Seorang gadis yang terlahir di malam istimewa (malam satu suro)di warisi sebuah khodam dari leluhurnya tetapi terpaksa tersegel karena sebuah peristiwa. Tepat di usianya yang ke tujuh belas segel kembali dibuka.
Mampukah gadis itu menjalani hari-hari nya dengan kemampuan yang baru dimilikinya...
Sinopsis yang sangat singkat ya,...tapi cukuplah buat yang baca jadi penasaran 🤭
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita. Sebab cerita ini aku buat murni dari imajinasi ku sendiri alias karangan bebas. Jadi jika ada kesamaan itu merupakan suatu ketidak sengajaan🙏🏼
Soo... ikuti cerita ku, dan jangan lupa tinggalkan jejak jempol dan komentar ya☺️
Jangan lupa juga bintang lima jika cerita ku bisa bikin baper 😁🤭🙏🏼
Yuk dukung karya terbaru ku ...!
Selamat membaca ...! 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepala sekolah baru
Keesokan harinya, semua orang digemparkan dengan penemuan mayat seorang wanita muda dengan kondisi tak berbusana di sebuah kamar hotel. Beritanya sampai masuk ke media dan kini tengah disiarkan di salah satu stasiun televisi.
Arshy menghela nafas, merasa miris sekaligus khawatir. Ia yang memilki cucu perempuan merasa takut cucu nya kenapa-kenapa. Saras dan Pandu turun dari tangga segera menghampiri Oma mereka.
"Pagi Oma...." Ucap Saras lalu mencium pipi Oma nya
"Pagi sayang " Balas Arshy
"Oma lagi nonton apa ? Serius banget kelihatan nya " Tanya Pandu duduk di samping Oma nya
"Oma nonton berita, tadi ada berita tentang penemuan mayat seorang gadis, katanya korban perkosaan dan pembunuhan. Kasihan sekali dia,... Oma jadi takut kamu kenapa-kenapa nak..." Ucap Arshy dengan mata berkaca-kaca
Saras melirik ke arah Bianca, ia ingat hantu itu juga korban perkosaan dan pembunuhan.
"Oma tenang saja, aku bisa jaga diri " Ucap Saras mencoba menenangkan Oma nya
"Tapi Oma takut, kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana..." lirih Arshy lagi
"Oma lupa, kalau Opa selalu mantau aku lewat Om bodyguard yang selalu mengikuti ku " Ucap Saras sambil melirik ke arah Opa nya yang baru keluar dari kamarnya.
Alam terkesiap," kamu tahu ? " Kejut nya
Saras tersenyum lalu berjalan mendekati Opa nya. Sambil bergelayut manja di lengan Opa nya, Saras berucap," Karena aku sering lihat orang yang sama di setiap tempat, jadinya aku menyimpulkan kalau orang itu pasti bodyguard nya aku. Iya kan " Ujar Saras
"Ternyata cucu Opa yang cantik ini pintar ya... "Ucap Alam sambil mengusap kepala cucu perempuan nya
"Iya dong , cucu nya siapa dulu " Ucap Saras tersenyum bangga
"Jadi kamu gak marah kalau Opa kasih bodyguard? " Tanya Alam memastikan
"Enggak lah, kan aku tahu yang Opa lakukan demi keselamatan aku , asalkan jangan sampai menarik perhatian orang saja" Jawab Saras yang nampak tidak keberatan, ia begitu menghargai Opa nya. Ia tak ingin Opa nya kecewa karena dia menolaknya.
