NovelToon NovelToon
Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Mengubah Takdir
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Ikhtisar :

Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.

Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Kabar Duka

Malam itu Ayu sering terbangun, hampir 1 jam sekali dia terbangun melihat jam.

“Toloooong … toloooong …”

“Ayu …”

“Aizam …”

“Fitri …”

“Adit …”

“Ranti …”

Ayu kaget dan langsung terbangun mendengar suara teriakan neneknya, dia segera ke kamar sang nenek.

“Nek, ada apa ?” Tanya Ayu

“Iya ma, ada apa ?” Tanya Fitri

“Mama dimana ?” Tanya Fitri lagi

“Mama ada di kamar mandi, bapakmu pingsan di kamar mandi” Jawab Rukmini berteriak

Lalu Ayu dan yang lainnya ke kamar mandi

“Ya Allah, bapak” Teriak Fitri saat melihat bapaknya sudha tidak sadarkan diri

Lalu mereka menggotong tubuh Sukarja untuk di baringkan di atas Kasur, lalu Fitri menelpon suaminya untuk segera ke rumah orang tuanya.

Fitri [Mas cepetan ke rumah bapa, bapa pingsan di kamar mandi]

Wahyu [Iya, aku sekarang ke sana]

Fitri [Aku tunggu mas, cepetan] lalu sambungan terputus

Sebelum ke rumah mertuanya, Wahyu ke rumah adik iparnya terlebih dahulu.

TOK TOK TOK

“Assalamu,alaikum” Ucap Wahyu

“Wa’alaikumsalam” Jawab Asep dari dalam yang masih terlihat mengantuk

“Ada apa Yu ? Malam-malam ke rumah ?” Tanya Asep

“Kita harus ke rumah bapak, katanya bapa pingsan di kamar mandi” Jawab Wahyu

“Astagfirulloh, sebentar aku mau kasih tahu istriku dulu” Ucap Asep

Lalu Asep bergegas ke kamarnya untuk memberitahukan kondisi mertuanya

“Mah bangun” Ucap Asep sambil menggoyangkan tubuh Lastri

“Ada apa sih pa ? Masih malam juga” Tanya Lastri sambil mengucek matanya

“Ayo kita ke rumah bapak, ma” Jawab Asep

“Mau apa ?” Tanya Lastri

“Kata Wahyu, bapak pingsan di kamar mandi” Jawab Asep

“Astagfirulloh, ayo mama ambil kerudung dulu dan tas” Ucap Lastri

“Cuci muka dulu ma, biar segeran” Titah Asep

“Iya pak” Ujar Lastri

Setelah itu mereka pergi ke rumah Sukarja, sesampai di sana Wahyu dan Asep menggotong tubuh Sukarja ke dalam mobil.

*****

Sesampai di rumah sakit, Sukarja langsung di masukkan ke ruang ICU sedangkan keluarga yang lain di beritahu oleh Wahyu lewat telpon yang ada di halte tak jauh dari rumah sakit.

Tak berselang lama, istri kedua dan anak-anak Sukarja datang ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi sang ayah.

“Mbak, bagaimana kondisi mas Sukarja ?” Tanya Santi, istri kedua Sukarja karena malam itu Santi ijin ingin mneginap di rumah saudaranya

“Beliau langsung di masukkan ke ruang ICU, Rit” Jawab Rukmini

Selang beberapa menit, dokter keluar dari ruang ICU.

“Permisi, dengan keluarga pak Sukarja ?” Tanya Dokter

“Iya benar dok, bagaimana dengan bapa saya ?” Ujar Ardi

“Perwakilan dari keluarga ikut ke ruangan saya” Jawab Dokter

“Baik dok, saya yang akan ikut dok” Ucap Ardi

Ardi langsung mengikuti dokter menuju ruangannya

“Silahkan duduk, maaf bapak siapanya pak Sukarja ?” Tanya Dokter

“Saya anaknya dok” Jawab Ardi

“Begini ya pak, pak Sukarja ini ternyata terkena kanker otak stadium akhir” Papar Dokter

Duaaaaarrrr …

Dada Ardi terasa seperti di hantam benda keras dan berat

“Resiko kemungkinannya apa dok ?” Tanya Ardi

“Selaku keluarganya harus siap menerima resiko apa pun yang terjadi pada pasien, jika pembuluh darah otak luar pecah makan pasien akan mengalami kelumpuhan permanen. Yang bergerak hanya mata saja, yang pasien bisa gerakkan” Jelas Dokter

“Jika pembuluh darah otak dalam yang pecah, resikonya adaah kematian” Tambah Dokter

Mendengar itu tangis Ardi pecah, karena mendengar kondosi bapaknya.

