NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Mau Jatuh sendirian

#32

Pagi itu, media pemberitaan heboh dengan berita ditemukannya mayat seorang pria meninggal di dalam mobilnya, dugaan sementara pria itu mengakhiri hidupnya sendiri. 

Sementara di luar sana simpang siur serta spekulasi lain terus merebak. 

Dan Giana sudah menduga hal ini akan terjadi, maka wanita itu segera menghubungi Mahar agar melaksanakan rencana selanjutnya. 

“Hubungi tim IT kita, dan minta mereka menjalankan rencana selanjutnya.” 

“Baik, Bu.” 

“Upaya kalian ini, tak akan membuatku diam!” geram Giana. “Kau sudah siap, kan?” tanya pada Ayu memastikan. 

“Tak ada alasan untuk berkata tidak siap, Kak. Mereka sudah merampas kebebasanku, melukai anakku. Kali ini tak ada lagi yang tersisa untuk dijadikan ancaman, bukan?” 

Setelah itu, para buzzer bayaran yang tergabung dalam tim IT suruhan Giana kembali meng-upload berita yang tak kalah menghebohkan terkait dengan penemuan mayat di basement sebuah apartemen. 

—ALASAN UTAMA MENINGGALNYA PRIA DI BASEMENT ADALAH, KARENA PRIA ITU ADALAH SAKSI KUNCI KASUS PEMBUNUHAN 20 TAHUN SILAM—

Berita itu segera di broadcast ke banyak akun, agar semakin banyak orang yang membaca dan makin penasaran. Tambahan potongan video kesaksian Jono, membuat masyarakat meyakini kebenaran berita tersebut. 

Tak butuh waktu lama, cukup dengan hitungan menit, berita tersebut menyebar luas seperti api yang ditiup hembusan angin. Semakin lama semakin besar menyebar dengan cepat tanpa bisa dicegah. 

Setelah headline pertama yang menarik begitu banyak perhatian, headline berikutnya membuat berita semakin panas. 

—SI PELAKU YANG DIMAKSUD ADALAH ISTRI DARI SALAH SEORANG PENGACARA KONDANG, DAN KEDUANYA BEKERJA SAMA HINGGA MEMBUAT ORANG YANG TAK BERSALAH MENANGGUNG HUKUMAN SELAMA 20 TAHUN LAMANYA—

•••

Brak! 

Gunawan menggebrak meja kerjanya, pria itu baru saja membaca berita yang sudah terlanjur menyebar tanpa bisa dicegah. Dan karena berita tersebut sudah di posting ulang sebanyak jutaan kali oleh para netizen, maka penyebaran semakin sulit untuk dihentikan. 

Cklek! 

Tiba-tiba Anjani masuk ke ruangan tersebut tanpa permisi, “Mas! Kenapa bisa ada berita semacam ini?” tanya nya panik. 

Seperti biasa Gunawan diam tak menanggapi, “Mas! Jawab!” serunya geram. 

“Diamlah! Aku sedang berpikir, lagipula mana mungkin aku akan diam saja menerima keadaan. Wanita-wanita itu tak bisa menghancurkan apa yang sudah aku bangun dengan susah payah!” 

Gunawan pun pergi meninggalkan Anjani seorang diri, selepas Gunawan pergi, Anjani menghela nafas lega. 

“Syukurlah, pria tak berguna itu sudah mati, jadi aku tak perlu susah payah mencari alasan dan tak perlu repot menyembunyikan apa-apa.” Bibir Anjani tersenyum sinis.

Wanita itu tak menyadari bahwa badai besar sedang menantinya di depan. 

Di kamar Miranda, jangan dikira gadis itu diam saja, gadis itu diam-diam mengamati setiap gerak gerik CCTV di dalam dan disekitar rumah. 

Tujuannya, tentu saja untuk kabur lagi, ia tak akan menyerah sebelum berhasil pergi meninggalkan rumah. 

Tapi, setelah memeriksa CCTV rumah, Miranda dikejutkan dengan berita yang sedang hit di media berita on line. Rasa penasaran menghampirinya, terlebih papinya seorang pengacara. Meski Miranda tak berharap, tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi, who knows? 

•••

Hari kembali berganti. 

Merasa polisi tak kunjung bergerak, Giana dan Ayu bertambah geram. Kedua wanita itu tak sabar menanti gelombang reaksi besar yang mereka harapkan. 

