideku padahal ia hanya mau memeras seseorang tapi, malah anda korbannya, aku mohon maafkan aku, aku akan membawa ibu dan adik-adikku pergi dan anda urus saja ayahku, aku tak mau ikut bertanggung jawab nanti... Pasti ibu dan adik-adikku akan sengsara." Derel berharap semua alasannya di terima Javier dan dia mau memberinya kebebasan hidup bersama ibu dan adik-adiknya.

"Seam?"

"Ada tempat dimana semuanya tidak mudah untuk didapatkan dan jika sudah disana jangan harap bisa hidup semudah sekarang." Jelas Seam.

Javier menatap Derel yang juga mendengar ucapan Seam tadi, wajahnya sudah terlihat Derel mengatakan, kau dengarkan?

"Jangan asingkan keluar pulau Tuan, aku mohon adik-adikku masih harus sekolah dasar dan menengah pertama jika di jatuh miskin juga tak masalah, maafkan aku karena merusak barang anda saya akan bekerja dan menggantinya tapi, jangan asingkan di miskinkan saja itu cukup, aku tau kami semua ikut bersalah karena menganggu keluarga Kerajaan yang..."

Berhenti ucapan Derel yang merasa kalo tatapan Seam akan mengoyak lehernya.

"Itu juga bagus mulai besok kalian pergilah ke pemukiman padat dan carilah pekerjaan yang bisa kalian kerjakan dan untuk sekolah adik mu kusarankan kau cari yang uang pendidikannya tidak mahal."

"Tapi, bagaimana aku menjelaskan pada ibuku?"

"Bukan urusanku, Kau yang minta aku beri keringanan sebelum kau mati gantung diri sendiri atau mati minum racun."

Pergi dari sana Javier.

"Kau tanda tangani ini dan kau baca saja semuanya aku akan menunggu tanyakan semua yang mau kau tanyakan."

Mengambil dokumen yang di serahkan Seam dan membacanya.

"Besar juga hutangnya.. Baiklah demi ibu dan adik-adikku."

Setelah selesai urusannya Javier dan Seam pergi tanpa berpamitan pada ibu Derel.

Di kantor polisi sekarang Serman di interogasi atas tuduhan penggelapan dana dan juga pemalsuan dokumen bahkan melakukan pembunuhan yang tidak di sengaja juga melakukan pelecehan di salah satu tempat karoke yang hampir isinya nenek-nenek.

Polisi yang membaca kasusnya pun menggeleng kepala karena ini aneh, ia tak waras menganggu nenek-nenek ?

"Hei... Pindahkan dia ke tempat lain."

Serman langsung berlutut memohon untuk di penjara saja jangan bawa ia pergi.

"Hei kau ini kenapa kau beruntung karena kau di jamin oleh orang yang baik hatinya, sekarang pergi kau semua tuduhanmu di hapuskan."

Apa ini tidak aneh, jelas ini tak masuk akal akan lebih baik ia di penjara dari pada di pukuli Javier.

Sialan Seam masuk dan menarik tangan Serman.

"Lepaskan borgolnya."

"Ah iyaa Tuan, saya mau pergi silakan anda bawa saja."

Didalam mobil lain Serman di bawa bersama anak buah Javier.

Kepala di tutup sarung hitam.

Javier keluar mobil saat sudah sampai di pelabuhan sarung tangan hitam yang sudah lama tidak ia pakai sekarang di pakainya.

"Dimana ini! Kalian sialan kalian brengsek lepaskan aku, Bajingan!"

Teriakannya dan suara kerasnya langsung hilang hanya dengan pukulan keras di wajah kirinya.

Seam menarik sarung hitam di kepala Serman.

"Kau pikir aku tidak tahu, kau melakukan semuanya karena Demon membayarmu dan kau memanfaatkan ku, kau ternyata punya nyali ya."

Tendangan di wajah Serman sampai satu giginya lepas saking keras tendangan Javier.

"Yakh Kotor!"

"Sialan!"

"Tuan biar kami yang melakukannya." Memberanikan diri bicara saat Javier marah.

"Tidak perlu."

"Sudah lama aku tidak memukuli seseorang seperti ini, selama ada dirinya di dekatku aku tak bisa seperti ini." Terlihat wajah Javier yang datar dan kaku bahkan terkena darah dari Serman di wajahnya.

Beberapa ekspresi ngilu di tunjukkan Seam.

"Anda membunuhnya Tuan?"

"Belum dia hanya keritis."

Telponnya berbunyi pesan masuk dari Shinta kalo Nella sedang membuat kueh kering bersama dirinya.

"Sialan! Aku bisa gila!"

Setelah pingsan dengan banyak darah tanpa di bunuh Javier pergi sambil melepas sarung tangannya melemparkannya pada Seam.

"Selesaikan hari ini, jika aku tak lakukan sendiri aku akan rugi juga."

Baru saja akan melakukan makan bersama karyawannya Demon terkejut seseorang menunggu di ruang kerjanya.

"Halo teman... Apa kabarnya?"

"Sialan, mau apa kau psikopat gila!" Marah dan kaget karena Javier ada di ruangannya.

"Hanya mampir, bagaimana mana kabar teman lama yang memulai bermusuhan lagi."

"Kita tak ada urusan mau apa kau..." Pisau terlempar dengan bagian tajam kecil ramping panjang melesat di sebelah wajahnya juga melesat lagi saat perhatiannya ke pisau yang pertama, goresan di pipi kiri lalu goresan di telinga kanan.

"Javier!" Tertawa saat namanya di panggil dengan suara lantang dan Javier hanya menganggap dengan gerakan bahu dan berjalan mengitari kantor Demon.

"Kau tahu kan aku tak suka jika di usik siapapun, aku pun tak mengusik bisnis prostitusi mu, aku membuat salah satu anak buahmu sekarat mungkin sekarang mati."

"Sialan kau!"

"Pihak berwenang mendapatkan datar korupsimu pada seorang pejabat partai dan kalian sering bertemu untuk transaksi wanita malam..."

"Kau!"

"Apa.. Aku tidak salah kan, aku benar semua fakta... Sekarang kau ganti rugi kerusakan paketku dan biaya kendaraan pengantar paketku bahkan anak buahku yang terluka... Semuanya ada di dalam berkas itu." Melemparkannya diatas meja.

"Sialan... Kau mau memerasku juga!"

"Tidak... Hanya meminta uangku." Tersenyum tapi, itu bukan senyuman manusia yang ramah pada sesama tapi, senyuman iblis licik.

Demon mengeram merasa perih dengan sayatan dan juga berkas didepannya. Tangannya yang terkena darah memegang berkas itu .

"Tuan Demon oh.. Yaa jika kau tidak melunasinya putrimu yang ada di luar negeri akan dalam bahaya karena ayahnya dan putramu akan masuk penjara tanpa alasan yang pasti..."

"Kau merusak nama baik keluarga bangsawanmu!"

"Husttt kau tidak bisa membahas nama baik saat di bisnis ilegal, paham? Jika kau terus melawan yang jatuh dan terluka bukan aku tapi putra dan putrimu juga dirimu, aku selalu menang... Benarkan?"

"Brengsek kau Javier!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!