“Jadi kita harus bagaimana dok ? Lakukan yang terbaik, berapa pun bayarannya saya akan membayarnya asalkan bapak saya kembali sembuh” Ucap Ardi

“Kita hanya bisa berencana dan berusaha pak, dan saya dokter hanya bisa menganalisa saja. kita kembalikan semuanya kepada sang pemilik segalanya” Jawab Dokter

Setelah keluar dari ruangan dokter, Ardi menjelasakan pada keluarganya secara perlahan dan mereka ikhlas denga napa yang terjadi pada Sukarja.

“Sekarang kalian pulang saja ini sudah malam, karena besok akan melakukan operasinya. Malam ini bapak akan di pantau terlebih dahulu kesehatannya” Ucap Ardi

Dan mereka pun pulang terlebih dahulu, dan esok akan kembali karena hanya 2 orang yang akan mengunggu Sukarja di rumah sakit yaitu Rukmini dan Ardi.

*****

Keesokan paginya Sukarja diambil sample darahnya untuk di cek lab terlebih dahulu, agar akurat. Sednagkan Ayu dan yang lainnya masuk sekolah, karena para orang tua menyuruh mereka untuk tetap pergi ke sekolah.

“Maaf bu, pasien belum bisa melakukan CT Scan hari ini karena kondisinya belum stabil” Ucap Perawat

“Berarti harus nunggu kondisinya stabil dulu ya dok ?” Tanya Agung

“Iya pak, kalau sudah stabil dan bisa CT Scan nanti hasilnya dapat dikatahui apa akan dilakukan operasi atau tidak” Jawab Perawat

Waktu menunjukkan pukul 9:00, perawat yang ada di dalam kamar Sukarja memecat tombol darurat. Tak lama dokter yang mengani Sukarja berlari keruangan tersebut, dan langsung memeriksanya.

Dokter sekuat tenaga dan memeriksa detak jantung yang ada di monitor, sedangkan perawat yang lain memberikan obat yang di perintahkan oleh sang dokter. Tapi setelah berusaha sekuat tenaga, takdir Allah berkata lain. Dokter keluar, untuk memberitahu keadaan Sukarja.

“Mohon maaf, kami sudah melakukan yang terbaik namun di tengah perjalanan tekanan darah pasien tinggi dan mohon maaf tuhan berkehendak lain pasien sudha tidak ada” Ucap Dokter

“Innalillahi wa inna illaihi rojiun” Ucap Mereka sambil meneteskan air mata

Di dalam ruangan, perawat membuka semua alat yang menempel di tubuh Sukarja.

“Bapak sudah tidak merasakan sakit lagi, bapak sudah bahagian bersama nenek ma. Mama harus ikhlas, mama masih ada kita” Ucap Rita memeluk ibu sambungnya Rukmini

Sedangkan Santi sudah pingsan di pelukan Desi, membuat suasana semakin tegang.

“Ya Allah ibu, ibu bangun” Teriak Desi karena terkejut

“Kita bawa ibu dulu ke UGD, biar di periksa oleh dokter jaga” Ujar Bambang lalu mengendong ibu sambungnya ke UGD

“Iya bang” Jawab Agung

Lalu mereka membawa Santi ke UGD untuk di periksa, sednagkan yang lain sedang mengurus kepulangan Sukarja.

“Mama harus sabar, bapa sudah gak merasakan sakit lagi. kita ikhlaskan ya, biar bapa lancar dalam jalannya” Ucap Rita sambil memeluk ibu sambungnya

“Iya nak, bapak kalian ikut nenek. Anak kesayangannya sudah di bawa bersamanya, hanya berbeda 2 mingggu dari hari kematian nenek kalian” Ujar Rukmini

Setelah mengurus semuanya, jenazah Sukarja di bawa pulang mengunakan ambulan.

“Yang akan ikut di dalam ambulan siapa ?” Tanya Bambang

“Aku saja bang, kalian di mobil saja” Jawab Agung

“Biar sebagian di dalam mobil abang” Lanjut Agung

Mereka sudah bersiap untuk pulang, seluruh keluarga sudah berkumpul di kediaman Sukarja karena di beritahu terlebih dahulu dan di sana sudah di siapkan segala kebutuhannya.

*****

Perjalanan pulang, mobil mereka berada di belakang ambulan tapi ambulan melaju sangat cepat membuat mereka tertinggal di belakang.

“Pelan-pelan saja Bambang, jangan ngebut-ngebut yang penting kita selamat sampai tujuan” Ucap Tomi

“Iya abang” Jawab Bambang

Sesampai di rumah, ternyata sudah ramai sekali oleh para tetangga sedangkan Ayu dan sepupunya yang lain baru sampai dari sekolah masing-masing.

“Bapak” Panggil Ayu

“Yang sabar yah, kakek sudah bahagiaa di sana. kita harus ikhlaskan biar jalannya mudah” Ucap Asep yang diangguki oleh Ayu

Setelah semua selesai di kafani, Sukarja di bawa ke TPU terdekat. Semua keluarga dan para tetangga mengantarkannya ke pengistirahatan terakhir, setelah selesai semua keluarga kembali ke rumah duka.

