NovelToon NovelToon
Forbidden Lecture

Forbidden Lecture

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Ia dikenal sebagai dosen yang tenang, rasional, dan tak pernah melanggar batas.
Sampai suatu hari, satu tatapan membuat seluruh prinsipnya runtuh.
Di ruang kelas yang seharusnya netral, hasrat tumbuh diam-diam tak pernah diucapkan, tapi terasa menyesakkan. Setiap pertemuan menjadi ujian antara etika dan keinginan, antara nalar dan sisi manusia yang paling rapuh.
Ini bukan kisah cinta.
Ini adalah cerita tentang batas yang perlahan retak dan harga mahal yang harus dibayar ketika hasrat tak lagi bisa dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Pelarian yang Berujung Petaka

Malam itu, penthouse Jordan dipenuhi dengan kesibukan yang menyesakkan bagi Airin. Para desainer ternama keluar masuk membawa ratusan meter kain sutra dan payet kristal untuk gaun pertunangan yang tidak pernah ia inginkan. Jordan sedang berada di ruang kerjanya, sibuk dengan koordinasi keamanan tingkat tinggi untuk acara minggu depan.

​Airin duduk di tepi tempat tidur, matanya sembab. Tiba-tiba, Bi Inah, seorang pelayan senior yang sudah lama bekerja di sana dan sering melihat Airin menangis diam-diam, mendekat sambil membawa nampan teh.

​"Non... kalau Non memang tidak tahan, Bi Inah bisa bantu Non keluar lewat pintu servis di lantai bawah saat pergantian shift penjagaan jam dua pagi nanti," bisik Bi Inah dengan suara gemetar. Ia merasa kasihan melihat gadis semuda Airin harus hidup dalam tekanan yang begitu besar.

​Airin menatap Bi Inah dengan binar harapan. "Benarkah, Bi? Tolong saya..."

​Jam menunjukkan pukul 02.15 pagi. Dengan mengenakan jaket hoodie gelap untuk menutupi wajahnya, Airin berhasil menyelinap keluar melalui lift barang dan pintu belakang gedung yang biasanya digunakan untuk pembuangan sampah. Udara malam yang dingin menusuk tulang, namun ia merasa bebas untuk pertama kalinya.

​Ia berlari menuju jalan raya, berniat mencari taksi untuk pergi ke stasiun kereta. Namun, sebuah mobil van hitam tanpa plat nomor tiba-tiba berhenti di depannya. Belum sempat Airin berteriak, dua orang pria berbadan besar keluar dan membekap mulutnya dengan kain beraroma kimia yang menyengat. Kesadaran Airin hilang seketika.

​Di penthouse, Jordan baru saja keluar dari ruang kerjanya. Ia merasa ada yang aneh suasana kamar terlalu sunyi. Saat ia membuka pintu kamar, ia menemukan tempat tidur yang kosong dan jendela balkon yang sedikit terbuka.

​"AIRIN!" teriaknya menggelegar.

​Ia segera memeriksa sistem pemantauan di tabletnya. Wajahnya memucat, lalu berubah menjadi merah padam saat melihat rekaman CCTV pintu servis. Namun, amarahnya berubah menjadi ketakutan yang luar biasa saat ia melihat rekaman dari satelit jalan raya Airin diseret masuk ke dalam sebuah van hitam.

​"Sialan!" Jordan meninju dinding hingga tangannya berdarah. "Siapkan seluruh unit keamanan! Lacak sinyal GPS dari kalung yang ia kenakan! Jika ada satu helai rambutnya yang hilang, aku akan meratakan tempat itu!"

​Ternyata, penculik itu adalah sisa-sisa musuh bisnis Tuan Rodriguez yang ingin membalas dendam melalui putrinya. Mereka mengira Airin adalah target yang mudah karena statusnya yang sedang "disembunyikan".

​Pengejaran berlangsung dramatis. Jordan mengendarai mobilnya sendiri dengan kecepatan gila, diikuti oleh belasan mobil pengawal dan helikopter yang memantau dari udara. Mereka mengepung sebuah gudang tua di pinggiran kota.

​Jordan menerobos masuk lebih dulu sebelum pengawalnya. Ia melihat Airin terikat di kursi dengan mulut dilakban, tampak ketakutan luar biasa. Amarah Jordan meledak. Dengan gerakan yang sangat cepat dan brutal, ia melumpuhkan tiga penculik dengan tangan kosong. Ia tidak peduli pada luka-luka di tubuhnya sendiri.

​"Jangan sentuh dia!" teriak Jordan sambil menghujamkan pukulan terakhir pada pemimpin penculik itu hingga pingsan.

