NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga

Hani tersenyum tipis ketika semua orang mendadak bungkam, terlebih lagi ia melihat Steven dan manajer keuangan yang saling pandang dengan tatapan sedikit penuh kewaspadaan. "Saya harap kalian yang hadir hari ini bisa memahami dengan baik maksud pesan yang saya sampaikan, dan untuk nona Carline apa ada yang ingin anda tanyakan? sepertinya anda terlihat lebih gugup" ucap Hani sengaja menyebut nama Carline yaitu sang manajer keuangan.

...------------------------------------------------...

Sontak seluruh mata tertuju pada Carline, yang membuat ia diam tak bisa berkutik tetapi tangan nya yang sedikit gemetar. Steven menjadi geram lantaran Hani bisa menyadari bahwa gerak gerik Carline yang selama ini telah bekerja sama dengan nya.

Sedangkan Darren sadar akan tingkah laku Carline yang sangat mencurigakan. 'Rupanya kau sangat cerdik gadis kecil, kau bahkan bisa menemukan orang yang berkhianat dengan sangat mudah' ucap Darren dalam hati dengan senyum tipis nyaris tak terlihat.

Steven tidak bisa tinggal diam lantaran Hani terus memojokkan Carline, ia kemudian membalas perkataan Hani dengan senyuman untuk menutupi rasa marah sekaligus terancam. "Rupanya sekertaris pribadi anda ini sangat suka memprovokasi orang lain tuan Darren, bahkan dia baru saja mengikuti meeting hari ini sudah membuat sedikit kekacauan." ucap Steven dengan senyum penuh sindiran.

Hani tersenyum penuh arti, ia memang sengaja untuk memojokkan Carline agar Steven secara tidak langsung telah menunjukan bahwa ia mendukung Carline. "Saya tidak pernah mencoba untuk memprovokasi orang lain tuan Steven, hanya saja saya membaca gerak gerik nona Carline yang gugup seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Dan rupanya anda juga merasa sedikit terancam disini, maka dari itu anda mencoba untuk menjatuhkan saya dihadapan semua orang termasuk tuan Darren. Tapi saya tidak masalah akan hal itu, hanya saja upaya anda menjatuhkan saya membuat saya semakin curiga akan hubungan anda dengan nona Carline dibalik semua ini." ucap Hani santai,

Tuan Carlos dan para karyawan hanya menyaksikan perdebatan tersebut, jika biasanya setelah meeting akan sekedar mengobrol santai dan juga bersenda gurau tetapi hari ini sangat berbeda dengan sebelumnya.

Darren semakin yakin akan dugaan Hani, walaupun ia belum mempercayai secara sepenuhnya mengenai pengkhianatan Carline. Karena Carline merupakan karyawan lama yang sangat dapat diandalkan dan sudah bekerja selama 5 tahun.

Emosi Steven semakin meluap ketika Hani malah mencurigai hubungan nya dengan Carline akibat perkataan nya. Steven merasa bahwa kehadiran Hani dapat mengancam posisi dan juga rencana nya yang selama ini sudah ia susun bersama Carline untuk menjatuhkan perusahaan Darren secara halus.

Kamudian ia meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah kata pun. Hal tersebut membuat Darren semakin curiga akan kerjasama antara Steven dan Carline.

"Sebaiknya kita akhiri dulu meeting hari ini" ucap Darren yang berdiri dari duduknya, lalu menggandeng tangan Hani agar segera keluar dari ruangan meeting.

Jack yang berdiri didepan pintu ruangan meeting segera mengikuti Darren dan Hani yang pergi tergesa-gesa sambil mengumpat atasan nya itu. 'Dasar tuan bucin, dia sepertinya sudah tidak membutuhkan ku' umpat Jack.

Sedangkan Hani melangkah dengan terburu buru karena langkah kaki Darren sangatlah besar baginya, ia menerutuki tingkah Darren yang sangat menyebalkan. "Is om pelan pelan dong jalan nya, buru buru banget sih" ucap Hani sembari ter engah engah mengatur nafasnya.

Darren melirik ke arah Hani yang mengikuti langkah nya dan sedang berusaha mengatur nafas dengan bibir yang komat-kamit seperti sedang mengumpat dirinya, ia merasa gemas akan tingkah itu. Dan tanpa aba-aba Darren mengangkat tubuh Hani ke gendongan nya seperti karung beras.

"E-eh om apa apaan ini, turunin aku" ucap Hani sembari menepuk nepuk pundak Darren, ia meronta-ronta meminta untuk diturunkan, Jack hanya menahan tawa melihat peristiwa aneh yang ada di depan mata nya.