“Bang Sukarja sudah gak ada, jadi kalian segera keluar dari rumah ini. Karena rumah ini akan kita jual” Ucap Susi, Adik Sukarja satu-satunya

“Astagfirulloh, bibi kebangetan sekali. Makan bapak belum mengering, udah bicara seperti itu” Jawab Rita

“Kamu jangan ikut campur, harusnya kamu bersyukur karena ibumu dinikahi oleh bang Sukarja kalau tidak dia sudah mati kelaparan di luar sana” Sarkas Susi

“Bibi keterlaluan ya …” Ucap Rita terpotong

“Sudah biarkan saja, ambil saja rumah ini untuk kalian biar mama bersama aku. Aku masih mampu mengurusnya” Potong Ramji

“Bagus kalau gitu, dan kamu benalu kamu ibu sudah untuk di bantu oleh bang Sukarja malah melunjak” Sarkas Susi sambil menunjuk pada Santi

Mendengar itu membuat dada Santi sakit, membuat dia memegang dadanya.

“JAGA BICARA KAMU SUSI, DIA ITU KAKAK IPARMU DAN KAMU HARUS MENGHORMATINYA” Bentak Rukmini

“Aku gak sudah memiliki ipar seperti dia, dia hanya bisa menyusahkan aku saja” Jawab Susi

Lastri yang bersebelahan dengan Santi pun terkejut, karena Santi mendadak sesak napas sambil meremas jantugnnya.

“Astagfirullah ibu, ibu kenapa ?” Ujar Lastri

“Tolong ambilkan minum” Titah Tomi

Tak lama Aizam membawakan air kepada Lastri …

“Ini ma, airnya” Ucap Aizam

Tapi lalu lastri mengambilnya, tetapi saat akan memberikannya kepada Santi. Santi menolaknya, karena tidak bisa menelannya.

“Ma… af… kan… a… ku, m… bak… Ruk … su … dah … me … nyu… sah… kan… ka … mu …” Ucap Santi terbata-bata

“Kamu bicara apa Santi, kita kan keluarga. Tidak usah bicara seperti itu, aku tidak suka” Jawab Rukmini

“To… lo… ng… ma… af… kan… a… ku… da… n… ti… tip… a… nak… a… nak…, a… ku … su… dah… ti… dak… ku… at” Ucap Santi masih terbata-bata

“Iya aku akan mengurus mereka seperti anakku sendiri, kamu harus kuat kita akan ke rumah sakit” Jawab Rukmini tetapi Santi menggelengkan kepalanya

Tak lama Agung datang dan akan mengangkat tubuh ibunya ke dalam mobil, tetapi Santi menolaknya.

“Ti… dak… u… sah…” Ucap Santi lalu Santi memegang tangan Rukmini dan Agung

“As… hadu… ala… ila… ha… illah… loh… wa… as… ha… du… anna… mu… ham… mad… da.. ras… sul… lull… loh” Ucap Rukmini lalu menutup matanya

“Santi …. Innalillahi wainna ilaihi rojiun” Ujar Rukmini

Melihat sang ibu menutup matanya, Agung terkulai lemas di tempat sedangkan tetangga di sana mulai bisik-bisik membicarakan Susi yang sangat keterlaluan. Rukmini terlihat emosi lalu dia, melampiaskan kekesalannnya kepada iparnya itu.

“APAKAH KAMU PUAS MELIHAT INI SUSI ?” Teriak Rukmini

“DIA MESKI PUN ISTRI KEDUA TETAPI DIA SANGAT MENYAYANGI KELUARGA KALIAN, DIA YANG SELALU MEMBANTU KALIAN SETIAP KALIAN MEMBUTUHKAN BANTUAN” Lanjut Rukmini

“INI BALASAN KAMU PADANYA, BAIK HARI INI KITA AKAN KELUAR DARI RUMAH INI. NIKMATI SAJA WARISAN INI, DAN SUATU HARI NANTI KAMU DAN KELUARGAMU AKAN MERASAKAN AKIBATNYA DENGAN APA YANG TELAH KAMU PERBUAT HARI INI” Teriak Rukmini

Dan prosesi pemakaman Santi pun berjalan dengan lancar, tidak di sangka kalau hari ini adalah hari berpulangnya orang yang terkasih bagi Rukmini.

1
Rima Rismawati
Ternyara Rasmisi yang memculik Ayu, bikin greget aja. Lanjut thor, makin seru nih 👍
Rima Rismawati
Akhirnya ayu bertemu dengan keluarga kandungnya, bagaimana respon Lastri ya kalau Ayu dan Aizam bukan anak kandungnya ? Jadi penasaran
Rima Rismawati
Dasar si Laura yang tidak punya ahlak
Rima Rismawati
Thour tulisannya ada yang typo seditit🤭
Rima Rismawati
semangat thour nulis novelnya 👍
Rima Rismawati
Novel baru lagi nih thour
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!