melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemenangan keempat dan pertarungan kelima
Dimensi hutan malam bagian selatan
Pertarungan antara Kade melawan Elviera belum selesai.
Elviera dengan mata yang berkaca kaca mengingat kembali saat dia pertama kali bersama dengan Lucyfer.
Elviera mengangkat kepala nya dan tak menoleh ke kadre.
"kau, membuat ku marah sampai tahu diri ku,"kata Elviera dengan dingin
"hanya satu orang yang boleh tahu diri ku,"
"yaitu tuan muda Lucyfer saja."
Elviera berhenti sejenak dan menatap ke langit.
Tiba– tiba
Kade langsung dari belakang mencoba menebas Elviera.
Namun—
SSHHK...
Benang itu melintas nyaris tanpa suara.
KRRK...
Retakan halus menjalar di seluruh bilah pedang.
TIK!
Pedang itu terbelah menjadi dua bagian dan terjatuh di tanah.
Kade hanya gemetar memegang gagang pedang nya karena kaki nya juga terkena potongan itu.
“Dia lumayan gila.” pikir Kade sambil menatap ke kaki nya yang meneteskan darah
“Aku kelewatan sampai membicarakan tentang Lucyfer.”
“Perempuan ini sangat sensitif terhadap Lucyfer.”
Elviera mengeluarkan sebuah benang yang sangat sangat banyak sekali.
Elviera melilit seluruh tubuh nya dari kaki sampai ujung kepala Elviera dengan benang nya.
Kade hanya bernafas sedikit berat dan menatap Elviera yang terbungkus benang.
Kaki nya mengalami pendarahan akibat dari serangan benang Elviera.
“Gawat sakit nya pendarahan nya tak mau berhenti.” dalam hati Kade yang sedikit panik karena pendarahan tak kunjung berhenti.
Benang yang menutupi seluruh tubuh Elviera kini mulai lepas.
Ini adalah sihir tahap akhir dari sihir benang milik Elviera.
Elviera keluar dengan pakaian biru dan rambut biru nya makin panjang dan mata nya menjadi penuh cinta.
"Sihir metamorfosis sempurna sihir benang,"kata Elviera dengan tenang
"aku mempelajari nya dari kekuatan metamorfosis sempurna dari sihir cinta milik klee."
Elviera melihat tangan dan wujud nya di tahap ini.
“Terimakasih klee sudah mengajarkan ku sihir ini.”
Elviera kini mulai pelan pelan mulai mendarat dan menampakkan kaki nya di tanah.
“tak ku sangka juga sih hanya bermodalkan kepribadian ganda aku bisa menggunakan sihir metamorfosis ini.”
Kade langsung membelalak kaget dan tak percaya di depan nya Elviera ada 2 sosok yaitu Elviera yang biasa saja dan sisi Elviera yang mencintai Lucyfer.
"Tapi tak ku sangka kekuatan nya sangat sangat kuat dengan efek aku mencintai tuan muda Lucyfer,"
"tapi tak apa apa semua nya untuk tuan muda Lucyfer akan aku lakukan."
Elviera mengeluarkan sebuah benang dan membetuk wajah Lucyfer dengan benang nya.
Elviera memegang wajah itu dan mengelus kepala nya ke benang itu.
"Tuan muda Lucyfer, aku sayang anda,"
"Kalau begitu akan ku hancurkan orang ini."
Elviera langsung mengeluarkan sebuah benang biru yang keluar dari jari Elviera.
Benang benang itu mengelilingi Elviera.
“Sihir benang: penjara pusaran benang biru.”
Rapal mantra sihir benang biru Elviera.
Sebuah pusaran berbentuk kubik mengelilingi Kade seolah memenjarakan Kade.
Kade langsung membelalak dan hilang.
Rupa nya Kade memanfaatkan salah satu bayangan merah nya yang masih tersisa untuk keluar dari posisi itu.
Ia melompat dari satu pohon dan mencoba mengalahkan Elviera.
"Sihir bayangan merah:parade sepuluh bayangan merah." ucap Kade merapal mantra sihir nya
Sepuluh bayangan langsung menyerang Elviera tapi Elviera hanya menghindar terlalu santai dan menghancurkan semua bayangan merah Kade.
benang benang di sekeliling Elviera makin melebar dan nampak ingin mengeluarkan sihir
Sihir Benang biru: gelombang pusaran benang biru
Semua bayangan merah Kade langsung terhempas kemudian menghilang.
Kade tak bisa apa-apa lagi.
Kade mengangkat tangan nya.
"aku menyerah, Elviera kau menang."kata Kade dengan tenang
Kade menunduk dan sambil mengangkat kedua tangan nya.
