Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Terlalu gemas
" Dan stop kamu bilang Om Hans jahat " tegas Ayra .
" Ayra berpikirlah dengan logis jangan menolak kebenaran dan apa yang sudah terbukti bersalah " kata Alga .
" Ayra berhati-hati lah dengan Hans " Alga terus memperingatkan Ayra .
" Mmmmh, Aku tidak perlu berhati-hati selama ini karena ada Om Hans bersamaku , bagaimana mungkin aku berhati-hati terhadap nya " sambung Ayra .
" Ayra dengarkan aku "
" Tidak , aku tidak akan pernah mendengarkan siapapun selain Om Hans " kata Ayra berjalan menghampiri Hans .
" Tidak, Ayra kamu tidak boleh kembali padanya kamu milikku " ucap Alga memegang tangan Ayra.
" Lepas " ucap Hans melepaskan paksa tangan mereka.
" Diam kau, berhenti bersembunyi dibalik topeng seolah-olah kau orang baik dan berwibawa, kembalikan lah sesuatu yang tidak seharusnya kamu miliki" teriak Alga yang benar-benar membenci Hans yang sudah menyembunyikan keberadaan Ayra darinya selama ini.
" Hans kau jauh lebih dewasa dariku dan lebih berpengalaman tapi kenapa kau mendustai dirimu sendiri dengan menjadi munafik , kau tau segalanya mengapa tidak menjelaskan pada Ayra " ucap Alga benar-benar tidak mengerti dengan niat Hans yang sebenarnya.
" Kau tau semua kebenaran mengapa memilih bungkam " teriak Alga merasa marah dengan keadaan sementara Hans benar-benar diam tanpa menyangkal apapun.
" Kau ingin harta , tahta atau jabatan kami akan memberikan segalanya, kau tidak perlu melakukan cara kotor hanya untuk menjadi sukses dengan memanfaatkan Ayra " sambung nya .
" Om udah jangan dengerin dia , aku percaya sama Om " kata Ayra melihat tatapan kosong Hans .
" Ternyata pikiran orang-orang seburuk itu tentang Om ya Ay " suara lirih Hans seolah sangat tersakiti mendengar ucapan Alga .
" Enggak, Om baik dan aku tidak pernah meragukan niat Om kok" kata Ayra memeluk Hans tidak ingin dia merasa sedih .
" Tapi dia bilang seperti itu Ay " ucap Hans membalas pelukan Ayra dan tersenyum penuh kemenangan pada Alga yang langsung mengepalkan tangannya begitu Ayra memeluk nya .
" Om nggak perlu dengerin dia , aku percaya sama Om " pernyataan Ayra mengelus-elus punggung Hans .
" Om harap akan selamanya begitu ya Sayang " kata Hans membalas pelukan Ayra dan mengecup kening Ayra tepat dihadapan Alga .
" Walaupun kalian dijodohkan tapi kau belum punya hak penuh terhadap nya selagi kalian belum menikah , maka aku akan tetap merebutnya dari mu dengan cara apapun " batin Hans bahkan mengecup pipi Ayra .
" Kurang ngajar , kau lecehkan nya " emosi Alga melihat Hans yang dengan sengaja mengecup pipi Ayra .
" Kau pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi " teriak Ayra langsung menghadang Alga yang akan menyerang Hans .
" Ayra buka mata kamu dan lihat kebenaran, dia tidak menyayangi kamu sepenuhnya dia bergairah terhadap kamu dan ingin memiliki kamu sebagai seorang pria , dia memanfaatkan kesempatan i,"
" Diam , aku tidak ingin mendengar sepatah katapun dari kau lagi " kata Ayra benar-benar berdiri melindungi Hans .
" Ayra dia baru saja mengecup pipi mu , itu bukan hal yang wajar dilakukan seorang wali pada anak dibawah tanggungjawab nya " ucap Alga yang merasa ada yang janggal .
" Apa salahnya kalau Om Hans kecup pipi aku ?" ucap Ayra yang tidak merasa itu salah .
" Baiklah, biarkan aku mengecup pipi mu juga " ucap Alga .
" Kurang ajar , aku tampar ya " baru saja Alga mendekat Ayra sudah mengangkat tangan untuk menamparnya.
