NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:109.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Nayla baru saja membuka matanya, pukul delapan pagi wanita itu baru bangun dari tidur. Dengan gerakan pelan dia meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Dia tersenyum, berharap pesan yang dia dapat dari Adam.

"Akhirnya dia mencariku juga. Aku sudah menduga kalau dia tidak akan bisa lama mendiamkan ku" ucap Nayla penuh percaya diri.

Dia bangun, dan mendudukkan tubuhnya sambil bersandar pada headboard ranjang. Dengan wajah berbinar, Nayla membuka pesan tersebut. Namun beberapa detik kemudian, dia melototkan matanya, rahangnya mengeras, tangannya mengepal sempurna.

Pesan yang ia kira dari Adam, ternyata dari Pandu. Pria itu mengirim pesan tentang pemutusan kontrak kerjasama kepada Nayla, atas perintah Adam.

Nayla menatap layar ponselnya lama, seolah berharap tulisan di sana berubah dengan sendirinya. Tangannya sedikit gemetar, napasnya naik turun tak beraturan. Senyum percaya diri yang tadi sempat menghiasi wajahnya kini lenyap entah ke mana, tergantikan amarah yang mendidih di dada.

“Kurang ajar…” gumamnya pelan, tapi penuh tekanan.

Dia melempar ponsel itu ke atas kasur, lalu bangkit berdiri. Langkahnya mondar-mandir di kamar seperti singa kelaparan. Sesekali dia mengacak rambutnya sendiri, dan tertawa kecil tapi terdengar lebih mirip orang frustasi.

“Adam nggak mungkin tega sama aku, Pasti ini ada campur tangan perempuan sok suci itu.” ucapnya lagi sambil menyipitkan matanya.

Nama Kiandra terlintas di kepalanya, membuat Nayla semakin panas. Dia membayangkan wajah Kiandra yang selalu terlihat tenang, seolah hidupnya paling benar. Itu yang paling dibenci Nayla. Perempuan yang merasa menang padahal cuma bersembunyi di balik status istri sah.

“Dasar wanita licik. Dia main belakang untuk membalas semuanya"

Dia kembali meraih ponselnya, jarinya bergerak cepat membuka pesan dari Pandu sekali lagi. Dibacanya berulang-ulang, berharap menemukan celah, alasan, atau sekadar kalimat yang menunjukkan Adam masih memihak padanya. Tapi ternyata tidak. Pesan itu dingin, singkat, dan terkesan final. Tidak ada ruang untuk tawar-menawar.

Nayla menghempaskan tubuhnya ke kasur. Dadanya terasa sesak, bukan karena sedih semata, tapi karena harga dirinya seperti diinjak-injak. Selama ini dia yakin Adam masih ada di genggamannya, yakin dirinya punya pengaruh, punya posisi. Nyatanya, semua itu bisa runtuh dalam semalam.

“Jadi begini balasan kamu setelah semua yang aku lakuin?” ucapnya lirih, matanya menatap langit-langit kamar.

Beberapa detik kemudian, ekspresinya berubah. Bibirnya terangkat membentuk senyum tipis, tapi bukan senyum bahagia. Itu senyum orang yang sedang menyusun rencana.

“Kalau kamu pikir aku bakal diam aja, kamu salah besar, Kiandra. Aku tidak akan pernah kalah, aku akan mengambil kembali Adam darimu” katanya pelan penuh ancaman.

Nayla duduk kembali, mengambil ponselnya, lalu membuka daftar kontak. Jarum jam terus bergerak, tapi di kepalanya, rencana demi rencana mulai tersusun rapi. Dia belum selesai, dna belum akan menyerah. Karena bagi Nayla, Adam adalah miliknya, dia akan terus berusaha mendapatkan laki-laki itu.

Belum sempat Nayla menghilangkan rasa amarahnya kepada Kiandra, kini samar-samar dia mendengar suara keributan dari lantai bawah rumahnya. Dia mendengar teriakan dari mamanya.

"Ada apa?" gumam Nayla dan bangkit dari atas ranjangnya.