Sial mustahil aku menang perempuan ini sangat gila
Pikir Kade karena Elviera memang agak gila.
Elviera dengan wajah dingin dan tenang perlahan turun.
Rambut Elviera kini kembali menjadi seperti semula begitu juga penampilan nya.
Elviera berjalan ke Kade
"Oiii kalau kau memberi tahu tuan muda Lucyfer, ku
hancurkan bola di celana mu."ancam Elviera dengan wajah mengancam.
Kade hanya terdiam ketakutan dan mengangguk dengan cepat.
Ahhh perempuan kuudere memang beda
Dingin di luar posesif di dalam
kata Kade dalam hati nya.
lalu Elviera langsung membawa Kade berjalan keluar.
Kini pertarungan keempat sudah di menangkan Elviera.
Scene beralih ke sebuah dimensi hutan malam bagian timur laut.
Selesia berjalan jalan di hutan itu hendak keluar dari hutan itu.
Namun—
Selesia sedikit mengangkat kepala nya pelan pelan dan melihat seseorang di atas.
Orang itu berdiri dengan satu tongkat dan berdiri dengan satu kaki berlatar belakang bulan.
"ohhh jadi kau lawan ku,"kata selesia lanjut bicara
"tapi nampak nya kau salah pilih lawan."
Orang itu akhirnya turun dan seorang gadis dengan rambut ungu dan mata yang selalu terpejam dan dengan pakaian akademi odler.
Lyssara aetherin.
Sihir summon ratusan senjata dan wajib pilih satu senjata.
"ohh lawan ku orang yang tak bisa melihat ya?"kata selesia
Selesia mengeluarkan sebuah tongkat sihir nya dan mengubah nya menjadi mace berduri.
Lyssara hanya mengangkat kepala nya
"hmm kalau kau mengatakan aku buta kau salah,"kata Lyssara berhenti sejenak
"aku memang seperti ini dan tidak buta."
Selesia tersenyum sombong.
"baiklah ayo kita mulai, aku tak suka basa basi ini."kata selesia dengan percaya diri
Selesia berlari dengan cepat.
Tap– tap– tap
Langkah kaki itu sangat sangat percaya diri.
Namun
Selesia berhenti sejenak dengan apa yang dia lihat.
Tongkat di tangan Lyssara hilang dan selesia tertegun melihat itu.
Tiba– tiba
Ratusan portal ungu keluar dan mengeluarkan sarusan senjata di tiap masing masing portal itu.
Tangan Lyssara mengambil satu senjata.
Tomgkat dengan ujung emas dan badan tongkat itu hitam.
Lyssara tersenyum kecil dengan mata yang selalu terpejam.
"nampak nya kau mau mulai ya, maaf aku langsung mengeluarkan sihir ku, kau pasti kaget ya."kata Lyssara dengan tenang.
Selesia hilang dan jelas Lyssara sadar karena harus nya di depan Lyssara.
Tiba tiba—
Selesia dari belakang hendak memukul dengan mace berduri nya ke arah Lyssara.
Tiba-tiba
Lyssara memukul mace berduri itu.
Dia ini mau menghancurkan mace berduri ini
Apa tujuan nya
Pikir selesia di kepala nya.
Selesia terus mengayunkan mace berduri nya.
Nampak nya gadis ini salah pilih senjata?
Tanya selesia dalam hati nya.
Namun yang tak selesai ketahui Lyssara tujuan nya adalah menghancurkan mace berduri selesia tapi tidak dengan gagang nya.
Benar Lyssara memaksa selesia untuk bertarung dengan senjata yang sama seperti Lyssara.
Selesia langsung menggenggam erat mace berduri nya, aura ungu makin jelas terlihat.
"sihir bulan: pukulan bulan dalam senja."kata selesia merapal mantra sihir nya
Tiba-tiba
Sebuah kabut dan pukulan bertubi tubi membuat Lyssara tak mengetahui posisi selesia.
Apa ini di mana dia
Aku tak merasakan nya karena kabut ini membuat ku tak bisa melacak nya
Kata Lyssara dalam hati nya.
Tapi Lyssara terus menghindar karena serangan tak terduga dan tak dapat di tebak terus ada dan muncul.
Lyssaara hanya mendengar suara pukulan mace berduri itu tapi tidak dengan serangan nya.
Tiba– tiba
Dan sebuah mace berduri turun.
DOOM
DOOM
DOOM
Segala nya bergetar dan tanah ikut hancur.
Rupa nya selesia mengumpulkan semua pukulan itu dan mengendalikan nya.
Dan salah satu pukulan itu sangat mengerikan dan mampu membuat tulang patah.
Lyssara terkena salah satu pukulan itu.
Namun tak terlalu parah dan tetap bisa berdiri.