NovelToon NovelToon
Kukira Bad Boy Ternyata Sad Boy

Kukira Bad Boy Ternyata Sad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas dendam pengganti
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Puput

Untuk mengungkap penyebab adiknya bunuh diri, Vera menyamar menjadi siswi SMA. Dia mendekati pacar adiknya yang seorang bad boy tapi ternyata ada bad boy lain yang juga mengincar adiknya. Siapakah pelakunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Setelah melewati perjuangan panjang, akhirnya Vera resmi menyandang gelar sarjana. Tak terhitung berapa kali dia hampir menyerah karena harus bekerja sambil kuliah, tapi dia bertahan. Lulus dengan nilai tinggi adalah pencapaiannya yang luar biasa. Namun, setelah euforia kelulusan mereda, muncul dilema baru, dia tidak tahu harus bekerja di bidang apa.

Vera mencoba berbagai wawancara kerja, tapi hatinya tidak pernah benar-benar merasa cocok. Hingga suatu hari, saat dia sedang mengikuti pelatihan bela diri, seseorang memperhatikannya. Pria itu, seorang agen dari badan intelijen, tertarik dengan kepiawaiannya dalam bertarung dan kecerdasannya dalam menganalisis situasi. Tanpa pikir panjang, Vera menerima tawaran untuk bergabung.

Dua tahun berlalu sejak hari itu. Vera telah menyelesaikan berbagai misi, mulai dari infiltrasi jaringan narkoba hingga operasi rahasia lainnya. Dia merasa hidupnya kini penuh tantangan, sesuai dengan keinginannya. Namun, ketika perintah baru datang, dia merasa seperti ditampar oleh takdir.

"Kamu akan menyelidiki kasus penggelapan dana di sebuah sekolah yayasan yang dikelola oleh ATKPro," ujar komandannya. "Sekolah ini mendapat banyak bantuan dari pemerintah dan swasta, tapi dana itu tak pernah sampai ke yang membutuhkan."

Vera mendengarkan dengan seksama, tetapi saat membaca detail lokasi, dia merasakan dadanya sesak. Sekolah itu berada di kota kelahirannya. Kota yang berusaha dia lupakan. Kota yang menyimpan banyak luka. Apa aku harus kembali ke sana?

"Ada masalah?" tanya komandannya.

Vera menggeleng. "Tidak, saya siap."

Meski hatinya berontak, dia tahu ini adalah tugasnya. Maka, dengan tas ransel di punggung dan identitas baru di tangannya, Vera kembali ke tempat yang pernah memberinya kenangan pahit dan juga manis.

...***...

Vera berdiri di depan rumahnya, menatap bangunan kecil yang dulu pernah menjadi tempatnya berteduh. Cat dindingnya sudah mulai pudar, halaman depannya dipenuhi ilalang yang tumbuh liar, dan debu memenuhi setiap sudut kaca jendelanya.

Dia menarik napas dalam. Rumah itu adalah tempat terbaik yang bisa dia tinggali selama menjalankan misinya. Selain menghemat biaya, tempat itu juga cukup tersembunyi sehingga tak ada yang akan curiga dengan keberadaannya di kota itu.

Tanpa membuang waktu, Vera melangkah masuk. Begitu pintu terbuka, aroma debu langsung menyeruak ke hidungnya. Dengan cepat, dia membuka jendela agar udara segar masuk, lalu menggulung lengan bajunya. Jika ingin tidur nyenyak malam ini, dia harus bekerja keras membersihkan rumah itu terlebih dahulu.

Beberapa jam berlalu, Vera masih sibuk membersihkan setiap sudut rumah. Dia mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan sarang laba-laba di sudut-sudut langit-langit, hingga mencuci kain gorden yang sudah berbau apek. Setelah itu, ia mengatur kembali beberapa perabotan yang masih bisa digunakan dan menyingkirkan yang sudah rusak.

Saat sedang mengelap meja di ruang tamu, matanya menangkap sesuatu di rak tua dekat jendela. Sebuah bingkai foto berdebu yang masih berdiri di sana. Dengan hati-hati, dia mengambilnya dan meniup debunya.

Gambar di dalamnya memperlihatkan dirinya di masa lalu. Dia masih berseragam SMA dan tersenyum cerah bersama Novan.

