NovelToon NovelToon
Istriku Berubah Setelah Hilang Ingatan

Istriku Berubah Setelah Hilang Ingatan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / CEO Amnesia / Cinta Seiring Waktu / Pelakor jahat / Gadis Amnesia / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Edward terkejut saat istrinya yang hilang ingatan tiba-tiba mengajukan gugatan cerai kepadanya.

Perempuan yang selama empat tahun ini selalu menjadikan Edward prioritas, kini berubah menjadi sosok yang benar-benar cuek terhadap apapun urusan Edward.

Perempuan itu bahkan tak peduli lagi meski Edward membawa mantan kekasihnya pulang ke rumah. Padahal, dulunya sang istri selalu mengancam akan bunuh diri jika Edward ketahuan sedang bersama mantan kekasihnya itu.

Semua kini terasa berbeda. Dan, Edward baru menyadari bahwa cintanya ternyata perlahan telah tumbuh terhadap sang istri ketika perempuan itu kini hampir lepas dari genggaman.

Kini, sanggupkah Edward mempertahankan sang istri ketika cinta masa kecil perempuan itu juga turut ikut campur dalam kehidupan mereka?

*Sedang dalam tahap revisi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasrah pada keadaan

"Gimana, Na? Mereka nggak ngapa-ngapain kamu, kan?"

Baru saja tiba di apartemen, Nana sudah dicecar pertanyaan oleh Rossa. Sahabat baik Nana tersebut sudah menunggu sejak tadi. Ia khawatir jika Nana mengalami hal yang tidak menyenangkan saat bertemu Ibu dan adik kandung Edward.

"Nggak. Aku baik-baik saja, Ros," jawab Nana dengan senyuman.

"Apa yang sebenarnya mereka inginkan dari kamu? Kenapa mereka tiba-tiba ngajak ketemuan setelah empat tahun tanpa memberi perhatian sedikit pun sama kamu?"

"Mereka meminta agar aku mengurungkan niat untuk menceraikan Edward."

"Dan, jawaban kamu?" tanya Rossa dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu tegang.

"Aku bilang, enggak," jawab Nana. "Aku dan Edward mustahil untuk kembali."

Rossa seketika bernapas lega. Untungnya, Nana tidak terperdaya oleh perhatian dan kasih sayang palsu dari keluarga Edward.

*

*

*

Hari ini, Edward pulang sedikit lebih awal dari biasanya. Dia tak bisa bekerja dengan keadaan pikiran yang begitu semrawut seperti saat ini.

Banyak hal yang harus dia selesaikan satu-satu.

"Silva!" panggil Edward setengah berteriak.

Jas ia lemparkan ke sembarang arah. Dasi yang terasa mencekik leher selama seharian ini, ia longgarkan dengan perlahan.

Kemudian, dia duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kehadiran Silva.

"Ed, kamu sudah pulang?" sapa Silva dengan mata berbinar.

"Mau aku buatkan apa? Teh atau kopi?" lanjut wanita itu. Ia sedang mencoba untuk merebut kembali seluruh perhatian Edward.

"Tidak perlu, Sil!" tolak Edward. "Aku cuma mau bicara sesuatu yang penting sama kamu."

"Soal bayi ini?" tanya Silva sambil memegang perutnya. Dia duduk tepat disamping Edward.

"Ya," angguk Edward. "Sebenarnya, bayi itu milik siapa? Milikku atau milik laki-laki di kamar hotel malam itu?"

"Ed, ini anak kamu. Apa kamu nggak bisa mencocokkan usia janin ini dengan waktu ketika kita melakukan hubungan intim? Ini anak kamu, Ed! Bukan anak pria itu."

Edward pun langsung mengusap wajahnya kasar.

"Aku nggak nyangka kalau kamu ternyata perempuan seliar itu, Sil! Katakan! Sudah berapa pria yang kamu layani semenjak kembali dekat sama aku?"

"Ed, malam itu aku diperkosa, Ed! Aku nggak melakukannya secara sukarela. Laki-laki itu...dia mantan suamiku. Aku menemuinya malam itu untuk memberinya uang yang aku minta dari kamu. Dia... dia punya video saat kami berhubungan intim ketika masih menjadi pasangan suami-isteri. Dan, dia mengancam akan menyebarkan video itu jika aku nggak memberinya uang itu. Aku nggak nyangka, setelah dia menerima uangnya, dia malah menginginkan tubuhku juga."

Air mata Silva jatuh berderai. Dia berusaha meyakinkan Edward bahwa dia hanyalah korban dari kebejatan mantan suaminya.

"Kamu pandai sekali mengarang cerita, Silva!" puji Edward dengan nada sinis.

