NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta

Status: tamat
Genre:Spiritual / Tamat
Popularitas:957k
Nilai: 4.9
Nama Author: Khinanti Nomi

JANGAN DI BACA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khinanti Nomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Resepsi

☘️ Selama Kau Belum Tau Seluruh Dosamu Di Ampuni Oleh Allah. Maka Jangan Urus Aib Dan Dosa orang lain. ☘️

{ Sayyidina Ali Bin Abi Thalib }

🍂🍂🍂🍂

Seseorang lelaki yang bermata sipit berdiri didekat jendela, menatap kearah luar dengan tatapan tajam.

(Mereka bicara dalam bhs China)

"Aku akan merusak acara resepsi mu, Kau telah menjebloskan ku di penjara. inilah balasannya." gumam seorang lelaki itu.

Pintu kamar pun terbuka, dan seorang wanita dengan pakaian seksi memasuki kamar tanpa mengetuk terlebih dulu. "Xian Guo, kapan Kau akan merusak Resepsi itu?" tanya si wanita.

"Tenanglah Eliana, Besok malam aku akan melakukannya dengan tanganku sendiri.!" jawab lelaki yang bernama Xian Guo.

"Kita sudah dua hari di Indonesia, tapi Kau bahkan belum melakukan rencana itu?" jawab Eliana wanita cantik yang menyukai Dimas sejak masih kuliah.

Eliana dan Xian Guo sedang berada di hotel, Mereka sengaja datang dari China ke Indonesia untuk merusak rencana pernikahan Dimas dan Arum. Tanpa mereka tahu bahwa orang yang akan mereka rusak pernikahannya sudah sah di mata agama dan negara.

Xian Guo tidak menjawab pertanyaan Eliana wanita cantik yang menyukai anak dari Ibunya.

Wanita itupun tampak jengkel dengan sikap Xian Guo. "dasar lelaki aneh." batin Eliana.

"Kenapa kau tak menyukaiku saja?" tanya Xian Guo kepada Eliana.

"Dasar aneh." ucap Eliana.

Jujur Xian Guo sudah menaruh rasa dengan Eliana sejak pertama bertemu di salah satu kereta bawah tanah di China. Saat itu Eliana sedang dalam keadaan menangis. Xian Guo yang tidak suka dengan wanita cengeng pun menghampiri Eliana yang terduduk lesu di lantai stasiun.

Xian Guo pun berkenalan, dan Eliana mau berbagi cerita tentang kehidupannya dengan Xian Guo. Dan lebih parahnya lagi Eliana adalah wanita yang menyukai anak dari wanita yang ia benci, Dan tega meninggalkannya di depan pintu rumah Gwangxi sewaktu ia masih bayi.

"Hey tenanglah. jika Kau tidak mau padaku ya sudah.!" jawab Xian Guo santai.

Eliana merasa punya hutang budi dengan Xian Guo. Xian Guo rela menyelamatkan nyawanya saat akan melakukan tidakkan bunuh diri di rel kereta. Saat itu kereta akan menabrak tubuhnya hingga menghancurkan tubuh Eliana. Dan sebelum kereta itu menghantam tubuh Eliana, Xian Guo menarik tubuh Eliana dan menyelamatkan nyawanya.

Xian Guo sudah mengikuti Eliana saat Eliana keluar dari gerbang rumahnya yang menjulang tinggi. Eliana hidup didalam sangkar emas tapi seperti penjara dan neraka untuknya. Belum lagi cintanya bertepuk sebelah tangan.

Saat mendengar Xian Guo di penjara, Eliana pun menjaminnya. Dan mau membantu rencana Xian Guo untuk menghancurkan pernikahan Dimas. Eliana pun senang karena merasa akan memiliki kesempatan untuk mendekati Dimas lagi. Semenjak Dimas berada di Indonesia. Eliana tidak bisa lagi menghubunginya.

Malam harinya Xian Guo mendatangi Gedung resepsi yang akan digunakan untuk acara resesi pernikahan Dimas dan Arum.

Xian Guo membekap beberapa penjaga yang ada disana dan mengikatnya. Xian Guo mengahancurkan seisi ruangan yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan Dimas dan Arum. Xian Guo tentu tidak sendiri.

Dia di bantu dua orang anak buahnya. Setelah dirasa sudah benar-benar hancur Xian Guo dan dua anak buahnya pun pergi dari tempat itu.

🍂

Di rumah Dimas.

Arum terjaga karena bermimpi buruk. Seakan ada yang memberitahunya bahwa sudah ada orang yang akan bertindak tidak baik di hari resepsi pernikahannya besok.

Arum pun memanjatkan doa untuk kebaikan semua. Dan memandang ke arah kasur di sebelahnya. Tapi tidak ada Dimas disana. Arum pun turun dari ranjang dan berjalan mencari Suaminya.

Dan Arum mendengar sayup-sayup suara Dimas di taman belakang rumah, tepatnya di pinggir kolam ikan koi.

"Bagaimana dia berada di Indonesia?"

"Dan dengan siapa?"

"Jangan sampai Xian Guo mencari masalah lagi."

