NovelToon NovelToon
Pedang Pembasmi Iblis

Pedang Pembasmi Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: FAUZAL LAZI

Han Chuan adalah seorang anak desa yang ceria dan penuh semangat. Ia menghabiskan hari-harinya dengan melukis pemandangan dan bermain bersama teman-temannya di bukit kecil dekat desa. Hidupnya sederhana dan bahagia hingga suatu hari, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Saat sedang bermain bola bersama teman-temannya, langit tiba-tiba menggelap. Suara raungan aneh menggema dari hutan, dan makhluk-makhluk iblis menyerang desa tanpa ampun. Anak-anak yang bermain bersamanya menghilang satu per satu, ditelan oleh iblis saat di bersama ibunya. Ketika Han Chuan turun dari bukit, yang tersisa hanyalah pemandangan mengerikan desa hancur, dan jasad para penduduk berserakan. Dalam keputusasaan, ia juga menyaksikan ibunya yang ternyata seorang dewa yang turun tangan melawan para iblis. Namun malang, sang dewa tewas ditusuk dari belakang dan tubuhnya dilahap utuh oleh iblis. Rasa sakit dan amarah yang tak tertahankan membangkitkan kekuatan tersembunyi di dalam diri Han Chuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FAUZAL LAZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Ritual Dari Murid Sekte Iblis Langit

Di sana, Han Chuan berdiri di tengah dunia yang seluruhnya diselimuti lava cair. Suhu di sekitarnya begitu panas hingga udara tampak bergetar. Gelombang panas terus memancar dari sungai-sungai lava yang mengalir deras di bawah kakinya.

Di belakangnya, sosok armor raksasa setengah badan muncul perlahan. Armor itu berwarna merah tua seperti logam yang baru keluar dari tungku, dengan permukaan berkilat panas. Aura tekanan berat menyelimuti ruang tersebut. Dari sekeliling tubuh Han Chuan, muncul ular-ular energi berwarna merah menyala, sebesar lengan manusia, yang bergerak melingkari tubuhnya seperti hidup. Ular-ular itu tampak terbuat dari magma yang mendidih, mengeluarkan suara mendesis pelan. Ssshhh…

Han Chuan menutup mata dan menggertakkan giginya. Rasa sakit mulai menjalar dari dalam tubuhnya, seperti daging dan darahnya sedang terbakar dari dalam. Keringat menetes deras dari wajahnya, membentuk uap saat menyentuh kulit yang panas.

Namun ia bertahan. Tangan kirinya membentuk segel, sementara tangan kanannya menuntun aliran energi yang berputar di seluruh tubuhnya. Setiap kali energi dari inti iblis meledak di dalam dirinya, sinar merah melintas di Meridian nya, dan suara dentuman kecil terdengar dari dalam tubuhnya

seperti logam yang ditempa dalam bara api.

“Sedikit lagi…” desis Han Chuan pelan, matanya berkilat tajam. “Aku akan menempanya menjadi Fondasi Dewa yang sempurna.”

Sementara itu, aura panas yang terpancar dari tubuh Han Chuan semakin kuat. Ular-ular api yang mengelilinginya mulai menjalar ke seluruh tubuh, membakar kulitnya sedikit demi sedikit. Beberapa bagian tubuhnya tampak melepuh, memancarkan cahaya merah menyala seperti bara api hidup.

Panasnya semakin tak tertahankan, udara di dalam gua bergetar hebat, dan suara desisan api terdengar setiap kali kulitnya melepuh. Hingga akhirnya, aura panas itu meledak keras, BOOM! gelombang energi merah menyala menyebar ke seluruh gua, membuat dinding batu di sekitarnya retak.

Saat ledakan itu mereda, tubuh Han Chuan masih diselimuti bercak-bercak luka bakar yang berkilau seperti bara. Namun, perlahan-lahan cahaya itu meresap kembali ke dalam tubuhnya, dan kulitnya pun kembali utuh tanpa bekas sedikit pun.

Han Chuan membuka matanya. Pandangannya tajam, dan aura di tubuhnya kini jauh lebih stabil dan kuat dari sebelumnya. Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya dengan tenang. “Akhirnya selesai juga… untungnya tidak ada serangan balik dari inti iblis yang aku telan,” gumamnya pelan sambil tersenyum tipis.

Ia segera mengenakan kembali bajunya, lalu berdiri dan menatap ke arah pintu gua. “Sekarang, waktunya menukarkan inti-inti iblis ini menjadi nilai ujian di Konferensi Pemburu Iblis,” ucapnya. Dengan cepat, Han Chuan melesat keluar dari gua, meninggalkan jejak cahaya biru yang berkilau di udara setiap kali kakinya menyentuh tanah.

Sementara itu, di tempat lain, beberapa murid dari Sekte Iblis Langit sedang mengangkat mayat manusia ke sebuah altar batu besar. Di sekeliling altar berdiri tiang-tiang hitam berukir simbol iblis. Mereka menggantung mayat-mayat itu dengan rantai besi yang berderak pelan setiap kali angin berhembus.

