Haii.. ini novel pertamaku.. Ku harap kalian semua suka yaa dengan karyaku..
SEASON 1 & 2
Namaku Shahia Ghania Al-mahiyra.
suatu ketika saat aku memasuki kelas 2SMA,aku meminta orang tuaku untuk pindah sekolah ke pesantren..
Dipesantren inilah aku menemukan Takdir ku.. Ya.. Menemukan sosok lelaki yang mencintaiku dan aku cintai..
Dia adalah Muhammad Afnan Al-Fikri
Anak pertama dari pendiri Pondok Pesantren tempat ku menuntut ilmu sekarang ini..
mau tau kisah selanjutnya? yuk dibaca.. selamat membaca yaa.. semoga suka 😊
Monggo yang mau berteman..
@ekarahmasafitriii
DM yaa yang mau di follback.. 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 32
Happy Reading gaaesss 😊
Mereka yang mendengar teriakan dari arah kamar langsung panik.. Kecuali Rizky sang kakak..
Ia malah tertawa terbahak bahak karena ia yakin pasti Shahia marah dengan apa yang sudah ia kasih..
"Ada apa sayang?" tanya gus Afnan
"Ada apa nak?" tanya Abi dan Umi
"Ini nih bang Rizky mii.. biii.. masa thr buat Shahia beginian" kata Shahia cemberut
Umi dan Abi yang melihat langsung tertawa, gus Afnan juga sebenarnya ingin tertawa tapi ia takut istrinya tambah marah..
"Abang tegaaa.. masa Shahia dikasih thr uang seribuan semua.. mana banyak banget lagi.." kata Shahia sedih
"Ya Allah dek, mas kira kenapa" kata gus Afnan sambil menahan tawanya
"Liat deh, seribuan lembar semua.. fikir adek abang serius ngasih banyak.. Ehhh taunya" kata Shahia kesel
"Lah itu kan banyak dek" kata Abi sambil tertawa
"Iyaaa banyaak tapi kan nominalnya dikit Abiii" rengek Shahia
"Yaudah sini tuker sama Umi" kata Umi
Tiba tiba sang kakak datang..
"Hahahahaha udah bersyukur masih mending dapet" kata Rizky terbahak bahak
"Abang mahh jahat.. masa Shahia dikasih duit seribuan banyak banget.. bocah aja dikasihnya gocengan masa Shahia seribuan" protes Shahia
"Tapi kan kalau diitung banyakan duit kamu" bela Rizky
"Tetep aja ihhhh.. masa dompet Shahia tebel sama duit seribuan doang.. ngeselin" kata Shahia
"Yasudah sini tuker pakai uang mas" kata Gus Afnan
"Gak usah.. duit mas duit Shahia juga.. sama aja bohong kalau gitu mending gak usah dituker" kata Shahia ketus
"Udah udah yukk sekarang kita foto keluarga dulu.. setelah itu kita makan yaa" ajak Umi
Sebelum makan,Shahia menuju ke kamar mandi terlebih dahulu..
"Ya Ampun,, ini haidhoh? hadduhh bagus gak tembus" batin Shahia
Akhirnya ia pergi mencari pembalut yang ada didalam kamarnya itu..
"Lagi ngapain dek?" tanya gus Afnan
"Nyari pembalut mas" jawab Shahia
"Adek haidhoh?" tanya gus Afnan
"Hheee iyaa mas" jawab Shahia
"Yaudah bersih2 dulu sana terus makan.. Mas tunggu yaa" kata gus Afnan
"Wokeh sayang" jawab Shahia
Setelah bersih bersih, Shahia menuju ruang makan.. Dilihat sang suami telah menunggu
"Maaf ya mas lama" kata Shahia
"Gak papa dek.. oh iyaa, nanti selesai makan kita video call Abah dan Umi yaa.. kita kan belum ucapin lebaran" kata gus Afnan
"Iyaa.. nih makan dulu.. Aaaa buka mulutnya,adek suapin" kata Shahia
"Uhhhh makasih sayang" kata gus Afnan
"Uhhh pinterr maemnya banyak.. suaminya siapa sih" kata Shahia gemes
"Suaminya Shahia doong" kata gus Afnan
"Sini mas juga suapinin adek" lanjut gus Afnan
Hari telah berganti,suasana lebaran masih sangat terasa..
Hari ini keluarga dari Abi nya Shahia akan bersilaturrahmi kerumah mereka..