Arum mendengar Dimas sedang menelepon seseorang dengan nada suara khawatir. Arum berpikir siapa Xian Guo yang di maksud Dimas. Arum pun menghampiri Dimas.

"Habibie.!" ucap Arum di tengah keremangan lampu berasal dari dapur.

Suara Arum membuat Dimas terkejut. "Astaghfirullah Habi. ngagetin aja." jawab Dimas sambil mengelus dadanya.

"Maaf." ucap Arum lalu duduk di kursi di hadapan Dimas.

"Habi sejak kapan disitu?" tanya Dimas.

"hemm.. Bie tadi telfon sama siapa?" tanya Arum penasaran.

Dimas merasa khawatir Arum sudah mendengar semua pembicaraan dengan Willan atau tidak. Willan adalah orang yang Dimas suruh untuk memata-matai Xian Guo. Dimas tidak ingin membuat Arum khawatir. "Bukan siapa-siapa.!" jawab Dimas agak gugup.

"Habibie tau ndak? Landasan rumah tangga itu apa?” ujar Arum lembut. "Landasan rumah tangga ialah saling percaya dan saling terbuka. agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Yang akhirnya merugikan diri kita sendiri." Sambung Arum panjang tidak lebar.

Dimas yang mendengar penjelasan dari Arum pun merasa bersalah. Dan akhirnya Dimas pun menjelaskan tentang siapa Xian Guo. Dan apa hubungan Xian Guo dengan keluarga nya. Arum mendengarkan dengan seksama. Ribet ternyata keluarga suamiku. pikirnya.

"Berarti orang yang bernama Xian Guo itu masih sedarah dong sama Bie? Berarti secara tidak langsung dia Masnya Habibie?” tanya Arum setelah mendengarkan penjelasan Dimas tentang keluarga nya.

"Iya yah. Kenapa aku malah tidak memikirkan sampai kesitu? Habi memang cerdas.” jawab Dimas merasa bodoh karena tidak mempunyai pemikiran seperti Arum. Dimas terlalu fokus dengan balas dendam atas meninggalnya sang Ayah.

Waktu menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Karena Arum masih dalam menstruasi. Hanya Dimaslah yang melaksanakan sholat tahajjud.

Setelah sholat Dimas pun mengganti pakaian Koko dan sarung yang ia kenakan untuk sholat. Dan menggantinya dengan celana pendek serta kaos ala rumahan.

Dimas pun menghampiri Arum yang sudah berada di ranjang. Dimas melihat Arum sedang menatapnya. "Kok belum tidur lagi?" tanya Dimas.

Kemudian Dimas berbaring menatap Arum. Lalu mengecup bibirnya. "Bie, Arum pernah bermimpi..," ucap Arum.

"Mimpi apa?" jawab Dimas masih menatap Arum lekat.

"Mimpi itu terjadi saat Arum akan menerima Habibie sebagai imam Arum. terjadi 4 malam berturut-turut"

"Lalu."

"Di dalam mimpi itu, Arum bertemu dengan seorang wanita cantik, bermata sipit. Dan menyampaikan bahwa Dia ingin Arum menjadi menantunya."

"Oh apa karena mimpi itu, kamu mau menerima ku sebagai suami?" tanya Dimaa

"Ih.., Habibie mah bukan begitu.!" jawab Arum mencubit pelan lengan suaminya. "Arum menerima mu, karena Arum memang mencintai mu Dimas." sambung Arum tanpa sadar menyampaikan cintanya.

"Alhamdulillah, akhirnya aku mendengar langsung kalau kamu memang mencintai ku,” Dimas berseru senang.

"Memm.. jadi mau di lanjutin ndak ini ceritanya?" tanya Arum yang menyembunyikan rasa malunya.

"Baiklah. Lalu?" jawab Dimas.

"Siapa yah kira-kira wanita cantik bermata sipit itu, kalau dilihat secara dekat mata Habibie tidak terlalu sipit."

"Apa mata Jihye Moon. aktris asal Korsel yang berhijab itu?."

"Ihh.. si Habibie nih, ketahuan suka lihatin yang cantik-cantik + kinclong. Awas lho zina mata."

"Nggak. Habi tersayang lah yang paling cantik. Kekasih halalku. Love you." Dimas mencium singkat bibir Arum.

"Habibie mah gitu suka nyelonong aja." protes Arum.

Dimas pun terkekeh melihat ekspresi wajah Arum.

"Mungkin wanita yang datang di mimpi Habi, ialah Almarhum Mama Meiying." Bayangan Dimas membayangkan wajah Mamanya.

"Maafkan Arum Bie, tanpa tau alasan kepergian mu, karena suatu hal yang sangat berat untuk kamu lalui. Arum selalu menyalahkan mu yang pergi tanpa kabar." Arum membelai lembut pipi Dimas.

"Sudahlah, yang lalu biarkan menjadi pelajaran." ucap Dimas yang mengingat hal itu. "Bahwa hubungan harus saling terbuka dan percaya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dan aku sangat mencintaimu Habibati Arum." sambungnya.