“Cepat, cepat! Kita harus pergi sebelum ada yang melihat!” ucap salah satu dari mereka dengan nada cemas sambil membersihkan pedangnya yang berlumuran darah.

Keempatnya segera meninggalkan tempat itu dengan langkah tergesa. Tak lama setelah mereka pergi, dari celah-celah altar memancar cahaya merah gelap yang perlahan merayap naik, menyelimuti tubuh mayat yang tergantung.

Suara retakan dan isapan energi terdengar pelan, krkkk… ssshhh…, seolah sesuatu sedang mengisap kehidupan yang tersisa dari jasad-jasad itu. Daging mereka mulai menyusut, kulitnya mengerut, hingga yang tersisa hanya kerangka tipis yang masih mempertahankan bentuk wajahnya.

Beberapa detik kemudian, aura kemerahan itu lenyap begitu saja, meninggalkan altar yang kembali sunyi, hanya menyisakan bau darah di udara.

Sementara itu, Han Chuan sudah semakin dekat dengan pos penukaran inti iblis. Ia memperlambat langkahnya lalu berjalan santai menuju bangunan tersebut sambil membawa kantong ruang miliknya yang penuh dengan inti iblis hasil buruannya.

Di dalam pos penukaran, Ling Shura murid dari Penguasa Istana Pedang Matahari. ia sedang berdiri di hadapan para tetua yang bertugas.

“Para ketua sekalian, aku ingin menukarkan inti iblis yang telah aku dapatkan,” ucap Ling Shura sambil mengeluarkan kantong ruangnya.

“Baik, Tuan Muda. Silakan tunggu sebentar,” jawab salah satu tetua sambil membungkuk kecil. Para tetua itu langsung menghitung inti iblis yang Ling Shura kumpulkan, dan suara benda-benda keras beradu terdengar setiap kali inti iblis diletakkan di atas meja batu.

Sementara itu, di halaman depan Istana Pedang Matahari, para keluarga berpengaruh di kota duduk berjejer sambil menunggu hasil perburuan. Mereka memperhatikan deretan balok kayu raksasa yang di atasnya tertera nama para peserta.

“Para jenius itu belum menunjukkan hasil perburuan mereka, ya,” ucap Bai Mo pelan, matanya tak lepas dari balok-balok itu.

“Kau tunggu saja. Tidak perlu terburu-buru,” sahut Yan Long sambil menyesap tehnya perlahan. Tatapannya tenang namun penuh perhitungan.

Han Ling duduk di sisi lain, tubuhnya sedikit tegang. Ia terus memandangi balok dengan nama Han Chuan. Balok itu masih belum bergerak naik, membuat jantung Han Ling berdebar semakin keras.

Tak lama kemudian, balok dengan nama Ling Shura mulai bergerak. Perlahan namun pasti, balok itu naik semakin tinggi hingga akhirnya berada di posisi paling atas, mengalahkan balok semua peserta lainnya.

“Lihat itu, murid dari Istana Pedang Matahari memang luar biasa. Dia langsung menempati posisi tertinggi,” ucap Bai Mo kagum.

Yan Long tersenyum kecil, matanya melirik ke arah Han Ling yang tampak makin gelisah. “Hehh… akhirnya kau terlihat putus asa juga, keluarga Han,” batinnya sambil menahan tawa. “Anak kalian, Han Chuan, pasti sudah lama mati di Konferensi Pemburu Iblis.”

Ia kembali menyesap teh dengan puas, sembari menikmati kekhawatiran yang terpancar jelas dari wajah Han Ling.

1
Nanik S
Long Shen..untung sdh datang
Nanik S
Ilusi Iblis
Nanik S
Gaaaas Poooool
Nanik S
Han Chuan.... memang lumayan konyol... 🤣🤣🤣
Nanik S
Jatah membunuh Binatang Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis lagi... Bantai saja semua Han Chuan
Nanik S
Siapa sebenarnya Long Shen
Nanik S
Bsi Ling ditelan Harimau Iblis
Nanik S
Mantap Poooool 💪💪💪
Nanik S
Joooooooooss 👍👍👍
Nanik S
Para Orang Tua juga ikut tegang
Nanik S
God Job
Nanik S
Lha kenapa Han Chuan tidak ada reaksi di balik tentang Inti Iblis
Nanik S
Sekte Langit Iblis
Nanik S
Mengapa mesti ada Kontrak hidup mati
Nanik S
Bsi Ling... Dendam karena kalah dan malu
Nanik S
Apa mereka tdk menyadari adanya kelompok sekte Iblis
Nanik S
Han Chuan... 💪💪💪
FAUZAL aut
kristal?
Nanik S
Han Chuan... jenius krn Anaknya Dewi Bulan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!