NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 8_Labirin Emas

Malam itu untuk pertama kalinya Anya tidur di tempat tidur yang sangat mewah, namun dia merasa lebih gelisah daripada saat dia tidur di sofa bututnya yang lama.

Karena dia tahu di balik kemewahan ini ada mata yang selalu mengawasinya dan ada tangan yang selalu siap untuk menariknya kembali jika dia mencoba terbang menjauh.

Pagi pertama di mansion Valerius tidak terasa seperti pagi bagi Anya.

Tidak ada suara kokok ayam tetangga, tidak ada suara bising tukang bubur yang memukul mangkuk, dan tidak ada alarm ponsel retaknya yang biasanya berbunyi pukul lima pagi.

Sebaliknya, yang ada hanyalah keheningan yang sempurna, hanya dipecah oleh suara pendingin ruangan yang berdesis halus.

Anya terbangun di atas kasur yang begitu empuk hingga ia merasa seolah tenggelam di dalamnya.

Selimut sutra yang menutupi tubuhnya terasa sangat ringan namun hangat, untuk sesaat dia lupa di mana dia berada.

Namun begitu matanya menangkap kemegahan langit-langit kamar dengan ukiran rumit dan lampu kristal yang menggantung, kenyataan pahit itu menghantamnya kembali.

Dia bukan lagi Anya, gadis pelayan kedai kopi, dia adalah "tamu" yang tidak bisa pulang.

Anya beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela besar yang tertutup gorden tebal.

Saat ia membukanya, sinar matahari pagi menyapu ruangan itu.

Di bawah sana, ia melihat taman yang sangat luas dengan rumput hijau yang dipangkas sempurna.

Namun, di setiap sudut pagar dan di dekat gerbang, ia melihat pria-pria berpakaian hitam dengan senjata yang tersampir di bahu mereka.

"Ini bukan rumah, ini benteng," bisik Anya pada dirinya sendiri.

Dia memutuskan untuk membersihkan diri, kamar mandi di kamar ini lebih besar daripada seluruh dapur dan ruang tamunya yang lama.

Ada bak mandi marmer yang luas, pancuran dengan berbagai tekanan air, dan deretan handuk putih yang lembut.

Di atas wastafel, tersedia berbagai produk perawatan kulit dari merek yang bahkan Anya tidak bisa mengeja namanya.

Setelah mandi, Anya membuka lemari pakaian yang besar.

Di sana, semua baju lama dan usangnya sudah tidak ada, yang tersisa hanyalah pakaian baru yang dibelikan Marco.

Semuanya terlihat sangat mahal dan elegan, Anya memilih setelan yang paling sederhana yaitu sebuah blus berwarna krem dan celana panjang kain hitam, dia merasa seperti orang asing di dalam tubuhnya sendiri.

Begitu dia keluar dari kamar, seorang pelayan muda sudah berdiri di sana, seolah-olah memang sudah menunggu Anya keluar.

"Selamat pagi, Nona Anya. Tuan Marco menunggu Anda di ruang makan untuk sarapan," ucap pelayan itu sambil membungkuk sopan.

"Oh, selamat pagi... bisa tolong jangan panggil saya Nona? Panggil Anya saja," pinta Anya merasa tidak nyaman dengan perlakuan itu.

Pelayan itu hanya tersenyum tipis tanpa menjawab, lalu memberi isyarat agar Anya mengikutinya.

Mereka melewati lorong-lorong panjang yang dihiasi dengan lukisan-lukisan klasik dan guci-guci besar.

Anya merasa seperti berjalan di dalam museum, setiap langkah kakinya di atas lantai marmer menimbulkan gema yang membuatnya merasa semakin kecil.

Mereka sampai di sebuah ruangan dengan meja makan panjang yang terbuat dari kayu jati gelap yang mengkilap.

Di ujung meja, Marco duduk sambil membaca koran fisik dan menyesap kopi hitam.

Dia sudah mengenakan kemeja hitam yang rapi, meskipun lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan tato yang melingkari lengan bawahnya yang kokoh.

