Tujuh tahun lalu saat masih duduk di Universitas Viona Natasya menyukai seorang pria.
Dia pria itu Bernard Antonius, pria yang dianggap keluarganya sendiri seperti sampah.
Pria bertato yang tidak dicintai keluarganya. Viona selalu diam-diam memperhatikan dari jauh.
Saat itu usia Viona baru tujuh belas tahun. Dan Bernard berusia dua puluh enam tahun.
Dan sekarang dia bertemu kembali dengan pria itu, dan menjadi suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Mari kita bicara.
Viona menatap suaminya tersebut, mendengar setiap perkataannya dan mencoba untuk menyimak nya.
Sepertinya Bernard tidak ingin membicarakan tentang masalah dirinya dengan Irina.
Viona merasa mereka harus bicara untuk membahas permasalahan rumah tangga mereka, dia ingin tahu sejauh mana Bernard benar-benar sudah melupakan Irina.
Dan dia tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka yang kenyataan nya Irina masih mencintai Bernard.
Ini perlu di luruskan.
"Bukankah kalian pernah saling mengikat janji, dan itu pun sudah kamu lupakan suamiku! kamu tidak setia, cintamu padanya hanya main-main karena masalah masih puber?" tanya Viona dengan mimik wajah heran pada Bernard.
"Aku tidak pernah berjanji padanya!" kata Bernard kesal.
"Bukankah kamu menjanjikan padanya Mansion kastil adalah rumah masa depan kalian?" kata Viona mengingatkan Bernard.
"Aku tidak pernah menjanjikan itu padanya, aku membangun Mansion tersebut setelah dia pergi ke luar negeri!"
"Tapi, dia mengatakan kamu yang menjanjikan Mansion tersebut untuk rumah masa depan kalian!" kata Viona mengingatkan kembali.
Bernard menekan pelipisnya merasa kesal, dia ingat Irina mengatakan itu diruang makan.
Dia sendiri sangat terkejut mendengar Irina dengan berani mengatakan itu agar Viona menyerah padanya, Bernard tidak menyangka bahwa Irina mempunyai sifat yang licik.
Dia baru menyadari kalau Irina walaupun cantik tapi tidak menarik sama sekali, dia telah buta dulu bisa jatuh cinta pada Irina.
"Dengar..!" Bernard menyentuh pipi Viona, menatap mata Viona dalam-dalam, "Aku tidak pernah lagi berkomunikasi dengan nya setelah dia pergi ke luar negeri, di tahun pertama dia masuk ke Universitas aku mendengar kabarnya dari temanku, bahwa dia menikah dengan seorang sugar daddy!"
Viona terkejut mendengar penjelasan Bernard tersebut. Irina telah menikah di luar negeri, tapi masih mengejar cinta Bernard.
Viona diam mematung setelah mendengar penjelasan Bernard.
"Jadi dia yang berbohong?" sahutnya kayak orang bodoh.
"Iya!" angguk Bernard.
"Tapi..kenapa dia bisa tahu alamat Mansion di gunung?" tanya Viona bingung.
"Dia mencari informasi dari teman-temanku, dia itu pandai memutar balikkan kata, karena itulah dia bisa menjadi Aktris!" kata Bernard membelai pipi Viona, di tatapnya bibir Viona dengan intens.
"Oh..dia seorang Aktris?" Viona baru tahu ternyata Irina adalah seorang Aktris, pantas saja pertama kali melihat Irina, Viona sangat terpukau oleh kecantikan Irina.
"Ya, cita-cita nya menjadi seorang aktris, karena itulah dia pergi kuliah akting ke luar negeri!" kata Bernard masih terus menatap bibir Viona, jemari jempolnya berlahan mengelus pinggiran bibir Viona.
"Kalau dia sudah menikah kenapa dia masih ingin kembali padamu?" tanya Viona seolah pada dirinya sendiri, dia jadi bingung dengan sikap Irina, dia telah tertipu.
"Karena dia telah dicampakkan sugar daddy nya, dia tidak berguna lagi!" kata Bernard masih terus menatap bibir Viona yang begitu menggodanya, dia ingin mengecup bibir itu, ingin merasakan lagi rasa lembutnya di bibirnya.
"Oh.." Viona baru mengerti kenapa Irina ingin kembali pada Bernard.
Dia tidak terlalu memperhatikan wajah merona suaminya yang sangat ingin menerkamnya.
"Dia mengira aku akan mau menerima dia kembali, saat dia mengetahui aku telah menikah dia sangat panik..karena itu dia cepat-cepat pulang ingin memastikannya!"
Bernard perlahan menundukkan wajahnya ingin mengecup bibir Viona, ditariknya pinggul Viona untuk lebih merapat padanya.
Bersambung.....