NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:48.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perusahaan

Gila! Dirinya adalah saksi mata, perselingkuhan yang benar-benar nyata. Antara kakak tertuanya dan calon istri adiknya. Menghela napas, tapi tidak! Mereka sudah berhasil menikah. Itu artinya bukan perselingkuhan lagi.

"Ada apa?" Kalimat dari Neiji, membuat langkah Rio yang hendak pergi terhenti.

"Ayah menyuruhku untuk membawakan bubur. Selain itu kakak juga harus kembali ke perusahaan hari ini. Asisten kejam dari Red Lily Group, akan membuat masalah lagi. Mereka perusahaan kompetitor, yang selalu ingin mengakuisisi kita. Bagaimana ya... istilahnya aku malas berhadapan dengan mereka." Rio terkekeh, lebih tepatnya tersenyum tengil menyodorkan paperbag berisikan dua porsi bubur.

Neiji meraihnya tanpa banyak bicara, hal yang membuat Rio menelan ludahnya. Tapi bagaimana bisa pria kaku ini terlihat sedikit... melunak?

Membuka kotak bubur, Neiji mulai menyuapi Lily.

"Biar aku saja." Lily hendak merebutnya.

"Tidak! Aku saja, ini tanggung jawabku. Karena kamu terluka akibat melindungiku." Ucap Neiji tanpa ekspresi.

Kakak tertuanya memang kaku, sangat kaku. Ini sudah termasuk perhatian maksimal tingkat tinggi. Tapi tidak disangka wajah Lily sedikit memerah...merona, malu?

Apa pada akhirnya monster ini menemukan pasangannya? Seseorang yang mengerti betapa cuek aslinya monster ini.

"Kenapa tidak pergi?" Tanya Neiji terdengar dingin. Masih menyuapi istrinya.

"Kata ayah, aku harus kembali ke kantor bersamamu. Harga saham turun karena gosip yang beredar. Salah langkah sedikit saja mungkin perusahaan dapat jatuh. Red Lily Group seperti mengintai perusahaan keluarga kita---" Kalimat Rio disela.

"Aku akan ke kantor. Setelah menyuapi Lily..." Kalimat yang diucapkan oleh Neiji. Masih tanpa menoleh sama sekali.

"Boleh aku ikut ke kantor?" Tanya Lily penuh harap, ingin mengetahui dengan jelas alasan kematian Neiji.

Menyetir karena mabuk? Itulah yang dikatakan semua orang sebelum waktu terulang. Tapi, rasa-rasanya tidak mungkin. Neiji tidak pernah terlalu berlebihan mengkonsumsi alkohol.

Apa karena pesaing bisnis? Perebutan hak waris? Dirinya harus menemukan alasannya. Karena saat ini sudah bergantung pada Neiji. Neiji harus terus bertahan hidup... itulah kunci hidup bahagia dengan Meiji nanti.

"Tidak boleh. Kamu masih sakit." Pemuda yang kembali menyuapi Lily.

Rio menganggukkan kepalanya, kakak tertuanya selalu tegas, tidak mungkin akan luluh. Sekali mengambil keputusan tidak akan ada pengecualian.

Cup!

Satu kecupan di pipi Neiji merubah segalanya. Wajah itu tetap terlihat dingin tapi telinganya memerah.

"Boleh ya...aku mohon. Lagipula tidak sakit, cuma memar dan lecet. Aku janji tidak akan lari-lari, hanya menempel menjadi anak manis yang mengikutimu." Lily memelas memegang jemari tangannya.

"Seorang Neiji yang tegas tidak akan luluh oleh hal seperti ini." Batin Rio menatap tanpa ekspresi, dapat menembak sifat kakak tertuanya.

"Tidak---" Kalimat Neiji terhenti. Kali ini kecupan di bibirnya.

"Boleh ya..." Pinta Lily lagi.

"Tidak akan mempan!" Batin Rio arogan.

Tapi.

"Ekhm... baik! Tapi kalau sakit katakan. Tidak boleh jauh-jauh, tidak boleh berlarian." Kalimat yang diucapkan oleh Neiji, membuat Rio terdiam tidak percaya. Bagaimana bisa kakaknya yang kaku tidak bisa diganggu gugat itu membuat pengecualian?

"Aku janji!" Lily memeluk pemuda yang tetap ada dalam ekspresi wajah datar itu.

Hal yang membuat Rio lagi-lagi menghela napasnya."Apa kabar dunia? Sudah gila!" Gumamnya.

***

Melangkah bersama suaminya memasuki perusahaan TC Group. Sebelum waktu terulang, musuh bisnis TC Group masih sama Red Lily Group.

Tapi entah kenapa sekarang terasa berbeda. Perusahaan itu lebih berstruktur dan lebih maju. Apa ada efek domino lain karena pengulangan waktu? Rasa-rasanya tidak...

Entahlah, karena sebelum waktu terulang dirinya hanya berfokus pada pekerjaannya melukis dan membuat desain grafis. Masalah bisnis dan perusahaan dirinya tidak terlibat sama sekali.

Mengikuti langkah suaminya. Lily lumayan canggung. Pandangan mata semua orang beralih padanya. Mungkin karena rekaman di sosial media, tentang pengantin wanita yang ditinggalkan dan perselingkuhan pengantin pria?

"Dimana dia?" Tanya Rio pada asistennya.

"Masih menunggu di ruangan anda." Jawab sang sekretaris, melangkah bersama mereka.