"Duduklah, Anya," kata Marco tanpa mendongak dari korannya.

Anya duduk di kursi yang ditarikkan oleh pelayan, di depannya sudah tersaji berbagai menu sarapan, mulai dari buah-buahan segar, roti panggang hingga omelet yang terlihat sempurna.

"Bagaimana tidurmu?" tanya Marco akhirnya, sambil melipat korannya dan menatap Anya dengan mata tajamnya yang sekarang terlihat lebih segar.

"Kamar itu terlalu besar untuk ku Marco dan aku tidak terbiasa," jawab Anya jujur.

Dia mengambil sepotong roti tapi tidak segera memakannya. "Marco, aku ingin bicara tentang pekerjaan ku."

Marco mengangkat satu alisnya. "Pekerjaanmu? Bukankah sudah kukatakan? Tugasmu hanyalah memastikan aku sembuh. Dan seperti yang kau lihat, aku masih butuh pemulihan."

"Tapi aku tidak bisa hanya duduk diam di sini seharian, aku akan jadi gila. Jika memang aku tidak boleh keluar karena alasan keamanan, setidaknya biarkan aku melakukan sesuatu seperti membantu di dapur, atau membersihkan taman, apa saja." ucap Anya.

Marco meletakkan cangkir kopinya dengan dentingan pelan yang membuat Anya sedikit tersentak.

"Kau bukan pelayan di sini, Anya. Kau adalah orang yang menyelamatkan hidupku. Jika orang-orang di rumah ini melihatmu bekerja kasar, itu akan merendahkan posisiku sebagai tuan rumah." seru Marco tidak setuju.

"Tapi ini hidup aku!" Anya mulai merasa frustrasi.

"Kami tidak bisa memutus semua koneksi ku dengan dunia luar dan menyuruh aku diam seperti pajangan di sini." ucapnya dengan marah.

Marco mencondongkan tubuhnya ke depan, atmosfer di ruangan itu mendadak menjadi sangat intens.

"Anya, kau tidak mengerti betapa berbahayanya situasi di luar sana. Antonio belum ditemukan. Dia tahu aku masih hidup, dan dia tahu aku punya kelemahan baru."

Anya mengerutkan kening. "Kelemahan baru? Apa maksudnya?"

Marco menatap Anya selama beberapa detik, tatapannya seolah mengunci jiwa gadis itu.

"Kau. Kau adalah orang yang tahu di mana aku berada saat aku paling lemah, di mata musuh-musuhku kau adalah kunci untuk menghancurkanku. Jika aku membiarkanmu bekerja di kedai kopi itu, kau akan mati dalam hitungan jam, Anya. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi." seru Marco.

Anya tertegun.

Mendengar Marco menyebutnya sebagai "kelemahan" membuatnya merasa aneh. Ada rasa takut, tapi ada juga sesuatu yang lain yang ia sendiri tidak mengerti.

"Jadi aku benar-benar tawanan di sini?" suara Anya melemah.

"Tawanan tidak diberi makan enak dan kamar mewah," sahut Marco dingin.

"Kau adalah tamu kehormatanku dan untuk membuatmu tidak 'gila' karena bosan, aku punya solusi. Kau suka buku kan?" tanya Marco.

Anya mengangguk pelan, dia memang suka membaca, meskipun biasanya hanya buku-buku bekas yang dia beli di pasar.

"Ikut aku," perintah Marco.

Dia berdiri dan menuntun Anya menuju sebuah ruangan di sayap barat mansion.

Saat Marco membuka pintu ganda yang besar, Anya nyaris tidak bisa bernapas karena kagum.

Itu adalah perpustakaan pribadi yang luar biasa, rak-rak buku setinggi langit-langit memenuhi dinding, penuh dengan ribuan buku dari berbagai genre.

Ada tangga geser, kursi-kursi kulit yang nyaman, dan sebuah jendela besar yang memberikan cahaya alami yang cukup.

"Kau bisa menghabiskan waktumu di sini, jika ada buku yang kau inginkan dan tidak ada di sini, katakan saja pada pelayan, aku akan membelinya untukmu," kata Marco.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!