"Aku nggak lagi mengarang cerita, Edward! Aku bersungguh-sungguh!" ucap Silva penuh keyakinan. "Anak ini benar-benar anak kamu."

"Gugurkan anak itu!" pinta Edward tiba-tiba. Dia menatap perut Silva dengan tatapan dingin. "Anak itu... aku yakin dia bukan milikku!"

Silva mulai menangis tersedu-sedu. Dia memegang perutnya yang masih terlihat rata dengan kedua tangan.

"Kamu tega membunuh darah daging kamu sendiri, Ed?"

"Sudah kubilang, kalau anak itu bukan anakku! Dia pasti anak dari laki-laki itu. Ya, aku yakin!"

Plak!

Tamparan Silva mendarat telak di pipi Edward.

"Kamu manusia apa bukan, sih? Tega sekali kamu ingin menyingkirkan bayi yang nggak berdosa ini!"

"Kalau kamu nggak mau mengakui anak ini, nggak apa-apa. Setelah dia lahir, kita bisa lakukan test DNA supaya kamu benar-benar yakin. Yang penting, saat ini kamu harus tanggung jawab! Kalau enggak, maka aku akan sebarkan berita perselingkuhan kita ke seluruh media! Biarkan, kita hancur bersama-sama, Edward," ancam Silva diakhir kalimat.

Grep.

Edward reflek mencekik leher Silva. "Kamu berani mengancam aku?" tanyanya dengan perasaan geram.

Silva tampak tersenyum sinis. "Ya, aku berani."

*

*

*

Setelah sidang berlangsung selama satu bulan lebih, akhirnya Nana dan Edward sampai pada puncak dari pertarungan mereka.

Nana masih akan bersikeras untuk bercerai. Sementara Edward, entah apa yang akan pria itu lakukan.

"Na, kamu siap untuk menjemput kebebasan kamu hari ini?" tanya Rossa yang sedang menatap sang sahabat melalui pantulan cermin.

Nana mengangguk. "Ya, aku siap. sangat siap," jawabnya sambil menarik napas panjang kemudian mengembuskannya secara perlahan melalui mulut.

"Berangkat sekarang?"

"Ya, ayo!"

Keduanya saling bergandengan tangan untuk berangkat menuju ke pengadilan. Namun, saat membuka pintu, Nana dibuat mematung oleh kehadiran seorang pria.

"Nana..." lirih suara pria itu memanggil Nana.

"Apa kabar, Sweetheart?" lanjutnya dengan suara serak.

Tenggorokan Nana terasa tercekat. Mulutnya sudah terbuka namun kata-kata yang ingin dia ucapkan tak bisa keluar dari tenggorokan.

"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu nggak berniat untuk memeluk kesayangan kamu ini, Sweetheart?"

Tangan pria itu terentang. Menunggu Nana untuk masuk ke dalam pelukannya.

"Papa!" panggil Nana dengan air mata yang menetes deras.

Dia langsung menghambur ke dalam pelukan sang Ayah sambil menangis sesenggukan karena rindu.

"Pa, maafkan Nana! Nana sudah mengecewakan Papa selama ini."

1
Ari Peny
mkch ceritanya sgt bagus thor👍👍👍
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
ngapain cm ditampar. harusnya disiksa sm bodyguardnya dylan biar kapok
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bgmn dg 500jt yg dipinjam samuel? dg kondisi edward sprti ini apa gak ada niatan dikembalikan?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
emg samuel gak tau ya klo nana itu anak org kaya & edward yg bangkrut dibantu papanya nana? kok segitunya sm nana
Saya Sayekti
mantap...
Deni Siahaan
cerita nya bagus 🙏❤️❤️❤️❤️
Woro Wardani
🤩
Erlinda
aq pikir cerita nya bagus ternyata .
Erlinda
emang luar biasa goblok nya si Nana ini
Erlinda
nampak nya banyak tokoh dlm cerita ini yg ga tau diuntung ..ibarat menolong anjing kejepit udah ditolong malah menggigit ..
Erlinda
aneh udah di hinakan oleh suami segitu nya masih aja bertahan apa kamu ga punya urat malu ya Nana. menjijikan banget..apalagi selingkuhan nya udah tinggal serumah. hadeeeh
guntur 1609
cepat x ditamatkan Thor. padahal ceritanya sangat bagus
guntur 1609
nana gonlok. sdh tahu ular masih juga ditolong
guntur 1609
rasain lie
guntur 1609
kkwkwk🤣🤣 sdh miskin sok sok an lagi
guntur 1609
bru sadar kau.. selama ni lie kmna aje
guntur 1609
ke rumkit begok. mampus kau ketahuan bo ongnya
guntur 1609
kau ja yg bodoh
guntur 1609
definisi manusia gak tabundiri
guntur 1609
mampus kalian dasar benalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!