Tapi sepertinya, umpan yang mereka lempar belum memberikan dampak yang berarti. Hingga tiba-tiba Ayu kembali mengatakan hal yang membuat mereka tak habis pikir. 

“Bagaimana jika aku bicara.” 

“Maksudmu?” 

Ayu tak mengatakan apa-apa, wanita itu segera menyiapkan kursi, dan meminta Giana merekam setiap ucapannya. 

“Mungkin masyarakat tak percaya, karena tak ada korban yang berbicara,” ucapnya, yakin bahwa analisanya benar. “Bukankah Kakak bilang, di luar sana ada banyak korban Gunawan dan antek-anteknya? Aku yakin mereka hanya menunggu momen, Kak.” 

Giana tersenyum lalu mengangguk. “Ya, kau benar, Dek. Ayo kita lakukan, setelah ini biar para buzzer yang urus.” 

•••

Suasana ruangan sunyi senyap, padahal di sana ada banyak orang, namun, tak satupun yang berani buka suara. 

Pak Menteri menatap wajah orang-orang yang selama ini bekerja bersamanya, kini mereka mulai disorot, meski belum ada pergerakan secara aktif. Karena mereka lah yang menguasai ranah hukum. 

Tapi bila tak dibersihkan sekarang, mungkin selamanya mereka tak akan bisa kembali bangkit. “Gunawan, apa saja kerjamu, bukankah aku sudah mengingatkanmu untuk segera membereskan mereka! Kenapa mereka kembali berulah!” 

Gunawan berdiri, ia menundukkan tubuhnya dalam-dalam, “Maafkan saya, Pak,” ucapnya, padahal di dalam hati ia mengumpat tak kalah keras dengan suara Pak Menteri. 

Pak Menteri mentap Gunawan sengit, meski Gunawan pernah menyokongnya hingga tiba di posisi saat ini. Tapi kini lain cerita bila pria itu bermasalah, maka dirinya pun akan ikut terseret kemana-mana. 

Pak Menteri berbisik pada ajudannya, “Singkirkan semua bukti-bukti yang melibatkan aku.” Sang ajudan mengangguk paham. 

Bukan hanya Pak Menteri, tapi masing-masing orang mulai berpikir untuk mengamankan dirinya sendiri. 

Gunawan menelisik pemandangan di dalam ruangan tersebut, tak perlu dibicarakan, Gunawan sudah tahu bahwa mereka semua sedang berusaha cuci tangan dan membuat dirinya menjadi satu-satunya tersangka. 

“Jadi, kalian juga bermaksud cuci tangan? Hmm jangan di kira aku tak bersiap, aku bersumpah, jika aku jatuh maka aku pastikan kalian pun demikian."

1
Esther Lestari
main sosor saja kamu Jordy. kurang tamparannya untuk bocah tengil itu Miranda
Esther Lestari
jodohkan papa nya Jordy dgn Ayu, dan Jordy jodohnya Miranda🤭😄
Dozky 2 Crazy
kerrrennnn 👏👏💃💃
Dozky 2 Crazy
mbak giana kerrren
Dozky 2 Crazy
ex part makin seruuu n menarik author 👏👏👏
Rahmawati
sukurin, makanya jgn asal sosor
Rahmawati
kirim pesan sambil senyum senyum, sedikit tidak nama miranda udah ada di hati jordy
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Jordy main sosor aja kek soang🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
apakah Jordy jodoh Miranda 🥰
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain,emang msh di luar negeri 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ada yg kangen nih 🤭
ensa17
et dah bocah main sosor aja
Nar Sih
sip👍miranda tampar tuh si jordi tengil enak aja main cium dikira perempuan apaan ngk sopan 🤣
Nar Sih
oalah jordi itu pasti nama laki,,yg mobil nya ditabrak miranda ya kak moon ,
Aditya hp/ bunda Lia
Nah ... makan tuh cap 5 jari mantap kan? kamu maen sosor ajah
Aditya hp/ bunda Lia
Naaah, ... Jordan jodohin Sama Ayu ajah
Rahmawati
pingin nurut aja sm biru, demi kebaikan km
Sh
setuju deh Miranda dan biru....terus cowok rese yang punya mobil..buat siapa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
beneran nih 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Orang yg ditabrak mobilnya, mungkin itu jodohnya Miranda 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!