Memasuki lift, Rio terlihat begitu tegang. Tapi tidak dengan Neiji, masih tenang tanpa ekspresi.

"Saat pulang nanti kamu mau makan apa? Maaf, setelah hari pernikahan malah membawamu ke kantor." Ucapnya tanpa menoleh.

Rio dan sekretarisnya terlihat lumayan terkejut. Apa yang aneh? Bukankah sudah seharusnya seorang suami yang mencintai istrinya berkata seperti ini?

"Aku ingin makan bubur ayam..."

"Nanti aku buatkan. Berikan imbalan setelahnya." Kalimat romantis dari Neiji tapi masih tanpa ekspresi.

Astaga! Sebelum mengulangi waktu kenapa dirinya tidak menyadari Neiji begitu manis? Begitu tsundere, dirinya malah mengira pria ini menakutkan dan kaku. Kaku tapi menantang... astaga! Ingin rasanya Lily berteriak.

Pintu lift terbuka.

Mereka melangkah ke ruangan direktur keuangan. Sedangkan Dilan? Mungkin tidak ke kantor hari ini, entahlah...tapi memang tidak terlihat.

Pintu ruangan terbuka.

Orang dari Red Lily Group? Perusahaan kompetitor? Tapi siapa? Apa pemilik perusahaan? Lily menatap dengan seksama.

Seorang pemuda rupawan duduk di sofa menikmati tehnya. Menghela napas, kala melirik ke arah mereka.

"Si buruk rupa akhirnya tiba. Aku dengar-dengar harga saham kalian anjlok. Itu keren..." Tawanya terdengar, siapa pemuda ini?

"Wajahku memang kurang memuaskan tapi aku berdiri dengan kaki sendiri, sedangkan kamu hanya bersembunyi di balik rok istrimu. Bagaimana rasanya menjadi keluarga konglomerat dengan menikahi putri mereka? Menantu pecundang." Kalimat tajam dari Neiji, duduk dengan tenang menuangkan teh untuk istrinya.

"Aku tidak bersembunyi di bawah rok Bella (putri tunggal pemilik red Lily Group) Tapi aku menikmati apa yang ada di bawah roknya." Ervan (menantu pemilik Red Lily Group) menghela napas kasar.

"Gundik..." Neiji mengangkat sebelah alisnya.

"Aku menantu pria! Diangkat secara sah! Aku juga punya perusahaan sendiri, astaga! Aku lelah menjelaskannya. Yang jelas aku memang gundik kesayangan istriku. Kenapa? Iri!?" Ervan menghela napas, meletakkan sebuah map."Aku kemari untuk memberikan tawaran. Harga yang bagus dari istriku untuk mengakuisisi salah satu anak cabang perusahaan ini, menjadi anak cabang Red Lily Group."

"Budak wanita. Disuruh apapun mau." Sindir Neiji.

"Menyebalkan..." Ervan, pria ini berusaha keras untuk tersenyum."Aku sudah melihat hal yang terjadi di pesta pernikahan. Itu artinya kursi kepemimpinan akan jatuh ke tanganmu bukan? Setelah menginjak Dilan?" Tanyanya pemuda dari perusahaan kompetitor ini terlihat serius.

"Tidak! Semuanya tetap akan menjadi milik adikku." Kalimat tajam dari Neiji, membaca tumpukan berkas di atas meja."Apa yang membuatmu berpikir kami akan menjual salah satu anak cabang perusahaan?"

"Ayolah! Itu harga terbaik dari istriku." Ervan tersenyum menyeringai. Wajahnya rupawan yang santai seolah-olah berubah menjadi mengerikan?

"Jika aku tidak bersedia?" Tanya Neiji.

"Kamu pikir aku tidak bisa menyingkirkanmu?" Ervan masih terlihat tenang.

Sedangkan Lily masih duduk di tempatnya memikirkan semua kemungkinan kematian Neiji yang akan terjadi sekitar 6 tahun lagi. Kemungkinan besar memang pembunuhan...tapi siapa?

Orang dari perusahaan kompetitor? Lisa? Dilan? Siapa?

1
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
Imas Karmasih
Ervan hati hati itu sodara iparmu😄😄😄
Imas Karmasih
Rio figuran yg baik jangan berubah ya🤭
mimief
dilan?
ga mungkin otak nya ketinggalan di selakangan
Lisa...bisa jadi . kakeknya meninggal perebutan kekuasaan
apa Rio? si kelinci manis itu ternyata menyimpan taring.
apa mungkin malah keluarga nya,Rini yg ga puas berebut sama Silvia 😜
mimief
ow...ow
ternyata ipar nya😜
mimief
kaget ya ..
kaget donk
sama... reader juga
es batu ternyata bisa meleleh di suhu yg tepat🤣🤣🤣
Afrilho
Benar Ervan 😍
yesi yuniar
kapan neiji akan hadir dgn wajah aslinya di muka umum ??
Nur Wahyuni
eehh ada ervan disini... jangan gitu Neiji.. nanti kau sendiri juga akan takluk sama istrimu.. 😁
Indar
bakal tambah seru nih sudah mulai ketemu sama orang yg mempunyai hubungan keluarga sebenarnya/asli sama neiji
vj'z tri
sama nya ma elu 🤣🤣🤣🤣 cucok jadi ipar ini mah 🤧🤧🤧
vj'z tri
ehm apa adik ipar yang datang 🤧🤧🤧
vj'z tri
apakabar dunia ? sudah gila ? tetep asek 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yeye 🐱: othor penonton hirotada 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!