Dimas pun mencium Arum mesra, begitu pun juga Arum. Ciuman itu membangkitkan gairah namun sayang Dimas masih harus menahannya.

Sangat tidak di anjurkan menggauli istri dalam keadaan istri sedang haid.

🍂

Keesokan pagi-pagi sekali Hasan menjemput Bi Chan untuk pergi ke gedung resepsi yang sudah di pesan.

Saat tiba di halaman gedung resepsi, Hasan dan Bi Chan nampak bingung. Tidak ada satu orangpun disana. Dari pihak WO pun tidak ada satupun.

Mereka pun masuk kedalam gedung dan lebih terkejut lagi dengan melihat keadaan didalam yang sangat nampak hancur lebur.

Semua berserakan, Hasan mengedarkan pandangannya kesetiap sudut. Hasan melihat beberapa orang dari penjaga WO di ikat dan di sekap.

Hasan pun menghampiri penjaga WO itu dan melepaskan ikatan mereka. "Siapa yang melakukan ini.?" tanya Hasan dengan nada marah.

Salah seorang penjaga pun bersuara. "Ta..tadi malam ada yang datang dan merusaknya."

"Apa kau melihat orang nya?" tanya Bi Chan ikut menimpali.

"Kami tidak melihat wajahnya, mereka memakai topeng." jawab salah satu penjaga.

"Mereka?" tanya Hasan.

"Me.. Mereka berjumlah tiga orang." jawab mereka.

"Brengs*k.!" hardik Hasan.

Hasan pun berpikiran akan cctv yang berada digedung itu. "Dia pasti tau?" Hasan pun berlari keluar gedung dan masuk ruang Satpam. Bi Chan pun mengikuti kemana yang Hasan tuju.

"Sial." umpat Hasan mengecek layar monitor televisi yang terhubung ke cctv gedung. Hasan melihat Wajah Xian Guo yang terpampang jelas membuka topeng dan mengarahkan ke arah cctv.

"Sudah San, sekarang kita harus menghubungi Dimas dan Arum. Untuk mengabarkan hal ini.!" ucap Bi Chan.

"Bibi yang mengabari, Aku akan mencari gedung lain. Tidak mungkin kita memakai gedung yang sudah berantakan." jawab Hasan.

Saat Hasan mondar-mandir menelepon semua pihak WO dan gedung lain untuk bisa menyediakan layanan resepsi pernikahan mereka semua pun menolak.

Tidak ada pihak WO yang mau menyanggupi permintaan Hasan. menyiapkan resepsi hanya dengan setengah hari. Meskipun Hasan sudah menawarkan harga yang fantastis.

Pihak WO tetap tidak mau. Mereka berpikir mungkin. Hanya untuk main-main.

Menejer Dimas sekaligus sahabat Dimas pun datang. Dan melihat Hasan seperti sedang kebingungan. "Pak Hasan?"

"Iya." jawab Hasan.

"Kenapa Bapak terlihat kebingungan?"

"Gedung resepsi yang sudah dipesan, Ada yang menghancurkan semua yang berada di dalam sana." jawab Hasan.

Fauzan pun merasa memiliki ide💡 yang sangat cemerlang menurutnya. "Pak Hasan, saya punya ide?" ucap Fauzan.

"Apa, apa?" tanya Hasan antusias.

"Cafe dan restoran saya." jawab Fauzan.

"Jangan coba-coba mempermainkan Ku." gertak Hasan.

"Walaah Pak Hasan, Jangan salah, ini sudah yang terbaik yang saya tawarkan." ucap Fauzan percaya diri.

Setelah dipikir-pikir Hasan pun menerima ide dari pikiran Fauzan. Hasan mengenal Fauzan saat beberapa kali Hasan mendatangi pabrik MekarJaya milik Dimas.

🍂

🍂

Salam sehat selalu manis 🥰

1
Nurfanya Rudie Ajalah
baru mampir kak
salam kenal🙏
Marchel
Aku mampir kak...
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
Jaya Jaya
luar biasa
Maulana ya_Rohman
ahirnya selesai juga.....😌
walaupun jarang coend🤭
Maulana ya_Rohman
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
🧭 Wong Deso: terimakasih
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
masih nyimak
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
Maulana ya_Rohman
jadi oenasaran nih🤔🤔🤔siapaya🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
Maulana ya_Rohman
kalau di daerahku namanya MENDUT thor🤭
Maulana ya_Rohman
nyimak masih thor
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
Maulana ya_Rohman
di part ini kenapa ada bawang😭😭😭😭😭😭😭
Maulana ya_Rohman
masih nyimak thor
Maulana ya_Rohman
aku kok gak ketemu ya sama Meiying😔
padahal aku di daerah BOROBUDUR😌
Maulana ya_Rohman
hatiku kok ikutan sakit ya🤧
Maulana ya_Rohman
myimak masih....
no cimend🤐🤐🤐😐😐
Maulana ya_Rohman
mampir lagi thor
🧭 Wong Deso: terimakasih 🙏🏼
total 1 replies
Selvy Anton
Biasa
Sadrina Oyeh: 9rrtt
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!