" Hmmmm, itu dia yang tidak kamu sadari, kamu marah ketika pria lain ingin menyentuh tapi kamu membiarkan dia mengecup pipi kamu " Alga memberikan analogi nya pada Ayra .
" Udah ayo pulang Ay, " kata Hans yang deg-degan juga takutnya jika Ayra benar-benar mempercayai ucapan Alga .
" Ayo Om kita pulang " ajak Ayra .
.............
Sore harinya.
Tok
Tok
" Om boleh masuk nggak?" tanya Ayra mengetuk pintu kamar Hans .
" Masuklah" kata Hans yang berdiri mengeringkan rambut nya sehabis mandi dengan handuk .
" Hair dryer Om rusak?" tanya Ayra yang duduk ditepi ranjang menatap Hans yang masih berdiri mengeringkan rambut dengan handuk .
" Tidak , ingin mengeringkan rambut dengan handuk saja" ucap Hans duduk disebelah Ayra dan menatapnya.
" Apa yang ingin kamu katakan?" ucap Hans .
" Mau kasih Om ini " kata Ayra memberikan kotak pada Hans yang dibawanya .
" Apa ini?" pertanyaan Hans menerima kotak yang Ayra berikan .
" Hadiah untuk Om " kata Ayra yang tadinya memang membelikan hadiah untuk Hans juga .
" Mengapa memberikan hadiah, Om tidak sedang berulang tahun" senyum hambar Hans teringat tadi Ayra juga memberikan hadiah untuk pria yang tadinya berkencan dengan nya .
" Emang harus nunggu Om ulang tahun dulu baru bisa kasih hadiah " kata Ayra .
" Ya maksud Om kenapa ngasih tiba-tiba " ucap Hans membuka hadiah itu dan tersenyum karena ini barang berbeda Hans pikir sama dengan yang Ayra berikan pada pria itu .
" Tadi aku cari hadiah untuk teman aku dan karena baju ini bagus jadi aku belikan untuk Om juga " kata Ayra yang memang selalu ingat dengan Hans .
" Kamu ingat Om juga?" tanya Hans dengan seulas senyum sebelum nya berpikir ketika Ayra kenal dengan pria lain akan melupakan nya .
" Sejak kapan aku lupa Om bahkan setiap detik selalu ingat Om " pernyataan Ayra .
" Benarkah begitu?" tanya Hans yang diangguki Ayra .
" Ayo pakai , aku ingin melihat Om memakainya " kata Ayra menatap Hans yang duduk disebelah nya masih dengan rambut berantakan sehabis mandi .
" Baiklah buka kancing biar Om coba " ucap Hans melepas kaos oblong yang dipakai nya .
" Ini " kata Ayra melepas semua kancing depan cepat dan memberikan pada Hans .
" Pas" ucap Hans memakai kemeja itu dan suka dengan warna biru muda yang Ayra pilih .
" Om boleh sentuh itu nggak ?" tanya Ayra yang terlihat penasaran sedari tadi menatap perut dan dada Hans yang terlihat jelas karena kemejanya sama sekali belum di kancing.
" Kamu ingin merasakan nya?" senyum lebar Hans mengambil sebelah tangan Ayra dan menaruh didada nya .
" Ini beneran boleh disentuh Om?" tanya Ayra ragu-ragu walaupun rasa penasaran terus mendesak untuk segera menyentuh karena selama ini Hans sangat menjaga privasi nya .
" Boleh , sentuhlah dari pada penasarannya" ucap Hans tersenyum melihat Ayra yang mulai meraba tubuhnya dengan dengan penuh rasa penasaran.
" Wahhhh, Om ini kenyal banget ,aaahhhh, aku suka " gemas Ayra yang baru pertama kali menyentuhnya secara langsung .
Ayra tau Hans punya tubuh sixpack bahkan bisa merasakan otot-otot Hans ketika dipeluknya tapi memang belum pernah menyentuh seleluasa ini .
" Mmmmh, ini benar-benar lucu dan imut " kata Ayra sampai meronta-ronta saking gemasnya.
Siapa yang tidak gemas meraba otot-otot dan perut sixpack Hans yang sangat bervolume.
" Ahhhhhk, kenapa menggigit Ay" Hans menahan kepala Ayra yang tiba-tiba menggigit nya .
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