"Diamlah" ucap Darren datar, menuju ke arah lift khusus CEO untuk menuju ke ruangan nya.

ting

Pintu lift terbuka, Darren dan Hani masuk kedalam lift kemudian disusul oleh Jack. Hani merasa kesal karena tak kunjung diturunkan oleh Darren walaupun sudah berada didalam lift, ia kemudian mengajukan protes "Om turunin dong, kan kita udah masuk lift lagian aku juga bisa jalan sendiri huh" Hani mengomel kesal.

"Diam, kau harus menjelaskan semua tindakan mu di ruang meeting tadi" balas Darren, sedangkan Jack yang tidak mengerti apa pun memilih untuk bungkam.

"Oke oke aku bakal jelasin" balas Hani pasrah, sembari meletakkan dagu nya di pundak Darren. Hani dapat mencium aroma maskulin Citrus dan Musk khas tubuh Darren yang menurutnya memberikan kesan segar tetapi tajam.

"Om bau parfume nya wangi banget sih" ucap Hani tanpa sadar, sedangkan Darren tidak membalas melainkan ia tersenyum tipis akan pujian gadisnya itu.

'Sepertinya mulai sekarang aku harus banyak bersabar dalam melihat drama percintaan tuan dan calon nyonya'

batin Jack menerka-nerka, tetapi ia juga merasa senang akhirnya ada wanita selain Amora yang bisa meluluhkan hati tuan nya itu.

ting

Pintu lift terbuka, Darren segera melangkah menuju ke ruangan pribadi nya. Ia masuk dan langsung mendudukkan Hani dikursi sofa ruangan nya lalu duduk tepat disebelah gadis itu, sedangkan Jack berdiri dengan jarak yang sedikit jauh tetapi Jack yakin masih bisa mendengarkan obrolan antara tuan dan calon nyonya muda nya itu karena dia juga sangat penasaran akan tindakan yang dilakukan oleh Hani.

"Cepat jelaskan mengenai tindakan mu tadi" titah Darren menatap serius ke arah mata hazel milik Hani, yang menurutnya sangat indah.

Hani memutar malas bola matanya, jujur dia sangat ingin menyelesaikan misi penghapusan hama perusahaan Cakrawala Holdings dengan kinerja nya sendiri karena ingin menebus kesalahan nya akibat bekerja sama dengan Steven dulu, tetapi ia malah di interogasi langsung oleh pemilik aslinya alias Darren.

Hani menatap ke arah Jack yang berdiri mematung dengan jarak yang sedikit jauh, ia tahu pasti Jack juga sangat penasaran akan pembicaraan ini, tetapi Jack tidak berani untuk mengatakan nya. "Om Jack mendingan duduk juga deh kalo mau dengerin penjelasan ku, dari pada berdiri kaya patung gitu dipojokan" ucap Hani.

"Saya disini saja nona" ucap Jack bohong, ia sangat ingin mengikuti perintah Hani untuk duduk tetapi ia takut Darren akan mengamuk padanya.

Hani menatap Jack jengah, ia tahu Jack menolak ajakan nya karena takut pada Darren yang menyebalkan. "Kalo om Jack ga duduk aku gamau jelasin apapun tentang tindakan ku tadi" ucap Hani dengan tangan yang bersedekap dada.

Sontak Darren menoleh ke arah Jack, dan memberi isyarat kepada Jack agar segera duduk. Jack pun segera pergi duduk berhadapan dengan Darren, dalam hati ia bersorak gembira karena bisa mendengarkan pembicaraan ini.

Hani menatap ke arah Darren dan Jack yang terlihat serius, ia menghela nafas berat sembari menutup kedua matanya, sontak membuat Darren dan Jack semakin penasaran menatapnya. Hani perlahan membuka manik mata hazel nya yang sekarang sudah berubah menjadi tatapan tajam penuh keseriusan, ia meninggalkan tingkah laku absurd nya.

Hani menatap Darren dan Jack secara bergantian, ia tersenyum tipis penuh rencana. "Aku tahu Steven Lorenzo De Luca sedang mempersiapkan suatu rencana untuk mengambil alih perusahaan mu ini tuan Darren yang terhormat, dan nona Carline yang merupakan karyawan mu sendiri telah memalsukan data hasil dana perusahaan saat meeting tadi, memang tidak ada yang menyadari akan hal itu karena nominal jumlah uang yang cukup banyak. Tetapi sebelum aku memberikan tuduhan itu aku sudah menghitung ulang jumlah uang yang seharusnya dari data itu, dan total uang yang seharusnya adalah 2 milyar, tetapi hasil data yang ditampilkan hanya 1,1 milyar yang berarti ada penyelundupan dana sebesar 900 juta." ucap Hani dengan bahasa formal nya.