*****

"Dimana wanita gundik itu? aku ingin bertemu dengannya" tanya wanita paruh baya yang tak lain adalah Ina, mama Adam. Wanita tua itu datang ke rumah Nayla, untuk bertemu dengan wanita yang telah menjadi selingkuhan putranya.

"Anda ini siapa? Kenapa teriak-teriak di rumah orang" tanya Aria dengan tatapan marah.

"Saya orang tua Adam. Saya datang kesini untuk mengambil semua yang sudah putra saya berikan kepada anakmu" jawab Ina.

Aria terbelalak. Wajahnya langsung menegang, antara kaget dan tidak terima. Tangannya yang tadi masih memegang cangkir teh bergetar sedikit sebelum akhirnya dia letakkan di atas meja.

“Maksud ibu apa ngomong kayak gitu? Anak saya nggak pernah minta apa pun dari Adam,” balas Aria dengan nada meninggi. Rumah yang biasanya tenang mendadak terasa panas oleh aura emosi dua wanita itu.

Ina menyeringai sinis. Tatapannya menyapu ruang tamu di rumah tersebut, dari sofa empuk, pajangan mahal di sudut ruangan, sampai lampu gantung yang terlihat tidak murah. “Oh iya? Terus menurut kamu semua ini datang dari mana? Dari kerja keras anakmu? Jangan bikin saya ketawa,” ucap Ina tajam.

Belum sempat Aria membalas, langkah kaki tergesa terdengar dari arah tangga. Nayla muncul dengan wajah pucat khas bangun tidur, rambutnya masih sedikit berantakan. Dia terpaku melihat Ina berdiri di ruang tamunya, lengkap dengan tatapan penuh kebencian.

“Ma… ada apa ini?” tanya Nayla pelan, meski di dadanya jantung sudah berdegup kencang.

Ina langsung menoleh. Matanya menyipit menatap Nayla dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Nah, ini dia orangnya. Akhirnya turun juga,” katanya dingin. “Kamu Nayla, kan? Wanita yang sudah berani merusak rumah tangga orang.”

Dada Nayla naik turun. Amarah yang tadi belum sempat padam kembali menyala. “Saya tidak merusak rumah tangga siapapun. Adam yang datang ke saya. Adam yang bilang rumah tangganya udah dingin,” bantah Nayla, suaranya bergetar tapi tetap berani.

“Dasar nggak tahu malu! Mau membela diri seperti apa pun, kamu tetap perempuan murahan yang mau menerima laki-laki orang!” bentak Ina sambil melangkah mendekat.

Aria langsung berdiri di depan Nayla, seolah jadi tameng. “Jaga omongan ibu! Ini rumah saya. Kalau ibu datang cuma untuk menghina anak saya, lebih baik pergi!”

Ina tertawa sinis. “Pergi? Belum. Saya belum ambil apa yang seharusnya bukan hak kalian,” ujarnya sambil menatap Nayla tajam.

“Semua barang, uang, bahkan apartemen yang Adam beliin buat kamu, saya mau itu semua dikembalikan.”

Nayla mengepalkan tangan. “Itu semua pemberian Adam. Saya tidak maksa, Dan saya tidak akan mengembalikan apapun”

“Kurang ajar!” Ina hampir saja melangkah lebih dekat, tapi Aria menahan dengan tangannya. Suasana semakin panas, suara mereka saling tumpang tindih.

Nafas Ina memburu, tatapannya tajam menatap ke arah Aria dan juga Nayla.

Nafas Ina tersengal, dadanya naik turun. Tatapannya tajam, seolah mau menelan Aria dan Nayla hidup-hidup.

“Kalau kalian nggak mau baik-baik, terpaksa saya akan memakai cara kasar,” ucap Ina dengan suara dingin penuh ancaman.

"Jangan salahkan saya kalau sebentar lagi rumah ini akan rata dengan tanah.” lanjutnya.

Aria mendengus, berusaha terlihat tenang walau jantungnya berdegup kencang. “Silakan aja. Kami nggak takut,” tantangnya.

Dalam hatinya, Aria yakin yang di katakan Ina hanya gertakan semata. Dia berpikir Ina tidak akan membuat hal lebih.

Tapi keyakinan Aria runtuh seketika.