"Mana mas menantu mu?" tanya pak Surya adik dari Abinya Shahia
"Nih mantu saya,, namanya Afnan" kata Abi
"Assalamualaikum om.. saya Afnan suami Shahia" kata Afnan
"Udah berapa lama pacaran sama Shahia?" tanya pak Surya
"Kita gak pacaran om.. Tapi langsung nikah" jelas gus Afnan
"Ko langsung nikah? kamu gak ngapa2in keponakan om kan?" tny Pak Surya
"Astaghfirullah Suryaa,, kamu ngomong apaan sih? anak saya dan mantu saya itu anak yang baik baik yaa" bentak Abi
"Maaf om, saya sama Shahia gak pernah ngapa2in.. karena memang kami saling mencintai makanya kami memutuskan untuk menikah" jelas gus Afnan
"Ya kali kamu hamilin Shahia duluan.. secara Shahia masih sekolah tapi ko tiba2 nikah" kata pak Surya
"Suryaaa.. jaga yaaa ucapaan kamuu" bentak Abi lagi
"Mas ngapain sii marah narah.. orang cuma dibilang gitu aja marah.. Oh iyaa kamu kerja apa?" tanya pak Surya ke Afnan
"Saya guru di sebuah pesantren om" jawab Gus Afnan
"PNS?" tanya pak Surya
"Bukan om.. hanya pengajar biasa" jawab gus Afnan
"Cihh hanya pengajar biasa.. paling berapa sih gajinya.. buat makan sendiri aja pasti gak cukup pakai segala nikahin Shahia" kata pak Surya
"Suryaa sudah cukup.. walau menantu saya cuma seorang guru biasa.. tapi dia punya ilmu dan agama yang kuat,bisa membahagiakan putri saya.. bukan yang hanya bisanya merendahkan dan menghina saja" kata Abi yang sudah emosi
"Ko mas marah siii.. cari mantu tuh yang kayaaa yang bisa nyenengin Shahiaa bisa ngasih dia rumah mewah, mobil mahal berlian" kata pak Surya
"Cukkkuuupppp" kata Abi yang sudah tidak bisa menahan amarahnya
Teriakan Abi mengundang perhatian saudara yang lainnya..
"Ada apa Abi?" tanya Shahia
"Ini nihh om kamu...." perkataan Abi terhenti saat gus Afnan menyela nya
"Shahia sayang masuk ya dek.. ini pembicaraan orang laki" kata gus Afnan
"Biarin aja nan, biar Shahia tau kelakuan om nya ini" kata Abi
"Udah bii sabar.. Afnan gak papa ko" kata gus Afnan
"Ada apa si mas?" tanya Shahia
"Iya ada apa sih bii?" tanya Umi
"Adek masuk ke kamar yaa, mas mohon" pinta gus Afnan
"Iya mas.. " kata Shahia yang masih bingung dengan semua itu.
Setelah Shahia pergi menuju kamar, keluarga pak Surya pun pulang kerumahnya..
Pak Surya merasa Abangnya itu berbeda dan dia gak habis fikir dengan Abangnya yang mau maunya menikahkan Shahia dengan lelaki yang hanya cuma sebagai guru biasa yang gajinya kecil..
Ya, memang keluarga Shahia bisa dibilang berasal dari keluarga yang kaya.. Yang berkecukupan.. Abi sendiri mempunyai sebuah perusahaan.. Tapi Abi tak pernah memandang rendah seseorang, tak seperti adiknya yaitu pak Surya..
"Afnan maafkan Abi" kata Abi lirih
"Gak papa bii.. Afnan yang minta maaf karena memang Afnan belum bisa bahagiakan putri Abi.. Afnan cuma guru madrasah bii, Afnan belum bisa membelikan Shahia rumah mewah dan mobil mahal" kata Gus Afnan
"Gak nak, kamu gak usah fikirin omongan Surya,, bagi Abi melihat Shahia tersenyum saat bersama mu saja bagi Abi kamu sudah membuatnya bahagia.. Abi kenal anak Abi, Shahia wanita yang sederhana walau dengan hal kecil aja dia bisa bahagia" kata Abi
"Afnan janji akan selalu membahagiakan Shahia bii.." kata gus Afnan
"Abi percaya naan.. Sekarang kamu susul gih Shahia" kata Abi
"Maaf sekali lagi bii.. Afnan ke kamar dulu yaa" pamit gus Afnan..
Bersambung..
Terimakasih yang sudah membacaa.. Maaf kalau masih banyak typo.. hehe
Biar author tetap semangat, jangan lupa like, komen dan vote yaa.. Terimakasih 😊😊
apa lagi ttg ziya .
duh .
ga bikin bosan