Vera diam menatap foto itu. Rasanya seperti melihat bayangan masa lalu yang ingin dia kubur dalam-dalam. Hubungannya dengan Novan berakhir dengan begitu banyak luka. Sidang enam tahun lalu adalah akhir dari semuanya.

Dengan ekspresi datar, Vera memasukkan foto itu ke dalam tempat sampah.

Malam mulai tiba. Setelah berjam-jam bekerja, akhirnya rumah itu layak untuk ditinggali. Vera menuangkan segelas air dan duduk di lantai dengan punggung bersandar di dinding. Rumahnya memang tidak besar, tapi cukup nyaman. Setidaknya, selama menjalankan misi, dia masih bisa beristirahat dengan baik.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari komandannya.

"Mulai besok, jalankan penyamaranmu. Jangan menarik perhatian."

Vera tersenyum tipis. Tentu saja, dia sudah siap.

Besok, dia akan memulai hari barunya sebagai tukang bersih-bersih di sekolah yayasan milik ATKPro. Di sana, dia akan menggali informasi tentang dana bantuan yang tidak pernah sampai ke tempat seharusnya.

...***...

Pagi itu, Vera mengenakan seragam cleaning service berwarna biru tua, lengkap dengan topi dan masker yang menutupi sebagian besar wajahnya. Rambutnya yang biasa terurai kini disembunyikan di balik topi. Penyamaran ini harus sempurna. Tidak boleh ada yang mengenali dirinya.

Dia menatap pantulan dirinya di cermin kecil sebelum berangkat. "Hanya seorang tukang bersih-bersih biasa," gumamnya, mengingatkan diri sendiri untuk tetap rendah hati dan tidak menarik perhatian.

Setelah memastikan semua perlengkapannya siap, dia mengambil kunci motor dan bergegas keluar.

Setelah sekitar dua puluh menit berkendara, akhirnya dia sampai di sekolah yang menjadi target penyelidikannya.

Begitu turun dari motor, matanya langsung menelusuri bangunan sekolah yang berdiri di hadapannya. Sekolah itu tampak tidak terawat—dindingnya penuh noda dan mulai retak, beberapa jendela kaca buram oleh debu, dan atapnya terlihat seperti sudah lama tidak diperbaiki.

Padahal, berdasarkan laporan keuangan yang Vera telusuri sebelum berangkat, sekolah itu seharusnya menerima dana bantuan dalam jumlah besar. Namun, kenyataannya, kondisinya jauh dari kata layak.

Ke mana semua dana itu pergi? Apa ada sangkut pautnya dengan direktur ATKPro?

Dia mengamati anak-anak yang berjalan memasuki gerbang sekolah. Hanya ada beberapa siswa yang terlihat, bahkan tak sampai dua puluh orang masuk ke dalam kelas.

Padahal, dalam laporan resmi yang diterima oleh badan intelijen, jumlah murid seharusnya tetap penuh, dengan satu kelas terdiri dari minimal tiga puluh lima siswa.

Vera menarik napas dalam dan mulai melangkah masuk.

Di pos keamanan, seorang pria paruh baya dengan seragam satpam menghentikannya. "Kamu cleaning service yang baru?"

Vera mengangguk singkat. "Iya, Pak. Saya ditugaskan mulai hari ini."

Satpam itu hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduknya. "Langsung masuk saja, nanti kepala sekolah atau Bu Lilis yang ngasih tahu tugasnya."

Vera mengangguk dan melanjutkan langkahnya. Dia sudah mencari informasi sebelumnya—Bu Lilis adalah kepala bagian kebersihan di sekolah ini, sedangkan kepala sekolahnya bernama Pak Darmawan.

Begitu masuk ke dalam gedung utama, Vera semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan di tempat itu. Lorong-lorong sekolah sepi, beberapa ruangan kelas tertutup rapat, dan papan pengumuman di dekat pintu masuk penuh dengan selebaran lama yang sepertinya sudah bertahun-tahun tidak diganti.

Dia berjalan menyusuri koridor menuju ruang kebersihan. Saat melewati salah satu ruang kelas, dia sempat mengintip dari celah pintu.

Di dalamnya, hanya ada sepuluh siswa yang duduk di bangku.