Suara mesin besar tiba-tiba menggelegar, memecah suasana. Tanah di pekarangan bergetar pelan. Dari balik pagar, sebuah mobil Excavator perlahan masuk, rodanya menggilas halaman rumah tanpa ampun.

Ina menyeringai puas. “Bagaimana? Masih berani menantangku?” katanya sinis, matanya berbinar melihat wajah Aria dan Nayla yang langsung pucat.

Aria tercekat. Lututnya terasa lemas. Nayla sampai mundur beberapa langkah, nafasnya tercekat melihat monster besi itu semakin mendekat ke rumahnya.

“Ma… gimana ini, Ma? Papa dimana?” suara Nayla bergetar, panik bukan main.

“Papa pergi dari semalam, kamu coba hubungi Adam” jawab Aria dengan suara gemetar, berusaha berpikir cepat.

Nayla menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca. “Aku tidak tahu nomor barunya, Ma. Dia sengaja tidak memberitahuku"

Ina tertawa kecil, tawa yang terdengar kejam di telinga mereka. Di saat yang sama, mesin buldoser kembali meraung, seolah siap menghancurkan apa pun yang ada di depannya.

"Berikan semua surat-surat kepemilikan Apartemen, Vila, mobil yang di berikan Adam. Atau saya akan menghancurkan rumah ini sekarang juga"

Bersambung.

Maaf guys, othor baru pulang dari subang. Dan sekarang rumah masih kebanjiran.

1
Yana Phung
wah.. semoga keluarga kecil kiandra bahagia selalu
dijauhkan dari nayla dan nayla2 yg lain 😅😅😅
Yuli Yulianti
seharus nya kamu sadar nay jgn sampai kamu jatuh lebih dalam lg pergi menjauh perbaiki diri mu selagi ad kesempatan
puji hastuti: betul sekali...bertobatlah,hidup di pondok pesantren, misalnya wkwk
total 1 replies
new user
D tunggu next up
Yana Phung
kira-kira pilihan apa yg akan diambil nayla??
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwkw di barter sokorin 🤣
stela aza
si Nayla kurang kerjaan s ,, tinggal melanjutkan hidup j masih ngusik orang lain ,, apalagi yg di usik jauh di atasnya 🤦
Yana Phung
ternyata nayla beneran dijual haris 😅😅😅
falea sezi
karakter laki doyan selangor ya gini bloon
Agus Tina
Pqlingan Nayla "dijual" ...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah kerja begituan aja kau Nayla ..jadi pelacur cocok untuk mu 🤣
Yana Phung
astaga...
apapun niat nayla semoga gagal
atau haris bakal berubah jd mucikari??😅😅😅
new user
Tks Update nya thor
Yana Phung
wah.. si kakak author updqte terus makasih kak ya
atau cerita ini akan segera tamat??
muthia
salut dg mama Ina betul-betul mertua idaman🙏
Agus Tina
Kiandra wanita luar biasa, dia hebat bisa menerima kèmbali suami yg telah menghianatinya. Buat Adam jangan sia2kan wanita swperti Kiandra tetap bahagia kalian ...
Yana Phung
sepertinya si nayla ini bukan terobsesi dg adam tapi lebih ke kiandra
maunya dia,, diatas segala-galanya dari kiandra
udah.. bikin gila aja kali ya 😅😅😅
new user
D tunggu next up
Yana Phung
aku penasaran dg endingnya
kalo sesuai judul harusnya kiandra dan adam tetap bersama
tapi melihat aksi gilanya nayla dan adam yg tidak melakukan apapun (atau itu cara adam membiarkan istrinya membalut luka),, entahlah...
karena yg memulai adam,, harusnya adam juga yg menegaskan kalo nayla memang tidak berarti apa-apa baginya

btw membaca topik ini di bulan ramadhan itu sesuatu banget ya 😅😅😅
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang seperti Nayla ...cara mengatasi nya adalah memberi dia kematian baru selesai kalo dia masih hidup tetap akan jadi benalu 😌
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam terlalu lembek ya jadi laki2 apa karena dah merasakan goyangan Nayla jadi masih teringat 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!