"Alhamdulillah ,...Opa senang karena kamu tak marah. Memang yang Opa lakukan hanya demi keselamatan mu, dan tak hanya kamu saja, tetapi kamu pun Opa kasih bodyguard untuk menjaga mu " Ucap Alam melirik pada Pandu
"Aku juga? " Tunjuk Pandu pada dirinya sendiri
"Aku kan pria Opa, bisa jaga diri sendiri" Ucap Pandu dengan nada protes nya
"Intinya Opa hanya ingin memastikan keselamatan kalian berdua. Opa tak ingin mengulangi kesalahan. Opa kehilangan kedua anak dan menantu Opa karena kelalaian Opa. Kali ini biarkan Opa menjaga kalian dengan cara seperti ini, Opa ingin melihat kalian hidup bahagia tanpa ada seseorang yang mencoba mengganggu dan merusak hidup kalian " Ujar Alam yang berubah menjadi melankolis.
"Apa itu maksudnya Mama, papa , Om dan tante meninggal karena ulah seseorang ? " tanya Pandu
Saras menoleh cepat ke arah kakak nya, lalu menoleh kembali pada Opa nya.
"Bener itu, Opa ? " Tanya Saras dengan mata berkaca-kaca
Alam dan Arshy sama-sama menunduk.
"Kalau begitu aku akan cari tahu siapa pelakunya. Aku gak akan memaafkan nya siapapun itu harus mendapat kan hukuman yang setimpal " Ucap Saras dengan nafas yang memburu, kedua tangannya mengepal kuat.
"Kita cari sama-sama " Ucap Pandu
Arshy mendongak menatap kedua cucunya," Tidak ! kalian jangan lakukan apapun, biarkan ini jadi urusan Opa kalian " ujar Arshy
"Tapi kita tidak bisa diam saja, sementara pelakunya masih bebas berkeliaran " Ucap Pandu.
"Tidak, Oma mohon jangan lakukan apapun ! Kami tidak mau kalian kenapa-kenapa, hanya kalian yang kami punya, Oma tak sanggup membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada kalian" Ucap Arshy lirih
Saras dan Pandu saling bertukar pandang, keduanya menghela nafas lalu mengangguk.
"Baiklah Oma, kami tidak akan melakukan apapun , demi Oma dan juga Opa " Ucap Pandu
"Tapi aku gak janji, sedikit saja informasi yang aku dapat, maka aku tidak akan menahan diri untuk mengungkap siapa pelakunya" Ucap Saras dengan sorot mata yang tajam
Arshy terdiam melihat ekspresi cucunya.
"Kalau begitu kita berangkat dulu " Ucap Saras kemudian
"Loh , gak sarapan dulu ? "Tanya Arshy
"Nanti saja di kantin sekolah, Oma "Jawab Saras segera mencium punggung tangan Oma dan Opa nya
"Aku juga nanti saja beli di jalan " Ucap Pandu menimpali
"Ya sudah , kalian hati-hati. Jangan makan makanan yang mengandung kacang" Ucap Arshy memperingati kedua cucunya
"Memang nya kenapa sih Oma ? " tanya Saras bingung
"Karena kamu keturunan yang alergi kacang. Kedua orang tua Oma, kedua kakak Oma, dan orangtua terdahulu keluarga Oma alergi kacang. Jadi patuhi ya, bisa saja kamu dan kakak mu juga memiliki alergi yang sama" Tutur Arshy
"Tapi kan Opa enggak. Bisa jadi kita ikut gen nya Opa " Ucap Saras
"Sudah jangan ngeyel ! Pokonya jangan makan kacang, Opa pernah hampir kehilangan Oma kalian karena gak sengaja ngasih kue kacang ke Oma kalian. Opa gak mau hal itu terulang lagi pada kalian " Ucap Alam menyelak cucu nya
"Ya iya deh iya... Aku gak akan makan kacang " Ucap Arshy menurut
Setelah itu Saras dan Pandu pun berangkat, kini tinggal Arshy dan Alam di rumah. Hari ini Alam libur karena encok nya kumat.
