NovelToon NovelToon
Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: YeJian

Terlahir dengan bakat rendah dan tubuh lemah, Ren Tao hanya dianggap sebagai murid sampah di Sekte Awan Hitam. Ia dihina, dimanfaatkan, dan diperas tanpa henti. Di dunia kultivasi yang kejam, orang sepertinya seharusnya mati tanpa meninggalkan nama.

Namun tak ada yang tahu Ren Tao tidak pernah berniat melawan dengan kekuatan semata.

Berbekal kecerdasan dingin, ingatan teknik kuno, dan perhitungan yang jauh melampaui usianya, Ren Tao mulai melangkah pelan dari dasar. Ia menelan hinaan sambil menyusun rencana, membiarkan musuh tertawa… sebelum satu per satu jatuh ke dalam jebakannya.

Di dunia tempat yang kuat memangsa yang lemah, Ren Tao membuktikan satu hal
jika bakat bisa dihancurkan, maka otak adalah senjata paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YeJian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 – Tekanan Tanpa Bentuk

Hari setelah evaluasi individu berlalu tanpa pengumuman apa pun.

Tidak ada keputusan resmi. Tidak ada sanksi. Tidak ada penghargaan. Namun justru ketenangan itulah yang membuat suasana di Sekte Langit Utara berubah secara halus namun terasa jelas.

Ren Tao menyadarinya sejak pagi.

Tatapan para pengawas lebih sering singgah padanya, meski tidak pernah berhenti terlalu lama. Jalur latihan yang biasanya terbuka kini dijaga lebih rapat. Bahkan formasi pemantau yang dipasang di sepanjang koridor tampak disetel ulang lebih sensitif terhadap fluktuasi kecil qi.

Ia tidak berkata apa pun.

Unit Ketujuh berkumpul di lapangan latihan seperti biasa. Tidak ada perlakuan khusus, tidak ada pemisahan. Namun posisi mereka ditempatkan sedikit lebih dekat dengan pusat medan, area yang dikenal paling stabil namun juga paling mudah mencatat kesalahan kecil.

Li Shen berdiri di sisi kiri Ren Tao, wajahnya tenang, tapi matanya terus bergerak mengamati sekitar.

“Ini bukan hukuman,” ucapnya pelan. “Ini observasi.”

Ren Tao mengangguk. “Dan observasi paling berbahaya adalah yang tidak mengganggu.”

Latihan dimulai tanpa aba-aba panjang.

Formasi dasar diaktifkan. Tidak ada lonjakan tekanan, tidak ada perubahan medan yang tiba-tiba. Semuanya mengalir normal. Terlalu normal. Murid-murid lain mulai bergerak lebih santai, beberapa bahkan menurunkan kewaspadaan.

Ren Tao justru memperlambat ritme napasnya.

Ia tahu jenis pengujian ini.

Bukan untuk menjatuhkan dengan kekuatan, tapi untuk menunggu kesalahan yang muncul karena lengah.

“Pertahankan pola awal,” katanya pelan. “Jangan mencoba unggul.”

Unit Ketujuh mengikuti instruksi itu dengan disiplin. Mereka tidak menonjol, tidak agresif, dan tidak mengambil risiko. Namun justru karena itu, setiap ketidaksinkronan kecil langsung terlihat.

Satu murid sedikit terlambat menyesuaikan langkah.

Formasi bergetar tipis.

Catatan dibuat.

Tidak ada teguran.

Tidak ada komentar.

Pengawas hanya menulis.

Tekanan mental perlahan meningkat. Bukan karena medan, melainkan karena kesadaran bahwa setiap gerakan diawasi tanpa reaksi balik. Beberapa murid mulai gelisah. Zhou Min menarik napas lebih dalam dari seharusnya, hampir kehilangan ritme.

Li Shen segera menurunkan aliran qi-nya setengah tingkat, membantu menstabilkan medan di sekitar mereka.

Ren Tao melihat itu dan membiarkannya terjadi.

Ia sengaja tidak campur tangan.

Ini bukan ujian kepemimpinan terbuka. Ini ujian apakah Unit Ketujuh mampu menjaga kestabilan tanpa arahan terus-menerus.

Latihan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Saat akhirnya dihentikan, tidak ada pengumuman hasil. Unit Ketujuh dibubarkan begitu saja, sama seperti unit lain.

Namun di lorong batu menuju aula makan, bisikan mulai terdengar.

“Itu unit Ren Tao.”

“Yang dievaluasi langsung Wei Kang.”

“Kenapa mereka selalu di tengah medan?”

Percakapan itu berhenti setiap kali Ren Tao mendekat. Bukan karena takut melainkan karena ragu.

Li Shen berjalan sejajar dengannya. “Mereka sengaja menciptakan jarak.”

“Bagus,” jawab Ren Tao tenang. “Jarak mengurangi campur tangan.”

“Tapi juga membuat kita sendirian,” balas Li Shen.

Ren Tao tidak menyangkalnya.

Sore hari, sebuah pesan formasi muncul di batu giok Unit Ketujuh. Isinya singkat dan dingin.

Latihan tambahan malam hari. Tidak wajib. Tanpa penjelasan. Tanpa nama pengawas.

Zhou Min membaca pesan itu dua kali. “Ini pilihan yang dipaksakan.”

“Tidak,” jawab Ren Tao. “Ini jebakan yang diberi alasan.”

Ia menatap langit yang mulai gelap. Cahaya qi sekte menyala satu per satu, membentuk jaringan pengawasan yang rapi dan nyaris tak terlihat.

Wei Kang tidak menekan dengan aturan.

Ia menekan dengan situasi.

Jika Ren Tao menolak latihan tambahan, ia akan dicatat sebagai tidak kooperatif. Jika ia hadir, setiap langkahnya akan diamati lebih dekat. Tidak ada pilihan yang benar hanya pilihan yang akan ditafsirkan.

Ren Tao duduk bersila di kamarnya malam itu, tidak langsung berkultivasi. Ia mengulang kembali evaluasi individu, latihan pagi, dan pesan formasi yang diterima.

Wei Kang tidak mencoba menjatuhkannya.

Wei Kang mencoba membaca batasnya.

Ren Tao membuka mata perlahan.

Jika permainan kini bergerak dalam diam, maka reaksi paling berbahaya adalah terburu-buru.

“Besok,” katanya pelan pada dirinya sendiri, “aku akan bertindak seolah tidak ada yang berubah.”

Di paviliun tinggi sisi timur sekte, sebuah tirai cahaya berpendar lembut.

Seseorang sedang mengamati laporan yang masuk satu per satu.

Tidak ada kesalahan besar.

Tidak ada pelanggaran.

Hanya satu catatan kecil di bagian bawah laporan:

Ren Tao stabil di bawah tekanan pasif. Terlalu stabil.

Dan justru karena itu, tekanan berikutnya tidak akan datang dalam bentuk yang bisa dilihat.

1
Zan Apexion
salam sesama penulis novel Kultivasi.☺️👍

semangat terus ya...
YeJian: siap terimakasih bro atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!