​Jordan segera melepaskan ikatan Airin. Begitu lakban dibuka, Airin langsung terisak hebat dan memeluk Jordan dengan erat. "Jordan... maafkan aku... maafkan aku..."

​Jordan tidak membalas pelukan itu dengan hangat seperti biasanya. Ia menggendong Airin keluar dari gudang dengan wajah yang sekeras batu. Matanya dingin, tidak ada lagi binar sayang yang biasanya ia tunjukkan.

​Sesampainya di apartemen, Jordan meletakkan Airin di sofa dengan kasar. Suasana menjadi jauh lebih menakutkan daripada saat Airin diculik.

​"Jordan, tolong bicara padaku..." tangis Airin pecah. Ia mencoba meraih tangan Jordan. "Aku salah, aku bodoh karena mencoba kabur. Aku hanya takut dengan pesta itu, tapi aku tidak menyangka akan jadi seperti ini."

​Jordan menarik tangannya menjauh. Ia berdiri membelakangi Airin, menatap pemandangan kota dengan tangan terkepal di belakang punggung.

​"Kamu hampir mati, Airin," suara Jordan sangat rendah, begitu dingin hingga membuat Airin merinding. "Kamu mengkhianati kepercayaanku, menyelinap seperti pencuri di rumahmu sendiri, dan menempatkan dirimu dalam bahaya hanya karena ego kecilmu yang ingin 'bebas'."

​"Aku minta maaf, Jordan... tolong jangan diam begini," Airin mengerucutkan bibirnya, mencoba mendekat dan memeluk pinggang Jordan dari belakang.

​Jordan melepaskan tangan Airin dengan paksa namun tanpa kekerasan. Ia berbalik, menatap Airin dengan tatapan yang sangat asing tatapan kecewa yang mendalam. "Kamu ingin bebas, bukan? Mulai sekarang, anggap saja aku tidak ada. Aku akan tetap menjagamu di gedung ini, tapi jangan harap aku akan bicara atau menyentuhmu lagi sampai aku memutuskan apa yang harus kulakukan padamu."

​Jordan melangkah pergi menuju kamar tamu dan mengunci pintunya dari dalam. Airin terduduk lemas di lantai, menangis sejadi-jadinya. Ia mendapatkan "kebebasan" yang ia inginkan tidak ada lagi usapan lembut di pinggang, tidak ada lagi kecupan gemas, tidak ada lagi suara narsis Jordan yang membimbingnya belajar.

​Kesunyian ini ternyata jauh lebih menyakitkan daripada sikap posesif Jordan.

1
sagi🏹
akhirnya Jordan junior launching juga setelah melewati masa² tegang 🤗
ida wati
ini bukan cinta tapi obsesi
Anonymous
suka banget sama jalan ceritanyaa 💝💝
Anonymous: sama-sama thorr 😎
total 2 replies
sagi🏹
mana sempet curiga Airin kabur lagi hadehhh ternyata ini semua ulah dari mantan kekasih Jordan
sagi🏹
curiga sih Airin nya kabur bukan di bawa kabur heemmm Jordan ketulusanmu di sia-siakan sedih sih kalo sampe beneran Airin kabur dan pastinya kecewa sama Airin
sagi🏹
keren Jordan kamu selalu support Airin dan kamu hebat Jordan terlepas kamu otoriter ataupun posesif tapi kamu mengagumkan Jordan 🤗
Anonymous
huaaaa kemana airin thorrrr 😭
Anonymous
love u jordan 😎
sagi🏹
jordan mesti di acungi jempol sih thor ngejaga dan ngebela Airin sebegitunya.
sagi🏹
beruntung banget kamu Airin di cinta sepenuh hati di lindungi dan di jaga oleh jordan
sagi🏹
Airin oh Airin bagaimana reaksi Jordan terhadapmu nanti
sagi🏹
waduh Airin kamu bermain api yakin sih nanti Jordan bakal kecewa sama kamu
sagi🏹
please Airin jauhi Frans demi hubungan mu dengan Jordan
brawijaya Viloid
ayo airinn ksh kesempatan dong ke jordan 🤭
sagi🏹
keren nih ceritanya suka
sagi🏹: semangat berkarya kak 🤗🥰
total 2 replies
ida wati
ini jeleknya si jordan, otoriter
ida wati
genderuwo nya 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
cinta yang kamu paksakan dengan merenggut kebebasannya, rasakan akibatnya 😏🤨
Anonymous
up 💪
jajangmyeon
thor jgn gntung gini plis 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!