"Emang kamu masih ingat saat alergi ku kambuh waktu kamu kasih aku kue kacang ?" Tanya Arshy
"Aku gak akan pernah lupa tentang itu. Justru aku menjadikan kejadian itu sebagai pengingat biar hal seperti itu tak terjadi lagi. Kamu tahu,betapa aku sangat merasa bersalah takut kamu kenapa-kenapa. Jika sesuatu yang buruk terjadi padamu aku gak akan bisa maafin diri aku sendiri. Saat itu aku sadar kalau kamu begitu berarti buat aku,rasanya jika bisa aku ingin menggantikan posisi mu saat itu,biar aku yang kesakitan ,biar aku yang terbaring di rumah sakit.Bukan kamu..." Ujar Alam sambil menatap kedua mata yang masih terlihat indah di usia yang tak lagi muda.
"Uuuuhhh....so sweet.....!" Celetuk Taehyun yang tiba-tiba muncul
Arshy terkesiap,reflek ia meraih vas bunga lalu melemparkannya ke tempat pada anak genderuwo itu.
Pluk'
Vas bunga mendarat tepat di wajah Taehyun. Alam terkejut dengan gerakan istri nya yang tiba-tiba. Namun ia lebih terkejut melihat vas bunga yang melayang di udara karena Taehyun berhasil menyelamatkan vas bunga saat hendak jatuh.
"Jangan kaget ,kaya baru pertama saja " Arshy berlalu ke meja makan. Alam pun segera pergi mengikuti istri nya.
Sementara itu di sekolah.
Semua siswa dan siswi dikumpulkan di aula sekolah. Hal itu dikarenakan karena pergantian kepala sekolah yang baru.
"Kira-kira siapa ya yang gantiin kepala sekolah lama ?"
"Bener gak ya,kepala sekolah baru nya bule ?"
"Aahhh....moga aja ganteng dan keren "
Semua siswi nampak antusias menunggu pengumuman. Begitu pun dengan Saras dan teman-teman nya.
Hingga sampailah pengumuman itu dilakukan. Pak Budiman sebagai wakil kepala sekolah mengenalkan pengganti kepala sekolah terdahulu.
"Dan inilah kepala sekolah kita yang baru,selamat datang untuk Pak Alex Rudiart"
Seorang pria bertubuh tinggi badan tegap,garis rahang yang tegas serta tatapan tajam dan terlihat berkarisma di dukung postur tubuh yang proporsional menambah daya pikat bagi setiap yang menatap nya. Semua siswi nampak riuh dan menjerit kecil melihat pria matang dan tampan yang baru memasuki ruang aula.
"Oh my God ! Ini sih lebih dari tampan, ternyata pria matang memang lebih menggoda,ya ampun...lihat itu dada nya pelukebel bingit...." Jerit Audi tertahan
"Dasar ganjen ,gak boleh lihat cowok cakep dikit saja langsung ijo tuh mata ! Inget katanya mau ngejar kak Pandu" Bisik Airin menggeleng kan kepala
"Oh astaga ,kamu benar ! Ya Allah maafin aku sudah khilaf. Kamu jangan bilang-bilang kak Pandu ya !" Ucap Audi pada Saras, gadis itu nampak panik
"Tapi memang ganteng sih,ibarat buah semakin matang maka semakin manis rasanya " Gumam Airin pelan
Entah bagaimana,seakan mendengar gumaman nya,Tio menoleh ke arah Airin padahal barisan mereka terpisah dan cukup jauh karena memang barisan sesuai urutan kelas.
"Dasar genit " Gumam nya mendengus kesal
Sementara itu, Saras terpaku di tempat nya,melihat pria di depan yang ternyata pria yang sama yang ia temui kemarin.
"Lihat lah ,dia yang paling bersinar diantara yang lain nya. Seperti nya gadis itu bukan gadis sembarangan" Gumam pria bernama Alex dakam hatinya.
"Tapi,... perempuan itu kenapa bisa selalu ada bersama nya....apa mungkin gadis itu bisa melihat nya ...." Batin Alex ketika melihat sosok Bianca di samping Saras
.....
semangat kk othor💪💪
lanjut....