"Laporan mengatakan satu kelas penuh... tapi kenyataannya bahkan setengahnya pun tidak ada."

Sesampainya di ruang kebersihan, dia bertemu dengan seorang wanita berusia sekitar lima puluhan tahun dengan wajah lelah dan mata tajam.

"Kamu Mega?" wanita itu bertanya.

"Iya, Bu," jawab Vera sopan.

Bu Lilis mengamati Vera dari atas ke bawah sebelum menyerahkan sebuah daftar tugas. "Kerja di sini gak susah. Pagi, kamu bersihin lorong dan ruang guru. Siang, bantu di kantin kalau dibutuhkan. Sore, sebelum pulang, pastikan kamar mandi bersih."

Vera mengangguk. "Baik, Bu."

"Jangan banyak tanya, kerja yang benar, dan jangan cari masalah," tambah Bu Lilis sebelum pergi.

Vera hanya tersenyum tipis. Justru aku datang ke sini untuk mencari masalah.

Dia mulai menjalankan tugasnya. Tangannya bekerja, tetapi pikirannya terus menganalisis situasi.

Dana besar terus masuk ke sekolah ini, tetapi muridnya sedikit, fasilitasnya buruk, dan tidak ada perbaikan yang terlihat.

Siapa yang bermain di belakang semua ini? Murni tindakan kepala sekolah atau direktur ATKPro?

1
Uviek Ku
kapan Thor update lagi😥slalu menunggu 🤗😘🥰😍🌹❤️
Ayu Ning Ora Caantiikk
q lbih cocok kmu ma saga vera
Azizah az
ngajak nikah kek ngajak beli cilok 😂
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Bener, De, wlau bukan segala ny juga 🤭🤭🤭
Azizah az: kekuatan uang emang luarbiasa y kk
total 3 replies
Azizah az
di ajakin nikah tuh
Uviek Ku
waaah ternyata ad oknum dari pihak berwajib ingin menjatuhkan Vera, sepertinya terlibat dengan kepala sekolah yg korupsi 😠

Ayooo semangat Dwiki cari dalangnya😥
jaran goyang
💪💪💪💪💪💪𝙫𝙚𝙧𝙖
mbok Darmi
semangat vera jadi Intel tidak hrs lewat jalur institusi semoga semangat dan niat baik mu tetap menjadi semangat mu membongkar kebusukan dan kelicikan orang2 tertentu yg memanfaatkan jabatannya
jaran goyang
𝙢𝙢𝙢𝙢 𝙢𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙪
Uviek Ku
semoga Dwiki cepat mencegah pergerakan Aldi, Jagan sampai persahabatan ny sama Vera dan Sagara hancur 😭 please Thor jgn buat mereka hancur gara" tindak. org lain lg😭
Azizah az
sebenarnya ada ada niat apa Dwiki Setega itu dg temannya sendiri
riskawati ika
kok gak ada lnjut n ya
mbok Darmi
dwiki ceroboh persahabatan kalian akan hancur karena ambisi temanmu musuh dalam selimut, akhir nya kalian bertiga ajan saking tuduh dan imbasnya vera yg akan terkena dampak nya, Sagara orang kaya bisa menyewa pengacara tapi vera hanya hidup sendiri kalian bantu pun ngga bakalan mau itu sdh prinsip hidup vera
Ayu Ning Ora Caantiikk
selain jurnalis kelihtannya dwiki juga gk mau klau saga dama vera
jaran goyang
𝙘𝙞𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚 𝙨𝙠 𝙩𝙖𝙝😃
Giandra
tinggal bilang Saga i♥️u
Uviek Ku
Thor q sdh kasih like, vote, mawar, please crazy update nya🙏🙏🙏😍😊😍🥰🤩😘🤗
jaran goyang
😃😃😃😃😃😃
M Nurhalimah
kira kira apa ya yg di tatap sama vera aq gak ngerti kan di hadapan nya kaki sagara yg lagi duduk🤔🤔🤔😁😁😁
Azizah az: jadi traveling nih otak 😂
total 1 replies
mery harwati
Melihat, mengamati & menikmati apa diantara kaki Sagara kamu Vera? 🤣
M Nurhalimah
pasti saga itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!