Darren dan Jack saling pandang, mereka tidak menyangka bahwa Hani bisa mengetahui hal sedetail itu, bahkan ia bisa menghitung dana yang diselundupkan.

"Aku tahu sejak awal Steven membeli 10% saham perusahaan ku untuk sebuah rencana, tetapi mengenai Carline dia sudah bekerja selama bertahun-tahun pada perusahaan ku tetapi aku bahkan tidak menyadari rencana busuk nya" ujar Darren terus terang.

"Mungkin ada satu hal yang membuat anda tidak percaya pada perkataan saya tuan Darren, saya tahu bahwa karyawan anda yang bernama Carline telah bekerja sama dengan Steven untuk menjatuhkan anda secara halus, walaupun Steven sering memberikan serangan pada anda diluar perusahaan." ucap Hani santai seolah itu bukanlah hal yang berat.

Darren dan Jack menatap Hani dengan intens, mereka benar-benar tidak tahu akan hal itu. "Mengapa kau bisa menyimpulkan hal itu?" tanya Darren.

Hani tersenyum penuh arti, ia mendongak menatap langit-langit atap ruangan Darren dalam dalam. 'Jika aku harus membocorkan identitas ku demi membalas apa yang telah Steven lakukan pada ayah dan ibu serta bertanggung jawab atas semua perbuatan ku dimasa lalu maka aku harus siap menjalankan semua resiko nya.' batin Hani.

Darren dan Jack tidak mengerti mengapa Hani menatap langit langit atap perusahaan dengan dalam, mereka terus memperhatikan tingkah Hani yang sepertinya menyembunyikan sesuatu lebih besar dari apa yang mereka kira.

Hani menghela nafas berat, ia mengalihkan pandangan nya ke arah Darren dan menatap lekat mata manik Darren yang bewarna biru. Ia tersenyum manis, sedangkan Darren yang membalas tatapan Hani merasakan detak jantung nya yang lebih cepat.

"Sebelum aku memberi tahu siapa diriku yang sebenarnya, aku meminta mu untuk berjanji tentang beberapa hal. Apa kau bisa? " ucap Hani

Darren melihat manik mata Hani yang seperti menyimpan hal cukup besar sehingga membuat dirinya menjadi ingin lebih tahu siapa sosok asli Hani yang berada disamping nya. "Aku bisa memenuhi apa pun yang kau mau" jawab Darren.

Sedangkan Jack hanya memilih untuk bungkam dan mendengarkan apa yang akan Hani ungkapan mengenai dirinya.

"Sebelum aku berterus terang lebih lanjut, aku ingin agar CCTV ruangan ini di nonaktifkan." pinta Hani.

"Hm baiklah, Jack nonaktifkan CCTV ruangan ini" titah Darren pada Jack. Karena sejujurnya Darren juga sangat penasaran akan jati diri Hani, terlebih lagi ia mulai menganggap kehadiran Hani penting dalam hidupnya.

"Baik tuan" jawab Jack, ia segera berlalu menuju ruangan Surveillance Room untuk mematikan CCTV ruangan pribadi Darren.

Selang beberapa menit Jack sudah kembali ke ruangan Darren setelah menonaktifkan CCTV tersebut. Ia segera pergi untuk duduk di sofa yang semula.

"Saya sudah menonaktifkan CCTV ruangan ini tuan" ucap Jack.

"Hmm, sekarang kau sudah bisa mulai menceritakan siapa dirimu yang sebenarnya?" tanya Darren pada Hani.

Hani menatap Darren dalam dalam "Aku tahu siapa dirimu yang sebenarnya, kau adalah seorang mafia kejam yang memiliki banyak jangkauan luas dan juga musuh, serta kekejaman terhadap siapapun yang menentang mu, kau adalah Blood Viper itu tuan Darren Maximilian Vireaux?" ucap Hani.

Darren sedikit terkejut akan perkataan Hani yang mengetahui siapa dia sebenarnya, selama ini Darren menyembunyikan identitas nya sebagai seorang mafia, dan tidak ada orang yang berhasil membobol sistem data diri nya yang sebenarnya. Tetapi Hani dapat mengetahui semua rahasia yang ia tutupi.

Jack nyaris tersedak air liur nya sendiri ketika mendengarkan perkataan Hani, ia semakin yakin bahwa Hani adalah sosok yang luar biasa.

"Bagaimana kau bisa tau mengenai itu? " tanya Darren.

"Aku selalu bisa mengetahui apapun yang aku mau tuan Darren yang terhormat." balas Hani santai dengan senyum penuh kebenaran.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!